Umar As Sewed (Ust Salafy): Abdul Hakim Abdat Belajar Hadits Otodidak Jangan Mengaji Kepadanya

Posted: April 18, 2013 in SESAMA SALAFY SALING MENCACI & MEMUSUHI

abdul hakim abdat

Tulisan ini 100% di ambil dari blog Salafy sendiri [sumber ada paling bawah], sebagai nasehat (umumnya kepada kita semua) agar bercermin untuk membenahi & memperbaiki permasalahan yang ada di tubuh ‘internal’ sebelum membenahi atau memperbaiki diluar golongannya (external).

Ketika Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat Menyetarakan Dirinya Dengan Imam Hadits?

Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat.. siapa yang tidak kenal nama ini? kalangan Salafiyyun pasti sudah pernah mendengar namanya. Beliau termasuk salah seorang Ustadz papan atas kalangan salafiyyun diantara ribuan asatidz salafiyyun lainnya. Lebih-lebih lagi laki-laki ini sering mengisi kajian di TV Rodja, selain itu beliau juga sering mengisi kajian di Masjid Jami Al-Mubarak Krukut Jl. Gajah Mada Pos Kota Jakarta. Tidak ayal di mata para salafiyyun Indonesia beliau adalah termasuk salah satu ‘orang suci’ diantara asatidz mereka. Salah satu kitab yang disusunnya ‘Al Masail’ di kalangan salafi dianggap sebagai karya yang fenomenal sampai-sampai mereka dengan bangganya menyebut sang ustadz dengan julukan PAKAR HADITS DARI INDONESIA. Lebih-lebih lagi salafiyyun yang berasal dari kelompok Ihya Ut Turots/Ihya At Turots/Turotsi/IT/.

Julukan Pakar Hadits Dari Indonesia tersebut bukan tanpa alasan, dari berbagai ‘gebrakannya’ terlihat bahwa Sang Ustadz ini sangat hobi menelaah, meneliti, memperhatikan (- sendiri tanpa guru? -) bahkan memberi status kepada hadits.

Marilah kita lihat bagaimana sepak terjang ‘Pakar Hadits Indonesia Ini’ dalam aksinya menelaah hadits di sebuah majalah jaringannya, As Sunnah, Solo. “Saya berkata: isnadnya Hasan”. Bahkan didalam sebuah berjudul “25 Masalah Penting Dalam Islam” karangannya yang diterbitkan oleh Yayasan Al Anshor, beliau dengan percaya dirinya memberikan kritikan terhadap sanad-sanad dan rawi hadits sampai ke tahapan memberi status terhadap hadis tersebut,

Mari kita lihat buku tersebut beliau menulis : “Saya berkata, bahkan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah itu dari jalan Ali bin Abi Thalib bukan hanya dho’if tapi hadits maudlu (palsu). Karena di sanadnya ada seorang bernama Abu Bakar bin Abdullah bin Muhammad bin Abi Sabrah. Dia ini seorang pemalsu hadits”(25 Masalah Penting Dalam Islam, Abdul Hakim Abdat, Al-Anshor, hal.186).”

Pada halaman lain ‘sang pakar’ ini menyebutkan hadits tentang bacaan Mu’awwidzaat di belakang tiap-tiap shalat (wajib) yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad, Abu Daud, Nasa’i, Ibnu Hibban, Hakim dan Ibnu Khuzaimah, semuanya dari jalan Al-Laits bin Sa’ad, dari Hunain bin Abi Hakim dari Ali bin Rabaah dari ‘Uqbah bin Amir; Imam Hakim mengatakan:”Shahih atas syarat Muslim”, dan Adz-Dzahabi menyetujuinya. “Saya (Abdul Hakim-peny) berkata: Hadits ini shahih sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Hakim dan Adz-Dzahabi.

Tetapi ketika kita telaah lebih jauh ternyata sangat tidak benar jika hadits tersebut adalah sanad shahih versi syarat muslim !! Karena, Hunain bin Abi Hakim tidak dipakai oleh Imam Muslim di dalam haditsnya.

Didalam buku karyanya yang dianggap ‘fenomenal’ oleh salafiyyun Al-Masaa’il Jilid 2, yang diterbitkan Darul Qalam Jakarta, Cetakan I, Th. 1423H/2002M ‘Sang Muhaddits Indonesia’ ini kembali melakukan aksinya.

“Saya berkata : Hadits ini derajatnya maudlu’, Sanad hadits ini mempunyai dua penyakit….dst dst.”

Demikianlah beberapa aksinya yang di jabarkan disini yang memang cukup membuat decak kagum pengikutnya, sehingga tak heran julukan Pakar Hadits Fenomenal, Pakar Hadits Indonesia langsung diberikan kepadanya, karena Abdul Hakim Abdat cukup percaya diri dengan perkataannya, bahkan hanya dengan memakai rawi-rawi tsiqah dia sudah bisa mengkritik para Imam ahli hadits dengan dalil-dalilnya karena memakai rawi yang tidak tsiqah.

Memang kegiatan seperti ini biasanya akan mengingatkan kita kepada nama-nama besar dari ulama hadits seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud hingga Ibnu Hajar Al Asqalani, apakah sang ustadz ini sudah menyetarakan dirinya kepada nama-nama diatas? wallahu a’lam.

Tetapi yang jelas kita patut bertanya, Siapakah guru dari Abdul Hakim Abdat ini ?, apakah dia mendalami ilmu hadits dari ulama atau malah hanya belajar secara otodidak tanpa guru ?

Dalam artikel “Sururiyyah Terus Melanda Muslimin Indonesia”, yang merupakan transkrip dari kajian Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed. Beliau bersaksi tentang keadaan Abdul Hakim Abdat sbb :

“Adapun Abdul Hakim Amir Abdat dari satu sisi lebih parah dari mereka, dan sisi lain sama saja. Bahwasannya dia ini, dari satu sisi lebih parah karena dia otodidak dan tidak jelas belajarnya, sehingga lebih parah karena banyak menjawab dengan pikirannya sendiri. Memang dengan hadits tetapi kemudian hadits diterangkan dengan pikirannya sendiri,…”
“…Ini kekurangan ajarannya Abdul Hakim ini disebabkan karena dia menafsirkan seenak sendiri dan memahami seenaknya sendiri. Tafsirnya dengan Qultu, saya katakan, saya berkata, begitu. Ya.., di dalam riwayat ini…ini… dan saya katakan, seakan-akan dia kedudukannya seperti para ulama, padahal dari mana dia belajarnya?”
“…Sampai disebutkan oleh Syaikh Yahya Al Hajuri di Yaman, ketika ditanyakan tentang Abdul Hakim , “Siapa?”, lalu diterangkan kemudian sampai pada pantalon (celana tipis yang biasa dipakai untuk acara resmi ala Barat, berpadu dengan jas dan dasinya, red), “Hah huwa Mubanthal (pemakai panthalon, celana panjang biasa yang memperlihatkan bentuk pantatnya dan kemaluannya itu)”, “Iya syaikh”, “Allah, yakfi, yakfi, yakfihi annahu mubantol”. “Cukup kamu katakan dengan dia memakai panthalon saja untuk dikatakan, “Jangan mengaji sama dia”, sudah cukup bagi saya, apalagi yang lebih dari itu.”

Anda juga bisa menyimak artikel berjudul Syaikh Yahya – Siapakah Abdul Hakim bin Amir Abdat, fatwa yang dibawakan Syaikh Yahya Al Hajuri Yaman dan diterjemahkan al Ustadz Qomar ZA, Lc. Juga kaset ustadz Abu Mas’ud saat membantah prinsip sesat Abdul Hakim, ada di Bab XIV Al Muntada Al Sofwa, Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya Turots dkk di Indonesia.

Ingat-ingat ya pak ustadz dan pengikut-pengikutnya, belajar ilmu agama tanpa guru adalah kesalahan yang sangat fatal didalam syariah.

Ibnu Mubarak ra berkata : “Ilmu tanpa sanad bagaikan orang yang menaiki loteng tanpa tangga, dan Allah telah memuliakan ummat ini dengan sanad, dan menjadikannya kekhususan diantara hamba hamba Nya”. (Faidhul Qadir oleh Imam Abdurrauf Al Manawiy.Juz 1 hal 433)

Imam Malik r.a. berkata: Hendaklah seseorang penuntut itu hafazannya (matan hadith dan ilmu) yang berasal dari ulama, bukan daripada buku /Suhuf (lembaran)”. (lihat Al-Kifayah oleh Imam Al-Khatib m/s 108)

Imam Syafii berkata: “barangsiapa yang bertafaqquh (cuba-coba memahami agama) melalui isi kandungan buku-buku, maka dia akan mensia-siakan hukum (kefahaman yang sebenarnya)”. (lihat Tazkirah As-Sami’: 87)

Imam Syafii juga berkata “Orang yang belajar ilmu tanpa sanad guru bagaikan orang yang mengumpulkan kayu bakar digelapnya malam, ia membawa pengikat kayu bakar yang terdapat padanya ular berbisa dan ia tak tahu” (lihat Faidhul Qadir juz 1 hal 433)

Ibnu Sirrin berkata :
“Sesungguhnya ilmu ini (ilmu sanad) termasuk urusan agama. Oleh karena itu, perhatikanlah dari siapa kamu mengambil ajaran agama kamu”.

Ibn Abdil Bar berkata: “Tidaklah hilang ilmu (agama) melainkan dengan hilangnya sanad-sanad (ilmu agama tersebut)”. (lihat At-Tamhid 1/314)

Bahkan Al-Imam Abu Yazid Al-Bustamiy , quddisa sirruh (LIHAT MAKNA TAFSIR QS.AL-KAHFI 60) ; “Barangsiapa tidak memiliki susunan guru dalam bimbingan agamanya, tidak ragu lagi niscaya gurunya syetan” (LIHAT TAFSIR RUHUL-BAYAN JUZ 5 HAL. 203)

Imam Badruddin ibn Jama’ah berkata: “Hendaklah seseorang penuntut ilmu itu berusaha mendapatkan Syeikh yang mana dia seorang yang menguasai ilmu-ilmu Syariah secara sempurna, yang mana para syeikh itu terpercaya di zamannya yang banyak mengkaji dan dia lama bersahabat dengan para ulama’, bukan berguru dengan orang yang mengambil ilmu hanya dari dada-dada kertas buku dan tidak pula bersahabat dengan para syeikh (ulama’bersanad’) yang agung.”
(lihat Tazkirah As-Sami’ wa Al-Mutakallim 1/38)

Imam Ibn Abi Hatim Al-Razi meriwayatkan dengan sanadnya kepada Abdullah bin ‘Aun bahawasanya beliau berkata: ”Tidak boleh diambil ilmu ini (ilmu hadist dan ilmu agama) melainkan daripada orang yang telah diakui pernah menuntut sebelum itu (pernah meriwayatkan ilmu dari gurunya secara bersanad juga)”. (lihat Al-Jarh Wa At-Ta’dil 1/ 28)

di al mu’jam al kabir imam thabrany 19/395 Al Hafidz di al fath mengatakan” isnadnya baik” 131/1

ورَوى مُسلم فِي صحيحهِ عَن ابن سِيرين أنهُ قَال: ” إنّ هَذا العِلم دِين فانظرُواعمّن تأخذُون دينكُم”.

Imam Muslim dalam shahihnya meriwayatkan dari Ibnu Sirin ia berkata:”bahwa ilmu ini adalah Agama maka lihatlah kepada siapa kalian mengambil agama kalian”

أخرجهُ مُسلم فِي صَحيحهِ: المُقدمة: بَاب بَيان أن الإسنَاد مِن الدِين, وأنَ الرِوَاية لا تكُون إلاّ عَن الثقات, وان جرح الرواةبِما هُو فيهم جَائِز بَل وَاجِب وأنهُ ليسَ مِن الغِيبة المُحرّمة بَل مِن الذبّ عَن الشَريعة المُكرّمة

Hadits tadi diriwayatkan imam Muslim di Muqaddimah shahihnya bab: menerangkan bahwa isnad itu bagian agama dan bahwa meriwayatkan hadits itu tidak boleh terjadi kecuali dari orang yang tsiqot (dipercaya) dan bahwa mencela “periwayatan” itu diperbolehkan asal sesuai dengan kenyataan bahkan wajib bukan termasuk “GHIBAH” yang diharamkan namun dengan tujuan “mempertahankan” syari’at yang dimuliakan.

Imam Abu Hayyan Al Andalusy berkata:

وقَال أبو حَيان الأندلسِي:

يظنّ الغُمْرُ أن الكُتْبَ تَهدي ## أخَا جَهلٍ لإدْراكِ العُلومِ

ومَا يَدري الجهولُ بأنّ فِيها ## غَوامِض حَيّرت عَقلَ الفهيمِ

إذا رُمت العُلومَ بغيرِ شيخٍ ## ضللتَ عَن الصِراط المُستقِيم

وتلتَبِسُ الأمُورُ عليكَ حَتى ## تصيرَ أضلَّ مِن تُوما الحَكيم

Manusi pada umumnya menyangka bahwa kitab kitab itu dapat menuntun orang bodoh untuk menggapai ilmu
padahal orang yang amat bodoh tidak tahu bahwa di dalam kitab kitab itu banyak masalah rumit yang membingungkan akal orang cerdas.
Apabila engkau mencari ilmu tanpa guru maka engkau dapat tersesat dari jalan yang lurus.Maka segala hal yang berkaitan akan menjadi samar buatmu hingga engkau menjadi lebih sesat disbanding si Thomas (Ahli filsafat).

(hasyiyah Al Thalib ibnu Hamdun ala lamiyat al ‘af’al hal 44).

Cukuplah ini sebagai khobar yang kuat bagi kita bahwa sanad sangat penting didalam ilmu syariah, dan hendaknya kita mengambil ilmu bukan dengan sembarang orang, asal lihat pake peci dan bahas hadits lalu kita langsung ngekor, cara seperti ini sangat keliru dan berakibat fatal. Carilah guru yang shaleh yang tawadhu rendah hati dan yang paling penting Memiliki sanad yang jelas agar tidak tersesat didalam pemahaman.

Tulisan ini tidak mengandung unsur kebencian apapun, tulisan ini semata-mata hanya sebuah peringatan dan nasehat dari saya kepada saudara Muslimin Muslimat agar tidak sembarangan memilih guru. Karena salah memilih panutan akan salah pula ilmu kita, salah ilmu kita akan salah pula ibadah kita

Sumber dari Web Salafy sendiri : http://fakta.blogsome.com/2008/01/11/abdul-hakim-abdat-pakar-hadits-indonesia/

Komentar
  1. Ahmad mengatakan:

    Saya salah satu warga Nahdiyyin yang belajar disebuah pondok pesantren dindonesia, dan saya sempat belajar salafy cukup lama, melalui kaseitet2 ceramahnya ataupun wibsetnya. saya melihat dan mendengar dakwah mereka penuh hujjah2 yang kuat, dan mereka tidak pernah membicarakan keburukan seseorang, tapi setelah saya buka wibsite ini saya paham siapa sebenarnya salafy. tapi saya membaca dari wibesite ini, dakwah yang antum pakai kurang bijaksana, sunnguh kata2 antum sangat buruk, sulit untuk diterima.membuka aib2 mereka dengan kata2 yang kasar, apa sih sebenarnya wibe ini. tapi saya tetap menerima dakwah ini, tapi perbaikilah caranya, dengan hikmah, dan bijaksana tidak mengeluarkan kata2 buruk. syukron.

    • generasisalaf mengatakan:

      Pesantren manakah antum??, Jika begitu anda belum terlalu dalam mengenal Salafy, ketahuilah postingan ini bukan kata2 saya tetapi ini adalah 100% isi dari website Salafy sendiri, silahkan baca sumbernya, tidak ada yang saya kurangi & lebihkan, trimksh

  2. abu fatwa mengatakan:

    ana sudah lama dengar kalau salafy ( baca: yamani),kususnya Ust.umar sawed dan semisalnya terlalu banyak mentahdir orang,saya merasa kajianya bukanlah ILMU tetapi justru banyak menebar permusuhan dan meresahkan umat.

    • jujur ber sunnah mengatakan:

      _—>> Abu fatwa; berarti nabi kita muhammad juga menebar permusuhan dan meresahkan umat dengan mengatakan ” khawariz anjing2 neraka ” khawariz juga muslim ahlusunnah sebagaimana pengakuan mereka (khawariz) . mereka ahli ibadah, ahli puasa dan tidak ada tandingan sebagaimana hadist sebutkan!!
      peringatan (tahzir) bagian dari syariat….., tahzir adalah agar kita tahu mana yang haq dan bathil!!! kalau di katakan sesama salfy saling menghujat jawabanya mana yang yang jujur yang beramal dengan sunnah dan berhati-hati!!!

  3. bikin gampang aja tapi pastikan benar mengatakan:

    Bukankah ustad Abdul Hakim menyampaikan cara beragama yang baik dg cara sunnah sbgmana orang2 terdahulu (sahabat, tabi’ut dan tabi’ut tabi’in), dalilnya dari nash kitabuLLah dan keterangan2 nabi (yang dimaknakan secara mudah/gamblang/tegas/tdk diplesetkan agar orang menjadi faham).
    Apanya yang salah ??
    (kalo orang salah semua, bisa2 kita jg nyalahin umar, ali, imam syafi’i, imam malik, dll. semisalnya)
    umar as sewod ni sablenk cara berpikirnya..

    • Ismadi Abu mengatakan:

      gara-gara ust.umar as sawed selalu mentahdir sesama unst.salaf.maka akibatnya saslafi di indonesia jadi bahan gunjingan fitnah

      • jujur ber sunnah mengatakan:

        yang betutl adalah gara2 uang dari ihya turot salafy terpecah. saya memilih salafy yang juur dan berhati2 tentunya bukan firanda dan rodjanya

    • jujur ber sunnah mengatakan:

      anda ndak ngerti apa yang di ucapkan di atas pentingnya sanad!!!! artinya anda juga bisa belajar dari kitab hadist dari kalangan ulama manapaun tanpa belajar dari syaikh2…, kemudian apa jadinya??? anda tidak bisa mengatakan allahu allam bishosowaf melainkan hawa nafsu mu yang keluar!!! itu bahayanya….!!!!!

  4. jujur mengikuti orang yg jujur ber sunnah mengatakan:

    Perkataan para salaf dalam menyikapi orang-orang muslim yang menyimpang :

    1. Yazid bin harun pernah bersumpah dengan nama allah ( yang tidak ada seembahan yg benar kecuali dia) ” siapa yang mengatakan bahwa alquran itu makhluk , maka orang itu zindiq . Ia di minta bertobat. Jika tidak DI BUNUH ( penulis : sekali lagi yg berhak membunuhnya adalah pemrintah kaum muslimin).

    2. Sufyan Ats-Tsauri : ” Siapa yg mengatakan alquran itu makhluk MAKA IA TELAH KAFIR”

    3. Dan banyak lagi

    sumber : dari buku Hizbi ngaku salaf karya : Asy syaikh Rabi bin hadi Umair Al-Madkhali hal. 20 sd 28

    Jadi, kalian pikir islam seperti full toleransi ( meskipun kebathilan (bidah2) merajalela tetap tidak boleh menntahzir mereka) maka inilah islam liberal, islam moderat, islam filsafat, islam tarekat, islam aswaja,.

    Jika kita berislam seperti yazid bin harun , Sufyan Ats-tsuari dll maka itu lah islam yang sesungguhnya karena mereka para salaf menjaga syariat islam dari penyimpangan.

    Kalo tidak ada yang memberi tahu ada nya penyimpangan dari mana kita akan tahu!!!!

    Yang anehnya jika ada memperingatkan dari bahaya penyimpangan di cap pemecah belah umat, meresahkan umat dengan kata2 kasar dsb.

    Coba anda pikirkan perkataan rasulullah terhadap para kahawariz ” anjing-anjing neraka” padahal mereka muslim yg tidak ada tandinganya peribadatan.

    Apa rasullullah pemecah belah umat, ,membuat umat resah dan lain sebagainya!!!!

    Bagaimana pendapat kalian?????

  5. irfan mengatakan:

    Saran saya sebaiknya penulis blog, mentahzir seorang ustazd dengan cara membahas kesalahannya. Sehingga menjadi terang bahwa kejahilan dilawan dengan ilmu. Jika memang ada pendapat ustazd abdul hakim yang menyalahi ulama salaf,sebaiknya dijelaskan kesalahannya. Jika hanya mengatakan bahwa ustaz abdul hakim jelek karena kebanyakan belajar otodidak, maka cara belajar seperti ini pun juga ada dilakukan oleh syaikh nashiruddin al albany. Yang saya dengar dan baca syaikh al albany banyak menghabiskan waktu di perpustakaan.
    Alangkah lebih bijak rasanya andaikata penulis mengakatan bahasa arab ustazd fulan jelek, sehingga banyak keslahan dalam mensyarah kitab. jangan belajar dari ustaztersebut.
    janganhanya menulis ustaz fulan belajar dari buku saja, jangan belajar dari beliau.. bagimana jika ternyata ustazd tersebut punya kemampuan bahasa arb yg bagus dan hany sedikit kesalahannya dalam memahami kitab ulama. apakah nanti tidak hanya menjadi fitnah saja?.
    Penilain saya terhadap tulisan ini, lebih banyak ghibahnya dari pada ilmunya. Yang saya tahu salafy itu berjalan di atas ilmu, dan menjauhi ta’lid. afwan kalau kurang berkenan.

    oya, ada yang bsa share kajian lengkap terkait celana pantalon? apa batasannya celana dsebut pantalon? saya pernah nonton video cermah syaikh utsaimin, disitu bnyk orang menggunakan celana yg mungkin bsa dikatakan pantalon. Namun syaikh tetap saja melanjutkan ceramah seolah-olah disitu tidak ada kemungkaran.hukum sebenarnya gimana?

  6. Amiyus mengatakan:

    Sewed dkk itu manusia penuh kedengkian. Gara2 dakwah kurang fasilitas dan kurang dana tapi tidak di ajak gabung oleh para kru rodja, jadi berupaya memadamkan dakwah ustd Firanda dkk.

  7. hasan bisri mengatakan:

    saya pernah dengar cemah m.umar al saweed tentang rabb,,pembahasan tentang cahaya,dan saya pun menyaksikan walau pun cukup denger radio,mohon penjelasan,,

  8. wiwid mengatakan:

    semuanya mengganggap dirinya paling benar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s