UST SALAFY : UMAR ASSEWED LABIL & TIDAK TERARAH

Posted: April 20, 2013 in SESAMA SALAFY SALING MENCACI & MEMUSUHI

assewed salafy

Tulisan ini 100% di ambil dari blog Salafy sendiri [sumber ada paling bawah], sebagai nasehat (umumnya kepada kita semua) agar bercermin untuk membenahi & memperbaiki permasalahan yang ada di tubuh ‘internal’ sebelum membenahi atau memperbaiki diluar golongannya (external).

Muhammad Sewed Digugat
Di tulis oleh:
Al Akh Abu Mundzir Sholih bin Sakiya Al-Bedlani Al-Jawi, dan Akh Taufiq Hidayat
Dengan Catatan Kaki Abu Turob Al Jawi.

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله ومن والاه أمابعد:
Sudah menjadi sunnatulloh atas mahkluqNya, bahwa sesuatu kebatilan yang tersembunyi bagaimanapun rapinya perkara itu di bungkus dan ditutupi akan terkuak dan terbongkar serta tercium bau busuknya dan akan tampak nyata kekotorannya.
Karena kejahatan yang terselubung bukanlah hal yang sulit untuk di deteksi dan di cari, lebih-lebih kejahatan itu menyangkut keberadaan agama dan kemurnian jiwa.
+إِنَّ اللَّهَ لَا يَخْفَى عَلَيْهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ_ [آل عمران/5]
” Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.”[QS Al Imron 5]

+ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي كَيْدَ الْخَائِنِين_ [يوسف/52]
“Dan bahwasanya Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat.[QS Yusuf: 52.]
+ فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِين_ [الصف/5]
” Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka[1473]; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.”[QS Ash Shof : 5]
+ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَى إِلَى الْإِسْلَامِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِين_ [الصف/7]
” Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan Dusta terhadap Allah sedang Dia diajak kepada Islam? dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.”[QS Ash Shof 7]
+ أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ آَمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا يَسْتَوُونَ عِنْدَ اللَّهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِين_ [التوبة/19]
“Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta bejihad di jalan Allah? mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.”[ At Taubah 19]
+فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا لِيُضِلَّ النَّاسَ بِغَيْرِ عِلْمٍ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِين_ [الأنعام/144]
“Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang membuat-buat Dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan ?” Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”[ Al-An’am 144]
+كَيْفَ يَهْدِي اللَّهُ قَوْمًا كَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ وَشَهِدُوا أَنَّ الرَّسُولَ حَقٌّ وَجَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِين [آل عمران/86]
“Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim.”[Al Imron 86]
إِنَّ اللَّهَ سَيُبْطِلُهُ إِنَّ اللَّهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِين_ [يونس/81]
” Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan.”[Yunus 81]
Kita sudah lama mengetahui bahwa seorang yang berlebel Muhammad Sewed dalam kondisi labil dan tidak terarah dalam berbagai fitnah, hal itu menunjukkan betapa rapuh dan lemahnya koridor manhajiyah dia dalam mengarungi kancah dakwah, mana yang kira-kira kuat dan memiliki otot dan bisa di tunggangi serta di ambil manfaat dia akan mangkal di situ walaupun harus mengalami depresi jiwa dan banting setir kalau krunya kedodoran dan tidak falid, dengan hati iba dan mengelus dada sambil meneteskan air mata dia menyela: Aduh kita tergiring lagi, tak sadar kita terpedaya, sungguh disayangkan kita hampir-hampir terjungkal, untuk kesekian kalinya kita harus mengeyam kegemasan dan kengenesan.
Hizbiyah Irsyadiyah diregupnya, Fitnah Ja’fariyah diembatnya, Fiqroh Luqmaniyah Mar’yyah dirangkulnya, Firqoh Jam’iyyah dipandunya, Ngemis Tasawwuliyah didukungnya kami nggak tahu apakah Hizbi At Turotsy sempat dia cicipi atau dibiarkan basi.
Karena begitu besar andilnya dia dalam berbagai praktek manipulasi dakwah diatas, dan dia merupakan kandidat kuat nan memikat, maka mereka beri dia julukan acungan jempol dan nama besar ” SESEPUH DA’I SALAFIYAH” ” AYAH PARA DUAT ” “SATU-SATUNYA DAI SENIOR YANG TAK TERGOYAHKAN” “SIMBAH DAKWAH” dan lainnya.
Mereka datangkan berbagai bukti: Yusuf Baisa habis binasa, Yazid Jawaz hanyut terhempas, Abdul Hakim Abdat mogok tersendat, Abu Nida tak ada bekasnya tenggelam dengan dunia, Ahmas Faiz terlempar sambil meringis, Muhammad Wujud nggak tahu sudah mati atau masih hidup, Ja’far Umar sudah koyak dan memar-memar, Luqman Ba’abduh sudah terpuruk mengaduh, Dzul Akmal bangkrut kehilangan modal.
Lantas siapa lagi yang tersisa??? Tidak lain jawabannya adalah Sesepuh kita satu-satunya ini: Muhammad Sewed yang harus nyiapin handuk dan serbed .
Dalam fitnah terakhir yang masih menghangat “Fitnah Mar’iyyah” diapun sebagaimana biasanya dan hobi lamanya, dia berpura-pura menjadi pihak penengah, netral dan non blok, tidak ikut campur dan andil menyuarakan momentumnya, dia melihat, mencerna, mengamati, melobi, mana yang kira-kira bisa di suapi, yang menarik hati, dan yang memiliki tangan besi agar dia bisa mengambil simpati tanpa banyak duri.
Sungguh ayat-ayat di bawah ini sangat kami khawatirkan mengenai orang jenis ini:
+فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَى أَنْ تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ فَعَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِنْ عِنْدِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَى مَا أَسَرُّوا فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ_ [المائدة/52]
” Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana”. Mudah-mudahan Alloh akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.[Al – Maidah 52]
+وَلَئِنْ أَصَابَكُمْ فَضْلٌ مِنَ اللَّهِ لَيَقُولَنَّ كَأَنْ لَمْ تَكُنْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُ مَوَدَّةٌ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ مَعَهُمْ فَأَفُوزَ فَوْزًا عَظِيمًا_ [النساء/73]
“Dan sungguh jika kamu beroleh karunia (kemenangan) dari Alloh, tentulah Dia mengatakan seolah-olah belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia: “Wahai kiranya saya ada bersama-sama mereka, tentu saya mendapat kemenangan yang besar (pula)”[An Nisa 73].
+الَّذِينَ يَتَرَبَّصُونَ بِكُمْ فَإِنْ كَانَ لَكُمْ فَتْحٌ مِنَ اللَّهِ قَالُوا أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ وَإِنْ كَانَ لِلْكَافِرِينَ نَصِيبٌ قَالُوا أَلَمْ نَسْتَحْوِذْ عَلَيْكُمْ وَنَمْنَعْكُمْ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فَاللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا _[النساء/141]
“Yaitu orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Alloh mereka berkata: “Bukankah Kami (turut berperang) beserta kamu?” dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: “Bukankah Kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang mukmin?” Maka Alloh akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Alloh sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman”[ An Nisa 141].
+ أَشِحَّةً عَلَيْكُمْ فَإِذَا جَاءَ الْخَوْفُ رَأَيْتَهُمْ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ تَدُورُ أَعْيُنُهُمْ كَالَّذِي يُغْشَى عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِ فَإِذَا ذَهَبَ الْخَوْفُ سَلَقُوكُمْ بِأَلْسِنَةٍ حِدَادٍ أَشِحَّةً عَلَى الْخَيْرِ أُولَئِكَ لَمْ يُؤْمِنُوا فَأَحْبَطَ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا * يَحْسَبُونَ الْأَحْزَابَ لَمْ يَذْهَبُوا وَإِنْ يَأْتِ الْأَحْزَابُ يَوَدُّوا لَوْ أَنَّهُمْ بَادُونَ فِي الْأَعْرَابِ يَسْأَلُونَ عَنْ أَنْبَائِكُمْ وَلَوْ كَانُوا فِيكُمْ مَا قَاتَلُوا إِلَّا قَلِيلًا_ [الأحزاب/19، 20]
” Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya), kamu Lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik- balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. mereka itu tidak beriman, Maka Alloh menghapuskan (pahala) amalnya. dan yang demikian itu adalah mudah bagi Alloh.
Mereka mengira (bahwa) golongan-golongan yang bersekutu itu belum pergi; dan jika golongan-golongan yang bersekutu itu datang kembali, niscaya mereka ingin berada di dusun-dusun bersama-sama orang Arab Badwi, sambil menanya-nanyakan tentang berita-beritamu. dan Sekiranya mereka berada bersama kamu, mereka tidak akan berperang, melainkan sebentar saja.”[ Al Ahzab 19-20]
Kita sudah mencium baunya sejak lama, sejak awal munculnya fitnah keji ini, dan sudah kita prediksi kemana arah pilihan dan loyalnya, dengan berbagai qorinah dan bukti:
+ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ_ [المائدة/51]
” Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, Maka Sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim”. [ Al maidah 51]
عن عبد الله عن النبى – صلى الله عليه وسلم – أنه قال ” المرء مع من أحب”[متفق عليه]
Dari ‘Abdulloh bin Mas’uud rodhiallohu’anhu dari Nabi shollallohu’laihi wasallam bersabda :” Seseorang itu bersama yang dicintai ” [Muttafaq ‘alaih]

Dan kita tahu siapa yang di cintai oleh M. Sewed.
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال :” الرجل على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل” [رواه أبوداود وهوحديث حسن في الصحيح المسند].
Dari Abi Huroiroh rodhiallohu’anhu bahwasanya nabi shollallohu’laihi wasallam bersabda :” Seseorang itu berada diatas agama temannya, maka lihatlah salah seorang dari kalian kepada siapa dia berteman” [ HSR Abu Daud]
Teman akrabnya M .Sewed adalah Siluman, Askar, Sarbin, Af-if, Abu Abaya, dan seluruh setaf dan krunya.
Namun kita sudah sangat paham dengan tabiatnya, bahwa dia tidak akan berani menampakkan batang hidungnya, dalam kondisi seperti ini (yakni di awal-awal fitnah), karena khawatir kalau pilihannya meleset, dan hasratnya tak terpenuhi, dan makarnya tumpul, maka diapun melakukan berbagai terapi hati-hati agar aman dari tunjuk jari, dengan seloroh bisu: tunggu para tetua, jangan tergesa-gesa, awas bahaya, biarkan mereka yang berbicara, kita jangan mendahului kereta.
Padahal sejak dini dia sudah mengisyaratkan – dan mana mungkin dia berani terang-terangan, karena memang dia itu cepat pingsan – bahwa dia bersama mereka, dengan bukti dia enjoi dengan mereka walaupun tanpa kata, kemudian agak mendesah sedikit dengan ikut rame-rame menandatangani Risalah Mafdhuhah (kalau model seperti ini dia berani dan berada di barisan terdepan, maklum banyak siutan), dan setelah melihat bahwa lengan mereka semakin kuat dan hisapannya semakin mantap dengan munculnya risalah para majahil dan para abdi fitan dan yang terakhir adalah kitab Ibanah, maka dengan serta-merta dia mendeklarasikan diri bak kepala Negara : “Sebarkan tanpa tendensi bahwa aku bersama mereka”
Sungguh akhlaq da’i seperti ini sangatlah menyayat hati, bagaimana tidak?? ilmu dikebiri, amalan sholih dipendam dalam bui, ummat dikibuli, dan da’wah disetir dengan naluri basi.
Namun tidaklah ahlul haq dalam menghadapi gaya semacam ini terlena dan terpedaya -dengan izin Alloh-, bahkan mereka semakin meyakini akan kebenaran yang mereka perjuangkan, dan semakin bersyukur kepada Alloh akan terhindarnya mereka dari sifat hina ini, tidaklah banyaknya orang yang bergaya bunglon dan memiliki beraneka wajah membuat mereka surut dalam menampakkan suatu kejernihan walaupun harus menyelam di air keruh.
Di hadapan kita ada dua risalah ringkas dari dua Akh yang berasal dari Cirebon yang pertama dengan judul :” MENGUNGKAP SIAPA SEBENARNYA MUHAMMAD UMAR AS-SEWED?” ditulis oleh: Abu Mundzir Sholih bin Sakiya Al-Bedlani Al-Jawi, yang kedua dengan judul” Muhammad As Sewed Yang Aku Ketahui” di tulis oleh Akh Taufiq Hidayat’

http://aloloom.net/vb/showthread.php?t=8824

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s