Arsip untuk ‘KONTROVERSI BID’AH WAHABI – SALAFY’ Kategori

SAUDI ARAB
HAIDL yang tinggal atau berdiam diri atau duduk di dalam masjid ini ulama khan berbeda pendapat, namun jika kita melihat mayoritas, dari yang ulama salaf maupun kholaf itu menghukuminya TIDAK BOLEH atau DI LARANG.

Zaadul Ma'ad - pengobatan Nabawi Ibnu Qoyyim Jauziyah

Para Salafy – Wahabi jelas – jelas menolak dan mengharamkan Rajah walaupun itu berasal dari Qur’an, mereka juga tak segan menuduh pelaku dan yang di Rajah sebagai Musyrik, tapi sayangnya mereka tidak menyadari ulama panutan mereka pun menganjurkan Rajah kepada si sakit, berikut ini kutipan dari kitab RAJAH PENGOBATAN ALA THIBBUN NABAWI – KITAB PENGOBATAN ISLAMI ( Imam Ibnu qoyyim al jauziyah 691-751 H ) versi terjemahnya, seperti pada halaman 300 untuk Penyakit mimisan :

(lebih…)

Ust. Arifin Ilham - Pimpinan Majelis Dzikir Adz Dzikra

Ust. Arifin Ilham – Pimpinan Majelis Dzikir Adz Dzikra

Fatwa Syaikh Sulaiman bin Abdullah al Majid [anggota Majelis Syuro KSA], tentang Dzikir tanpa dalil yang dilakukan oleh Ibnu Taimiyah.

س: قال ابن القيم: سمعت شيخ الإسلام ابن تيمية يقول: من واظب على أربعين مرة كل يوم بين سنة الفجر وصلاة الفجر على قول: (يا حي يا قيوم لا إله إلا أنت برحمتك استغيث) حصلت له حياة القلب ولم يمت قلبه، فهل هذه المقالة صحيحة؟ وما حكم العمل بها؟

(lebih…)

Bersih-bersih makam di Arab Saudi

Bersih-bersih makam di Arab Saudi

Salah satu tradisi masyarakat Ahlus sunnah Wal Jama’ah yang ada di Indonesia yang terkadang di nilai bid’ah oleh kaum sempalan adalah berziarah kubur setiap minggunya (biasanya hari/ menjelang hari Jum’at) kepada makam sanak Familinya.

(lebih…)

Niat I'tikaf

Kalimat yang umum tertulis di pintu masuk sebuah masjid di Indonesia adalah

نويت سنة الاعتكاف

Nawwaitu Sunnatal I’tikafi
(dan semisalnya)

(lebih…)

Bid'ah doa Khatam Qur'an dlm sholat tarawih di Masjidil Haram
BID’AHKAH DOA KHATAM QUR’AN DI MASJIDIL HARAM
Puncak kenikmatan berpuasa Ramadhan di Makkah adalah tatkala TARAWIH terakhir yang ditutup dengan doa Khotmil Qur’an di Masjidil Haram yang dalam hal ini biasanya di pimpin oleh Duktur Syaikh Abdurrahman Assudais hafidzohullah.
1 Juz 1 Hari Odoj Bid'ah
KETOK PALU, “ODOJ” ADALAH BID’AH DAN SESAT
Kemarin saya mendapati sebuah tulisan bahwa ODOJ adalah ibadah yang terindikasi riya’. Namun Ust. MAT (Penulis artikel yang mengatakan ODOJ riya’ pada website Muslim.Or.Id) lupa bahwa gelar Msc yang disematkan pada akhir namanya dapat terindikasi besar Riya’, ujub, dan berbangga dengan gelar yang diperoleh.

ziarah kubur

Berkah Kuburan Orang Sholeh menurut Imam AdzDzahabi, seperti terkutip berikut ini :

سير أعلام النبلاء – (ج 17 / ص 77(
قلت: والدعاء مستجاب عند قبور الانبياء والاولياء، وفي سائر البقاع، لكن سبب الاجابة حضور الداعي، وخشوعه وابتهاله، وبلا ريب في البقعة المباركة، وفي المسجد، وفي السحر، ونحو ذلك، يتحصل ذلك للداعي كثيرا، وكل مضطر فدعاؤه مجاب.

Doa itu MUSTAJAB (BILA DIBACA) DI SISI MAKAM PARA NABI DAN WALI, juga di beberapa tempat yang lain. Namun penyebab terkabulnya doa adalah hadhirnya hati orang yang berdoa, kekhusyuka nya, dan TIDAK DIRAGUKAN LAGI DI TEMPAT-TEMPAT YANG DIBERKATI, di masjid, saat sahur dan sebagainya dimana doa akan lebih banyak didapat oleh pelakunya. Dan setiap orang yang sangat membutuhkan maka doanya akan diijabahi”
(al-Hafidz adz-Dzahabi dalam Siyar A’lam an-Nubala’ 17/77).

(lebih…)

MUSHAF-UTSMANI-257x300

Para pengingkar “Bid’ah hasanah” hendaknya berpegang teguh pada pendapatnya, Adalah bahwa mushhaf Al-Quran dahulu ditulis tanpa “TITIK” , kenyataannya memang para Shohabat ra, menulis wahyu yang di imla’kan kepada Rosululloh Saw, itu memang tidak memakai “TITIK”..mereka menulis huruf Ba, Ta…dan sebagainya itu tidak memakai titik. bahkan Sayyidina Utsman bin Affan ra, sewaktu menulis Al-Quran sejumlah enam mushhaf, lalu dikirimkannya mushhaf-mushhaf itu ke Bashroh, Mekah dan selainnya, dan beliau menyimpan satu mushhaf sebagai pegangannya itu kenyataannya juga memang tidak memakai “TITIK”.

(lebih…)

ZIKIR & DOA JAMAAH

DZIKIR KERAS SETELAH SHOLAT ALA WAHABI

A. Memang Apa Salahnya dengan Suara Keras?

Ada dua pendapat di kalangan ulama dalam masalah ini:

1. Ada yang menyunnahkannya. Ini adalah pendapat Imam Ath-Thabari -dalam sebuah nukilan darinya-, Ibnu Hazm, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan yang difatwakan oleh Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin dan Al-Lajnah Ad-Daimah yang diketuai oleh Asy-Syaikh Ibnu Baz.

(lebih…)