Archive for the ‘KONTROVERSI BID’AH WAHABI – SALAFY’ Category

Kuburan di Arab Saudi yang mayyitnya akan di pindahkan

Kuburan di Arab Saudi yang mayyitnya akan di pindahkan

Habis ziarah ke Sayyidah Khadijah rodhiyallahu anha, iseng ambil gambar kuburan kuburan yang sudah dipindah jasadnya, 1 bulan terakhir ini (rojab-sya’ban) memang waktunya SHIFT penghuni pemakaman MA’LAA Makkah.

(lebih…)

Festival Ramadhan di Jeddah

Sebuah festival yang baru, yang akan diluncurkan pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri, diharapkan dapat menarik 100.000 pengunjung lokal dan asing.
Abdullah Al-Dawi, kepala komite eksekutif festival, mengatakan kepada Arab News bahwa “Ramadana Kida” dan “Eidna Kida” perayaan akan menjadi perpanjangan dari Jeddah Historic Festival yang berlangsung tahun lalu.

(lebih…)

Rujak TV

Para Salafy Wahabi paling anti ber’amal dengan hadits dhoif , padahal para Imam-imam hadits telah Ijma (Sepakat) akan bolehnya beramal dengan hadits dhoif (Asalkan tidak terlalu dhoif). Jika saja mereka memahami bahwa hadits dhoif bukanlah hadits Maudhu. Mereka pun melarang akan pembacaan surat Yasin di Malam Jum’at karena di nilai haditsnya dhoif, padahal banyak para Imam-imam hadits menganjurkan akan membaca Yasin di malam hari ataupun malam Jum’at.

(lebih…)

DHAIF VS SHAHIH

Ulama Wahabi banyak menilai hadis-hadis Nishfu Sya’ban adalah hadis dlaif atau palsu. Seperti kata Syaikh Utsaimin:

الصَّحِيْحُ أَنَّ جَمِيْعَ مَا وَرَدَ فَضْلَ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ ضَعِيْفٌ لَا تَقُوْمُ بِهِ حُجَّةٌ وَمِنْهَا أَشْيَاءٌ مَوْضُوْعَةٌ (لقاءات الباب المفتوح – ج 115 / ص 18)
“Pendapat yang benar bahwa semua hadis yang menjelaskan keutamaan malam Nishfu Sya’ban adalah hadis dlaif, tidak bisa dijadikan hujjah. Sebagiannya adalah hadis palsu” (Liqaat al-Bab al-Maftuh 115/18).

(lebih…)

Dai Salafy yang anjurkan Nyoblos mental tempe & tukang ramal

Mudahnya keluar kata – kata dan tuduhan dan cacian dari golongan Salafy kepada sesama Salafy (apalagi diluar Salafy) tampaknya bukan menjadi suatu hal yang rahasia, hal ini kembali di alami oleh para Dai dan Ulama – ulama dari golongan Salafy yang masing-masing berpendapat pihaknya ada di jalan yang benar (manhaj Salafus Sholeh). Kata-kata yang keluar dan di tujukan kepada sesama mereka, serta meremehkan pendapat – pendapat yang ada tidaklah mencontohkan adab dan ahlak Islam yang sesungguhnya.

(lebih…)

Musim Nikah
Pada liburan musim panas lembaga-lembaga sosial di Saudi berlomba-lomba menggelar pernikahan masal dengan menghadirkan pejabat setempat dan para pebisnis. Hal itu bertujuan agar para pejabat dan para pebisnis bersedia memberikan bantuan kepada para pemuda yang melangsungkan pernikahan masal. Dengan demikian, biaya pernikahan bisa lebih hemat, demikian lansir Al Arabiya (7/5/2012).

Saudi-syaikh-Sulaiman-al-ulwan

Pembebasan ulama besar hadits Arab Saudi, Syaikh Sulaiman bin Nashir Al-Ulwan setelah mendekam dalam penjara rezim selama 9 tahun disambut gembira oleh para ulama, keluarga, kerabat, murid dan masyarakat di Arab Saudi.

(lebih…)

Pembacaan syair & Kisah Hidup Nabi Muhammad saw

Pembacaan syair & Kisah Hidup Nabi Muhammad saw

Fatwa para Ulama Salafy- Wahabi yang melarang Maulid sebagai Hari Libur dan menyatakan bid’ah adalah fatwa baru yang sebelumnya tak pernah ada, yang mengherankan lagi mereka (para Ulama Salafy Wahabi) tak pernah melarang akan hari Kemerdekaan Negara Saudi sebagai hari libur dan merayakan rasa syukurnya atas kemerdekaan negara mereka, padahal kita umat Islam haruslah lebih bersyukur atas lahirnya Nabi Muhammad saw yang di utus ke atas dunia ini.

(lebih…)

Bingung peneliti Hadits atau Ahli Hadits

Dari kitab تناقضات الالباني الواضحات* Hadits : Mahmud ibn Lubaid ra. berkata : Rasul SAW telah mendapat informasi tentang seorang lelaki yang telah menceraikan istrinya sebanyak tiga kali (dalam satu duduk), kemudian beliau menjadi marah dan berkata: Apakah ia hendak mempermainkan Kitab Allah , tatkala aku masih ada diantara kalian ? kemudian seorang lelaki berdiri dan berkata : Wahai Nabi Allah, apakah saya boleh membunuhnya ? (HR. An-Nasai).

(lebih…)

SAUDI ARAB
HAIDL yang tinggal atau berdiam diri atau duduk di dalam masjid ini ulama khan berbeda pendapat, namun jika kita melihat mayoritas, dari yang ulama salaf maupun kholaf itu menghukuminya TIDAK BOLEH atau DI LARANG.