USTADZ SALAFY: ABDUL HAKIM ABDAT AHLI HADATS BUKAN AHLI HADITS

Posted: April 19, 2013 in KENAPA KELUAR DARI SALAFY ?, SESAMA SALAFY SALING MENCACI & MEMUSUHI

Abdul Hakim bin Amir Abdat

Tulisan ini 100% di ambil dari blog Salafy sendiri [sumber ada paling bawah], sebagai nasehat (umumnya kepada kita semua) agar bercermin untuk membenahi & memperbaiki permasalahan yang ada di tubuh ‘internal’ sebelum membenahi atau memperbaiki diluar golongannya (external).

Membedah Otak Abdul Hakim Abdat (Ahli Hadats – bukan Ahli Hadits)

(Menjawab Pelecehan Abdul Hakim Abdat)

Beberapa poin bantahan Abu Mas’ud terhadap talbis Abdul Hakim Abdat dan Ihya’ut Turats-link :
*(Bagi awam terutama) Masalah LIPIA bukan (semata) karena adanya hizbi, Asy’ary, madhabi. Bukan karena itu. Tetapi pengaruh jeleknya lebih besar dari pengaruh baiknya. Jadi ini adalah buhtan dan talbis dari Abdul Hakim.
amir abdat ahli hadas
*Perbedaan antara Jami’ah Islamiyyah dengan LIPIA banyak sekali.
Diantaranya : Jami’ah Islamiyyah adalah termasuk salah satu sumber dakwah salafiyyah dan termasuk sumber para da’inya. Ini tidak ada yang mengingkari kecuali orang-orang yang congkak.

Adapun LIPIA, sumber apa? Sejak 20 tahun sampai hari ini, sumber apa wahai Hakim? Mamba’i dakwah ila hizbiyyah! Sumber daripada dakwah-dakwah hizbiyyah! Antum lihat sendiri wahai Abdul Hakim!

Yang ada di sekitar kalian bagaimana yang keluar setiap tahun? Kenyataannyapun seperti itu ! Bahkan para alumni-alumni LIPIA yang mengatasnamakan dirinya para daê salafiyyah, perhatikan! Seperti Fariq Ghozim Anuz (penerjemah Darul Haq, di bawah naungan Al Sofwah, red)atau Yazid atau yang lainnya yang mereka mengatasnamakan dirinya salafiyyah!

Tanya sama Fariq, darimana engkau tahu pemahaman salaf ni? Kalau tidak dusta, tidak akan dia menjawab dari LIPIA! Kenapa demikian? Semenjak tahun 1994 ketika saya di Mekah, 1994-1995. Saya pertama kali mendengar nama Fariq Anuz, mendengar nama ini, kawan saya dari Jogja, Sa’id Abu Abdillah. Apa kata dia? Ŭawan ini jangan langsung dikencengi, karena masih agak gini-gini?, artinya si Fariq ini masih dalam keadaan kacau manhajnya. Bagaimana ditegaskan bahwa LIPIA masih termasuk sumber dakwah salafiyyah?

Kemudian Yazid Jawaz. Termasuk nama yang kondang ini, dhong dheng ereng-ereng (istilah Jawa, yakni sudah hebat sekali, red). Dari mana dia paham manhaj salaf? Tanya sama Yazid! Dan jangan berbelit-belit, jangan plin-plan wahai Yazid! Atau da’i salafiyyah (baca:hizbi yang mengaku salafi) lainnya seperti Abubakar Al-Multaway, Abubakar mluntir ini, menurut kami dia bukan salafi, bahkan hizbi!

Peneliti Hadats dari Jakarta melecehkan Salafy & Ulamanya

SUMBER: http://salafy.catatanku.com/2007_02/95.html

Penulis: Abu Dzulqarnain Abdul Ghafur Al-Malanji

Ketika ditanya tentang LIPIA-Jakarta, Abdul Hakim Abdat menjawab:
LIPIA bagus, antum sudah pernah ke LIPIA belum? Saya 20 tahun di LIPIA, sejak berdirinya LIPIA sampai sekarang saya di situ. Saya tahu sampai sekecil-kecilnya! Bagus, banyak.

Banyak orang mengatakan bahwa ustadz-ustadz LIPIA berbau ikhwani?
Abdul Hakim Abdat : Tentu, di Jami’ah Islamiyah (Universitas Islam Madinah, KSA, red) di sana banyak juga yang ikhwani sebagiannya. Di Jami’ah, nggak kepalang tanggung, LIPIA, ini Jami’ah, di (ma’had, red) Syaikh Muqbil juga banyak, sekarang ini tidak ada yang mungkin, tapi asas LIPIA didirikan itu atas manhaj salaf. Saya kenal orang perorangnya, karena mengontraknya pertama kali gedung dengan paman saya. Sayalah orang pertama yang ada di LIPIA itu!

Dan orang-orang dahulu takut masyarakat Indonesia masuk ke LIPIA karena takut dituduh Wahabi. Dan telah masyhur LIPIA itu manhajnya Wahabi. Ini tahun 1980. Hah. Belum ada orang LIPIA itu di Raden Saleh. Dan dia nyewa gedung dengan paman saya. Jadi saya punya kebebasan. Dan saya juga sekolah orang-orang pertama di situ dengan masuk I��ad Lughawiyah.

Tapi sebagian gurunya tentu tidak ada yang selamat. Nggak bisa orang Saudi itu ngontrol secara ini. Ada sebagian gurunya yang ikhwani, tapi asas didirikannya LIPIA itu manhaj ahlussunnah didirikan Saudi. Manhajnya bagus! Dan sekarang mudirnya Doktor Ali itu manhajnya bagus, dan berkata kepada saya ketika ada kesepakatan antara saya dengan doktor Ali untuk mengeluarkan orang-orang yang manhajnya tidak bagus. Itu?.selentingan, antum belum pernah pergi ke sana. Antum tidak tahu LIPIA, saya 20 tahun! Laisal khabar kal mu��yyanah, apalagi beritanya dari orang-orang yang dha��f! Bentrok itu sanadnya! Dha��fun jiddan! Ha..ha..Nggak benar!

Tidak terjadi itu ustadz? Maksudnya usaha pengeluaran?
Abdul Hakim Abdat : Anak-anak muridnya? Kalau gurunya tidak bisa semuanya, nggak bisa. Antum mau ngajar lughah di sana?! Ganti��n?! Nggak ada. Ŭaum salaf lughahnya lemah! Sayangnya, anak-anak salaf.? Sehingga doktor Ali pernah bilang sama saya:Ǻa Hakim, murid-murid antum ini jangan hanya manhajnya doang yang bagus, tapi pinter dong! Bisa mengalahkan mereka?, begitu. Harus cerdik, pinter.

Nah guru-gurunya sekarang boleh banyak, sekarang siapa saja bisa. Kalau antum, kalau antum mau ngajar di LIPIA juga bisa ��alau antum bagus manhaj salafnya, kemudian lughahnya cerdik antum bisa ngajar. Bisa ngajar. Sekarang mulai terbuka. Anak-anak yang masuk ke LIPIA itu yang bermacam-macam karena di situ ijinnya dengan pemerintah adalah lughah dahulu.

?.Dan dari lembaga ini keluar anak-anak murid yang ngerti bahasa Arab dan manhajnya bagus, tidak ada satupun pelajaran bahasa Arab yang terbaik di seluruh Indonesia ini selain di LIPIA yang saya tahu.

?..Ada yang bisa buat seperti LIPIA? Nggak ada! Kalau begitu kaidahnya, maka tidak boleh juga masuk ke Jami��h Islamiyyah! Nggak ada satupun antum bisa masuki! Nah ini yang salah dari perjalanan manhaj salaf! Nggak boleh bersikap seperti itu! Itulah hidup! Itu mah hidup di dunia khayal, tutup mata tinggal di gunung! Nggak benar, antum harus hidup dengan kenyataan, nggak ada satupun juga bisa dimasuki. Aaaa..gitu. He?he?he..(tertawa)

Nggak ada, nggak ada sekarang, semua dicampuri dengan itu, hatta di majelis Syaikh Muqbil, Syaikh Utsaimin, Syaikh bin Bazz,?sikap Masyayikh itu. Memang kenyataannya seperti itu, Syaikh Rabi?. Jadi kenyataan seperti itu, apalagilah LIPIA, lembaga yang lebih kecil tentunya bisa. Dan orang-orang Saudi kesulitan mencari guru bahasa Arab yang mengajar. Di sini orang-orang manhaj salaf mau merobah!

Sekarang mau doctor Ali, saya jamin, hatta orang salafnya pinter, bisa dirubah langsung, antum? Antum bisa di Jakarta? Mau menjadi guru? Aa, bisa kagak? Nggak bisa kan?! Nggak bisa! Coba ustadz-ustadz yang mentahdzir LIPIA sini bisa dicatet jadi direkturlah, Insya Allah , ha.ha, hayo. Saya yang bakal bilang pada doktor Ali. Nggak ada, kurang, minim, aa? jadi jangan CUMA NGOMONG, harus tatbiqul ��mal, begitu manhaj salaf. Ngomong – ��mal, ngomong – amal, begitu.

Saya perjanjian dengan doktor Ali dan dipersilahkan rubah. ũakim masukin murid-muridmu ke sini semuanya, itu peralihan?. Banyak anak-anak daftar semuanya, daftar, berubah, sama dengan Jami��h Islamiyah, orang dari fikrah mana aja kan masuk, masuk, ada yang sufinya. Nah begitu, antum harus pergaulannya luas, jangan kuper!

Baca Selanjutnya disini : http://salafy.catatanku.com/2007_02/95.html
& Disini: http://salafy.catatanku.com/2007_02/96.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s