USTADZ SALAFY : YAZID JAWAS MENELURKAN QOIDAH LARANGAN MEMBUKA KESESATAN ASSOFWA

Posted: Mei 24, 2013 in SESAMA SALAFY SALING MENCACI & MEMUSUHI

polemik-yazidjawas

Tulisan ini 100% di ambil dari blog Salafy sendiri [sumber ada paling bawah], sebagai nasehat (umumnya kepada kita semua) agar bercermin untuk membenahi & memperbaiki permasalahan yang ada di tubuh ‘internal’ sebelum membenahi atau memperbaiki diluar golongannya (external).

Al-Sofwa Al-Muntada & Pendukungnya

AL-MUNTADA AL-SOFWAH[1]
(PROMOTOR & FASILITATOR KOALISI, KOLABORASI & KONSPIRASI HIZBIYYAH)

Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Kedustaan Abdurrahman At-Tamimi diterangkan, demikian pula kebatilan Undang-Undang Dasar Al-Muntada Al-Sofwa akan kita ungkapkan.
Subhanallah—isi mukadimah kitab Al-Awashim Mimma fi Kutubi Sayyid Quthb minal Qawashim karya Syaikh Rabi’ Hafidhahullah yang diterjemahkan oleh CV. Darul Falah di atas justru menjadi hujjah atas jaringan Hizbiyyah ini yang telah menjadikan dusta sebagai wasilah dakwahnya, membumihanguskan makar mereka yang berupaya “memberangus” Ahlus Sunnah dengan senjata Rifqan dan Mawaddah ala hizby-nya!! Inilah akibat jika Hizbiyyin mencoba mencemari kitab para Masyayikh Salafiyyin dengan tangan-tangan kotor dinar Hizbiyyahnya, dampaknya justru semakin menyempurnakan kehinaan dakwah Hizbiyyahnya. Alhamdulillah.

Terjemahan ini berbalik menjadi “alat penghancur” CV Darul Falah terhadap rekanan dakwahnya sendiri –Al-Muntada Al-Sofwa- dengan penghancuran yang luar biasa. Undang-Undang Dasar Al-Muntada Al-Sofwa adalah sasaran utamanya, yang dengannya para serdadu bayaran Hizbiyyah tunduk dan patuh mengikuti rambu-rambu dakwahnya. Di bawah bab “Manhaj Yayasan dalam berhubungan dengan Lembaga-Lembaga dan Yayasan-Yayasan Islam”, Al-Muntada Al-Sofwa menjelaskan sikapnya terhadap yayasan/lembaga yang menyimpang:
“Namun apabila mereka menolak dan enggan setelah dinasehati, maka yayasan (Al-Sofwa-peny) akan menghentikan hubungan kerjasama dengan mereka HINGGA MEREKA KEMBALI KEPADA AQIDAH SALAFUL UMMAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH. SEDANGKAN SIKAP MEMBUKA AIB DAN MENCELA MEREKA BUKANLAH MANHAJ YAYASAN KARENA TINDAKAN TERSEBUT BUKAN BERASAL DARI PETUNJUK NABI  DAN BUKAN PULA TELADAN DARI PARA  SALAFUL UMMAH” (alsofwah.or.id/index.php?pilih=hal&id=2)
Beberapa catatan penting terhadap UUD “rifqan dan mawaddah Hizbiyyah” di atas:
1.Reaksi cepat (yang mungkin dilakukan) Al-Muntada Al-Sofwa terhadap pemuatan artikel ini:
menghilangkan UUD “amar mungkar nahi ma’ruf” AlSofwa dari situs  internetnya (untuk mengelabui umat)
segera mendatangi notarisnya (Anis Husin Abdat, SH) dan Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk mengesahkan perubahan/revisi UUDnya
tetap (tiada malu) mendakwahkan kemungkaran dan kesesatan UUDnya kepada umat.
2.Penyimpangan yang dimaksud adalah penyimpangan aqidah!! Perhatikan:”…hingga mereka kembali kepada aqidah Salaful ummah…”
3.Sikap Al
Sofwa terhadap penyimpangan aqidah (dan ini yang terpenting!):
“SIKAP MEMBUKA AIB DAN MENCELA MEREKA (yang menyimpang dari point ke2-peny) BUKANLAH MANHAJ YAYASAN karena tindakan tersebut BUKAN BERASAL DARI PETUNJUK NABI  (2-peny) dan BUKAN PULA TELADAN DARI SALAFUL UMMAH”.
Jangan heran jika Yazid Jawaz menetaskan “telur”(baca:UUD Al-Sofwa) dengan kaidahnya bahwa penuntut ilmu (di Indonesia) tidak boleh menerangkan kesesatan dan corong-corong kesesatannya kepada umat!! Kenapa demikian? Karena dia sendiri termasuk dedengkotnya Al-Muntada Al-Sofwa!! Al-Hizby!![2]
Demi Allah!! Setelah pembaca menyimak uraian Syaikh Rabi’ (dalam Mukadimah kitab Al-Awashim) di atas, bukankah ini adalah bukti ilmiyyah tak terbantahkan bahwa isi Undang-Undang Dasar Al-Sofwa tidak lebih kecuali kebohongan besar atas nama Islam!! Kedustaan besar atas nama Rasulullah ?! Dan Penipuan besar atas nama Salaful ummah!? Bahkan secara jelas menyatakan “Sikap membuka aib dan mencela mereka bukanlah manhaj yayasan”, padahal telah datang penjelasannya dari Syaikh Rabi’ bahwa para ulama Salaf –di sepanjang masa- tidaklah pernah diam dari kesesatan dan para penyerunya, baik kelompok maupun individu!! Apalagi dari kesesatan aqidah!! Adakah toleransinya? Adakah rifqannya? Adakah mawaddahnya? Tunjukkan burhan kalian kalau kalian memang berada di dalam kebenaran!
Maka jelas-jelas Undang-Undang Dasar Al-Muntada Al-Sofwa adalah landasan hukum tentara bayaran Hizbiyyahnya untuk mengobarkan peperangan terhadap ajaran Rasulullah !! Penghancuran syariat nahi mungkar!! Mengibarkan dakwah Hizbiyyah dhalalah mungkarah yang menghina dan melecehkan jalan yang telah ditempuh Salaful ummah!! Sungguh ini adalah kebohongan dan kedustaan yang telah menembus angkasa!! Ribuan artikel dan tulisan para ulama Ahlus Sunnah (yang menjelaskan tentang kesesatan dan penyelewengan yang dilakukan individu maupun kelompok) yang tersebar di seluruh dunia menjadi saksi atas kedustaan ini!! Adakah Rasulullah  pernah berdiam diri dari kemungkaran dan tidak menjelaskan bahayanya kepada umat (agar umat terhindar darinya)?! Adakah kejahatan yang lebih besar dari kejahatan dusta yang diatasnamakan Rasulullah ?! Padahal Allah  perintahkan kepada setiap hamba untuk mentaati perintah Rasul-Nya!! Sungguh dengan terbongkarnya berbagai kenyataan ini (yang selama ini ditutup-tutupi Hizbiyyun ahlul batil) tidaklah satu demi satu mulai terkuak kejahatan dan kekejiannya –biidznillah- kecuali semakin menambah kecintaan Salafiyyin kepada Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali Hafidhahullah yang SEJAK AWAL BERDIRINYA AL-MUNTADA AL-SOFWA TELAH MEMPERINGATKAN KEPADA UMAT–dengan tegas- BAHWA YAYASAN INI AKAN MENJADI MUSUH TERBESAR DAKWAH SALAF DI INDONESIA!! Dan yang lebih aneh lagi bahwa karya tulis Beliau ditenteng ke sana kemari oleh serdadu bayaran (yayasan yang telah Beliau peringatkan kesesatannya!!) dan digunakan untuk menghantam Salafiyyin!!
Kita katakan: Kalau kalian tidak mau diumpamakan sebagai seekor keledai yang memanggul kitab, maka sesungguhnya kalian wahai Hizbiyyin-Sururiyyin adalah musuh bagi Syaikh Rabi’!! Ada hak apa kalian menghantam Salafiyyin dengan kitab Beliau?! Apakah kalian lupa wahai Hizbiyyun ahlul batil bahwa kalian tidak memegang Surat Kuasa dari Syaikh Rabi’?! Sungguh masih segar dalam ingatan kami bagaimana kalian dengan sinis menjuluki Syaikh Rabi’ sebagai “Shighar Ulama”!! Apakah setelah terdesak dan semakin tersibak kedok Hizbiyyahnya akhirnya kalian menjadikan Beliau sebagai “Kibar Ulama”?!
Kejadian yang “luar biasa aneh” telah terjadi di Malang. Dua ustadz Salafy dikirimi kutaib transkrip ceramah Syaikh Rabi’ Hafidhahullah (Al-Hatstsu ‘alal Mawaddah) oleh anak didik Hizbiyyin Agus Hasan Bashari dan Abdullah Hadrami. Ustadz Usamah adalah salah satu penerima ‘bingkisan itu’, mereka duga isi buku tersebut adalah pukulan telak bagi Salafiyyin dan sebagai legalitas atas manhaj akrobatik dan konspirasi Hizbiyyah-Ikhwaniyyah yang mereka lakukan, padahal (dan ini yang tidak mereka ketahui!) sampai saat ini –alhamdulillah- Beliau terus menjalin komunikasi dengan Syaikh Rabi’ Hafidhahullah, meminta bimbingan dan nasehat Beliau Hafidhahullah mengenai perkembangan dakwah Salaf di Indonesia. Tidakkah mereka ini mau melihat kenyataan bahwa Syaikh Rabi Hafidhahullah sampai mengirimkan utusan khusus (Syaikh Muhammad At-Turki Hafidhahullah bersama Syaikh Abdullah Al-Mar’i dan Syaikh Salim Bamahriz) ke Indonesia dalam Daurah Asatidzah di Jogjakarta selama 2 minggu ? Terakhir, bahkan Syaikh Muhammad At-Turki datang lagi untuk kedua kalinya secara khusus ke kota Malang !! Semua ini adalah bukti bagaimana kelompok Hizbiyyin  mengalami “kebingungan yang hebat” sampai-sampai mengeluarkan ajian “asal ambil”, tidak mampu lagi mengenal apakah ‘senjata’ tersebut milik Hizbiyyin sendiri ataukah ‘senjata’ itu milik Salafiyyin yang diambilnya tanpa haq!! Allahu yahdikum wahai Hizbiy-Sururiy-Turotsiy-Surkatiy.
Dan sekarang, kami haturkan kepada pembaca sebuah (bukti) kenyataan berupa “hidangan akrobatik Manhaj Hizbiyyah” yang disodorkan Hizbiyyin sendiri kepada umat! Benar-benar mereka terlibat langsung dengan Al-Sofwa Al-Muntada!! Dan sama sekali bukan konklusi yang dipaksakan!! Kenapa harus dipaksakan? Toh mereka secara sukarela melakukannya!! Kantong berisi kita kan jumpa lagi. Apalagi mereka menulis: “Artikel yang dimuat di situs ini boleh dicopy dan diperbanyak dengan syarat tidak untuk komersil”?![3] Inilah beberapa menu hidangan Hizbiyyahnya:
13.1 YAZID BIN ABDUL QADIR JAWAS
Berikut nukilan terjemahan Surat Yazid Jawas[4] kepada Syaikh Rabi’ Hafidhahullah ketika puncak masa-masa fitnah Ikhwaniyyah-Sururiyyah-Turotsiyyah :
“…Seperti yang antum ketahui dan antum dengar bahwasanya di negeri kami Indonesia telah terjadi fitnah antara da’i-da’i Salafiyyin dan penyebabnya sangat banyak sekali. Sebab terpenting adalah kedatangan Syarif bin Muhammad Fu’ad Hazza’ ke Indonesia dan dia mengajak Ustadz Ja’far untuk mubahalah, kemudian dia menulis kitab “kasyfuz Zuur wal Buhtan fi Jawab Hizb Degolan” kandungan kitab tersebut adalah cercaan dan cacian terhadap saudara kita Ja’far Umar Thalib dan Muhammad Umar As-Sewed.
Lalu tersebarlah fitnah ini di kalangan Du’at Salafiyyin dan terjadilah tuduhan-tuduhan besar diantara mereka dengan perantaraan murid-murid Syarif Hazza’ serta dengan bantuan Yusuf Utsman Ba’isa, dia (Yusuf ba’isa) membela pemikiran-pemikirannya (Syarif-pent). Dan Yusuf ini masih terpengaruh dengan fikroh Ikhwaniyyahnya dan fikroh Syarif Hazza’! Cukuplah bagi antum (ddalam hal ini-pent) bukti-bukti dan persaksian-persaksian dari surat/tulisan Al-Akh Ja’far.
Akhirnya kami mengharapkan nasehat dan kedatangan antum ke Indonesia. Jazakumullah khairan.
(tanda tangan)
Yazid Abdul Qadir Jawas
Dia masuk dalam barisan pembela  fanatik Al-Irsyad dan Ahmad Surkati bersama Abdurrahman At-Tamimi. Namanya direkomendasikan sebagai da’i “terpercaya” oleh Ma’had Al-Irsyad pimpinan Abdurrahman At-Tamimi Al-Kadzab (Salafindo.com. viewsoal.phpID23.htm). Adapun sepak terjangnya bersama Al-Sofwa Al-Muntada :
a. Menantu Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin didudukkan (baca:dipermainkan) di sarang Ihya’ut Turots Al-Kuwaity dan Al-Haramain Al-Hizby (alsofwah.or.id/index.php?pilih=kegiatan&id=41&idlayanan=26).
Tanggal 28 Juni-03 Juli 2000M YAZID JAWAZ hadir mendukung acara Al-Sofwa dalam Program Diklat Da’i dan Muballigh (PD2M) dengan tema “Kaidah Ingkar Munkar & Kaidah Fiqhiyyah” yang diisi oleh Syaikh Khalid ibn Abdullah Al-Muslih (menantu Sy.Utsaimin). Bahkan nama Yazid tertera di nomor urut 1!! Dengan siapa dia berkoalisi? Abu Nida’(Mudir Yys. Majelis At-Turots), Khalid Syamhudi (Ma’had Bukhari-kaki tangan Ihya’ut Turots pula), Abu Ihsan (penerjemah Biografi Syaikh Al-Albani yang menyanjung habis gembong-gembong Ikhwanul Muslimin, termasuk Abdurrahman Abdul Khaliq), Nizar Jabal (mudir Ma’had Al-Irsyad Tengaran), Agus Hasan Bashari (serdadu bayaran Al-Sofwa) serta beberapa nama lainnya. Acara ini dibuka langsung oleh pemiliknya, Muhammad Khalaf As-Sururi yang dipuji sedemikian rupa:”Beliau adalah orang yang demikian perhatian dan terus membantu tersebarnya dakwah Ahlus Sunnah wal jamaah di Indonesia”, didampingi oleh Musthafa Aini (Ketua Dept. Dakwah Al-Sofwah) Dia adalah seorang Quthbiy! Tulisannya merujuk pada karya Muhammad Quthb (Laa ilaha illallah:Aqidah wa Syari’ah wa Manhaju Hayat), adik sekaligus pembela Sayyid Quthb.
Kedok Musthafa Aini terbongkar di situs aldakwah.org/modules.php?name=news&file=article&sid=30. Mengapa Musthafa bisa nongol di situs tersebut? Karena situs ini milik L-DATA-nya Muhammad Yusuf Harun, sang Penerjemah Top  Al-Sofwa, seorang Ikhwani.
Kedua, Acara ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Yatim Ibnu Taimiyyah, Cijeruk Bogor.
Siapa yang menjadi “sandaran” ponpes ini? Muassasah Hizbiyyah!! Dan L-DATA sendiri memberikan kontribusi informasi siapa yang menjadi “backing”nya.
Dalam aldakwah.org/artikel.php?art=ziarah&edisi=006&urutan=01 dijelaskan: PONDOK PESANTREN IBNU TAIMIYYAH  “…berdiri areal bangunan yang boleh dibilang amat megah. Pondok Pesantren Ibnu Taimiyyah…nama yang cukup dikenal masyarakat…secara operasional di bawah Lajnah Al-Khairiyyah Jakarta…..dibangun atas bantuan para muhsinin Kuwait melalui Jam’iyyah Ihya Turots Islamy Lajnah Janub Syarq Asia.  Santri Ibnu Taimiyyah berjumlah 355 santri. Seluruh santri….mendapat  tunjangan dari para muhsinin dari Kuwait melalui Jam’iyyah Ihya’ Turots Islamy Lajnah Janub  Syarq Asia dan para muhsinin Saudi Arabia melalui Al-Haramain Al-Khairiyyah”
Siapapula tenaga pengajarnya ? ‘’Tenaga pengajar di Pondok Pesantren Ibnu Taimiyyah adalah para alumnus Madinah, Fakultas Syariah LIPIA Jakarta, Pondok Pesantren Tahfiz Al-Aziziyyah Lombok, Pondok Pesantren AL-Irsyad Salatiga (Tengaran-peny), dan Pondok Pesantren Al-Furqan Riau ‘’.
Perhatikanlah bahwa Al-Irsyad Tengaran menyebarkan lulusannya di berbagai tempat dan daerah yang didanai oleh jaringan Hizbiyyah internasional semacam Ihya’ut Turots dan Al-Haramain, lebih lengkapnya dapat anda lihat dalam daftar distribusi Alumni yang dikeluarkannya.
Bukti di atas, berasal dari sumber Hizbiyyin sendiri, untuk ke sekian kalinya menegaskan dan membenarkan peringatan Syaikh Rabi’ tentang bahayanya Al-Sofwa dan betapa yayasan ini benar-benar yayasan Tong Sampah! Berbagai elemen Hizbiyyah dapat ditemukan di yayasan ini! Ikhwani ada, Al-Haramain, At-Turots, Sururi, N11, Hizbiyyin-Surkatiyyin, Qutbbiyyin, itulah kenyataan yang sebenarnya terjadi.
Pembaca yang budiman, tidakkah semua tontonan Hizbiyyah yang disodorkan kepada umat, transaksi dinar Hizbiyyah yang dengannya roda dakwah mereka dapat berjalan, kerjasama dan koordinasi antar elemen Hizbiyyah ini adalah bukti tipu daya mereka kepada umat dan ulamanya atas nama dakwah Salaf?! Bagaimana seorang menantu Syaikh Utsaimin Rahimahullah, mereka  dudukkan (di bawah koordinasi Al-Sofwa) di “singgasana megah”nya (Ponpes Ibnu Taimiyyah) muassasah Hizbiyyah Ihya’ut Turots dan Al-Haramain Al-Khairiyah!! Inilah kelicikan mereka dalam upaya melegalisasi keHizbiyyahan dan kekayaan Hizbiyyahnya. Apa kata umat : ‘’Oo berarti….buktinya menantu Syaikh Utsaimin saja mau mendatangi dan bahkan duduk mengajar di ponpes milik Ihya’ dan Al-Haramain! Kalau mereka adalah yayasan hizbi tentu Syaikh tidak akan mau mendatanginya!?’’ Inilah tujuan batil mereka!! Kaum Muslimin harus waspada dengan taktik dan strategi jahat semacam ini, mempermainkan ulama dan mengecoh umat dengan memanfaatkan kesederhanaan alur berpikirnya.
b. Hubungan mesra Yazid Jawaz dengan Al-Sofwa, Ihya’ut Turots dan Al-Haramain/Al-Manahil Al-Hizbiyyah (alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatkegiatan&id=56&id
layanan=13). Al-Sofwa mengadakan diklat Islam untuk pelajar SMU & SLTP se Kodya Bogor, berlangsung 5 hari, pada tanggal paruh sepuluh hari terakhir Ramadhan 1421H. Dipusatkan (lagi-lagi) di Ma’had Yatim Ibnu Taimiyyah Bogor. Didanai secara tunggal oleh Al-Sofwa dan diisi oleh Yazid Jawaz. Masih adakah yang mengingkari bahwa Yazid ini adalah salah satu serdadu bayaran Al-Sofwa?! Pembaca dapat melihat sendiri betapa mesranya hubungan Yazid Jawaz dengan Al-Sofwa dan Ma’had Ibnu Taimiyyah-nya Ihya’ut Turots dan Al-Haramain Al-Khairiyah!!
Pengaruh besarnya di 5 organisasi (Al-Irsyad, DDII, Ihya’ut Turots, Al-Haramain dan Al-Sofwa) menjadikannya sebagai salah satu tokoh sentral dalam acara Daurah Masyayikh Yordan (Lihat VCD Masyayikh Yordan, 5 Desember 2004 ketika berceramah di Istiqlal yang disebarluaskan dan diperjual-belikan oleh Maktabah Abdulloh bekerjasama dengan radio FM Sunnah Jakarta).
Pembaca juga dapat membuktikan keterkaitan antara Al-Irsyad yang diwakili oleh Mubarak dengan Al-Sofwa yang diwakili oleh Zainal Abidin (Wakil Ketua Departemen Dakwah Al-Sofwa Al-Muntada) , mereka berdua berperan sebagai penerjemah. Lihat juga iklannya yang full color full page dengan tarif 1.350.000 yang terpampang di majalah yang menjadi corong Ihya’ut Turots, majalah As-Sunnah At-Turotsy Al-Kuwaity no.11/VIII/2005.
Apakah bukti tersebut merupakan konklusi yang kita paksakan? Ataukah justru merupakan “koalisi senang hati, kantong berisi kita ‘kan jumpa lagi”?! Segala puji hanya untuk Allah yang telah menyingkap tabir berbagai kesamaran.
c. Aliansi Berbagai Elemen Hizbiyyah di Indonesia, MOUH (Memorandum of Understanding Hizbiyyah). (alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatkegiatan&id=45&idlayanan=24) Al-Sofwa mengadakan Diklat Islam Khusus selama 30 hari!! Tanggal 01-30 Agustus 2000M. Lebih tepat jika acara ini disebut sebagai Pemantapan Koalisi Hizbiyyah-Sururiyyah menghadapi dakwah Salafiyyah di Indonesia. Para pengurus inti 11 Institusi terbesar yang mewakili dakwah “Salafy” di Indonesia dikumpulkan dan ditraining selama satu bulan penuh yang menelan dana tidak kurang dari 40 juta rupiah. Diisi 7 orang pemukanya, antara lain:Yazid Jawaz, Quthbiyyin Musthafa Aini (Ka. Dept. Dakwah Al-Sofwa), Tjahyo Suprajoga, Muzayyin Abdul Wahhab (DDII). Pesertanya adalah pengurus inti dari : Al-Furqan Gresik (pimp. Aunur Rafiq), Ponpes Imam Bukhari Solo (Pimp. Ahmas Faiz, mjl.Assunnah),Thaifah Manshurah Kediri (Masrukhin), Nurussunnah Semarang (Faqih Edi Susilo, kandidat doctor), As-Sunnah Cirebon (Ali Hijrah), Minhajus Sunnah Bogor (Yazid Jawaz), Ihya’us Sunnah Bandung (Abu Haidar), Qalbun Salim Malang (Tjahjo Suprajoga), Ittiba’us Sunnah Medan, Al-Muwahidin Makasar (Masrur), Majelis At-Turots Jogja (Abu Nida’)
d.Jalinan kasih-sayang da’i-da’i Sururi dengan gembong-gembong Ikhwani. (alsofwah.or.id/index.php?pilih-lihat kegiatan&id
layanan=25). Yazid Jawaz, Aunur Rafiq Ghufron, Muhammad Yusuf Harun, Abdul Hakim Abdat, Agus Hasan Bashari dan Ahmad Rafi’ BERKOLONI-RIA dengan Dr. Mushlih Abdul Karim. Ikhwani tulen! Top! Lihat penjelasannya ketika membahas Aunur Rafiq Ghufron. Kalau para fana tikus serdadu bayaran Hizbiyyin tersebut (karena tidak mampu membantah secara ilmiyyah bukti-bukti yang kita ajukan) mengajukan pertanyaan secara provokatif :”Apakah kalian akan mengatakan bahwa Ust. Yazid, Abdul Hakim Abdat, Agus Bashari, Aunur Rafiq bukanlah da’i-da’i Salafy? Apa kalian saja yang Salafy?”
Maka balik kita tanyakan kepada mereka: “Pantaskah da’i-da’i kondang yang mengaku menyeru kepada manhaj Salaf ternyata tanpa rasa malu dan “berterang muka” (meminjam gaya bahasa Abdul Hakim Abdat, ma’af) berkelakuan Hizby di siang bolong seperti di atas? Bermesraan dengan Hizbiyyin-Ikhwaniyyin!! Mengaku sebagai da’i Salafy tetapi menjadi serdadu upahan Al-Muntada Al-Sofwa! Serdadu bayaran Ihya’ut Turots! Boneka piaraan Al-Haramain Al-Hizbiyyah?! Ini adalah bukti tak terbantahkan bahwa orang-orang yang mengaku menggembar-gemborkan manhaj Salaf itu ternyata bersandar dengan dinarnya Hizbiyyah, menjalin kerjasama dakwah dengan serdadu-serdadu upahan mereka serta berkoloni-ria dengan gembong-gembong Ikhwani! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Ingat bukan dengan bukti yang kita ajukan bagaimana dia bersama-sama kelompok Sururinya menggarap proyek “Tafsir Heboh Sururi-Ikhwani”? Mereka mencoba menipu umat dengan menyatakan:”Ustadz Yazid, Mubarak dan Abu Ihsan tidak tahu kalau Presiden Ikhwanul Muslimin Indonesia juga dilibatkan dalam proyek ini!!
Kita katakan:”Wahai Hizbiyyun! Kalian mengaku tidak pernah diajari fanatic tetapi kenapa kalian dengan mudah menelan mentah-mentah sebuah kilah yang sudah basi?! Lihat dan perhatikan bahwa bukti yang kami ajukan adalah “Tafsir Heboh Sururi-Ikhwani cetakan Kedua:Dzulhijjah 1423H/Februari 2003″!! Padahal cetakan pertamanya adalah Juli 2001!! Dimana kecerdasan kalian? Yazid, Mubarak dan Abu Ihsan mengaku tidak tahu bahwa Presiden Ikhwani terlibat setelah 2 tahun buku ini beredar di kalangan Sururi dan Ikhwani?! Setelah buku ini mengalami cetak ulang untuk kedua kalinya?! Kalaulah seminggu dua minggu dari cetakan pertama bulan Juli 2001, mungkin itu menjadi alasan yang “tersamar”. Adapun 2 tahun tidak tahu bahwa mereka telah bermesraan dengan Presiden Ikhwani setelah mengalami cetak ulang dua kali? Apakah seusai penerbitan perdananya terwujud mereka “tidak memiliki rasa penasaran” untuk mengetahui hasil karyanya?! Tidakkah Pustaka Imam Syafi’i “berbaik hati” untuk memberikan bonus bagi “orang-orang yang telah berbaik hati” kepadanya?! Telah nampak pada yang demikian ini akibat dari sikap fanatisme yang telah membutakan hati dan mata dari kebenaran di depan mata!!
Kalau mereka berkelit lagi: “Benar ustadz kami adalah serdadu upahan muassasah yang telah ditahdzir Hizbiyyahnya oleh para ulama Ahlus Sunnah tetapi Beliau-Beliau itu tidak mau dan menolak keras dikatakan sebagai Sururi-Ikhwani!!
Maka katakanlah: Benar bahwa pengakuan adalah salah satu metode pembuktian kebenaran, tetapi bukan satu-satunya! Di sana masih ada cara pembuktian yang lain, kesaksian dan barang bukti sebagai hasil kejahatan Hizbiyyah. Kalau kesaksian dapat kita ajukan (seperti kesaksian langsung Ustadz Muhammad As-Sewed sebagai salah satu pendiri Al-Muntada –sebelum berganti nama menjadi Al-Sofwa, dimana Muntada Indonesia merupakan kepanjangan tangan dari Muntada London yang langsung di bawah kendali Muhammad Surur Zainal Abidin!) dan kesaksian Beliau mengenai “Tragedi Tengaran” ketika Daurah Abdurrahman Abdul Khaliq yang secara heroik menjadi benteng bagi kesesatan Yusuf Qaradhawi dan barang bukti kejahatan Hizbiyyah-Sururiyyah-Ikhwaniyyah-Surkatiyyah dapat kita tunjukkan kepada umat! Bersumber dari lingkungan Hizbiyyah sendiri!! Tempat Kejadian Perkaranya!! Tanggal dan bulan terjadinya perkara! Tahun terjadinya kemesraan Ikhwaniyyah itu! Siapa saja pelakunya! Belum lagi bukti berupa buku-buku yang terbit dari hasil kerjasama Hizbiyyah-Ikhwaniyyah!
Maka tidak ada artinya lagi, apakah mereka mengaku sebagai Sururi atau tidak! Dan lihatlah kenyataan ini, betapa mayoritas pelaku kejahatan tidak akan pernah mengakui kejahatannya, “Maling teriak Maling”. Berkelit, berkilah, mengingkari, menolak keras dan bahasa-bahasa gaul yang dikenal akrab dalam kamus penjahat adalah kelaziman di sisi mereka.
Bukti lainnya adalah rujuknya beberapa da’i yang dulu menjadi panglima-panglima perang Hizbiyyin dalam melawan barisan dakwah Salafiyyah. Adalah nikmat dari Allah  bahwa mereka telah rujuk dan berbalik menerangkan, menyingkap dan mengungkap kebohongan-kebohongan yang selama ini dilancarkan oleh da’i-da’i Sururi demi keselamatan dakwah Hizbiyyahnya. Lihatlah bagaimana Ustadz Abu Mas’ud dengan mantap mengatakan : ”Adapun Yazid, Hizby tulen!!” (Kaset Bantahan terhadap Prinsip-Prinsip Batil Abdul Hakim Abdat)
Pengakuan semata tanpa ada dalil, (bahkan-peny) bertolak belakang dengan kenyataan, tidaklah berarti apa-apa dan tidak bermanfaat sedikitpun. Sekiranya pengakuan saja dapat bermanfaat, tentulah pengakuan orang-orang Yahudi dan Nasrani akan bermanfaat dan benar tatkala mereka mengklaim bahwa Al-Jannah (surga) itu khusus untuk mereka. Seperti firman-Nya :
“Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata:’Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani’. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah:’Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar” (Al-Baqarah:111)

Tidak bisa dipungkiri bahwa Yazid, Aunur Rafiq, Khalid Syamhudi, Abu Nida’, Ahmas Faiz adalah “magnet” yang dipasang Al-Sofwa untuk menyukseskan berbagai kegiatan dakwahnya. Nyata bahwa profesi sebagai “agen ganda” muassasah Hizbiyyah lainnya sama sekali bukan halangan bagi yayasan Tong Sampah ini untuk memakai mereka dalam mendukung dakwahnya.

Sinerginya berbagai kekuatan Hizbiyyah merupakan agenda pokok bagi mereka. Dan hadirnya elemen-elemen Hizbiyyah ini dalam daurah Masyayikh Yordan menjadi bukti betapa diantara mereka ternyata saling membutuhkan, tergantung satu sama lain, membelit dan berkelindan, saling memperkuat dan saling silang diantara para da’inya. Lebih jelasnya lihat Keterlibatan Kaki Tangan Ihya’ut Turots dalam Acara Daurah Masyayikh Yordan. Bendera muassasah boleh berbeda tetapi tetap seiring dalam melangkah, tuk menggapai tujuan dinar Hizbiyyah yang sama.
Dari link Yazid inilah terjalin hubungan antara Sururi dengan DDII (Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia) yang kelahirannya dibidani oleh Bapak Muhammad Natsir Almarhum.

Secara rutin dia mengisi kajian di masjid Dewan Dakwah Jakarta setiap hari Selasa jam 13.30-Ashar. Da’i Sururi lainnya yang nimbrung di DDII adalah Abu Qatadah si Pedang Tumpul yang haus akan Fulus[5], mengisi tiap pekan terakhir Ahad jam 10.00-Dhuhur, kadang-kadang Abdul Hakim Abdat yang mengisi khutbah Jum’atnya. Abu Umar Basyir (pimpinan majalah Sururi Ar-Risalah) pun pernah turut menyemarakkan dalam kegiatan bedah buku berjudul:”Kupas Tuntas Dunia Lain”. Masjid Al-Furqan ini pada tahun 1988 mendatangkan Mufti Ikhwani kaliber internasional, Yusuf Al-Qaradhawi (ingatlah bahwa orang inilah yang dibela “mati-matian” oleh Abdurrahman Abdul Khaliq di Pesantren Al-Irsyad Tengaran walaupun dengan itu dia harus menghina dan melecehkan Salafiyyin!).
Isi Buku “Menunaikan Panggilan Risalah, Dokumentasi Perjalanan 30 Tahun DDII” yang disusun oleh Lukman Hakim dan Tamsil Linrung mengungkap kerjasama antara DDII dengan beberapa Jum’iyyah Hizbiyyah sebagaimana kerjasama yang dilakukan oleh Sururiyyin Indonesia lainnya.. “Untuk memperlancar aktifitas Komite tetap, Dewan Dakwah menggalang kerjasama dengan bait Al-Zakat Kuwait, HAI-AH IGHATSAH JEDDAH, Hai-ah Khairiyah Islamiyah Kuwait, Lajnah Alam Islami, Lajnah Muslim Asia Kuwait,dan LAJNAH KHAIRIYAH MUSYTAROKAH IHYA TUROTS ISLAMI KUWAIT (hal.38).

Pada titik ini mereka ternyata memiliki “induk semang dinar hizbiyyah” yang sama.
Rincian proyek-proyek yang dihasilkan oleh DDII antara tahun 1992 hingga tahun 1997:
…3.  8 masjid, 2 madrasah dan 3 sumur bekerjasama dengan Ihya Turots Islami Kuwait (melalui Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab –LIPIA- dan Lajnah Khairiyah Musytarokah, Jakarta)
(catatan: LIPIA Jakarta adalah lembaga pendidikan yang paling banyak meluluskan Ikhwani bergelar Lc. Lembaga Ihya’ut Turots juga bekerjasama dengan jaringan Abu Nida’ dan Ahmas Faiz serta Pesantren Al-Irsyad Tengaran dan PP. Al-Irsyad-peny)
4. 17 masjid, bekerjasama dengan Lajnah Alam Islami Jam’iyah Islah Ijtima’i, Kuwait
6. 10 masjid, 5 madrasah, bekerjasama dengan Rabithah Alam Islami lewat Maktab Jakarta (lembaga yang sama juga bekerjasama dengan Al-Irsyad-peny)
7. 180 masjid (turut andil) bekerjasama dengan Syarikah Al-Rajhi Riyadh, Saudi Arabia (lembaga yang sama juga dimintai dana oleh PP. Al-Irsyad-peny) (ibid, hal.35)
Di buku yang sama, pada halaman 50 disebutkan bahwa DDII bekerjasama juga dengan 12 organisasi, salah satunya Al-Irsyad. Geys Amar adalah orang Al-Irsyad, Didin Hafidhudin mantan Presiden Partai Ikhwani yang diberi beasiswa oleh L-DATA Al-Ikhwani pimpinan Muhammada Yusuf Harun, Amin Rais mantan Presiden PAN, Muzayyin Abdul Wahab dedengkot DDII dan Al-Sofwa As-Sururi.
Di buku ini (hal.31) juga disebutkan bahwa DDII mendirikan Islamic Center Ibrahim Mailim di Solo. Di Islamic Center inilah Sururi Solo dan sekitarnya bercokol!!
Lebih jelas dan nyata adalah kaitan antara DDII dengan Takfiriyyin Ba’asyiriyin. Bukan rahasia lagi bahwa KOMPAK yang dibiayai oleh DDII dikuasai oleh jaringan NII-Ba’asyiry (Laskar Mujahidin). Dalam beraksi, bahkan mereka tega untuk menghancurkan wajah teman sendiri yang telah tertembak demi untuk menghapus dan menghilangkan jejaknya. Di situs KOMPAK-DDII Jawa Tengah, Abubakar Ba’asyir memiliki pengaruh dan jabatan tinggi, sebagai penasehat!! Data dari situs Kompak DDII http://www.megaone.comkompakberitautama.htm, nampak Kompak/Laskar Mujahidin ini bermarkas di Gedung Islamic Centre, Jln. Pabelan Baru 77 Kartosuro, Sukoharjo. Dan dalam http://www.megaone.comkompakprofil4.htm nampak jelas Abu Bakar Baasyir adalah penasihat Kompak DDII, bersama K.H. Naharussurur, K.H. Wahyudin (pimpinan pondok Ngruki?), Dr. (HC).H. Suparno ZA, dr. H. Zainal Arifin Adnan. SpPD, H.M. Haryanto, H. Muhammad Djoko Setyono. KETUA UMUM KOMPAK DDII H. ARIS MUNANDAR. LC (keterangan: Ketua DDII-KOMPAK ini berasal dari Boyolali, Wakil Ketuanya adalah  Abu Ibad Sutono, Sekretaris Umum Drs. Abu Mush'ab Mrd, Divisi Penerangan & Pendidikan Amir Mahmud Ma'ruf, Ust. Shihabudin AM, Ust. Badru Tamam, Lc, Ust. Abu Za'id H. Maka jelas sudah dan tidak diragukan lagi bahwa di dalam DDII terkumpul berbagai macam aliran, yang berpemikiran Khariji Abu Bakar, Aris Munandar dkk, bersama dgn politikus dll. Hati-hatilah dari tempat pengajian DDII, karena Yazid Jawas jelas bersatu-padu dengan DDII dalam beberapa tahun terakhir dan tidak melakukan hal yang berarti untuk menunjukkan al Wala' wal Bara atas hizbi disana. Bahkan cenderung mempopulerkan markas DDII, sehingga 'salaf-i' disana cukup menyebut tempat kajian mereka dengan "masjid DDII". Allahul musta'an. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. <br />Sudahkah Yazid Jawaz menunjukkkan Al-Wala' dan Al-Bara'nya dengan memperingatkan umat akan bahaya dari berkumpulnya berbagai manhaj dan firqah gado-gado seperti di atas ketika mengisi taklim di Masjid Al-Furqan DDII Jl. Kramat Raya 45 Jakarta? Dan jangan engkau mencoba untuk berkelit wahai Yazid, karena VCD ceramahmu di Masjid Al-Furqan dijual secara bebas di pasaran lengkap dengan wajah "tuan" yang tentunya belumlah kami lupakan!! <br />Adapun Aris Munandar KOMPAK-DDII berbeda dengan Aris Munandar si "Da’i Lintas Manhaj" pengasuh radio taruna Al-Qur'an yang merupakan organisasi mantel LDATA. Hubungannya dengan kaki tangan Sururi Ihya'ut Turots dan turunannya serta orang-orang Khawarijnya Ba'asyir bukanlah hal yang bisa ditutup-tutupi lagi. Beberapa buktinya:<br />

Lebih lanjut baca disini http://tukpencarialhaq.com/bukti-fakta-it/al-sofwa-al-muntada-pendukungnya/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s