KEBOHONGAN WAHABI SALAFY MEMALSUKAN PENDAPATNYA IMAM SYAFI’I

Posted: Juni 17, 2013 in TAHRIF KITAB & KHIANAT ILMIAH, WAHABI - SALAFY HALALKAN SEGALA CARA
Tag:

KEBOHONGAN WEB SALAFY MENCATUT IMAM SYAFI'I

Lagi – lagi Para Wahabi – Salafy terus melakukan berbagai cara demi mempertahankan & membela ajaran – ajarannya, sudah banyak kitab – kitab yang dirusak keasliannya & pemutarbalikan fakta yang terus dihalalkan oleh Wahabi – Salafy.

Kali ini mereka mencatut kembali nama Imam Syafii yang sebenarnya bukanlah perkataan Imam Syafii akan tetapi perkataan ulama – ulama mereka sendiri yang disamarkan kepada Imam Syafii (Na’udzubillah) mereka berani berdusta & merasa paling benar & paling mengikuti ajaran Rasulullah & menjauhi larangannya.

Aqidah mereka Allah ada diatas langit, terkutip banyak dalam website – website, artikel, majalah Wahabi – Salafy yang disebar & dikutip oleh pengikut – pengikutnya (taklid), sebut saja dalam link http://almanhaj.or.id/content/3343/slash/0/aqidah-imam-syfii-allah-subhanahu-wa-taala-ada-di-atas/ (Lihat Pic diatas)

Dimana artikel yang tersebut isinya hanya berisi pendapat – pendapat ulama mereka saja, lalu pada paragraf akhir baru disebutkan pendapat Imam Syafii dalam Mukhtashar Al ‘Uluw, seperti terkutip berikut ini :

Demikian, aqidah Imam Syafi’i rahimahullah yang terangkum dalam pernyataan beliau berikut ini:

قال الإمام الشافعي رحمه الله(204ه) (القول في السُّنة التي أنا عليها ورأيت أصحابنا عليها أهل الحديث الذين رأيتهم وأخذت عنهم مثل سفيان ومالك وغيرهما الإقرار بشهادة أن لا إله إلا الله , وأن محمداً رسول الله وأن الله تعالى على عرشه في سمائه يَقرُب من خلقه كيف شاء وأن الله تعالى ينزل إلى السماء الدنيا كيف شاء.

“Konsep ajaran Islam yang aku pegangi dan dipegangi orang-orang yang aku ketahui, semisal Sufyan (ats-Tsauri), (Imam) Mâlik dan lain-lain, (ialah) pengakuan terhadap persaksian bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah. Sesungguhnya Allah di atas ‘Arsy, mendekati makhluk-makhluk-Nya sesuai dengan kehendak-Nya, dan turun ke langit bumi sesuai dengan kehendak-Nya”. (Mukhtashar ‘Uluw)

BANTAHAN UNTUK TALAFY/PERUSAK (BUKAN AHLI SALAF) !!

Apa yang dikatakan dan dinukil oleh kaum Salafi Wahhâbi di atas adalah kepalsuan belaka atas nama Imam Syafi’i! Ia adalah produk seorang pemalsu yang tidak punya malu! Dokumne ucapan Imam Syafi’i itu dapat Anda temukan dalam kitab Mukhtashar al Uluw:176 dan juga dalam kitabnya Ibnu Qayyim al Jauziyah (penjaja akidah Tajsîmnya Ibnu Taimiyah) yang berjudul Ijtimâ’ al Jusyûsy dengan redaksi sebagai berikut:
روى شيخ الإسلام أبو الحسن الهكاري ، والحافظ أبو محمد المقدسي بإسنادهم إلى أبي ثور وأبي شعيب كلاهما عن الإمام محمد بن إدريس الشافعي ناصر الحديث رحمه الله قال: القول في السنة التي أنا عليها ورأيت أصحابنا عليها أهل الحديث الذين رأيتهم وأخذت عنهم مثل سفيان ومالك وغيرهما الاقرار بالشهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله ، وأن الله تعالى على عرشه في سمائه يقرب من خلقه كيف شاء وأن الله ينزل إلى السماء الدنيا كيف شاء . . . وذكر سائر الاعتقاد ”

“Syeikhul Islam Abul Hasan al Hakâri dan al Hafidz Abu Muhammad al Maqdisi dengan sanad mereka kepada Abu Tsaur dan Abu Syu’aib keduanya dari Imam Muhammad bin Idris asy Syafi’i –pembela Sunnah- semoga rahmat Allah atasnya, ia berkata, ““Pendapat (yang benar) yang sesuai dengan Sunnah yang saya yakini dan saya saksikan para ulama kami dan para Ahli Hadis yang saya belajar (agama) dari mereka seperti Sufyan ats Tsawri, Malik dan lainnya meyakininya adalah: Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Dan sesungguhnya Allah –Ta’âla- berada di atas Arsy-Nya di atas langit sana, Dia mendekat dari ciptaan-Nya sesuai yang Dia kehendaki. Dan bahwa Allah turun ke langit terdekta (dengan bumi) sesuai dengan yang Dia kehendaki.” (kemudian beliau menyebut seluruh poin akidah

Para Perawi Dokumen Ucapan Imam Syafi’i Adalah Para Pembohong!

Perhatikan nama pertama yaitu al Hakâri. Dia adalah seorang gembong pembohong besar/kadzdzâb! Adz Dzahabi dalam Mîizân-nya,3/112 berkata:
قال أبو القاسم بن عساكر : لم يكن موثوقاً به ، وقال ابن النجار : متهم بوضع الحديث وتركيب الأسانيد

Abul Qâsim bin ‘Asâkir berkata, “Ia tidak dapat dipercaya. Ibnu an Najjâr berkata, “Ia tertuduh gemar memalsu hadis dan menyusun sanad (untuk dirakitkan dengan teks hadis/ucapan sahabat atau lainnya)”
Ibnu Hajar dalam Lisân al Mîzân-nya,4/159 berkata:
وكان الغالب على حديثه الغرائب والمنكرات ، وفي حديثه أشياء موضوعة ورأيت بخط بعض أصحاب الحديث أنه كان يضع الحديث بأصبهان
وقال ابراهيم بن محمد بن سبط ابن العجمي ابو الوفا الحلبي الطرابلسي في كتابه “الكشف الحثيث عمن رمى بوضع الحديث الجزء الاول صفحة 184: علي بن أحمد شيخ الإسلام أبو الحسن الهكاري قال بن النجار متهم بوضع الحديث وتركيب الأسانيد قاله الذهبي في ترجمة عبد السلام بن محمد”

“Dan yang dominan dalam hadis riwayatnya adalah hadis-hadis Gharî dan Munkar. Dan dalam hadisnya banyak hal palsu. Dan aku menyaksikan (kesaksian) dengan tulisan tangan sebagian Ahli Hadis bahwa dia adalah telah memalsu hadis di kota Isfahan.

Ibrahim bin Muhammad bin Sibth bin al ‘Ajami; Abul Wafâ’ al Hulli ath Taharblusi dalam kitabnya al Kasyfu al Hatsîts:184 (buku yang mengungkap para parawi yang tertuduh sebagai pemalsu hadis): Ali bin Ahmad Syeikhul Islam Abul Hasan al Hakâri. Ibnu Najjâr berkata, “Ia tertuduh sebagai pe,malsu hadis dan menyusun mata rantai sanad. Demikian dikatakan adz Dzahabi ketika menyebut biodata Abdus Salâm bi Muhammad.”

Perawi Kedua:

Nama perawi lain yang harus segera Anda teliti adalah Abu Syu’aib. Ia mengklaim bahwa ia menukil akidah itu dari Imam Syafi’i. Coba kita perhatikan baik-baik! Ternyata ia baru lahir dua tahun setelah wafat Imam Syafi’i! Demikian ditegaskan dalam kitab târîkh Baghdad,9/436.

Adapun akidah yang dinisbatkan kepada Imam Syafi’i dari riwayat Abu Thalib al ‘Usyâri seperti yang disebutkan dalam kitab Thabaqat karya Abu Ya’la,1/283 dan kitab Ijtimâ’ al Juyûsy al Islamiyah:165 adalah tidak benar! Sanadnya tidak shahih kepada Imam Syafi’i. Kendati sebagian orang berusa memasarkan akidah itu atas nama Imam Syafi’i. Pada mata rantai sanadnya terdapat seorang pembohong besar dan pemalsu hadis/kadzdzâb wadhdhâ’ yaitu Abul ‘Izz Ahmad bin Ubaidullah bin Kâdisy (W.526).
Dalam Mîzân-nya,1/118 adz Dzahabi berkata tentangnya:

قال ابن النجار : كان ضعيفا في الرواية ، مخلطا كذابا ، لا يحتج به ، وللأئمة فيه مقال.قال السمعاني : كان ابن ناصر يسيء القول فيه . وقال عبد الوهاب الأنماطي : كان مخلطا .

“Ibnu Najjâr berkata, “Ia seorang yang lemah dalam periwayatan. Kacau balau riwayatnya. Seorang pembohong. Tidak boleh dijadikan hujjah. Para imam/ulama besar telah berbicara banyak tentangnya.

As Sam’âni berkata, “Ibnu Nâshir menilai buruk tentangnya.”

Abdul Wahhâb al Anmâthi berkata, “Ia seorang yang kacau riwayatnya.”

As Sam’ani juga berkata, “Aku mendengar Nâshir berkata, “Aku mendengarIbrahim bin Sulaiman berkata, “Aku mendengar Abul ‘Izz ibn Kâdisy berkata, ‘Aku telah memalsu hadis atas nama Rasulullah saw.” ia telah mengakuinya di hadapanku.

Al hasil kegemarannya dalam memaslu hadis tidak samar bagi para ulama. Dia juga gemar memalsu hadis yang menmuji-muji Sayyidina Abu Bakar ra. dan dia menganggapnya sebagai amal kebajikan. Lebih lanjut baca Lisân al Mîzân,1/218.

Adapun al Usyâri.

Adapun al Usyâri Abu Thalib Muhammad bin Ali al Usyari (W.452 H) kendati ia dinilai sebagai seorang yang shadûq akan tetapi karena keluguan dan kelengahannya ia menyampaikan banyak hadis palsu termasuk tentang keutamaan bulan Sya’ban dan juga akidah yang diatas-namakan Imam Syafi’i. Demikian ditegaskan oleh adz Dzahabi dalam Mîzân-nya,3/656 dan Ibnu Hajar dalam Lisân al Mîzân-nya,5/301.

Sampai di sini jelaslah bagi Anda bagaimana kualitas dokumen yang dibanggakan kaum Wahhâbi Salafi dalam membangun akidah miring mereka! Mereka siap menerima kepalsuan demi mazhab mereka bahwa mereka tidak segen-segan juga memalsu riwayat demi mendukung akidah menyimpang mazhab mereka!

**********************
Marilah kita simak pendapat Imam Syafi’i

Akidah Imam Syafi’i yang sebenarnya adalah sesuai dengan Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah, sbb:

Imam asy-Syafi’i Muhammad ibn Idris (w 204 H), seorang ulama Salaf terkemuka perintis madzhab Syafi’i, berkata:

ءامنت بلا تشبيه وصدقت بلا تمثيل واتهمت نفسي في الإدراك وأمسكت عن الخوض فيه كل الإمساك

“Tentang Istiwâ’ Imam Syafi’i berkata: Aku beriman tanpa penyerupaan dan aku membenarkan tanpa tamtsîl/penyamaan. Dan aku menuduh (pendapat) pribadiku dalam menjangkau pemahaman tentangnya dan aku menahan diri dari secara total menjeburkan diri dalam membahas masalah ini.”[1]

Imam Syafii juga berkata:

إنه تعالى كان ولا مكان فخلق المكان وهو على صفة الأزلية كما كان قبل خلقه المكان ولا يجوز عليه التغير في ذاته ولا التبديل في صفاته (إتحاف السادة المتقين بشرح إحياء علوم الدين, ج 2، ص 24)

“Sesungguhnya Allah ada tanpa permulaan dan tanpa tempat. Kemudian Dia menciptakan tempat, dan Dia tetap dengan sifat-sifat-Nya yang Azali sebelum Dia menciptakan tempat tanpa tempat. Tidak boleh bagi-Nya berubah, baik pada Dzat maupun pada sifat-sifat-Nya” (LIhat az-Zabidi, Ithâf as-Sâdah al-Muttaqîn…, j. 2, h. 24).

Dalam salah satu kitab karnya; al-Fiqh al-Akbar [selain Imam Abu Hanifah; Imam asy-Syafi’i juga menuliskan Risalah Aqidah Ahlussunnah dengan judul al-Fiqh al-Akbar], Imam asy-Syafi’i berkata:

واعلموا أن الله تعالى لا مكان له، والدليل عليه هو أن الله تعالى كان ولا مكان له فخلق المكان وهو على صفته الأزلية كما كان قبل خلقه المكان، إذ لا يجوز عليه التغير في ذاته ولا التبديل في صفاته، ولأن من له مكان فله تحت، ومن له تحت يكون متناهي الذات محدودا والحدود مخلوق، تعالى الله عن ذلك علوا كبيرا، ولهذا المعنى استحال عليه الزوجة والولد لأن ذلك لا يتم إلا بالمباشرة والاتصال والانفصال (الفقه الأكبر، ص13)

“Ketahuilah bahwa Allah tidak bertempat. Dalil atas ini adalah bahwa Dia ada tanpa permulaan dan tanpa tempat. Setelah menciptakan tempat Dia tetap pada sifat-Nya yang Azali sebelum menciptakan tempat, ada tanpa tempat. Tidak boleh pada hak Allah adanya perubahan, baik pada Dzat-Nya maupun pada sifat-sifat-Nya. Karena sesuatu yang memiliki tempat maka ia pasti memiliki arah bawah, dan bila demikian maka mesti ia memiliki bentuk tubuh dan batasan, dan sesuatu yang memiliki batasan mestilah ia merupakan makhluk, Allah Maha Suci dari pada itu semua. Karena itu pula mustahil atas-Nya memiliki istri dan anak, sebab perkara seperti itu tidak terjadi kecuali dengan adanya sentuhan, menempel, dan terpisah, dan Allah mustahil bagi-Nya terbagi-bagi dan terpisah-pisah. Karenanya tidak boleh dibayangkan dari Allah adanya sifat menempel dan berpisah. Oleh sebab itu adanya suami, istri, dan anak pada hak Allah adalah sesuatu yang mustahil” (al-Fiqh al-Akbar, h. 13).

Pada bagian lain dalam kitab yang sama tentang firman Allah QS. Thaha: 5 (ar-Rahman ‘Ala al-‘Arsy Istawa), Imam asy-Syafi’i berkata:

إن هذه الآية من المتشابهات، والذي نختار من الجواب عنها وعن أمثالها لمن لا يريد التبحر في العلم أن يمر بها كما جاءت ولا يبحث عنها ولا يتكلم فيها لأنه لا يأمن من الوقوع في ورطة التشبيه إذا لم يكن راسخا في العلم، ويجب أن يعتقد في صفات الباري تعالى ما ذكرناه، وأنه لا يحويه مكان ولا يجري عليه زمان، منزه عن الحدود والنهايات مستغن عن المكان والجهات، ويتخلص من المهالك والشبهات (الفقه الأكبر، ص 13)

“Ini termasuk ayat mutasyâbihât. Jawaban yang kita pilih tentang hal ini dan ayat-ayat yang semacam dengannya bagi orang yang tidak memiliki kompetensi di dalamnya adalah agar mengimaninya dan tidak –secara mendetail– membahasnya dan membicarakannya. Sebab bagi orang yang tidak kompeten dalam ilmu ini ia tidak akan aman untuk jatuh dalam kesesatan tasybîh. Kewajiban atas orang ini –dan semua orang Islam– adalah meyakini bahwa Allah seperti yang telah kami sebutkan di atas, Dia tidak diliputi oleh tempat, tidak berlaku bagi-Nya waktu, Dia Maha Suci dari batasan-batasan (bentuk) dan segala penghabisan, dan Dia tidak membutuhkan kepada segala tempat dan arah, Dia Maha suci dari kepunahan dan segala keserupaan” (al-Fiqh al-Akbar, h. 13).

Murnikah ajaran mereka?? Apakah benar mereka telah menjauhi larangan-Nya?? ternyata mereka bukanlah para pengikut ulama Salaf dan sangat jauh dari Salaf, tetapi anehnya mereka mengklaim para pengikut & penempuh Salaf.

Source:
Abu Salafy & Abu Fateh

Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s