MENYINGKAP KEDUSTAAN WAHABI – SALAFY TERHADAP IMAM SYAFI’I

Posted: Juni 17, 2013 in AQIDAH AHLU SUNNAH WAL JAMA'AH, TAHRIF KITAB & KHIANAT ILMIAH, WAHABI - SALAFY HALALKAN SEGALA CARA
Tag:

menggunting1

Menyingkap kedustaan wahabi terhadap Imam Sya’fi’i

Wahabi mengklaim bahwa Imam Syafi’i ra berkata: ” perkataan tentang as-sunah yg aku pegang dan aku melihat sahabat-sahabatku berpegang padanya,juga pegangan ahli hadis yang aku mengambil daripadanya seperti Imam sufyan, Imam malik dan selainnya yaitu iqrar bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi muhamad saw utusan Allah,dan sesungguhnya Allah taala diatas arasny, di atas langitnya, dia mendekat pada hambanya sekehendaknya dan sesungguhnya Allah turun ke langit pertama sekehendaknya -Imam Syafi’i red.


Bantahan : Kenapa mereka mengambil hal aqidah dengan ucapan rowi pemalsu dan pendusta ??? dan mereka mengkritik kepada g0l0ngan lain karena mengambil hadis doif dalam hal yang diperbolehkan yaitu masaalh fadlo’il amal ???
————
Sekarang kita buktikan bahwa apa yang diklaim wahabi terhadap Imam syafi’i adalah kedustaan murni,dan fitnah terhadap Imam Syafi’i ra, karena riwayat perkataan beliau di atas di ambil dari para pemalsu dan pembohng riwayat,perkataan Imam Syafi’i tersebut dapat dilihat dalam kitab:

1-Mukhtasor al uluw hal 176,
2- Ijtima Juyus Islamiyah karya Ibnulqoyim,dengan riwayat dari Syaikh Islam Abu hasan alhakari dan Abu
Muhamad Almaqdisi dengan sanadnya kepada abi tsaur dan abi syuaeb yang keduanya menerima dari Imam muhamad bin idris as syafi’i yang mana beliau berkata;(sprt ditulis
diatas).
————
Kita cek sanadnya!
1 Abul hasan alhakari;
-berkata alhafid ad dzahabi: salah seorang pemalsu dan pendusta(mizan i’tidal juz 3/112)
-berkata Ibnu hajar al asqolani: suka memalsu riwayat dan susunan sanad (lisanul mizan 4/159)
-berkata syaekh ibrohim bin muhamad bin sibti bin al ajami Abul aufa al halabi :ia pemalsu hadis(al kasyful hadis 1/184)
2 Abu syuaib:
catatan: wahabi mengira bahwa Abu syuaib menerima riwayat tersebut langsung dari Imam Syafi’i”
-kita cek:
beliau lahir setelah Imam Syafi’i wafat 2 tahun sebelumnya (tarikh albagdadi 9/436)

adapun tentang riwayat yang mirip dengan redaksi di atas yang diriwayatkan oleh abi Thalib al asyari dan disandarkan pada Imam Syafi’i ra,yang ada
dalam kitab:
1- Thobaqot abi ya’la juz 1 hal 283
2 ijtima juyus Islamiyah hal 165,
Riwayat itu tidak s0heh
disanadkan pd Imam Syafi’i karena dalam sanadnya ada Abul Izzi Ahmad bin Ubaedilah bin Kadasy, dan ternyata dia seorang pembohong dan pemalsu :
1-berkata Imam Dzahabi bahwa Ibnu Kadas yaitu Abul Izzi bin Kadasy Ahmad bin Ubaidillah wft 526 h termasuk sahabat Al asyari, dia adalah pemalsu (Mizan I’tidal 1/118) ,beliau juga mengatakan: dia telah berdusta tentang aqidah yg di sandarkan kepada Imam Syafi’i (Mizan I’tidal 3 /656)
2 -brkta Ibnu hajar;doif dalam riwayat dan tidak bisa dipake hujah (Lisanul Mizan juz 1/208)

Adapun Abu Thalib al asyari;
1- berkata Imam Ibnu Hajar dengan menuqil dari Ad dzahabi bahwa Abu Thalib al asyari seorang syaeh yg jujur tapi terkontaminasi dengan sesuatu hal sehingga meriwayatkan hadis palsu tentang keutamaan malam asyura,dan juga riwayat tentang aqidah Imam Syafi’i(lisanul mizan 5/301)
——–
Nah hati2 lah kalian terhadap kaum mujasimah karena watak mereka adalah mengambil penadapat yang sesuai hawa nafsunya walau pun mesti berdusta dan
berbuat batil, dan berdalil dgn ucapan para pemalsu dan pendusta apalagi dalam hal aqidah.
———–
Adapun ucapan Imam Syafi’i yang soheh adalah mensucikan Allah ta’ala dari jismiyah dan sifat jisim. lihat ketika beliau ditanya tentang istiwa: aku beriman dengan ayat istiwa tanpa menyerupakan, dan aku membenarkan tanpa menggambarkan, dan aku menahan diri dari membahasnya secara mutlak (riwayat Imam ahmad rofi’i dalam alburhan muayad hal 24)
lihat Imam Syafi’i cuma memberjalankan lafadnya,artinya cukup iman pada lafad istiwa,bukan mentafsir atau menterjemah,bila memang boleh mengambil makna dohir, mengapa beliau repot-repot mengatakan cara menangani ayat tersebut,yaitu tdk menggambarkan dan tdk menyerupakan,juga tdk membahasnya..

Dan beliau juga berkata: aku beriman dgn apa yang datang dari Allah sesuai maksud Allah juga dgn apa yg datang dari rasul sesuai maksud rasul (kitab daf’u syubhah man syabbaha wa tamarod karya Imam Taqyuddin Alhisni hal 56)
lihat Imam mengatakan iman sesuai maksud Allah dan rasul,artinya tafwidl:menyerahkan maknanya kepada Allah.

Dan berkata Imam Syafi’i: sesungguhnya Allah ada sebelum ada tempat,lalu menciptakan tempat,dan dia tetap dalam keadaan sebelum menciptakan tempat, tidak
terkena perubahan dalam dzatnya dan tidak menerima pergantian dlm sifatnya (Ithaf Sadatul Mutaqin juz 2/24)

ketika beliau ditanya tentang sifat Allah,beliau menjawab: tidak terbatas angan, tidak bisa ditetapkan oleh sangkaan dan tidak tercapai oleh
nalar,dan tidak terbersit oleh bisikan dan tidak terliput kecuali apa yg disifatkan oleh dia pada dzatnya melalui lisan nabinya saw (disbutkan oleh Ibnu Jahbal dlm Risalah Tobaqot Syafi’iyah Kubro 9/40)

Nah smua ini menunjukan bahwa Imam Syafi’i menafikan makna jisim dan sifat jisim seperti tempat,arah, ruang, gerak, diam dll..

Jazallohu anhu wa an nabiyina muhamad ma huwa ahluhu..amiin.

Source: Anwar Badruzzaman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s