SALAFY JIHADI: SALAFY PENGHIANAT SALAFUS SHOLEH

Posted: April 20, 2013 in SESAMA SALAFY SALING MENCACI & MEMUSUHI
salafi penghianat
Tulisan ini 100% di ambil dari blog Salafy sendiri [sumber ada paling bawah], sebagai nasehat (umumnya kepada kita semua) agar bercermin untuk membenahi & memperbaiki permasalahan yang ada di tubuh ‘internal’ sebelum membenahi atau memperbaiki diluar golongannya (external).

Waspada!!! Tipu Daya Kelompok Sesat Jahmiyah Murjiah Berpakaian Salafi

BEKASI (voa-islam.com) – Bedah buku berjudul “Salafi Pengkhianat Salafus Shalih,” tulisan Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi dan diterjemahkan oleh ustadz Aman Abdurrahman (fakkallahu asrahuma) yang diselenggarakan di Masjid Muhammad Ramadhan, Taman Galaksi, Kota Bekasi, dipenuhi jamaah.
Lantai pertama dan kedua masjid tersebut pada hari Ahad (30/7/2012) penuh sesak oleh jamaah yang hadir.
Namun demikian ada saja pihak yang mempertanyakan mengapa buku yang mengupas kebobrokan pemahaman murjiah Ali Hasan Al Halabi itu dilaksanakan pada bulan Ramadhan?
Menyikapi hal tersebut, pembicara pertama ustadz Anung Al Hamat, Lc menampik bahwa apa yang dilakukan dalam bedah buku Salafi Pengkhianat Salafus Shalih adalah bentuk ghibah, di mana sebagian ulama berpendapat perbuatan tersebut bisa membatalkan puasa.
وقال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله تعالى قيل للإمام أحمد بن حنبل الرجل يصوم ويصلي ويعتكف أحبُّ إليك أو يتكلم في أهل البدع؟  فقال: إذا صام وصلى واعتكف فإنِّما هو لنفسه، وإذا تكلم في أهل البدع فإنِّما هو للمسلمين، هذا أفضل
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahullah- berkata:
Dikatakan kepada Al Imam Ahmad Ibnu Hanbal: Orang shalat, shaum dan i’tikaf, apa lebih engkau cintai atau ia berbicara tentang ahlul bid’ah? Maka beliau menjawab: “Bila dia shalat, shaum dan i’tikaf, maka itu hanyalah bagi dirinya sendiri, dan bila ia berbicara tentang ahlul bid’ah itu buat kaum muslimin, ini adalah lebih utama.
Ini barangkali untuk pijakan kita hari ini, kenapa kita penting untuk menjelaskan dan membongkar serta menyingkap salah satu pemahaman yang menyimpang yaitu berkaitan dengan kelompok murjiah,” papar ustadz Muda lulusan Fakultas Hadits universitas Al Azhar, Kairo, Mesir tersebut.
Selanjutnya ia menyampaikan buku “Salafi Pengkhianat Salafus Shalih” merupakan sebuah pencerahan terkait tipu daya kelompok murjiah yang mengatasknamakan kelompok salafi.
“Ini buku aslinya adalah berjudul Tabshir Al ‘Uqala Bittalbisat Ahlut Tajahhum Wal Irja, tadi sudah dipaparkan oleh penitia bahwa judul asli buku ini adalah tentang pencerahan bagi orang yang berakal berkaitan dengan kerancuan, tipu daya yang dilakukan oleh kelompok jahmiyah dan kelompok murjiah yang menggunakan pakaian salafi,” kata ustadz Anung yang beberapa waktu lalu telah menyelesaikan pendidikan di program pasca sarjana di Universitas Ibn Khaldun Bogor tersebut.
Ia kemudian menjelaskan sekelumit tentang penulis buku tersebut. “Abu Muhammad ‘Ashim Al Maqdisi ini beliau lahir tahun 1959, berarti sudah sekitar 53 tahunan, beliau alumni universitas Madinah, mengambil di Fakultas Syari’ah kemudian karya beliau memang banyak.
Di antara karya beliau adalah millah ibrahim, kemudian juga ada imta’un nazhar fi kasyfissyubuhat murji’atil ‘ashr yang menjelaskan tentang kerancuan kelompok murjiah kontemporer kemudian dibantah oleh beliau. Begitu juga dengan risalah atstsalatsiniyah yang juga sudah diterjemahkan dengan judul Mujahid tapi salah langkah. Kemudian juga ada kasyfunniqab ‘an syari’atil ghab,” tambahnya.
Selain itu, ustadz Anung -sapaan akrabnya- juga memberikan input terkait judul terjemahan buku tersebut, bahwa Ali Hasan Al Halabi sebenarnya tidak lagi diakui sebagai tokoh salafi.
“Berkaitan dengan judul Salafi Pengkhianat Salafus Shalih; Membongkar Kedustaaan dan Kejahatan Tokoh Salafi. Sebenarnya  yang dikritik hanya satu yaitu Ali Hasan Al Halabi saja, kalau dikatakan salafi banyak tokoh-tokoh yang mengatakan Ali Hasan itu bukan salafi. Coba tanya pada kelompoknya ustadz Umar Sewed, kepada kelompoknya Lukman Ba’abduh, pasti mereka akan mengatakan Ali Hasan bukan salafi dan dia merupakan orang yang merubah manhaj Syaikh Albani,” jelasnya.
Namun demikian ia menyatakan bahwa buku tersebut layak menjadi pegangan kaum muslimin. ”Buku yang ditulis oleh Syaikh Abu Muhammad ‘Ashim Al Maqdisi ini bisa dijadikan pegangan dalam menjelaskan dan menyingkap hakikat iman yang sebenarnya dan hakikat kufur yang sebenarnya,” ujarnya.
Buku yang ditulis Syaikh Al Maqdisi itu telah terbit sekitar 16 tahun yang lalu itu, selain mengkritik Ali Hasan Al Halabi, buku itu juga mengkritik Syaikh Muhammad Ibrahim Syaqrah yang waktu itu masih belum bertaubat dari pemahaman murjiah. “Buku ini termasuk kritikan kepada syuyukh salafi dan beberapa tokoh salafi yang lainnya yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Ibrahim Syaqrah,” ungkapnya.
Namun, Syaikh Muhammad Ibrahim Syaqrah yang merupakan tokoh salafi terkemuka dan tangan kanan Syaikh Albani ini bertaubat dari pemahaman murjiah. Sehingga saat ini banyak dipuji bahkan menjadi guru Syaikh Al Maqdisi.
“Syaikh Ibrahim Syaqrah ini banyak karyanya. Beliau adalah yang menshalatkan Syaikh Albani ketika meniggal, kemudian beliau termasuk yang mengkafani Syaikh Albani, belia termasuk yang menjadi penanggung jawab ketika Syaikh Albani Hijrah ke Yordania, beliau sebagai pembela Syaikh Albani.
Ternyata beliau bertaubat dari paham irja’(murjiah, red). Jadi, tangan kanan Syaikh Albani sendiri bertaubat.
Penterjemah berkata: Perlu diketahui bahwa Syaikh Muhammad Ibrahim Syaqrah tersebut telah merujuk kepada manhaj tauhid dan jihad, dan telah banyak dipuji dan dijadikan guru oleh Syaikh Abu Muhammad ‘Ashim Al Maqdisiy dan para ikhwan tauhid lainnya. Silahkan lihat di dalam Minbar Tauhid Wal Jihad,” paparnya.
Ia kemudian mengungkapkan hal yang menakjubkan dari akhlak dari Syaikh Ibrahim Syaqrah yang begitu tawadhu. Diceritakan dalam tulisan Syaikh Abu Basher berjudulLissyaikh Muhammad Ibrahim Syaqrah ‘Alayya Dainun, di mana Syaikh Abu Basher Abdul Mun’im Musthafa Halimah dahulu pernah menuliskan sesuatu yang kasar tentang Syaikh Ibrahim Syaqrah lalu ia meminta maaf, lantas Syaikh Ibrahim Syaqrah menjawabnya:
لا داعي للاعتذار يا أبا بصير .. قد كنتم على حق وصواب .. ما كتبته أنت وأبو محمد المقدسي، وأبو قتادة .. كان صواباً .. وحقاً .. وأنا أقول للناس: أنك أنت وأبو محمد المقدسي، وأبو قتادة على حق وصواب .. لا داعي للاعتذار .. فصاحب الحق لا ينبغي أن يعتذر عما هو عليه من حق
Tidak ada alasannya anda meminta maaf wahai Abu Basher, justru anda berada di atas kebenaran. Sungguh apa yang telah kamu tulis dan yang ditulis oleh Abu Muhammad Al Maqdisi dan Abu Qatadah itu semuanya benar. Dan aku katakan kepada seluruh manusia; sesungguhnya anda wahai Abu Basher, Abu Muhammad Al Maqdisi dan Abu Qatadah berada di atas kebenaran. Tidak ada alasan meminta maaf, orang yang benar itu tidak perlu meminta maaf atas kebenaran yang ia berada di atasnya,” terang ustadz Anung di hadapan jamaah yang hadir.
Ustadz Anung menambahkan, bahwa ulama Arab Saudi sendiri telah mengeluarkan fatwa yang menyatakan tulisan-tulisan Ali Hasan Al Halabi berpaham murjiah yang batil.

“Setelah diteliti buku-buku Ali Hasan Al Halabi, maka dinyatakan bahwa penulis buku ini, menjadikan dasar pemikirannya itu aqidah murjiah yang bid’ah dan batil. Jadi tidak usah sungkan-sungkan kalau kita mengatakan kelompok ini berada di atas mazhab Murjiah. Maka dirinci nanti oleh Syaikh Al Maqdisi apa saja penyimpangannya,” tandasnya. [Ahmed Widad]

salafy-penghianat

http://realisasikata.blogspot.com/2012/09/waspada-tipu-daya-kelompok-sesat.html

Komentar
  1. Eka Siti Hajar mengatakan:

    maaf,, buku ini dijual dimna ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s