KEBOHONGAN WAHABI MENCATUT KITAB I’ANATUT THOLIBIN, MUKTAMAR I NU & MUHAMADIYAH ATAS LARANGAN TAHLILAN

Posted: Juni 13, 2013 in STOP MENUDUH BID'AH !!, TAFSIR & QOUL ULAMA, WAHABI - SALAFY HALALKAN SEGALA CARA
Tag:

SALAFY POTONG DALIL

Wahabi – Salafy terus saja mencoba mendatangkan dalil – dalil larangan khususnya tahlil, dimana dalil – dalil khusus tentang pelarangan tahlil tersebut tidak pernah ada, dan dibuat buat seolah – olah memang ada, ketidak sohihan dalil pelarangan ini dibuat sedemikian rupa dengan cara apapun termasuk berbohong, mencatut bahkan memotong – motong fatwa dimana pengertiannya sudah jauh dari pada referensi yang di ambilnya. Inikah yang di namakan pejuang tauhid??, inikah yang dinamakan golongan paling murni & suci??, golongan yang sangat sesuai dengan ajaran Qur’an dan sunnah Nabi??.

Celakanya banyak orang – orang awam yang ikut – ikutan hanya dengan belajar dan membaca di internet atau buku – buku terjemah saja langsung menelan mentah – mentah dan membebek (taklid buta) ikut mengcopy paste sambil berteriak – teriak bid’ah dan melarang yang sebenarnya tak ada larangan yang shohih dari Agama tentang tahlilan ini.

Dalam Beberapa Postingan Para Salafy menuduh warga NU "menganggap pentingnya tahlilan tersebut sejajar (bahkan melebihi) rukun Islam/Ahli Sunnah wal Jama’ah" (Na'udzubillah fitnah yang keji)

Dalam Beberapa Postingan Para Salafy menuduh warga NU yaitu “menganggap pentingnya tahlilan tersebut sejajar (bahkan melebihi) rukun Islam/Ahli Sunnah wal Jama’ah” (Na’udzubillah fitnah yang keji)

***

1. MUKTAMAR NU ke-1 di Surabaya tanggal 13 Rabiuts Tsani 1345 H/21 Oktober 1926

KEPUTUSAN MASALAH DINIYYAH NO: 18 / 13 RABI’UTS TSAANI 1345 H / 21 OKTOBER 1926 DI SURABAYA mengatakan bahwa Tahlilan adalah Bid`ah Mungkarot merujuk kepada Kitab I’anatut Thalibin Juz 2 hal. 165 -166

# Bantahan  :

Perlu saya luruskan bahwa: Dalam muktamar NAHDLATUL ULAMA (NU) KEPUTUSAN MASALAH DINIYYAH NO: 18 / 13 RABI’UTS TSAANI 1345 H / 21 OKTOBER 1926 DI SURABAYA:

1.Tdk ada yg membahas soal tahlilan.

2. Yg di bahas dlm muktamar tsb ada ada 27 soal.

3. Salah satu soal pada soal ke 18 yg dibahas adalah masalah :”Keluarga Mayyit Menyediakan Makanan Kepada Penta’ziyah”

4. Pada soal yg ke 18 tsb dijelaskan yg di antaranya bahwa: “Bid’ah dholalah jika prosesi penghormatan kepada mayyit di rumah ahli warisnya itu bertujuan untuk “MERATAPI” atau memuji secara berlebihan.”

5. Harus difahami bawha antara “TAHLILAN” dengan “MERATAPI” itu sangat jauh sekali pengertiannya.

2. Kitab I’anatut Thalibin Juz 2 hal. 165 -166

1. Ya, apa yang dikerjakan orang, yaitu berkumpul di rumah keluarga mayit dan dihidangkannya makanan untuk itu, adalah termasuk Bid’ah Mungkar, yang bagi orang yang melarangnya akan diberi pahala.

2. Dan apa yang telah menjadi kebiasaan, ahli mayit membuat makanan untuk orang-orang yang diundang datang padanya, adalah Bid’ah yang dibenci.

3. Dan tidak diragukan lagi bahwa melarang orang-orang untuk melakukan Bid’ah Mungkarah itu (Haulan/Tahlilan : red) adalah menghidupkan Sunnah, mematikan Bid’ah, membuka banyak pintu kebaikan, dan menutup banyak pintu keburukan.

4. Dan dibenci bagi para tamu memakan makanan keluarga mayit, karena telah disyari’atkan tentang keburukannya, dan perkara itu adalah Bid’ah. Telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah dengan sanad yang Shahih, dari Jarir ibnu Abdullah, berkata : “Kami menganggap berkumpulnya manusia di rumah keluarga mayit dan dihidangkan makanan , adalah termasuk Niyahah”

5. Dan dibenci menyelenggarakan makanan pada hari pertama, ketiga, dan sesudah seminggu dst.

#Bantahan :

Kami sudah pernah membuat tulisan tentang bantahan kitab I’anatu Tholibin yang secara zhalim dan curang di potong & dirubah makna sebenarnya oleh Salafy – Wahabi, silahkan anda baca disini https://generasisalaf.wordpress.com/2013/01/26/kejahatan-kecurangan-wahabi-salafy-menukil-kitab-ianatuth-thalibinn

KH Hasyim Asy’ari berkata:

فَإِذَا عَرَفْتَ مَا ذُكِرَ تَعْلَمُ أَنَّ مَا قِيْلَ أَنَّهُ بِدْعَةٌ كَاتِّخَاذِ السَّبْحَةِ وَالتَّلَفُّظِ بِالنِّيَةِ وَالتَّهْلِيْلِ عِنْدَ التَّصَدُّقِ عَنِ الْمَيِّتِ مَعَ عَدَمِ الْمَانِعِ عَنْهُ وَزِيَارَةِ الْقُبُوْرِ وَنَحْوِ ذَلِكَ لَيْسَ بِبِدْعَةٍ وَإِنَّ مَا أُحْدِثَ مِنْ أَخْذِ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاَسْوَاقِ اللَّيْلِيَّةِ وَاللَّعْبِ بِالْكُوْرَةِ وَغَيْرِ ذَلِكَ مِنْ شَرِّ الْبِدَعِ رسالة أهل السنة والجماعة صـ 8

“Jika anda mengetahui apa yang telah disebutkan (tentang 5 macam Bid’ah), maka anda akan mengetahui tentang tuduhan “Ini adalah bid’ah”, seperti menggunakan tasbih, mengucapkan niat, tahlil ketika sedekah untuk mayit dengan menghindari hal-hal yang dilarang, ziarah kubur dan sebagainya, bukanlah bid’ah. Sedangkan memungut uang dari orang-orang di pasar malam dan permainan kerasukan adalah bid’ah yang paling buruk” (Risalah Ahlisunnah wal Jamaah hal. 8).

3. Muhammadiyah melarang Tahlilan??

Sebaiknya anda baca berita tokoh – tokoh Muhammadiyah berikut ini:

*Amin Rais Ajak Tingkatkan Tahlilan Bersama

Amin Rais Tahlilan

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA–Penasehat PP Muhammadiyah Prof HM. Amien Rais mengatakan bahwa saat ini umat manusia menghadapi lima krisis yaitu krisis kependudukan, krisis pangan, krisis energi, krisis ekologi/lingkungan. Untuk mengatasi hal itu Amien mengajak kaum Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk meningkatkan tahlilan bersama-sama..

”Kalau tidak mau tahlilan keluar dari Muhammadiyah dan Aisyiah,”tegas Amien saat menyampaikan pengajian dalam Tabligh Akbar Muktamar Aisyiyah ke-46 dengan tema Nir Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Salah Satu Kunci Peradaban Bangsa yang diselenggarakan di Graha Wana Bhakti Yasa, Yogyakarta, Sabtu (3/7). Tabligh Akbar ini dibuka oleh Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar.

Menurut Amien, ada dua macam tahlil yaitu dengan lisan atau mengucapkan lailahaillallah dan dengan anggota badan dengan mewujudkan menjadi amal sholeh yang konkret. Hal inilah yang membedakan organisasi Muhamammadiyah dan Aisyiyah dengan organisasi lain bahwa islam itu dua sisi dari satu mata uang yang sama yaitu iman dan amal sholeh.

”Maksud saya Muhammadiyah dan Aisyiyah harus meningkatkan bil lisan dan bil arkhan untuk mengatasi lima krisis yang dihadapi umat Islam. Meskipun tidak mungkin kita sendirian memikul lima krisis. Namun setidaknya kita memberi kontribusi sumbangan untuk menjawab tantangan lima krisis tersebut,”ungkap dia.

Lebih lanjut dia mengatakan saat ini yang dihadapi Muhammadiyah dan Aisyiyah tantangannya makin kompleks dan komplikasi, jauh berbeda dengan yang dihadapi kakek nenek satu abad yang lalu. Tetapi perintah Al-Qur’an bahwa menjadi khoiro umatin tidak pernah hilang dengan tantangan semakin menggunung. ”Namun kalau kita bisa menghadapi perubahan global jangan puas apalagi kalau mampu membuat antisipasi terhadap perubahan karena itu tidak sulit,”kata Amien.

Dikatakan Amien yang lebih menantang lagi adalah apabila kita tahu memanejemen perubahan. Apabila Muhammadiyah mempunyai impian menjadi lokomotif membangun peradaban utama maka harus ikut memegang kunci peradaban ini. ”Jadi, jangan sampai diantara Aisyiyah dan Muhammadiyah ada yang berpikir sudahlah di dunia jadi umat kalah dan terpinggirkan tak apa, tetapi masuk surga. Padahal kalau kita mendapat musibah dunia, jangan-jangan mendapat musibah akherat,”tutur dia.

Karena itulah Amien menegaskan Muhammadiyah dan Aisyiyah harus memegang kunci peradaban di dunia. Paling tidak kita bisa memegang kehidupan nasional di bidang keuangan, perbankan, perkebunan, kehutanan, pelayaran, pendidikan, pertanian, dan sebagainya. Dia memberi contoh bahwa pendiri Muhammadiyah Ki Dahlan dan Nyi Dahlan itu bukan manusia pemimpi, melainkan manusia yang beraksi berkarya nyata untuk mengubah kehidupan manusia ke kehidupan yang lebih bagus. .

Hal ketiga yang dianggap penting oleh Amien selain memenej perubahan dan memegang kunci peradaban adalah pentingnya kaderisasi buat masa depan dan gerakan Muhammadiyah dan Aisyiyah. Menurut dia, kaderisasi Muhammadiyah belum ideal tapi sudah lumayan, sedangkan kaderisasi Aisyiyah masih di bawah lumayan.

Untuk itu dia berharap agar kaderisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah bisa lebih cepat dan merambah untuk penyegaran persyarikatan maka yang diperlukan pemimpin yang berusia 60-an dan 40-an dan syukur 30-an. ”’Jadi pemimpin dengan usia tua dan muda sangat diperlukan untuk menjadi satu agar pertumbuhan kaderisasi lebih cepat lagi,”kata Amien yang mengharapkan Chamamah masih tetap menjadi Ketua Umum PP Aisyiyah.

Baca sumber 1sumber 2

*Hadiri Tahlilan TK, Din Syamsudin Bicara Kematian

din syamsudin ceramah di acara tahlil tk

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin menghadiri acara tahlilan yang dilangsungkan di kediaman almarhum Ketua Umum MPR RI Taufiq Kiemas, Senin (10/6/2013). Pada kesempatan ini, Din akan memberikan tausiah seputar kematian kepada setiap tamu yang hadir pada acara ini.

“Ini bukan tahlilan dalam Muhamadiyah, ini sekadar takziah. Saya hadir untuk memberikan ceramah mengenai makna kematian,” kata Din saat ditemui sebelum memberikan ceramah, Senin (10/6/2013). Sayangnya, para wartawan yang ingin turut mendengarkan isi ceramah itu harus mengurungkan niatnya lantaran tidak diperbolehkan masuk untuk meliput oleh pihak keamanan.

Din mengungkapkan, dirinya sengaja memilih tema itu karena banyak pelajaran yang dapat ditarik dari sebuah kematian. Menurutnya, kematian itu merupakan sebuah takdir yang pasti akan terjadi kepada setiap orang.

“Termasuk dari kematian tokoh bangsa ini (Taufiq Kiemas),” pungkasnya. (Sumber)

Kh. Said Aqil Siradj & KH. Din Syamsuddin dalam acara tahlil bersama di rumah Alm.Kyai

Sebelum anda menuduh Bid’ah tentang Tahlilan ada baiknya Anda membaca pengertian tentang bid’ah itu sendiri, Anjuran mengikuti Tradisi selama tidak bertentangan dengan Agama/haram, Dalil dalil Tahlilan di blog ini

========================================================================

Marilah kita bersama – sama merenungkan akan peringatan Allah & Nabi Muhammad Saw berikut ini:

  • “Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang kepada kalian orang fasiq dengan membawa berita, maka periksalah dahulu dengan teliti, agar kalian tidak menuduh suatu kaum dengan kebodohan, lalu kalian menyesal akibat perbuatan yang telah kalian lakukan.” (QS. Al Hujurat : 6).
  • Imam Asy Syaukani rahimahullah berkata, “Yang dimaksud dengan tabayyun adalah memeriksa dengan teliti dan yang dimaksud dengan tatsabbut adalah berhati-hati dan tidak tergesa-gesa, melihat dengan keilmuan yang dalam terhadap sebuah peristiwa dan kabar yang datang, sampai menjadi jelas dan terang baginya.” (Fathul Qadir, 5:65).
  • “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah.” lalu berkata, “Yakni janganlah kalian asal berkata ini haram itu haram!” (An Nahl : 116)
  • Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang Mukmin laki-laki dan perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (Al-Ahzab: 58)
  • Sesungguhnya Allah telah mewajibkan beberapa kewajiban, maka jangan kamu sia-siakan dia; dan Allah telah memberikan beberapa larangan, maka jangan kamu langgar dia; dan Allah telah mengharamkan sesuatu, maka jangan kamu pertengkarkan dia; dan Allah telah mendiamkan beberapa hal sebagai tanda kasihnya kepada kamu, Dia tidak lupa, maka jangan kamu perbincangkan dia.” (HR Daraquthni) dihasankan oleh an-Nawawi
  • “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat [49]:13)
  • Rasulullah bersabda, “Siapa yang berkata tentang seorang mukmin dengan sesuatu yang tidak terjadi (tidak dia perbuat), maka Allah subhanahu wata’ala akan mengurungnya di dalam lumpur keringat ahli neraka, sehingga dia menarik diri dari ucapannya (melakukan sesuatu yang dapat membebaskannya).”(HR. Ahmad, Abu Dawud dan al-Hakim)
  • Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan sakwa-sangka, karena sebagian dari sakwa-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?. .. (QS Alhujurat : 12)
  • Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan & di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yg baik-baik & Kami lebihkan mereka dgn kelebihan yg sempurna atas kebanyakan makhluk yg telah Kami ciptakan.(Al Israa’ :70)
  • “Katakanlah (hai Muhammad) : Biarlah setiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing, karena Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih lurus (jalan yang ditempuhnya).” (Al-Isra’ : 84)
  • “….janganlah kamu merasa sudah bersih, Dia (Allah) lebih mengetahui siapa yang bertaqwa.” (An-Najm : 32)
  • Tidakkah Angkau perhatikan orang-orang yang menganggap bersih dirinya sendiri. ( Qs.An-nisa’ Ayat 49)
  • Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan bijaksana dan nasehat yang baik dan bantahlah ketreangan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (Qs Anhal Ayat 125 )
  • “Barangsiapa yang berkata pada saudaranya ‘hai kafir’ kata-kata itu akan kembali pada salah satu diantara keduanya. Jika tidak (artinya yang dituduh tidak demikian) maka kata itu kembali pada yang mengucapkan (yang menuduh)”
  • “Siapa yang memanggil seorang dengan kalimat ‘Hai Kafir’, atau ‘musuh Allah’, padahal yang dikatakan itu tidak demikian, maka akan kembali pada dirinya sendiri”. (HR. Bukhori)
  • Hudzaifah berkata : “Rosul SAW bersabda : “Sesungguhnya sesuatu yg aku takutkan atas kalian adalah seorang laki-laki yg membaca Al-Qur’an , sehingga setelah ia kelihatan indah karena Al-Qur’an dan menjadi penolong agama islam, ia merubahnya pada apa yg telah menjadi kehendak Allah , ia melepaskan dirinya dari Al-Quran,Melemparnya kebelakang dan menyerang tetangganya dgn pedang dgn alasan Syirik.” , Aku bertanya : “Wahai Nabi Allah, siapakah diantara keduanya yg lebih berhak menyandang kesyirikan, yg dituduh syirik atau yg menuduh?” , Beliau menjawab : “Justru org yg menuduh syirik (yg lebih berhak menyandang kesyirikan)HR.Ibn Hibban dalam shahih-nya, (hadits no 81), Abu Nu’man dalam Ma’rifat al-shahabah, (hadits no 1747) dan Al-Thawawi dalam Musykil Al-Atsar,(hadits no 725),lihat Al-Albhani dalam silsilat Al-Ahadits al-Shahihah,(hadits no.3201)
  • Mengarahkan hadits & ayat yang sejatinya ditujukan kepada kaum musrikin pada umat muslim sangatlah salah & sesat & merupakan perbuatan kaum khowarij. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Umar …. : ذهبوا إلى آيات نزلت في المشركين، فجعلوها في المسلمين“ Mereka kaum khawarij menjadikan ayat2 yg turun pada orang musyrik diarahkan pada umat muslim “.
Komentar
  1. Nashrul Mukmin mengatakan:

    Assalaamu’alaikum wrwb,

    Terimakasih atas paparannya yg begitu gamblang

  2. Satriatama mengatakan:

    Assalamu’alaikum.
    Terima kasih atas penjelasannya pak ustadz.
    Alhamdulillah, Akhirnya kejanggalan saya terjawab sudah.
    Perlu diketahui, dosen saya itu selalu memojokkan budaya NU termasuk tahlil, diantaranya dg mengkoar-koarkan hasil muktamar NU ke 1. Yang setelah saya baca artikel ini ternyata dia memalsukan keterangan yg sebenarnya.

  3. jajanan rakyat mengatakan:

    Assalamu’alaikum
    terima kasih ustadz atas penjelasannya…. supaya lebih jelas lagi di mana kiranya saya dapat dokumen/salinan dari hasil2 muktamar NU ? mohon ma’af dan terima kasih

  4. Samin Aswaja mengatakan:

    ASSALAAMUALAIKUM USTADZ,

    SAYA SERING BERKUMPUL DENGAN SAHABAT DARI NU, MUHAMMADIYAH DAN SAHABAT DARI SALAFI, MENURUT SAYA SEMUA NYA ADALAH AHLUS SUNNAH DENGAN CATATAN SEMUA AMAL IBADAHNYA SESUAI DENGAN TUNTUNAN ROSUL. DAN SAYA ADALAH ORANG YANG TAKUT MENGAMALKAN IBADAH YANG TIDAK ADA PETUNJUK DARI ROSUL TETAPI JUGA TAKUT MEMBERI CAP BID ‘AH PADA AMAL IBADAH ORANG LAIN WALAUPUN IBADAH ITU TIDAK ADA TUNTUTAN DARI ROSUL.

    KALAU SAYA, APA YANG ADA TUNTUNAN DARI ROSUL ITULAH YANG AKAN SAYA KERJAKAN.
    BAGAIMANA USTADZ? BENARKAH APA YANG SAYA LAKUKAN INI?

    MAKASIH

    • generasisalaf mengatakan:

      Wa ‘alaikum slm. wr. wb

      Kebenaran hanya milik Allah, selama apa yang anda yakini kerjakan saja, dan apa yang meragukan menurut anda tinggalkanlah, akan tetapi jangan mencela, mencap paling benar & sesuai dengan Islam yang haqiqi kepada yang tidak sepaham dengan anda…

      Sedikit saya kutip kembali firman Allah swt & hadits Nabi Muhammad saw diatas. sbagai pengingat untuk pribadi saya sendiri dan mudah2an bermanfaat jg u/ anda :

      “Boleh jadi kalian membenci sesuatu padahal itu baik bagi kalian. Boleh jadi kalian menyukai sesuatu padahal itu buruk bagi kalian.” (al Baqarah ayat 216)

      “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa.” (Al-Hujurat: 12).

      “Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan bijaksana dan nasehat yang baik dan bantahlah ketreangan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Qs Anhal Ayat 125 )

      Tidak ada sesuatu (amal kebajikan) yg lebih berat timbangannya (pada hari kiamat kelak) daripada akhlak yang bagus. (Hadits shohih diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

      Wallahu a’lam. trmksh sdh mampir

      • rizal mengatakan:

        Mari berpikir sehat. Dalil yang anda tunjukan adalah tentang berfikir dan tabayyun… ini kamu membahas apa? Tahlilan atau tabayyun.. jgn mengalihkan donk… demi allah beri saya dalil al quran dan hadits yg menyuruh atau menganjurkan tahlilan. Dan berikan bukti sejarah rasul dan khulafaurosyidin. Berikan pada saya. Rukun menguburkan jenazah jelas.. memandikan mengkafani mensholati dan menguburkan beres done. Gak ada lagi setelah itu.. tolong baca lagi kitab2 fiqih dan usul fiqih… zaman sekarang banyak ulama sesat… jangan asal telen tuh fatwa.. klo yakini lakukan… kalo ragu baca lagi al quran… bukan klo ragu jgn lakukan.. situ aja nasehati keliru..

  5. heru mengatakan:

    kalo kebenaran kita yakini hanya milik Allah, Kenapa kita tidak cari cara yang Allah dan rasul-Nya ajarkan.??,,pripun niki pak,,??apakah cara-cara seperti tahlilan itu sudah ada jaminan dari Allah dan Rasul-Nya,,??bukan maksud menjelek2an,,tapi mengingatkan pak,..jangan prasangka lah,,imam bukhari pun tak segan2 mengatakan pendusta dalam mengomentari beberapa orang terkait sanad,,apa itu salah,,???sebenarnya siapa yang byk prasangka..??bukankah acara tahlilan berjamaah di tempat orang mati memang tidak ada nashnya.???kalo benar kenapa dikatakan prasangka,,??

    • generasisalaf mengatakan:

      Syaikh Muhammad bin Ali asy-Syaukani (1173-1250 H / 1759-1834 M) adalah salah satu ulama besar di Yaman yang ahli fikih, hadis dan tafsir. Beliau termasuk ulama yang anti taklid dan menyeru pada ijtihad. Kendati seperti itu beliau memberi fatwa yang menjawab tradisi sosial seperti yang terjadi di Indonesia yakni Tahlilan, baik rangkaian berkumpulnya, ngaji Yasin bersama, menghadiahkan kepada orang yang wafat, dan sebagainya. Berikut kutipan lengkapnya:

      الْعَادَةُ الْجَارِيَةُ فِي بَعْضِ الْبُلْدَانِ مِنَ اْلاِجْتِمَاعِ فِي الْمَسْجِدِ لِتِلاَوَةِ الْقُرْآنِ عَلَى اْلأَمْوَاتِ وَكَذَلِكَ فِي الْبُيُوْتِ وَسَائِرِ اْلاِجْتِمَاعَاتِ الَّتِي لَمْ تَرِدْ فِي الشَّرِيْعَةِ لاَ شَكَّ إِنْ كَانَتْ خَالِيَةُ عَنْ مَعْصِيَةٍ سَالِمَةً مِنَ الْمُنْكَرَاتِ فَهِيَ جَائِزَةٌ ِلأَنَّ اْلاِجْتِمَاعَ لَيْسَ بِمُحَرَّمٍ بِنَفْسِهِ لاَ سِيَّمَا إِذَا كَانَ لِتَحْصِيْلِ طَاعَةٍ كَالتِّلاَوَةِ وَنَحْوِهَا وَلاَ يُقْدَحُ فِي َذَلِكَ كَوْنُ تِلْكَ التِّلاَوَةِ مَجْعُوْلَةً لِلْمَيِّتِ فَقَدْ وَرَدَ جِنْسُ التِّلاَوَةِ مِنَ الْجَمَاعَةِ الْمُجْتَمِعِيْنَ كَمَا فِي حَدِيْثِ اقْرَأُوْا يس عَلَى مَوْتَاكُمْ وَهُوَ حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ وَلاَ فَرْقَ بَيْنَ تِلاَوَةِ يس مِنَ الْجَمَاعَةِ الْحَاضِرِيْنَ عِنْدَ الْمَيِّتِ أَوْ عَلَى قَبْرِهِ وَبَيْنَ تِلاَوَةِ جَمِيْعِ الْقُرْآنِ أَوْ بَعْضِهِ لِمَيِّتٍ فِي مَسْجِدِهِ أَوْ بَيْتِهِ اهـ (الرسائل السلفية للشيخ علي بن محمد الشوكاني ص : 46)

      “Tradisi yang berlaku di sebagian negara dengan berkumpul di masjid untuk membaca al-Quran dan dihadiahkan kepada orang-orang yang telah meninggal, begitu pula perkumpulan di rumah-rumah, maupun perkumpulan lainnya yang tidak ada dalam syariah, tidak diragukan lagi apabila perkumpulan tersebut tidak mengandung maksiat dan kemungkaran, hukumnya adalah boleh. Sebab pada dasarnya perkumpulannya sendiri tidak diharamkan, apalagi dilakukan untuk ibadah seperti membaca al-Quran dan sebagainya. Dan tidaklah dilarang menjadikan bacaan al-Quran itu untuk orang yang meninggal. Sebab membaca al-Quran secara berjamaah ada dasarnya seperti dalam hadis: Bacalah Yasin pada orang-orang yang meninggal. Ini adalah hadis sahih. Dan tidak ada bedanya antara membaca Yasin berjamaah di depan mayit atau di kuburannya, membaca seluruh al-Quran atau sebagiannya, untuk mayit di masjid atau di rumahnya” (Ar-Rasail al-Salafiyah, Syaikh Ali bin Muhammad as Syaukani, 46)

      ان الموتى يفتنون في قبورهم سبعا فكانوا يستحبون ان يطعموا عنهم تلك الايام

      berkata: “Sungguh orang-orang yang telah meninggal dunia difitnah dalam kuburan mereka selama tujuh hari, maka mereka (sahabt Nabi) gemar (bersedekah) menghidangkan makanan sebagai ganti dari mereka yang telah meninggal dunia pada hari-hari tersebut “, adalah para sahabat Nabi Saw telah melakukannya dan dilihat serta diakui keabsahannya oleh Nabi Saw sendiri.

      (al-Hawi) li al-Fatawi, juz III hlm. 266-273, Imam As-Suyuthi).

  6. pijhe mengatakan:

    Ini mah bukan blog salaf.. ini org NU juga..

  7. Budi mengatakan:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb..
    Salam kenal ya Akhi…

    Sy hanya ingin sedikit berbagi.

    Dahulu saya juga banyak melakukan “hal-hal” yang tidak dicontohkan nabi. Begitu banyaknya …
    Ada tahlilan, syukuran, manakiban, barzanzian, amalan2 wirid. Dan banyak lagi.

    Sampai satu waktu saya bertanya dalam hati. Kenapa antara orang yang satu dengan yang lain berbeda-beda???
    Ustad ini membacanya begini. Yang lain begitu. Tahlil di kampung saya begini. Ditempat teman beda lagi. Kalo untuk si miskin singkat. kalo si kaya beda. Agak lama.

    Kalo si Kaya ada tambahan yaitu Ataqoh ( maaf kalo salah tulis istilahnya: karena gada yang tau pasti tulisannya setelah saya tanya). Ataqoh adalah membaca kalimat TAHLIL sebanyak 70.000 kali. Dan di hadiahkan pahalanya untuk si Mayit. Di Banten konon Ataqohnya mambaca surat Al Ikhlas sebanyak 70.000 kali. Agar cepat selesai acaranya maka harus banyak jamaahnya.
    Luar biasa..

    Padahal nama ibadahnya sama, “ibadah Tahlilan”.
    Tentu yang di maksud TAHLILAN disini adalah ibadah “MENDOAKAN ORANG YANG SUDAH MENINGGAL DENGAN CARA BERJAMAAH DENGAN MEMBACA RANGKAIAN SURAT, DZIKIR2, SHALAWAT2 & DOA2 DIWAKTU TERTENTU (3 hari, 7 hari, 14 hari, 40 hari, 100 hari, 1000 hari & haulan setiap tahunnya).

    Saya tanya sana sini tidak ada yang bisa jawab dasar hukumnya… Kalau ditarik kesimpulan, mereka menjawab ini adalah ijtihad ulama untuk mendoakan si mayit.. Kita orang awam tinggal lakukan saja.. Bahkan ada yang mengumpamakan dengan bahasa sunda, “iyeu mah olaheun ulama.. uarng mah tinggal ngahakan weh.. Tong loba tanya..”
    Untuk sekian tahun saya diam.. Saya terima dalil itu.

    Seiring waktu pengetahuan saya bertambah.
    Hati saya bertanya kembali.. Saya mendapatkan pengetahuan bahwa dasar sebuah ibadah adalah dalil syar’i yaitu Al Qur’an dan Hadist.. ijtihad pun harus dari pondasi Al Qur’an dan Hadist. Ulama haruslah berbicara dengan dasar dari Al Qur’an dan Hadist. Terlarang bagi siapa pun untuk berbicara perihal agama tanpa dasar Al Qur’an dan Hadist. Karena Agama hak Allah semata. Tata cara kita beragama di ajarkan olah Allah SWT melalui Al Qur’an dan Hadist. Rasulullah SAW adalah penyampainya.. Dan ulama adalah penyampai berita dari Rasulullah SAW. Semua perkataan bisa ditinggalkan kecuali perkataan Rasulullah SAW.
    Para imam Mazab juga menfatwakan demikian.

    Dan dalil Al Qur’an dan Hadist itu pun sederhana. Tinggal cek ada atau tidak dalammushaf Al Qur’an dan kitab2 Hadist.
    Tapi kan Al Qur’an dan Hadist itu masih sangat dalam makna-nya?
    Orang bisa berbeda dalam memaknai-nya?
    Mudah…
    Tinggal cek sikap para sahabat. Lalu para Tabi’in. Lalu para Tabiut Tabi’in. Karena Rasulullah SAW sudah merekomendasikan mereka sebagai rujukan. Rasulullah SAW mengatakan, mereka adalah generasi terbaik dalam islam…

    Kembali pada masalah tahlilan..
    Saya tidak menemukan dalil “Pen-syariatannya”..
    Ingat, ibadah adalah hak Allah SWT. Cara kita menyembah Allah SWT haruslah berdasarkan petunujuk dari Allah SWT.

    Dalam IBADAH TAHLILAN ada banyak hal yang tidak berdasar.

    1. Dalil perintah tidak ada. Rosulullah, para sahabat, lalu para Tabi’in dan Tabiut Tabi’in tidak pernah tercatat secara “JELAS” melakukan IBADAH TAHLILAN.

    2. Jika ini di nisbatkan pada ijtihad ulama. Ulama yang mana? Dalilnya apa? Pada bagian ini saja tidak ada yang bisa jawab. Jika di hari kiamat kita ditanya, kita akan jawab apa?
    Kata ustad.. Ustad kata siapa?
    Kata kyai.. Kyai kata siapa?
    Kyai kata gurunya Kyai.. Terus berantai. Berujung kata siapakah sanad dalil ini..Kalau berujung pada rasulullah SAW, Alhamdulillah… kalau tidak jelas.. malapetaka..
    Jika Allah bertanya, Siapa yang menyuruh mu?
    apa jawab kita.?
    Jika Allah bertanya, mengapa engkau berbeda denga Rasulullah?
    apa jawab kita ?
    . INGAT.. SEMUA AKAN DITANYAKAN.. DAN ALLAH MAMPU MENGHADIRKAN SEMUA JIWA UNTUK DITANYAKAN.
    Sebelum hari itu tiba, gunakan otak kita untuk mencari sanad dalil ibadah ini. Anda dapat membuat Blog ini pastilah orang cerdas..

    3. Diawal tulisan saya, saya bertanya tentang berbedanya tatacara IBADAH TAHLILAN. Saya paham sekarang.
    Itu karena tdak ada dasarnya.
    Cara Shalat kita sama. Cara kita zakat sama.
    Tapi cara kita IBADAH TAHLIL BEDA.Ternyata hal itu tergantung pemimpin Tahlilan. Suka-suka setiap pemimpin TAHLILAN..

    4. Menghadiahkan pahala amalan. Dalam ibadah Tahlilan ada keyakinan bahwa pahala ibadah kita bisa ditransfer untuk si mayit.
    Kenapa Rasulullah dan Para sahabat tidak pernah transfer pahala untuk keluarga mereka yang telah mati.?
    TIDAK LAH JIWA ITU AKAN DI BERI PAHALA ATAU DI AZAB SESUAI AMAL PERBUATANNYA SAJA.
    Jika simayit bisa diberi pahala agar stok pahalanya banyak dan dosanya terkikis maka seorang penjahat yang kaya bisa selamat jika keluarganya mentransfer pahala yang banyak dengan cara mengadakan IBADAH Tahlilan yang sering…
    Memang ada pahala yang tetap mengalir bagi si mayit. Tapi itu yang sudah diterangkan dalam hadist.
    Seperti Ilmu yang bermanfaat, Doa anak yang Sholih dan Shodaqoh Jariyah.
    Dan itu semua pastilah hasil usaha dia semasa hidup. Bukan setelah dia mati.

    Dan banyak keyakinan lainnya yang tak berdasarkan dalil Al Qur’an dan Hadist.
    Jika mememang ada ulama yang memiliki dalil, maka dalilnya harus lolos uji dengan ilmu agama.

    Ya Akhi… berujung kepada siapakah sanad dalil ibadah tahlilan ini.?
    Antum harus jawab..

    Afwan.. Jangan tersinggung..
    Ana dan semua saudara muslim yang lain masih menganggapmu saudara…Sekalipun kita berbeda cara pandang.. Keilmuan kitalah yang berbeda.. Ada yang ana tahu dan antum tidak tahu. Ada yang Ana tidak tahu, antum tahu..

  8. tengku mengatakan:

    SUNGGUH BENAR AYAT-AYAT YANG DISAMPAIKAN DIATAS, TAPI APAKAH SAUDARA SUDAH MENELITI KEBENARAN BAHWA YANG ANDA ANGGAP WAHABI / SALAF YANG MEMALSUKAN KITAB MUKTAMAR NU TERSEBUT??? APAKAH SUDAH ADA BUKTI DAN SAKSINYA???

  9. mustafa thariq abdurrahman mengatakan:

    generasisalaf mengatakan:
    Februari 3, 2014 pukul 2:45 am

    Wa ‘alaikum slm. wr. wb

    Kebenaran hanya milik Allah, selama apa yang anda yakini kerjakan saja, dan apa yang meragukan menurut anda tinggalkanlah, akan tetapi jangan mencela, mencap paling benar & sesuai dengan Islam yang haqiqi kepada yang tidak sepaham dengan anda…

    >>>>
    Ooo…jadi berdasarkan apa saja asal diyakini ya??? Berarti meski pun tanpa memperhatikan dalil dan tuntunan Qur’an-Sunnah asalkan kita yakin, berarti boleh dikerjakan. Kan kebenaran hanya milik Allah…jadi biarlah kebenaran itu urusan Allah, kita nggak perlu tahu kebenaran milik Allah itu yg bagaimana!!
    Pinteeerrr…. bener-bener generasi salafusysyi’ah tulen anda ini.

  10. Jhony Bosco mengatakan:

    heheheee….ini keliatan banget beragama dengan nafsu. Tahlillan yang tidak boleh itu tahlillan yang seperti acara kematian.

    ” Kalau tidak mau tahlilan keluar dari Muhammadiyah dan Aisyiah,”tegas Amien saat menyampaikan pengajian dalam Tabligh Akbar Muktamar Aisyiyah ke-46 dengan tema Nir Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Salah Satu Kunci Peradaban Bangsa yang diselenggarakan di Graha Wana Bhakti Yasa, Yogyakarta, Sabtu (3/7). Tabligh Akbar ini dibuka oleh Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar.

    Menurut Amien, ada dua macam tahlil yaitu dengan lisan atau mengucapkan lailahaillallah dan dengan anggota badan dengan mewujudkan menjadi amal sholeh yang konkret. Hal inilah yang membedakan organisasi Muhamammadiyah dan Aisyiyah dengan organisasi lain bahwa islam itu dua sisi dari satu mata uang yang sama yaitu iman dan amal sholeh.

    ”Maksud saya Muhammadiyah dan Aisyiyah harus meningkatkan bil lisan dan bil arkhan untuk mengatasi lima krisis yang dihadapi umat Islam. Meskipun tidak mungkin kita sendirian memikul lima krisis. Namun setidaknya kita memberi kontribusi sumbangan untuk menjawab tantangan lima krisis tersebut,”ungkap dia.”

    pada tulisan itu jelas tahlil yang dimaksudkan amien rais adalah mentauhidkan Allah SWT dengan sebenarnya alias tidak menyekutukan-Nya. bukannya tahlil yang kayak acara kematian.

    Selanjutnya

    ““Ini bukan tahlilan dalam Muhamadiyah, ini sekadar takziah. Saya hadir untuk memberikan ceramah mengenai makna kematian,” kata Din saat ditemui sebelum memberikan ceramah, Senin (10/6/2013). ”

    jelas sekali, din samsudin hadir dalam rangka takziyah, bukan yasinan dan/atau tahlilan….

  11. feri mengatakan:

    Tata cara tahlilan, yasinan diindonesia itu tdk syak lg hanyalah budaya yg dikemas dlm syareat… Ketika syareat itu ditetapkan dgn jumlah, waktu, sifat dan keutamaan2 tertentu yg dikemas dlm ritual ibadah namun tdk berdasar hadist yg sohih serta tdk ada contoh perbuatan, persetujuan rosululloh dan para sahabatnya padahal mereka kalau mau dahulu tentu sudah dilakukan, maka semua itu jadi bid’ah dlm agama yg dilarang..

  12. Yusuf Mursalimo mengatakan:

    ngaji tu berdasarkan guru yg jelas, jangan cuma membaca artikel2 saja. ya kalau itu bisa dibuktikan kebenarannya, kalau enggak ?

  13. rayyan mengatakan:

    kita amal kan yg menurut kita benar jgn saling mencaci, setan seneng mlht manusia saling tuduh, caci, dan mengkafir kan, sampai kiamat juga gak bkl ada ujung nya klo membahas ilmu di tempat seperti ini, kita periksa kembali ilmu yg kita pelajari sudah bisa di amalkan dengan ikhlas belum, walau pun kalian tau ini aunnah itu sunnah jika tidak di amalkan dgn ikhlas percuma.

  14. sufian Noor mengatakan:

    Kepada yang anti tahlilan , baca & pelajarilah SEMUA KITAB KARANGAN ULAMA-ULAMA MADZHAB IMAM SYAFI’I :TAFSIR,TAUHID/USHULUDDIN, HADITS,FIQIH.
    Jangan sembarangan memvonis orang dengan kata-kata: bid’ah,haram,sesat,kafir,neraka ! Ilmu yang kita miliki seperti tetes air yang menempel di ujung mata jarum,dibandingkan Ilmun ALLAH.
    Dengan ilmu ulama-ulama terdahulu saja, ilmu para wahabi tidak ada apa-apanya.

  15. syah mengatakan:

    kalian yg menyalahkan kami karna mlkukan tahlilan yaa silahkan lah.. kalian bilang kami sesat yaa silahkan., cuma yaa difikir2 dulu. tidak gampang memfonis seseorng itu. apalagi dalil2 kita cuma kita dpatnya di om google. imam 4 mazhab itu berbeda2 ttpi ukhuah islam ttp dijunjung tinggi. mari kita bndingkan dengan kita sekarang. kita dimana kita siapa.jgn smbong dengan ilmu kita yg msih sedikit. aq geleng2 kelala bca koment yg ada, satu pihak mnjlaskan, 1 pihak melkkn pnyngklan bhkan ada yg mensesatkan. sekarng ayo. yg ikut tahlilan silhkan, yg tidk ya silhkan. ayoo kita brsama, jgn kita jdi sumber prpechan dlm agama rhmatan lil ‘alamin. titik. wassalam

  16. Endiarto Budi mengatakan:

    Sebenarnya kan dalam Al Quran surat Al Ahzab 21 yang artinya “Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”, nah berarti cara kita beragama seharusnya mengikuti tuntunan Rasulullah berdasarkan dalil2x shohih dan syarah para ulama terdahulu.

    Masih banyak sunnah2x Rasulullah berdasarkan dalil2x shohih yang belum kita amalkan dan itu memang butuh ilmu. Menurut saya, Agama ini mudah….kalau ada contohnya yaa dilaksanakan kalau tidak yaa jangan….karena setiap perbuatan kita akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.

    Maaf kawan-kawan, Hidayah itu datangnya dari Allah, saya hanya menyampaikan saja apa yang saya pahami.

  17. Muslim mengatakan:

    Amin mengatakan zikir bersama-sama bukan.tahlilan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s