UST. SALAFY: ABU USAMAH PEMAKAN HARTA HARAM, PENCURI, PENGEMIS & KORUPTOR !!

Posted: Mei 31, 2013 in SESAMA SALAFY SALING MENCACI & MEMUSUHI

SALAFY-UST-LUQMAN-DUSTA

Tulisan ini 100% di ambil dari blog Salafy sendiri [sumber ada paling bawah], sebagai nasehat (umumnya kepada kita semua) agar bercermin untuk membenahi & memperbaiki permasalahan yang ada di tubuh ‘internal’ sebelum membenahi atau memperbaiki diluar golongannya (external).

PENDAHULUAN

Segala pujian yang sempurna bagi Alloh. Dan aku bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang benar selain Alloh dan bahwasanya Muhammad itu adalah hamba dan utusan-Nya. Wahai Alloh limpahkanlah shalawat dan salam kepada Muhammad dan keluarganya, kemudian daripada itu:

Sesungguhnya ular itu walaupun bersembunyi sekian lama di liangnya dan menyabarkan diri untuk itu, mau tidak mau dia akan keluar juga pada suatu hari. Demikian pula seorang hizbi meskipun bersembunyi di balik sutra As Salafiyyah, mau tidak mau suatu saat dia akan mengeluarkan juga kebusukannya yang tersembunyi.
Alloh ta’ala berfirman:
﴿وَاللَّهُ مُخْرِجٌ مَا كُنْتُمْ تَكْتُمُون﴾ [البقرة/72]
“Dan Alloh mengeluarkan apa yang kalian sembunyikan.” (Al Baqoroh 72)
﴿أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ أَنْ لَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ أَضْغَانَهُم﴾ [محمد/29]
“Apakah orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit menyangka bahwasanya Alloh tak akan mengeluarkan kedengkian mereka.” (Muhammad 29)

semoga bantahan ini bisa membuka pemahaman yang murni dan bersih di atas bimbingan KITABULLOH AL QURAN dan AL HADITS shahihain.

berusaha berpijak bukan dari ta’ashub kepada suatu tokoh atau sikap ashobiyah yang buta tidak bisa membedakan mana yang bathil mana yang haq ” kebenaran “.

semoga alloh merahmati kita.

dalam hal ini kami berusaha untuk menempuh jalan ke taqwa’an,demi mengharapkan pahala dan masuk ke dalam jannah-Nya.

oleh karena itu barakallahufiik,ana berusaha sekuat tenaga untuk menolong para ahlu haq dan kehormatan para ULAMA AHLU SUNNAH dan para asatidz yang di zholimi oleh orang – orang yang memiliki penyakit kronis.nauzubillah

dalam hal ini mencoba untuk menguraikan tuduh2an dusta buhtan yang berasal dari  ” ABDUL GHOFUR AL MALANJI “

abdul ghofur berkata : “ ”….kasihan mereka itu adalah para pengemis yang hina, jijik dan kotor serta busukbaunya… ” (HIZBIYYAH BERLAGAK JAHILIYYAH, footnote no.1) “

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَاناً وَإِثْماً مُّبِيناً

.58. Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. ( surat al azhab 58)

Imam al-Qurthubi rohimahulloh berkata: “Menyakiti orang mukmin boleh jadi dengan perbuatan dan perkataan yang keji, seperti menuduh dan mendustakannya.” (Tafsir al-Qurthubi 14/240)

Sungguh amat berbahaya menyakiti orang yang beriman, karena dosanya berhubungan sesama hamba. Berbeda halnya dengan dosa yang hubungannya dengan hak Alloh subhanahu wa ta’ala, karena Alloh subhanahu wa ta’ala Maha Pengampun dan tidak membutuhkan kepada hamba-Nya. Oleh karena itu para ulama Sunnah membedakan taubatnya orang berbuat dosa yang berhubungan dengan Alloh subhanahu wa ta’ala dan taubatnya orang yang berbuat dosa kepada sesama manusia. Orang yang menyakiti orang mukim tidak cukup dengan istighfar kepada Alloh, bertekad tidak mengulangi, dan menyesali perbuatannya. Akan tetapi pelakunya harus menyelesaikan perkaranya dengan orang yang didholimi.
Rosululloh shollallohu ‘alaihi wassallam bersabda: “Orang mati syahid diampuni semua dosanya kecuali hutang.” (HR. Muslim 6/38)

Mujahid rohimahulloh berkata: “Mereka dihukum karena mencela dan menuduh orang mukmin yang tidak berbuat dosa.” (Tafsir al-Baghowi 6/376)

Ini masalah hutang harta, yang tidak bisa dibebaskan dengan mati syahid di medan laga, maka bagaimana kiranya menyakiti ulama Sunnah. Tidak mustahil do’a mereka dikabulkan, atau bahkan Alloh subhanahu wa ta’ala menghukum mereka sekalipun yang didholimi mengabaikannya. Waspadalah dengan peringatan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wassallam berikut ini! “Dan takutlah kalian dengan do’anya orang yang dianiaya, karena do’a dia tidak dihalangi oleh Alloh. (HR. Bukhori 6/12)

Abu Huroiroh a/ Rosululloh shollallohu ‘alaihi wassallam bersabda: “Tahukah kamu siapa yang rugi atau bangkrut?” Mereka menjawab: “Orang yang rugi di kalangan kita ialah orang yang tidak memiliki dirham dan harta.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya orang yang rugi dari kalangan umatku pada hari Kiamat, mereka menjalankan sholat, berpuasa, mengeluarkan zakat, akan tetapi dia mencaci orang ini, menuduh orang ini, memakan harta orang ini, membunuh orang ini dan memukul orang ini. Lalu orang yang mendholimi diambil kebaikannya untuk orang yang didholimi, dan yang lain diambilkan dari kebaikannya, sehingga apabila telah habis kebaikan orang yang mendholimi, padahal belum selesai perkaranya, maka diambilkan dosa orang yang didholimi, lalu dituangkan kepadanya, lalu dia dilemparkan ke neraka.” (HR. Muslim 6/12)

Makna ayat secara secara umum
Syaikh Ibnu Baz rohimahulloh berkata: “Setiap orang mukmin laki-laki dan perempuan dilarang menyakiti saudaranya, tidak boleh menyakiti badannya, hartanya dan kehormatannya. Sesama kaum muslimin wajib tolong-menolong dalam hal kebaikan dan ketakwaan. Mereka hendaknya saling nasihat-menasihatinya, berwasiat dengan kebenaran dan kesabaran. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wassallam bersabda: ‘Setiap muslim hendaknya menghormati muslim lainnya, tidak boleh menyakiti badannya, hartanya dan kehormatannya. Sedangkan ketakwaan tempatnya di dada. Maka cukuplah orang itu dikatakan jelek apabila menghina saudaranya.’ Hadits ini diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab shohihnya. Alloh subhanahu wa ta’ala mengharamkan menyakiti orang mukmin dalam bentuk apapun, dimana pun dan kapan pun.” (Majmu’ Fatawa wa Maqolat Ibnu Baz 14/151)

ABDUL GHOFUR AL MALANJI berkata :

“…begitu pula memakan harta harom (baik dengan cara mencuri, mengemis atau korupsi),…. Maka apakah kemudian orang-orang jelek seperti mereka itu mau dibenarkan dalam pengakuan bahwa mereka berada di atas al-haq?!! Tentu tidak akan ada yang mau mengakui mereka, menerima dan berteman dengan mereka melainkan hanya orang-orang gendeng semisal mereka.” (ibidem, paragraf akhir)

Harga Bank Salim BCA Al Hilali

Tetapi tahukah pembaca sekalian bahwa orang yang mereka elu-elukan, mereka bangga-banggakan, mereka Asy-Syaikh-kan, Al Allamah-kan dan di-Al Muhaddits-kan serta dipersilahkan oleh Al-Hajuri untuk melawan Asy Syaikh Muhammad bin Hadi hafidzahullah, yakni Abu Usamah Salim bin Ied Al-Hilali adalah seorang pemakan harta harom ummat, pencuri, pengemis sekaligus koruptor (wahai Abul Abbas dkk.) penggarong dana Markaz Al-Albani??! Lalu berapa dia jual harga diri (meminjam fatwa Khidhir) kehinaannya, kejijikannya dan kekotoran serta kebusukan baunya? Kalaulah bobot hizbiyah seseorang bisa dinominalkan, tentulah harga Bank Salim BCA Al Hilali adalah senilai 5000 dollar!!

transsfer
coba perhatikan arah panah merah gambar di atas : tertera nota pada tanggal 19 – 04 – 2004

dengan modal bukti seperti ini ABDUL GHOFUR AL MALANJI berani berkata seperti ini  kepada ULAMA AHLU SUNNAH :

Abu Usamah Salim bin Ied Al-Hilali adalah seorang pemakan harta harom ummat, pencuri, pengemis sekaligus koruptor (wahai Abul Abbas dkk.) penggarong dana Markaz Al-Albani??!

bagaimana orang berakal bisa menerima komentar seperti ini ? kepada ULAMA AHLU SUNNAH ? darimana dia abdul ghofur tahu bahwa dana itu hasil mengemis ? tuduhan tuduhan jelas menunjukkan bahwa komentar dia sudah terlihat nampak bahwa yang bicara dalam jiwa yang di rasuki syaithon iblis la’natulloh.

apalagi tuduhan itu di arahkan kepada ULAMA RABBANIYYIN,pewaris nabi orang yang paling takut kepada ALLOH.

yang perlu di curigai bagaimana ” struk nota bank ” bisa di tangan abdul ghofur al malanji ? padahal itu jelas tertera tanggal dan tahunnya 2004 ? bagaimana itu yg sudah lampau masi tersimpan dan di jadikan senjata ?

di tarik benang merah menurut ana pribadi ” ada persengkongkolan antara pihak AL IRSYAD dan pihak LUQMANIYYUN ” untuk menjatuhkan KEHORMATAN ASY SYAIKH SALIM IED AL HILALY hafizhohulloh yang pernah di undang oleh pihak AL IRSYAD.

secara tidak mungkin itu tersimpan lama,untuk apa di simpan ? bagaimana itu bisa di tangan ABDUL GHOFUR AL MALANJI ?

wallahu a’alam bishowab semoga alloh memberi bantuan kepada kami untuk menyingkap makar ini

ABDUL GHOFUR  AL MALANJI  berkata :

Setelah ditanya kemana larinya dana tersebut maka Salim berusaha menyembunyikannya dan mengkhianati amanah.

siapa yang bertanya kepada asy syaikh salim ied al hilaly hafizhohulloh >? ” sepertinya dia abdul ghofur al malanji sudah mulai terlihat belangnya ” bagaimana bisa kamu dapat info seperti itu >? padahal ada kedua pihak antara DONATUR dan PENERIMA bantuan.

mana bukti rekaman atau catatan bahwa beliau menggelapkan uang menghianati amanah >?

dalam Al-Qur`anil Karim, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ
“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah oleh kalian kebanyakan dari persangkaan (zhan) karena sesungguhnya sebagian dari persangkaan itu merupakan dosa.” (Al-Hujurat: 12)

Berdosa dan berbuat salah merupakan sifat manusiawi tiap orang. Siapapun orangnya, dalam kehidupan sehari-harinya, baik secara sadar maupun lengah, pasti ia pernah atau bisa jadi sering melakukan dosa. Rasulullah bersabda, “Semua anak Adam adalah pendosa, dan sebaik-baiknya pendosa adalah mereka yang bertaubat” (HR. Ahmad dan al-Tirmidzi).

Dari Ibnu Abbas rodhiallohu ‘anhu bahwa Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika semua orang dibiarkan menuduh semaunya, niscaya akan ada banyak orang yang menuduh harta suatu kaum dan darahnya. Oleh karenanya, haruslah seseorang yang menuduh itu menunjukkan bukti-buktinya dan yang menolak wajib untuk bersumpah.” (Hadits hasan diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dan yang lainnya, sebagiannya terdapat dalam kitab Shahih)

Kedudukan Hadits
Hadits ini sangat penting karena merupakan dasar dalam bab hukum dan perselisihan.

Bukti
Bukti adalah segala sesuatu yang menunjukkan kepada yang benar. Dengan demikian bukti itu sangat banyak macamnya dan berbeda-beda sesuai dengan perbedaan waktu dan tempat.
Bukti dibutuhkan pada setiap pengakuan. Maka pengakuan tanpa bukti tidak dihiraukan. Namun ada kalanya meski penuduh tidak membawa bukti dibutuhkan sumpah dari yang dituduh jika dia mengingkarinya.

Keputusan Hakim
Hakim tidak boleh memutuskan berdasarkan yang dia ketahui, tetapi harus berdasarkan bukti-bukti. Mana yang lebih kuat buktinya itulah ysng dia menangkan meskipun dia tahu bahwa yang buktinya lebih kuat telah berbuat curang. Maka dalam perselisihan, keputusan hakim tidak mesti benar. Oleh karena itu tidak boleh bagi seorang mengambil hak orang lain dengan alasan karena hakim memenangkannya. Dia menjadikan keputusan hakim sebagai kebenaran, padahal dia tahu bahwa dirinyalah yang bersalah

ABDUL GHOFUR AL MALANJI berkata :

Skandal ini baru diketahui ketika syaikh-syaikh Al-Albani Center datang ke binaannya para hizbiyyun Irsyadiyyun di Indonesia pada sekitar bulan Syawal 1430H atau Oktober 2009M. Berikut pamflet hizbiyyun yang tersisa mengenai kedatangan Ali Hasan dan Musa Nasr yang didatangkan oleh Perhimpunan Al-Irsyad1: “Wig/rambut palsu” Al-Allamah Al-Muhaddits Salim itupun terjatuh…dan tersingkaplah ke”botak”an akhlaqnya dan ke”gundul”an rasa malunya. Dan sungguh tindakan yang sangat hina tanpa malu bahwa perilaku menjijikkan Al-Allamah Al-Muhaddits Dollarman semacam ini (mencuri, menilep dana) tidaklah malu diakui sendiri oleh si pencuri Salim dan bahkan para pemujanya dari kalangan Hajuriyyun


بسم الله الرخمن الرحيم
Pada Hari Selasa tanggal (kalau tidak salah bertepatan tanggal 13
Rabiul Awal 1430 H), Pada pelajaran Antara Maghrib dan Isya di Darul
Hadits Dammaj. Syaikh Yahya meminta seorang ikhwan membacakan surat
dari Syaikh Salim Ied Al-Hilaly kepada beliau ,
yang intinya beliau berada berbeda dengan Ali Hasan Abdul Hamied :
– Beliau berlepas diri dari Hizbiyyah
– Beliau berlepas diri dari Abul Hasan Al-Mishri dan semisalya
– Beliau berlepas di dari Jam’iyat di Kuwait, Uni emirat Arab dan
Yaman (bahkan beliau mengatakan bahwa Jam’iyat2 tersebut secara
dzhohir salafiyah akan tetapi pada hakikatnya Hizbiyyah)
– Beliau berlepas diri Pemilu…
– Memuji Darul Hadits Dammaj

Insya Allah akan segera diterjemahkan, Insya Allah bermanfaat .

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله وحده، والصلاة على نبيه وعبده، وآله وصحبه ووفده.
Dari Salim bin ‘Ied Al Hilaaly.
Untuk saudaranya fillah Syaikh Yahya Al Hajury semoga Allah memberikan kepadanya taufiq dalam segala kebaikan dan menjaganya dari setiap kejelekan dan kejahatan dan juga untuk saudara-saudaranya para masyayikh da’wah salafiyyah di negri Yaman yang bahagia semoga Allah membahagiakan mereka dengan kebaikan dan menjaga mereka dari kemungkaran.
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Kemudian daripada itu:

Setelah bertanya tentang keadaan dan kabar Anda, aku berharap kepada Allah subhanahu wata’ala agar Anda dalam keadaan kebaikan dan keselamatan baik agama maupun dunia serta keluarga dan juga saudara-saudara Anda para masyayikh dan semua murid-murid Anda.

Saudaraku yang mulia, sesungguhnya menjaga hubungan di antara kita termasuk sebab terbesar dalam menjelaskan kebanyakan permasalahan yang terkadang tercampur di dalamnya penukilan, tergoncang di dalamnya ucapan, serta dikacaukan oleh orang-orang yang memiliki tujuan yang dalam hati mereka ada keinginan-keinginan.

Hal ini dengan karunia Allah kepada kita termasuk perkara yang paling jelas sebagai dalil dan penguat, yang mana barangkali Anda ingat saat aku kirim surat kepada Syaikh Muqbil : meminta musyawarah pada beliau tentang pembangunan markiz Al Imam Al Albani : dan Andalah -semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan- yang menyampaikan jawaban beliau dan sikap beliau saat kita bertemu di Inggris dalam pertemuan yang bersifat persaudaraan itu.

Saudaraku yang tercinta, -semoga Allah memuliakannya dengan ketaatan dan menolongnya dengan sunnah-, sesungguhnya aku dengan karunia Allah dan taufiq-Nya masih terus -dan juga sebelum itu- dengan idzin Allah mencintai da’wah salafiyyah, menyeru kepadanya, kokoh di atasnya sebagaimana yang telah kami pelajari dari para Masyayikh kami Syaikh Albani Syaikh ibnu Baaz, Syaikh Al Utsaimin, Syaikh Muqbil rohimahumulloh jami’an saling menolong dengan salafiyyin di setiap tempat dan waktu, kami berlepas diri kepada Allah dari ahlil bid’ah, hizbiyyun dan orang-orang yang menempuh jalan mereka.

Maka untuk itu sikapku terhadap pergerakan hizbiyyah dan yang bercabang atasnya atau darinya telah diketahui sebagaimana dalam kitabku “Al Jama’at Al Islamiyyah Al Mu’ashiroh fi Dho’il Kitab was Sunnah bi Fahmi As Salafish Sholih” yang aku tulis sejak tiga puluh tahun yang lalu.

Adapun mereka para da’i-da’i yang awal mulanya -yang nampak bagi kita- di atas rel keumuman bersama salafiyyin kemudian berbalik haluan dari salafiyyah dan para masyayikh kami dengan kasar seperti Ar’ur( ), Al Magrowi( ), dan Al Ma’ribi( ), maka aku bukanlah dari mereka sedikitpun, tidak di waktu sekarang dan tidak pula di waktu mendatang sampai mereka kembali ke da’wah yang berkah ini dan meninggalkan ahlal bid’ah, yang mana mereka memujinya dan kembali dari ucapan-ucapan yang menyelisihi dasar-dasar da’wah salafiyyah dan yang mengokohkannya.

Dan juga yang mengikuti mereka, dari kalangan berbagai Jam’iyyat (Yayasan) di Kuwait, di Emirat, di Yaman… yang zhohirnya salafiyyah tapi batinnya hizbiyyah yang patut dibenci. Adapun Muhammad Hassan( ) dan Al Huwaini( ) serta anak buahnya dari orang-orang Mesir sungguh telah aku jelaskan keadaan mereka di sebagian kitab-kitabku dan di berbagai macam pelajaran-pelajaranku maka mereka bukanlah salafiyyin sejak awal bahkan mereka Quthbiyyun hingga akarnya.
Dan adapun siapa yang memuji mereka di negri kami, merekomendasinya, memberikan berbagai udzur untuk mereka, maka mereka tidak ada hubungan denganku sejak dua tahun yang lalu baik dekat maupun jauh.
Adapun permasalahan pemilu, itu menurutku rancangan iblis yang dipergunakan oleh pedagang-pedagang da’wah sebagai batu loncatan, dan aku tidak mendukungnya baik pangkal atau kulit arinya, dan telah aku jelaskan hal itu

dengan rinci dan asal muasalnya dan dalam kitabku “Manahij Al Harokat Al Islamiyyah Al Mu’ashiroh Fi Taghyir ‘Ardh wa Naqd”.
Dan meskipun sedikitnya hubungan di antara kita, akan tetapi kami senantiasa menyebutmu dengan baik dan kami menganjurkan Thullab –setiap kami diminta pendapat- untuk berhubungan dengan Darul Hadits di Dammaj. Markiz ini telah dianggap sejak zaman Syaikh Muqbil : termasuk dari tempat-tempat Salafiyyah yang benar di alam ini, dan aku berharap untuk tetap seperti itu.

Barangkali risalah ini bisa sebagai pembuka kebaikan untuk saling menolong sesama kita dalam kebaikan dan taqwa dan untuk saling nasehat menasehati di dalam kebenaran dan kesabaran, saling menyayangi, bertukar pendapat dalam perkara yang membantu kita semuanya untuk istiqomah di atas manhaj salafy yang benar, dan aku mengharap Anda dan juga para masyayikh di Negri Yaman yang bahagia untuk mendapatkan setiap kebaikan dan Taufiq.

Aku memohon kepada Allah subhanahu wata’ala untuk menyatukan kalimat kita di atas kitab-Nya dan Sunnah Nabi-Nya dan di atas pemahaman Shohabat yang mulia menyatukan lagi keretakan kita, mengkokohkan persatuan kita, menolong da’wah kita, memberkahi perjuangan kita dan menjaga kita dan kalian dari kejahatan orang-orang kafir, ahlul ahwa dan bid’ah serta tidak menjadikan untuk mereka jalan untuk menyerang kita.
إنه وليّ ذلك والقادرعليه
Saudaramu yang mencintai
Abu Usamah Al Hilaly
12/Robi’ul Awwal/1430

dan ini jelas bahwa beliau asy syaikh salim ied al hilaly hafizhohulloh,berlepas diri dengan ALI HASSAN dll apalagi semisalnya MUA’SASAH AL IRSYAD.

dan beliau sendiri berkata tentang ORGANISASI DA’WAH adalah hizbiyyah.

Al Imam Al Wadi’iy -rohimahullohu- ditanya:
هل من ينسب إلى هذه الجماعات من الذين لا يعرفون عنهم أي شيء يعدّ منهم أم لا؟
“Apakah orang orang yang menisbatkan diri kepada jama’ah-jama’ah ini dari kalangan orang-orang yang tidak tahu keadaan mereka sedikitpun berarti dia itu termasuk dari kelompok mereka ataukah tidak?”
Maka beliau menjawab:
الذي ينتسب إليهم وهمه نصرة الدين ولا يعرف عنهم شيئاً فهو على نيته، لكن بعد أن يبلغ بأن هذه الجماعات مبتدعة ولا يجوز أن ينتسب إليها فقامت عليه الحجة وجب عليه أن يبتعد عن هذا. (“غارة الأشرطة”/2/ص34/دار الآثار).
“Orang yang menisbatkan diri kepada mereka padahal tujuannya adalah untuk menolong agama, dan dia itu tidak tahu keadaan mereka sedikitpun, maka dia itu berdasarkan niatnya. Tapi setelah sampai kepadanya bahwasanya jama’ah-jama’ah tadi adalah mubtadi’ah dan tidak boleh baginya untuk menisbatkan diri kepada mereka maka telah tegak hujjah terhadapnya dan wajib baginya untuk menjauh dari yang demikian ini.” (“Ghorotul Asyrithoh”/2/hal. 34

ABDUL GHOFUR AL MALANJI berkata :

Bagaimana jika kita bungkam hilah hina dan murahan si Hajuriyun Pendusta ini dengan bukti bahwa Salim Pencuri inilah sesungguhnya yang gemar mengobral pendapatan gelapnya untuk membeli tanah yang sangat luas ATAS NAMA ISTRINYA?!! Tetapi sayang bukan saat ini kesempatan untuk membeberkan buktinya…

Tindakan seperti ini dalam kamus KPK (Kita Perangi Koruptor) bisa dikatagorikan sebagai Penyalahgunaan Jabatan untuk Memperkaya Diri Sendiri (dan atau orang lain) atau dalam istilah kerennya disebut “Gayus Tambunan“. Walaupun si “Gayus Tambunan” ini dirias beramai-ramai dengan “wig/rambut palsu” sebagai “Al-Allamah Al-Muhaddits” oleh segenap Hajuriyyun, akan tetapi sungguh dia tidak akan bisa lari dan berkelit dari bukti-bukti dan dokumen yang menunjukkan dengan jelas betapa “botak” akhlaq dan kedustaannya.

coba kita perhatikan ucapannya di atas membawa nama lain ” yang tidak ada hubungan persoalan ini “.sisi jelek ABDUL GHOFUR AL MALANJI yang tidak sesuai orang ber akal sesuai fitrohnya yang bersih berusaha lurus untuk bisa memahami komentar ini ? ? ?

limadzaa ? dalam persoalan terntentu membawa nama2 yg tidak ada kaitannya dengan persoalan ini lari dari pembahasan.bahwa ini jelas mulai tersingkapnya bahwa ” PENULIS ARTIKEL ABDUL GHOFUR AL MALANJI ” hobynya suka mengkonsumsi berita berita fenomenal di kalangan PEMERINTAHAN.

sepertinya dia tidak sadar apa yang dia ungkapkan,bahwa dia ” ABDUL GHOFUR AL MALANJI ” menyingkap AIB AIB pemerintahan indonesia.

dan ini bukti sisa sisa kebobrokan manhaj LASKAR JAHAT ” anjing anjing neraka yang masi bersemayam di kepalanya.

Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah ditanya:

Apakah termasuk manhaj salaf mengkritik penguasa di atas mimbar-mimbar? Dan bagaimana manhaj salaf dalam menasehati penguasa?

Beliau menjawab: Bukan termasuk manhaj salaf menyebarkan aib para penguasa dan menyebutkannya di atas mimbar-mimbar, sebab yang demikian akan menyebabkan kekacauan, dan penguasa tidak lagi didengarkan dan ditaati dalam perkara yang ma’ruf, dan menyebabkan mereka sibuk dalam perkara yang memudaratkan dan tidak mendatangkan manfaat. Namun metode yang diikuti dari kalangan salaf adalah adanya nasehat antara mereka dengan penguasanya, menulis surat kepadanya, atau menghubungi para alim ulama yang memiliki akses kepadanya sehingga dapat diarahkan kepada kebaikan.

Mengingkari kemungkaran dapat dilakukan dengan tidak menyebutkan pelakunya, dan cukup dengan cara mengingkari kemaksiatan dan memberi peringatan darinya, tanpa menyebutkan bahwa si fulan yang melakukannya, apakah dia seorang penguasa atau bukan.

Tatkala muncul fitnah di zaman Utsman Radiyallohu ‘anhu, sebagian orang bertanya kepada Usamah bin Zaid Radiyallohu ‘anhu : Mengapa engkau tidak mengingkari Utsman?! Beliau menjawab : Apakah aku mengingkarinya di hadapan manusia?! Namun aku mengingkarinya antara aku dan dia, dan aku tidak akan membuka pintu kejahatan yang menimpa manusia.” (HR. Muslim: 2898)

Tatkala mereka membuka pintu fitnah di zaman Utsman Radiyallohu ‘anhu, dan mereka mengingkari Utsman Radiyallohu ‘anhu secara terang-terangan, maka fitnah dan peperangan pun berkobar, yang pengaruhnya terhadap manusia masih terasa hingga hari ini, sehingga terjadi fitnah antara Ali Radiyallohu ‘anhu dengan Muawiyah Radiyallohu ‘anhu, Utsman Radiyallohu ‘anhu dan Ali Radiyallohu ‘anhu terbunuh dengan sebab tersebut, dan terbunuh pula para sahabat -radhiallahu anhum- dalam jumlah yang banyak, dan yang lainnya yang merupakan akibat dari bentuk pengingkaran secara terbuka dan menyebutkan aib mereka secara terang-terangan, sehingga sebagian manusia benci kepada penguasanya dan bahkan sampai membunuhnya, semoga Allah senantiasa menyelamatkan kita.

(Dari kitab: Al Fatawa al-Muhimmah fi Yabshir al-Ummah, Jamal bin Furaihan Al-Haritsi, hal: 17-18) [1]

BAB : mengenal ulama ahlu sunnah khususnya ASY SYAIKH SALIM IED AL HILALY hafizhohulloh

Syaikh Salim Bin ‘Ied Al Hilali

Nama dan Nasabnya Beliau adalah asy-Syaikh al-Muhaddits Abu Usamah Salim bin Ied al-Hilaly as-Salafy al-Atsary, salah seorang murid terpercaya al-Imam al-Muhaddits al-Allamah Muhammad Nashiruddin bin Nuh an-Najaty al-Albany Rahimahullah.
Kelahirannya Beliau dilahirkan pada tahun 1377H/1957M di al-Khalil, Palestina. Beliau sekarang berdomisili di Amman, Yordania bersama murid-murid Imam Albany lainnya membentuk Markaz Imam Albany.
Latar belakang Beliau : Beliau menimba ilmu daripada Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani–Rahimulloh-dan menemani beliau hampir selama 25 tahun. Beliau juga bertemu dan menimba ilmu daripada beberapa ulama Hadith di India, Pakistan dan Hijaz, Arab Saudi yang kemudian beliau menerima ijazah sebagai perawi/periwayat hadith dari guru-guru tersebut dan diperbolehkan mengajar dan meriwatkannya. Diantara guru-guru beliau dalam belajar ilmu hadith adalah Shaikh Badee’ Ar-Raashidee (Muhaddith dari Sind), Shaikh Muhibb-ud-Deen Ar-Raashidee, Shaikh ‘ Abd-Ul-Ghafaar Hasan, Shaikh Muhammad ‘ Abdah Al-Falaah, Shaikh ‘ Ataa-Ulaah Haneef (Muhaddith dari Punjab) dan Shaikh Hammaad Al-Ansaaree (Muhaddith dari Madeenah).
Guru Beliau : Beliau memiliki banyak guru (masyaikh), diantaranya adalah :
  • Syaikh al-Muhaddits Muhammad Ya’qub, saudara dari al-Allamah Muhammad Ishaq, cucu dari al-Allamah al-Muhaddits Abdul Aziz ad-Dihlawi. (Ulama Hadits India).
  • Syaikh al-Qodhi Hushain bin al-Muhsin as-Siba’i al-Yamani, murid Imam Ibnu Nashir al-Haazimi yang merupakan murid terkemuka Imam Syaukani.
  • Syaikh Abdul Haq bin Fadhl al-Hindi yang juga merupakan murid Imam Syaukani.
  • Syaikh al-Muhaddits Badi’ur Rasyidi (Muhaddits Sind)
  • Syaikh al-Muhaddits Muhibbur Rasyidi
  • Syaikh Abdul Ghoffar al-Hassan
  • Syaikh Muhammad Abdul Falah
  • Syaikh al-Allamah al-Muhaddits Athau’ullah Hanif (Muhaddits Punjab)
  • Syaikh al-Allamah Muhammad Ismail al-Anshari (Muhaddits Madinah)
  • al-Muhaddits al-Ashri al-Allamah Muhammad Nashiruddin al-Albany.

Karya Beliau: Beliau termasuk ulama’ yang sangat produktif sekali menulis buku dan artikel ilmiah, diantara karyanya adalah :

  • Mausu’at al-Manahy asy-Syar’iyyah fii shohih as-Sunnah an-Nabawiyah yang berjumlah 4 jilid, telah diterjemahkan dengan judul Ensiklopedi larangan oleh Pustaka Imam Syafi’i baru satu jilid.
  • Bahjatun Nadhirin bi Syarh ar-Riyadhis Shalihin yang berjumlah 3 jilid dan telah diterjemahkan dengan judul Syarah Riyadhus Shalihin oleh Pustaka Imam Syafi’i.
  • Shohih al-Adzkar Lin Nawawy yang telah diterjemahkan oleh Pustaka Imam Syafi’i.
  • Limaadza ikhtartu al-Manhaj as-Salafy yang telah diterjemahkan dengan judul Memilih Manhaj Salaf oleh Pustaka Imam Bukhori.
  • Al-Jama’at al-Islamiyyah fi dhou’il Kitaabi was Sunnah yang telah diterjemahkan sebagian (buku asli satu jilid diterjemahkan dalam 2 jilid, dan jilid ke-2 belum keluar) dengan judul Jama’ah-Jama’ah Islamiyyah oleh Pustaka Imam Bukhori.
  • Ar-Riya’u wa atsaruhu fi hayatil muslimin yang telah diterjemahkan dengan judul Riya’ oleh Darul Falah.
  • Mukaffirotu adz-Dzunub fii dhow’il Qur’an al-Karim wa Sunnatis Shahihah al-Muthoharoh yang telah diterjemahkan dengan judul 45 amal penghapus dosa oleh Pustaka Progressif.
  • Shifatu shoumin Nabi (ditulis bersama Syaikh Ali Hasan al-Halaby, telah diterjemahkan oleh Pustaka Imam Syafi’i)
  • Al-Ghurbah wal ghuroba’
  • Al-Qobidhuuna’alal jamar
  • Silsilah ahadits laa ahla lahu
  • Al-Jannah fi Takhrijis Sunnah
  • Nashhul Ummah fi fahmi ahaaditsi iftiroqil ummah
  • Iqodhul Hummam (muntaqo Jami’il ‘Ulum wal Hikam)
  • Al-La’aali al-Mantsuroh bi awshoofi ath-Thoifah al-Manshuroh
  • Al-Adillah wasy Syawahid
  • Qurrotul ‘Uyun fi tashhih tafsir Abdullah bin ‘Abbas
  • Basho’ir dzawis syaraf bisyarhi marwiyati manhajis salaf
  • Kifayatul HifdhohSyarh al-Muqoddimah al-Muqidhoh fi ‘Ilmi Mustholahil Hadits
  • Al-Maqoolaat as-Salafiyyah fil Aqidah wad Da’wah wal Manhaj wal Waqi’
  • Munadhorot as-Salaf
  • Halawaatul Iman
  • Mu’allifaat Said Hawwa dirosatan wa taqwiiman
  • Al-Kawakib ad-Daril Mutalali

Selain sibuk dalam beberapa jabatan pekerjaan Syaikh Salim juga aktif memberikan catatan kaki, meneliti dan menilai derajat hadith (tahqiq, takhrij dan ta’liq) dari beberapa kitab ulama salaf, diantaranya :

  1. Al-Waabil as-Sayyib karya f Ibn Al-Qayyim
  2. Al-‘Itisaam karya As-Shaatibee (2 jilid)
  3. Blind Following of the Madh-habs of Al-Ma’soomee
  4. Al-Adhkaar karya Imam An-Nawawee (2 jilid), telah diterjemahkan “Shahih dan Dhaif kitab Al Adzkar”.
  5. ‘Uddat-us-Saabireen Karya Ibn Al-Qayyim
  6. Jaami’-ul-‘Uloom wal-Hikam Karya Ibn Rajab
Dan masih banyak lagi tulisan beliau baik berupa buku maupun artikel-artikel ilmiah lainnya yang belum diterjemahkan hingga berjumlah ratusan. Beberapa karya beliau sering dinukil oleh ulama-ulama lainnya, seperti Syaikh Bakr Abu Zaed, Syaikh DR. Ibrahim ar-Ruhaili, Syaikh Fauzi al-Bahraini, dan lain lain. Hal ini menunjukkan kapabilitas ilmu beliau yang tidak diragukan lagi.
Peranan Beliau dalam Dakwah :
Beliau aktif dalam menyerukan dakwah kepada manhaj Salaf. Beliau mungkin adalah salah satu ulama salafi cukup terkenal di negara-negara Barat (Eropah dan Amerika) karena beliau rutin mengadakan perjalanan untuk berdakwah ke Negeri Barat untuk mengunjungi dan menghadiri undangan pertemuan dan konferensi Islam, program serta seminar terutama di Inggeris dan Amerika Syarikat. Beliau juga mengajar dan memberi kuliah di Jordan, sehingga banyak sekali rakaman kaset pelajaran yang beliau sampaikan baik dalam Bahasa Arab atau diterjemahkan dalam Bahasa Inggeris .

sebagai bahan pertimbangan bahwa beliau adalah sosok ULAMA AHLU SUNNAH,tidak seperti dugaan ” ABDUL GHOFUR AL MALANJI ” sebagai kaki tangannya luqman ba’abduh.barakallahufiik

BAB : bahayanya meng GHIBAHI ULAMA AHLU SUNNAH

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Maka wajib bagi seluruh kaum muslimin -setelah mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya- untuk mencintai orang-orang yang beriman sebagaimana yang telah disebutkan di dalam Al Qur’an, terkhusus para ulama sang pewaris para Nabi, yang diposisikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala bagaikan bintang-bintang di angkasa yang jadi petunjuk arah di tengah gelapnya daratan maupun lautan. Kaum muslimin pun sepakat bahwa para ulama merupakan orang-orang yang berilmu dan dapat membimbing ke jalan yang lurus.” (Raf’ul Malam ‘Anil Aimmatil A’lam, hal. 3)

Lebih dari itu, melecehkan ulama merupakan ghibah dan namimah yang paling berat (termasuk dosa besar). Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah berkata: “Menggunjing ulama, melecehkan, dan menjelek-jelekkan mereka merupakan jenis ghibah dan namimah yang paling berat, karena dapat memisahkan umat dari ulamanya dan terkikisnya kepercayaan umat kepada mereka. Jika ini terjadi, akan muncul kejelekan yang besar.” (Ma Yajibu Fit Ta’amuli Ma’al Ulama, hal. 17)

Mungkin kita akan tertegun, mengapa pelecehan terhadap orang-orang yang Allah Subhanahu wa Ta’ala muliakan ini terjadi? Ketahuilah bahwa di balik pelecehan ulama ada misi yang terselubung sebagaimana dikatakan oleh Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah: “Yang demikian itu dalam rangka untuk memisahkan umat dari ulamanya. Sehingga (bila berhasil) akan mudah bagi mereka (Ahlul Bid’ah) untuk menyusupkan berbagai kerancuan pemikiran dan kesesatan yang dapat menyesatkan umat dan memecah belah kekuatan mereka. Itulah misi yang mereka inginkan, maka hendaknya kita waspada.” (Ma Yajibu Fit Ta’amuli Ma’al Ulama, hal. 17)

nasehat penutup

maka jelas dalam perkara ini,bahwa siapapun yang menisbahkan kepada sunnah wajib untuk ittiba mengikuti jejak khoirunas yaitu sebaik baiknya manusia 3 generasi salafush shaleh,

dan menjauhkan perbuatan yang menyelisihi manhaj salaf,yaitu sikap berhati hati terhadap kehormatan seorang muslim terlebih kepada ULAMA AHLU SUNNAH.

dan sibukkan kita dengan menuntut ilmu,dan takutlah kepada ALLOH atas siksa-Nya,karena seorang muslim akan di tuntut setelah berILMU maka takutlah kepada ALLOH = KHOSYAH,

penyusun yang fakir : FIRMAN HIDAYAT

semoga ini menjadi sebab HANCURNYA SUBHAT ABDUL GHOFUR AL MALANJI hadahulloh

Komentar
  1. anthoni sulthan mengatakan:

    astaghfirullahadzim,……astaghfirullahaladzim, begitu bencinya anda dgn salafi, shg blog ini dgn susah payah anda buat semuanya untuk menjelekkan salafi, sementara salafi di indonesia sj tdk memiliki kebencian seperti anda,……….salafi, wahabi, sunni, itu gelaran dr ulama sesudah nabi muhammad yg tentunya bnyk khilaf, tp syiah sdh jelas2 sekarang ini makarnya, tp anda tidak keras ttg syiah, lebih baik anda bnyk membahas tentang pemikiran aneh di nahdiyin, said agil siradj yg tingkahnya menyesatkan,…anda cek dulu semua e-book yg anda upload apakah benar bersumber dari aslinya,….sy yg awam masalah ini sj tidak tentram dengan blog anda,……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s