MAKNA DI BALIK ZIKIR “HASBUNALLAH WA NI’MAL WAKIL”

Posted: April 30, 2013 in SUNNAH - ADAB & NASIHAT

KH. Thobary Syadzily Al Bantani

Setiap kami (admin blog generasisalaf.wordpress.com) datang dan bersilaturahmi kekediaman guru kami KH. Thobary Syadzily Al bantani (keturunan dari Syekh Nawawi Al Bantani), di daerah Tangerang Beliau selalu mengingatkan kami agar selalu banyak – banyak berzikir (ingat) kepada Allah Swt, bacalah selalu zikir “Hasbunallah Wa ni’mal Wakil” istiqomahkan setiap hari dengan jumlah tertentu. Saya meyakini amalan yang di ajarkan para ulama pasti mempunyai dasar dan tuntunan dari para Ulama Salaf yang tersambung kepada Rasulullah SAW, tanpa banyak bertanya kami pun melakukan apa yang di perintahkan oleh guru kami.

Dan alangkah benar  adanya, ternyata banyak keutamaan – keutamaan zikir ini, seperti yang kami kutip dalam web mualaf.com berikut ini:

Kalimat ini termasuk dzikir sederhana, namun mengandung makna yang luar biasa. Dzikir ini menandakan bahwa seorang hamba hanya pasrah pada Allah dan menjadikan-Nya sebagai tempat bersandar. Allah Ta’ala menceritakan mengenai Rasul dan sahabatnya dalam firman-Nya,

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “hasbunallah wa ni’mal wakiil [cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung]“. ” (QS. Ali ‘Imron: 173)

Kata sahabat Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa “hasbunallah wa ni’mal wakiil” adalah perkataan Nabi ‘Ibrahim ‘alaihis salaam ketika beliau ingin dilempar di api. Sedangkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kalimat tersebut dalam ayat,

إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (HR. Bukhari no. 4563)

Renungkanlah Maknanya! Maksud “hasbunallah” ialah Allah-lah yang mencukupi segala urusan mereka. Sedangkan “al wakiil”, berarti orang yang mencukupi. Makna “al wakiil” adalah yang bertanggung jawab (yang menjamin) memberi rizki dan berbagai maslahat bagi hamba.

Dalam tafsir Al Jalalain disebutkan makna dzikir di atas ialah Allah-lah yang mencukupi urusan mereka dan Allah-lah sebaik-baik tempat bersandar dalam segala urusan.

Syaikh As Sa’di dalam kitab tafsirnya memaparkan, “Maksud ‘hasbunallah’ adalah Allah-lah yang mencukupi urusan mereka dan ‘ni’mal wakiil’ adalah Allah-lah sebaik-baik tempat bersandar segala urusan hamba dan yang mendatangkan maslahat.”

Hadits di atas adalah isyarat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada para sahabatnya agar mereka rujuk (kembali) pada Allah Ta’ala, bersandar pada-Nya, sadar bahwa tidak ada daya dan kekuatan melainkan dari-Nya. … Kalimat “hasbunallah” adalah tanda bahwa hamba benar-benar butuh pada Allah dan itu sudah amat pasti. Lalu tidak ada keselamatan kecuali dari dan dengan pertolongan Allah. Tidak ada tempat berlari kecuali pada Allah. Allah Ta’ala berfirman,

فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ

“Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu. ” (QS. Adz Dzariyat: 50) Allah-lah Yang Mencukupi, Allah Ta’ala berfirman,

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Tholaq: 3). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَعَلَّقَ شَيْئًا وُكِلَ إِلَيْهِ

“Barangsiapa menyandarkan diri pada sesuatu, maka hatinya akan dipasrahkan padanya” (HR. Tirmidzi no. 2072). Artinya di sini, barangsiapa yang menjadikan makhluk sebagai sandaran hatinya, maka Allah akan membuat makhluk tersebut jadi sandarannya. Maksudnya, urusannya akan sulit dijalani. Hati seharusnya bergantung pada Allah semata, bukan pada makhluk. Jika Allah menjadi sandaran hati, tentu segala urusan akan semakin mudah. Karena Allah-lah yang mendatangkan berbagai kemudahan dan segala sesuatu akan menjadi mudah jika dengan kehendak-Nya.

Ya Allah … Engkau-lah yang mencukupi segala urusan kami, tahu manakah yang maslahat dan yang mengatur segala rizki kami.

***

Ketika Al-Aswad al-Unsi melemparkan Abu Muslim ke dalam kobaran api, ia tak jemu membaca hasbunallah wani’mal wakil. Saat jatuh di kobaran api, api menjadi dingin dan menyelamatkan Abu Muslim al-Khaulani. Peristiwa ini terjadi di masa khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Ketika ia datang dari Yaman lalu disambut oleh Khalifah Abu Bakar, saat itu di dekatnya ada Umar dan sejumlah sahabat. Umar lalu berkata, “Selamat datang orang yang dijadikan Allah aksanan Ibrahim al-Khalil di tengah-tengah umat Muhammad”

Perihal Anjuran istiqomah dalam setiap ibadah/amalan yang dilakukan

#Ibnu Taimiyah

1/447: ومن تجريبات السالكين التي جربوها فألفوها صحيحة أن من أدمن يا حي يا قيوم لا إله إلا أنت أورثه ذلك حياة القلب والعقل . وكان شيخ الإسلام ابن تيمية قدس الله روحه شديد اللهج بها جدا ، وسمعته يقول : من واظب على أربعين مرة كل يوم بين سنة الفجر وصلاة الفجر يا حي يا قيوم ، لا إله إلا أنت ، برحمتك أستغيث حصلت له حياة القلب ، ولم يمت قلبه .:

Dan termasuk di antara percobaan utk salik yg mana hal itu telah aku coba dan muncul bekas yg nampak, yaitu barang siapa melanggengkan membaca ya hayyu ya qoyyum la ilaha illa anta, maka akan menjadikan hidup hatinya. Dan syaikhul islam Ibnu taemiyah sangat menganjurkan hal itu, dan aku mendengar darinya (Ibnu Taimiyah), barang siapa melanggengkan setiap harinya membaca ya hayu ya qoyyum la ilaha illa anta 41x di antara solat sunah fajar dan solat fajar [subuh], maka akan menjadikannya hidup hatinya dan tdk akan mati hatinya (Madarij as salikin: 1/447 : Ibnu Qoyyim)

Dari Aisyah r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda, ‘Berbuat sesuatu yang tepat dan benarlah kalian (maksudnya; istiqamahlah dalam amal dan berkatalah yang benar/jujur) dan mendekatlah kalian (mendekati amalan istiqamah dalam amal dan jujur dalam berkata). Dan ketahuilah, bahwa siapapun diantara kalian tidak akan bisa masuk surga dengan amalnya. Dan amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang langgeng (terus menerus) meskipun sedikit. (HR. Bukhari)

Referensi: Mualaf.com, hidayatullah.com & Ust. Qultu Man Ana

Komentar
  1. Kacung Ngaran mengatakan:

    Berdzikir sangat dianjurkan oleh Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa sallam, namun bila tidak dicontohkan oleh beliau dan para sahabat, apalagi dengan jumlah yg tidak jelas atau dirahasiakan antum seperti kata antum sendiri di atas. ” Saya meyakini amalan yang di ajarkan para ulama pasti mempunyai dasar dan tuntunan dari para Ulama Salaf yang tersambung kepada Rasulullah SAW, tanpa banyak bertanya kami pun melakukan apa yang di perintahkan oleh guru kami “.
    Sekali lagi, bila jumlah bilangannya tdk berdasar sunnah yang sahihah maka itu perkara muhdats.

    • generasisalaf mengatakan:

      Apakah ada larangannya??, apakah saya salah jika mengistiqomahkan diri misalnya membaca alqur’an 1 juz setiap harinya?, berzikir subhanallah 33 x setiap hari??, membaca hasbunallah misalnya 100x setiap hari??, tolong datangkan hadits/ayat qur’an yang secara khusus melarangnya

      Dari Aisyah r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda, ‘Berbuat sesuatu yang tepat dan benarlah kalian (maksudnya; istiqamahlah dalam amal dan berkatalah yang benar/jujur) dan mendekatlah kalian (mendekati amalan istiqamah dalam amal dan jujur dalam berkata). Dan ketahuilah, bahwa siapapun diantara kalian tidak akan bisa masuk surga dengan amalnya. Dan amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang langgeng (terus menerus) meskipun sedikit. (HR. Bukhari)

      “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah.” lalu berkata, “Yakni janganlah kalian asal berkata ini haram itu haram!” (An Nahl : 116)

      “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan beberapa kewajiban, maka jangan kamu sia-siakan dia; dan Allah telah memberikan beberapa larangan, maka jangan kamu langgar dia; dan Allah telah mengharamkan sesuatu, maka jangan kamu pertengkarkan dia; dan Allah telah mendiamkan beberapa hal sebagai tanda kasihnya kepada kamu, Dia tidak lupa, maka jangan kamu perbincangkan dia.” (HR Daraquthni) dihasankan oleh an-Nawawi

      “….janganlah kamu merasa sudah bersih, Dia (Allah) lebih mengetahui siapa yang bertaqwa.” (An-Najm : 32)

      • Wawan mengatakan:

        Bismillah untuk melaksanakan amal kebajikan apalagi kalau tujuannya adalah semata-mata untuk mendekatkan diri ke Allah.

  2. suwuk aswaja mengatakan:

    hehehehe bidengah lagi dahujungnya

  3. Fb@Kunarto juwana mengatakan:

    Thank to ALLAH SWT.

  4. ian mengatakan:

    org yg suka mencela terlihat sudah kebodohannya…………….

  5. Taufsyaif mengatakan:

    Sesungguhnya dzikir ada 3. Qalb,lisan,hal. Qalb(dzikir melalui hati/khofi). Lisan(melalui perkataan) hal(perbuatan,spt shalat,puasa,dll yg berupa gerak badan dlm kemaslahatan)

  6. nita mengatakan:

    sae niki kang…
    kesuwun
    jazakumulloh bi ahsanal jaza..

  7. sandi setiawan mengatakan:

    Subhanallah makin kuat saja iman ku thanks akhi uhty

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s