USTADZ SALAFY: LARANGAN MENDENGARKAN MUROTAL MISYARI RASYID

Posted: April 19, 2013 in KENAPA KELUAR DARI SALAFY ?, SESAMA SALAFY SALING MENCACI & MEMUSUHI

Misyari+Rasyid+syeikh+misyary+rasyid+alafasy2

Tulisan ini 100% di ambil dari blog Salafy sendiri [sumber ada paling bawah], sebagai nasehat (umumnya kepada kita semua) agar bercermin untuk membenahi & memperbaiki permasalahan yang ada di tubuh ‘internal’ sebelum membenahi atau memperbaiki diluar golongannya (external).

Hukum Mendengarkan Murattal (Bacaan Al Quran) dari Qari’ Hizbiy, Seperti Misyari Rasyid Seorang Qari’ yang Bermanhaj Ikhwani (Ikhwanul Muslimin)
Posted on 14 Juni 2011 by Admin Blog Sunniy Salafy
misyari
Al Ustadz Abul Hasan

Beliau hafizhahullahu ditanya apa hukumnya mendengarkan murattal (bacaan Al Quran) dari qari’ hizbiy, seperti syaikh Misyari Rasyid Al Afasy yang mana ia bermanhaj Ikhwanul Muslimin?

Jawab:

Ahsan dijauhi, masih banyak qari’ dari kalangan Ahlus Sunnah. Namun kalau dengan mendengarnya tidak menimbulkan mudharat maka tidak mengapa karena tilawahnya dan qiraahnya sesuai dengan hukum tajwid yang benar, adapun kalau dirasa hal itu memudharatkan seperti menjadi idola atau bahkan membuatnya mengikuti manhajnya maka hal ini harus dijauhi.

Di antara kaidah penting dalam hal ini adalah

دَرْأُ الْمَفَاسِدِ مُقَدَّمٌ عَلَي جَلْبِ الْمَنَافِعِ

“Menolak kerusakan itu lebih didahulukan daripada mengambil kebaikan/manfaat”.

Dengan demikian hal ini dilihat dari sisi apakah dengan mendengarkan bacaannya akan memudharatkan ataukah tidak. Kalau hanya sekedar ingin mendengarkan bacaannya yang bagus tidak mengapa.

Perlu diperhatikan hendaknya seorang muslim jangan mencari-cari aib dari saudaranya. Kalau memang ia tidak mengetahui keadaan seseorang jangan mencari-cari kesalahannya. Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain.” (Al Hujuraat: 12)

Adapun kalau memang dia sudah tahu keadaan seseorang maka ditimbang apakah perlu dijauhi atau tidak sesuai dengan kaidah syar’i.

Wallahu a’lam.

[Dinukil dari sesi tanya jawab kajian rutin Ahlussunnah di Cikarang]

http://sunniy.wordpress.com/2011/06/14/hukum-mendengarkan-murattal-bacaan-al-quran-dari-qari-hizbiy-seperti-misyari-rasyid-seorang-qari-yang-bermanhaj-ikhwani-ikhwanul-muslimin/

Komentar
  1. maksum mengatakan:

    kalau kita perhatikan jawaban dari al ustadz, dapat diambil kesimpulan bahwa beliau tidak melarang secara spesifik terhadap murattal Misyari Rasyid bahkan larangannya umum ( “adapun kalau dirasa hal itu memudharatkan seperti menjadi idola atau bahkan membuatnya mengikuti manhajnya maka hal ini harus dijauhi”) dan ini berlaku umum kepada siapa saja termasuk kepada Murottal qori salafi jika menimbulkan dampak yang sama.
    apakah larangannya bersifat haram atau makruh? apa dalilnya? karena yang berhak mengharamkan adalah Alloh dan Rasul, kalau masih berbentuk fatwa maka sifat larangannya tidak mengikat.
    siapakah Ustadz Abul Hasan? apakah dia tsiqah?
    apa definisi hizbi? apa dalilnya?

  2. maksum mengatakan:

    kita generasi salaf ga boleh taqlid buta, seharusnya kita kritis menanyakan dalil karena Al Ustadz juga manusia, jazakumulloh wa baarokalloh fiikum

  3. hikmah mengatakan:

    hal seperti inilah yang membuat ummat jadi bingung, selalu menganggap ini salah itu salah. Seolah-olah hanya dialah benar dan menganggap semuanya sesat.

  4. ARIS mengatakan:

    insya allah .. kta cari dulu kebeneranxa ,, walaupun al ustad benar .. kta haxa bisa terima tdk boleh mengkritik

  5. she fha mujtahadah mengatakan:

    ALASANNYA DPT DISIMPULKAN BAHWA QARI’ YG LAIN JUGA KALAU ITU MEMBUAT MUDHARAT KALAU BEGITU BERLAKU UNTUK SEMUA QORI’… SANGAT DISAYANGKAN JIKA MENGAJI ,, QARI’ PUN DIPERMASALKAN HANYA KARENA PAHAMNYA…, JANGAN TAKLID DAN DICARI ALASAN YANG LEBIH TIDAK MEMBINGUNGKAN UMAT… SYUKRAN…

  6. indra mengatakan:

    afwan, sepenangkapan saya beliau menjawab : ahsan dijauhi,

    konteksnya bukan serta merta melarang.

  7. Samin Aswaja mengatakan:

    Mari sobat kita benari dulu sholat kita, masjid masih sepi dari jamaah tuh..ayo umat ISLAM yang mengaku ahlussunnah….ayo kita makmurkan masjid.

  8. Berjuang Untuk Islam mengatakan:

    Ya Robbb….Umat jadi begini…

  9. kaos polos mengatakan:

    Sesungguhnya keputusan Ust. itu lahir dari kebencian “ghill”….bukan lahir dari ilmu maupun dalil yang ada…

  10. surya mengatakan:

    untuk hal seprti ini jangan sampai menjadi perdebatan,, banyak hal yg lebih penting

  11. nurusman mengatakan:

    ITULAH WARNA MUSLIM,,,NAN INDAH TDK USAH MENCARI-CARI PEMBENARAN,,YANG SALAH ADALAH ORANG MUSLIM TDK TAHU NGAJI.

  12. syahu mengatakan:

    ass…
    bagi saya beliau adalah penyemangat untuk terus belajar dan mempelajari alqur’an dan bagai mana membacanya, saya tidak pernah melihat latar belakang beliau mengenai keislamannya apa..(apakah ia seorang ikhwanul muslimin, salafi, alhusunna, dll…) sebab yg saya tau adalah islam itu satu tidak ada islam A ataupun islam B.
    saya juga tidak menjadikan beliau sebagai figuritas, insya allah.
    satu hal yg terpenting adalah islam itu tdk dpt difahami oleh orang yg hanya duduk berdzikir dimasjid2, tetapi islam itu hanya dapat difahami oleh org2 yg merealisasikan hidupnya untuk islam

  13. Khazyeea El-Rusyda mengatakan:

    hmm… fatwa is really. yeahh,, hakekatny qiraah qur’an tak kan berunsur hizbi. so, what’s problem??? why is h a r a m ??? walataj’alullaha ‘urdhatan liaimanilum , ,

  14. irfan al bugisi mengatakan:

    ahsan no comend

  15. RiefQy Laa'tahzan mengatakan:

    i’am not understod, why? and how?

  16. FAJAR mengatakan:

    WEEEEHHHHHH… DASAR, ORANG APAAN LOE, MISYARI RASYID ITU FAVORIT AKU …..

  17. nashoruddin mengatakan:

    yang bener saja. di tempat saya tinggal malah orang salafi sendiri yang jual murotal misyari rasyid.
    bukan hanya murotal yg di jual. lagu dangdut cover vulgar . film dan lainya. bajakan lagi. tukang bakso teriak bakso. tukang bid’ah teriak bid’ah. nauzubillah

  18. Aunah Mutia mengatakan:

    tidak usah dipermasalahkan yang sebetulnya tidak masalah….masih banyak masalah yang harus dipermasalahkan yang belum dipermasalahkan……ayo dahulukan yang prioritas…..

  19. Abu jasmine mengatakan:

    Judul artikelnya bertujuan mengundang asumsi negatif bagi siapapun yg dangkal pemikirannya,dan memang terbukti. Dari isi artikel jelas sekali al ustadz abul hasan tidak melarang siapa saja yg ingin mendengarkan bacaan al qur’an dari qori siapapun meski sang qori seorang budak habasyah selama bacaannya sesuai dengan qaidah2 & hukum2 tajwid.yang di larang adalah taqlid kepada manhaj & aqidah sang qori apabila ada kekeliruan di dalam manhaj & aqidah sang qori,hal ini berlaku bagi qori manapun meski dia seorang salafi. Makanya baca artikel aja masih salah faham alih2 mau bikin amalan ibadah sendiri.

  20. syahruddin bahru mengatakan:

    waduh.. seharusnya kita bersenang dengan adanya orang yang bagus bacaannya seperti beliau, Misyari Rasyid. tidak juga masalah jika dijadikan idola dalam hal bacaannya. toh…?

  21. Ibn Hassan mengatakan:

    Ahsan itu kan “lebih baik” dijauhi, karena kecenderungan pada IM nya.

    Soal apa yang di sampaikan (disini murottal quran) ya ga akan mungkin lah “dilarang” atau “lebih baik dijauhi”

  22. Jafar bin abbas mengatakan:

    Wake up Syaikh mishari Rasyid sunni salafy bos bukan im nih buk.tinya dia aja diserang sama om Mesir
    Komentar
    https://m.facebook.com/permalink.php?id=1389698097913820&story_fbid=1437678206449142

  23. nasriadi mengatakan:

    Yang sebenarnya wajib dijauhi adalah sifat seperti orang yang memoles artikel ini, inilah cikal bakal dari teroris karena sudah memberikan teror kepada ummat.

  24. Stevy mengatakan:

    Ada seorang sahabat saya yang baru 1 tahun lebih jadi Muallaf,sahabat saya ini adalah anak seorang Pendeta di Papua,namanya sebelum masuk Islam adalah Yosef Samrauw dan setelah jadi Muallaf berganti nama menjadi Muhammad Rasyid yang beralamat di Nabire.
    Asal mula sahabat saya tersebut masuk Islam karena adanya hidayah selalu terharu bila mendengar bacaan al-Quran dari Syeikh Misyari Rasyid yang diputar tetangga disamping rumah kos-kosannya.

    **Alangkah indahnya jika kita bisa mengIslamkan orang diluar Islam bukan malah saling mencari kekurangan dan kejelekan sesama muslim walau berbeda pendapat.

  25. olix mengatakan:

    klo mnurut ane bukan ustadnya yg salah tpi judul blog nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s