SIAPAKAH YANG LAYAK DI BERI GELAR MUHADITS (AHLI HADITS) ITU ??

Posted: November 20, 2012 in TAFSIR & QOUL ULAMA

Oleh : Dean Sasmita

Penjelasan Imam Sakhowi tentang siapa Ahli Hadis (muhaddis) itu sebenarnya : “Menurut sebagian Imam hadis, orang yang disebut dengan Ahli Hadis (Muhaddis) adalah orang yang pernah menulis hadis, membaca, mendengar, dan menghafalkan, serta mengadakan rihlah (perjalanan) keberbagai tempat untuk mendapatkan hadis, mampu merumuskan beberapa aturan pokok (hadis), dan mengomentari cabang dari Kitab Musnad, Illat, Tarikh yang kurang lebih mencapai 1000 buah karangan”. Jika demikian (syarat-syarat ini terpenuhi) maka tidak diingkari bahwa dirinya adalah ahli hadis.

Tetapi jika ia sudah mengenakan jubah pada kepalanya, lalu berkumpul dengan para penguasa pada masanya, atau menghalalkan perhiasan lu’lu dan marjan atau memakai pakaian yang berlebihan (pakaian yang berwarna-warni), dan ia hanya mempelajari hadis Al-Ifki wa Al-Butan, maka ia telah merusak harga dirinya, bahkan ia tidak memahami apa yang dibicarakan kepadanya, baik dari juz atau kitab asalnya. Ia tidak pantas dan jauh dari menyan dang gelar seorang Muhaddis. Karena dengan kebodohannya ia telah memakan sesuatu yang haram. Jika ia menghalalkannya maka ia telah keluar dari Agama Islam (Lihat Fathu Al-Mughis li Al- Sakhowi, juz 1hal. 40-41).

Sehingga yang layak menyandang gelar ini adalah Muhaddis generasi awal seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Dawud, Imam Nasa’i, Imam Ibn Majah, Imam Daruquthni, Imam Al-Hakim Naisaburi ,Imam Ibn Hibban dll. Apakah tidak terlalu berlebihan (atau bahkan termasuk ghuluw) dengan menyamakan mereka (Imam Bukhari, Imam Muslim, imam Abu Dawud dkk) dengan syeikh-syeikh wahabi yang tidak pernah menulis hadis, membaca, mendengar, menghafal, meriwayatkan, melakukan perjalanan mencari hadis atau bahkan memberikan kontribusi pada perkembangan Ilmu hadis yang mencapai seribu karangan lebih ?

Siapakah Mujtahid itu?

para muhadis spt imam tirmidzi, abu dawud, imam Bukhary dsb adalah generasi yang jauh dr zaman sahabat dan tabi’in dan mereka bukan mujtahid. karena menurut qaul imam ahmad : seorang mujtahid harus hafal minimal 600 ribu hadis dgn sanad. Diantara imam hadis yg mencapai hafalan 600 ribu hadis hanya imam Bukhary tapi imam Bukhari sendiri dalam mukadimah shahihnya mengatakan : “adapun fiqh kami, kami mengikut kepada syaikhuna (imam syafei)”..hanya beberapa furu’ dimana imam Bukhary berijtihad sendiri.

******************************

Apkah Albani bisa dikatakan ahli hadist ?

Oleh : Ala kulli Hal

Stlh SAYA SENDIRI meneliti trnyata bnyk hadist hasan yg di dhoifkan albani,
Penelitian saya ini tdk copas dr link manapun,tp hasil dr ilmu yg dberikan Allah kpd saya,
Dan saya tdk pernah skolah jauh2 ke mesir,yaman,mekah dan madinah,aplg lulusan univ.hadist dmadinah,tp saya cuma sekolah darussalam di martapura banjarmasin,
Krn itu saya anak pesantren darussalam mau mengkritik albani,
Hadist ini dalam sunan nasa-i nmr 24,
أخبرنا عبيد الله بن سعيد قال أنبأنا معاذ بن هشام قال حدثني أبي عن قتادة عن عبد الله بن سرجس أن نبي الله صلى الله عليه وسلم قال : لا يبولن أحدكم في جحر قالو لقتادة : وما يكره من البول في الجحر قال : يقال إنها مساكن الجن حكم الألباني ضعيف

Albani menghukum kan hadist dalam sunan nasai ini dhoif, kita teliti apakah hadist ini dhoif atau tidak,

Rawi 1
Ubaidullah bin sa’iid
Beliau termasuk TSIQOH kata Abu hatim, Abu dawud, dan nasa-i sendri, dan beliau memang murid Mua’zd in Hisyam

Rawi 2
Mu’azd bin Hisyam
Beliau dari tabi’ut tabi’in, beliau termasuk orang yang dipercaya,tapi tidak terlalu tsiqoh, tapi Imam Darimi dan Ibnu Qani mengatakan beliau adalah tsiqoh

Rawi 3
Ayah beliau Hisyam bin Abi Abdillah,
Beliau dari tabi’in, beliau adalah tsiqoh dan seorang amirul mu’minin fil hadist kata Imam Zahabi dan Ibnu Hajar

Rawi 4
Qotadah bin Di’amah
Beliau adalah tsiqoh yg ulung dan seorang Hafizh kata Ibnu Hajar dan Zahabi

Rawi 5
Abdullah bin Sarjusi adalah seorang Sahabat Nabi, seluruh Sahabat itu adil dan dapat dipercaya dalam riwayatnya,

Menurutku hadist ini termasuk HASAN, bukan dhoif seperti yang dikatakan Albani,
Jikalau dhoif itu dsebabkan karena ada MU’AZD BIN HISYAM yang sebagian peneliti hadist mengatakan beliau ada wahm, maka itu salah besar, karena Beliau adalah termasuk tsiqoh, sebabnya karena Beliau adalah anak Hisyam seorang Amirul Mu’minin fil hadist, tentu buah itu jatuh tak jauh dari pohon nya, karena kata arab AL WALAD SIRRU ABIHI,

Jadi Albani telah salah dalam menghukum hadist dsni,a pa masih bisa dipegang toh,hehe..
Dan memang gurunya imam nasa-i adalah Ubaidullah bin Sa’id,
Dalam riwayat Ahmad pun hadist ini dikeluarkan dari sanad yg sama,
Dan banyak lagi yang mengeluarkan hadist ini, Seperti Ibnu Jarud, Ruyani, bahkan dari Mustadrak Hakim juga ada, dan hadist ini pun bisa mencapai derajat SHOHIH.

Jadi menurutku betul sekali apa yang di katakan oleh ulama ahli hadist zaman skrg, bhw Nasiruddin Albani bukan Ulama Hadist, krn dia tak tau mana yg dhoif, mana yg hasan dan mana yg shohih.

Komentar
  1. budi berkata:

    Assalamualaikum….
    mintak izin untuk ambil maklumat dan menggunakannya dalam tugasan saya…t.kasih
    semoga dimudahkan segala urusan anda… 🙂
    JazakAllahu Khairan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s