WAHABI: SHOLAT DI KARPET BID’AH !!

Posted: November 24, 2012 in BID'AH, FATWA ANEH WAHABI, KENAPA KELUAR DARI SALAFY ?
Tag:
TUNTUNAN SHALAT YANG ASLI TANPA ALAS DAN HARUS DITANAH, JADI PARA WAHABI – SALAFY TERMASUK KEDALAM BID’AHNYA PAK MAHRUS
Ada – ada saja memang kelakuan pak. Mahrus orang yang mengaku – ngaku NU dan mengaku sebagai Kyayi ini

Berikut kutipan dari web pak Mahrus yang saya ambil dari http://mantankyainu.blogspot.com/2012/04/salat-wajib-dengan-sajadah-bidah.html

“Komentarku ( Mahrus ali ) :
Salat dengan tanpa alas adalah salat yang tepat dengan tuntunan, bukan salat di atas sajadah yang menyalahi tuntunan.
Apa yang di katakan oleh Ibn Taimiyah itu benar, tidak keliru atau setengah benar. Dan memang begitulah tuntunan salat yang asli bukan tuntunan salat yang palsu. Salat tanpa alas, tapi langsung ke tanah adalah salat para rasul bukan salatnya ahli bid`ah yang ngaku benar, hakikatnya sesat lalu menyatakan sesat kepada ahli sunnah sejati bukan ahlis sunnah yang palsu.”
Tuntunan Sholat menurut Ahli Sunnah Asli adalah langsung ke tanah & tanpa alas, jadi menurut Pak Mahrus ente – ente pada (termasuk wahabi – Salafy) selama masih sholat di atas alas & ubin (semacamnya), ente masih termasuk ahli bid’ah dan ahli sunnah palsu hakikatnya sesat.Buat Wahabi para pengangum Pak. Mahrus, monggo masjidnya yang dipake di bongkar ubinnya biar sesuai sunnah Tapi hati2 nginjek tokai.
Hal ini jelas bertentangan dengan Ulama Salafy sendiri yaitu :Pendapat Syaikh al-Albani:
Dibolehkan sholat dan sujud di atas sesuatu yang dihamparkan diatas tanah. Tirmidzi menceritakan dari mayoritas ahli ilmu dari kalangan sahabat Rasulullah saw dan yang datang setelah mereka, Pasal Kedua: Masalah Shalat — 97
mereka berpendapat, bahwa tidak apa sholat di atas tikar dan permadani. Pendapat ini dinyatakan oleh al-Auzai, Ahmad, dan jumhur ahli fiqh. (ats-Tsamaru al-Mustathab (1/446))
****
Mungkin Pak Mahrus belum melihat hadits ini, dan keburu-buru berfatwa,  simaklah hadits berikut :
حَدَّثَنَا الۡقَعۡنَبِيُّ، عَنۡ مَالِكٍ، عَنۡ إِسۡحَاقَ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ أَبِي طَلۡحَةَ، عَنۡ أَنَسِ بۡنِ مَالِكٍ قَالَ: إِنَّ جَدَّتَهُ مُلَيۡكَةَ دَعَتۡ رَسُولَ اللهِ ﷺ بِطَعَامٍ صَنَعَتۡهُ، فَأَكَلَ مِنۡهُ، ثُمَّ قَالَ: (قُومُوا فَلِأُصَلِّي لَكُمۡ) قَالَ أَنَسٌ: فَقُمۡتُ إِلَى حَصِيرٍ لَنَا قَدِ اسۡوَدَّ مِنۡ طُولِ مَا لُبِسَ، فَنَضَحۡتُهُ بِمَاءٍ، فَقَامَ عَلَيۡهِ رَسُولُ اللهِ ﷺ وَصَفَفۡتُ أَنَا وَالۡيَتِيمُ وَرَاءَهُ، وَالۡعَجُوزُ مِنۡ وَرَائِنَا، فَصَلَّى لَنَا رَكۡعَتَيۡنِ، ثُمَّ انۡصَرَفَ [ﷺ]. [ق].
 Al-Qa’nabi telah menceritakan kepada kami, dari Malik, dari Ishaq bin ‘Abdullah bin Abu Thalhah, dari Anas bin Malik, beliau berkata: Bahwa neneknya, yaitu Mulaikah, mengundang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyantap hidangan yang telah dimasaknya. Lalu beliau pun memakannya. Kemudian beliau bersabda, “Berdirilah kalian, supaya aku bisa shalat mengimami kalian.” Anas berkata: Aku bangkit menuju sebuah tikar milik kami yang telah menghitam saking lamanya dipakai, lalu aku mencucinya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di atasnya. Aku dan seorang anak yatim membuat saf di belakang beliau, sedangkan wanita tua tersebut berada di belakang kami. Beliau shalat mengimami kami sebanyak dua raka’at kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pulang. (HR: Abu Daud : 612).
Sholat di tikar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s