PENIPUAN WAHABI – SALAFY DALAM AQIDAH YANG DI NISBATKAN PADA IMAM MALIK . RA

Posted: Juni 17, 2013 in AQIDAH AHLU SUNNAH WAL JAMA'AH, TAHRIF KITAB & KHIANAT ILMIAH, WAHABI - SALAFY HALALKAN SEGALA CARA
Tag:

menggunting1

MENGUAK KEPALSUAN WAHABI DALAM AQIDAH YG DINISBATKAN PADA IMAM MALIK RA

Wahabi berhujah utk menegakan aqidahnya dengan perkataan Imam Malik RA Yaitu: bahwa Allah
diatas langit dan ilmunya disetiap tempat, barang siapa beri’tiqad bahwa sesungguhnya tidak ada diatas langit tuhan yang
disembah, dan tidak diatas arasy Rob yang disolati dan disujudi KEPADANYA, dan
Muhammad tidak mi’raj kepada Tuhannya, maka dia adalah MUATHIL FIRAUN YANG SESAT DAN AHLI BID’AH -Imam Malik-red.

Kita katakan bahwa atsar diatas tidak soheh dinisbatkan pada Imam Malik RA,karena PEROWI YANG MENERIMA DARI IMAM MALIK,YAITU Abdullah bin
Nafi menyendri dalam meriwayatkan dari imam Malik dan tidak ada yg lainnya, dan Abdullah bin Nafi Diperbincangkan
oleh kubar ulama dalam masalah hafalannya..!
Sebelum kita ungkapkan fakta tersebut, kita lihat DULU catatan riwayat yang disandarkan pada imam malik ITU dalam kitab-kitab ULAMA, khususnya yang dipake pegangan WAHABI,
yang MANA semuanya RIWAYATNYA melalui jalan
ABDULLAH BIN NAFI:
1. telah mengeluarkan abu dawud dalam kitab masail IMAM AHMAD hal 263 dari Abdullah Bin nafi, beliau berkata: telah berkata
IMAM MALIK: ALLAH berada dilangit dan ilmunya distiap tempat.

2. berkata ALHAFID DAHABI dalam kitab Siyar 8/101 (diriwayatkan dari Abdullah bin AHMAD bin HAMBAL dalam kitab; (ARROD ALAL JAHMIYAH) darinya berkata: telah menceritakan padaku bapakku, telah menceritakn suraij bin nu’man dari Abdullah bin Nafi, beliau berkata: telah berkata
Imam Malik: ALLAH berada dilangit, dan ilmunya disetiap tempat tidak
kosong sedikitpun)

3. Telah mengeluarkan (IMAM Abdullah bin Hambal dalam kitab ASSUNAH yang dinisbatkan padanya 1/106,cetakan dari ibnu qoyyim damam 1406 H, dengan
pentahqiq doktor muhamad salim alqohthani): telah menceritakan bapakku : teLah berkata suraij bin
an nu’man : telah mengkabarkan padaku ABDULLAH BIN NAFI, beliau
berkata: berkata IMAM MALIK: ALLAH berada dilangit dan ilmunya ada disetiap tempat tidak kosong
darinya sesuatu pun, lalu
membacakan QS.MUJADALAH 7, dan dengan penjelasan yang panjang lebar dan masih dalam
kitab diatas pada 1/174,cetakan yang sama telah mencaritakan kepadaku abulhasan al athor, beliau berkta: aku mendengar
suraij bin nu’man berkta: aku bertanya kepada ABDULLAH BIN NAFI….lalu disbutkan(dengan redaksi yang sama)
Lalu sang pentahqiq alqohthoni berkata: (rowinya tsiqot),’ nah
begitulah orang yang taqlid pada albani dengan tidak mengecek dahulu kebenarannya, seandainya
pentahqiq berhati-hati dalam kebenaran, maka tidak menyepelekan masalah ini, tapi ya
begtulah orang yang mengambil ilmu bukan pada ahlinya-(red).

4.Begitu juga riwayat tersebut dikeluarkan oleh al lalaka’i dalam kitab ‘i’tiqad ahli sunah wal jamaah 3/401′ cet: darul thoyibah-riyadl _1402, pentahqiq
doktor ahmad sa’d hamdan’ dari jalan IMAM Abdullah bin Ahmad BIN
Hambal dalam kitab ASSUNAH, ia berkata: telah mengkabarkan padaku muhamad bin abdullah alhajaj, beliau brkta: telah
mengkabarkan PADA KAMI AHMAD BIN ALHUSAIN BERKATA: ABDULAH BIN AHMAD BERKATA: BAPAKKU
TELAH BERKATA : TELAH BERKATA SURAIJ BIN AN NU’MAN, BELIAU BERKATA PADAKU ABDULLAH BIN
NAFI,BERKATA IMAM MALIK: ALLAH BERADA DILANGIT DAN ILMUNYA BERADA DISETIAP TEMPAT,TIDAK KOSONG DARINYA SESUATU PUN.

5. TELAH MERIWAYATKAN ABU
BAKAR AN NAJAD DALAM KITAB ARROD ALA MAN YAQULU ALQUR’AN MAHLUQ,CET: MAKTABAH AS SOHABAH ISLAMIYAH-KUWAIT (1400)
DENGAN PENTAHQIQ: RIDOLLAH MUHAMAD IDRIS) IA BERKATA: TELAH MENYEBUTKAN PADAKU
AHMAD,BELIAU MENYEBUTKAN
PADAKU ABDULAH BIN AHMAD BIN HAMBAL: TELAH BERKATA ABDULAH BIN NAFI: BERKATA IMAM MALIK BIN ANAS: IMAN ITU UCAPAN DAN AMALAN, LALU BERKATA: ALLAH
TELAH BERFIRMAN PADA NABI MUSA AS, DAN BERKATA IMAM MALIK: ALLAH BERADA DILANGIT DAN ILMUNYA ADA DISETIAP TEMPAT, TIDAK KOSONG DARINYA SESUATU
PUN.

6. DAN TELAH MENYEBUTKAN ADZ DZAHABI DALAM (TADKIROTUL HUFAD 1/209) DALAM PERKATAAN IMAM
MALIK, DARI RIWAYAT ABDULAH BIN HANBAL DALAM KITAB AS-SUNNAH YANG DINISBATKAN PADANYA, JUGA
JALAN RIWAYAT INI DISEBUTKAN DALAM -TARIKH ISLAM- MAKA IA BERKATA; (DAN TELAH BERKATA
ABDULLAH BIN NAFI, TELAH
BERKATA MALIK:‘ALLAH BERADA DILANGIT DAN ILMUNYA DISETIAP TEMPAT’ MERIWAYATKAN IMAM
AHMAD BIN HANBAL DARI SURAIJ BIN AN NU’MAN DARI ABDULLAH BIN NAFI’.

7. MENYEBUKAN IMAM AHMAD
DALAM‘AL ILAL 1/530′ CET:
MAKTABAH AL ISLAMI BAERUT)
DENGAN TAHQIQ WASYILLAH BIN MUHAMAD ABAS DENGAN SANAD SAMA SEPERTI DALAM KITAB AS- SUNAH YANG DISANDARKAN PADA
ABDULLAH BIN AHMAD RA DARI
ABDULLAH BIN NAFI.

8. DAN TELAH MENGELUARKAN IBNU
QUDAMAH DALAM ISBAT SIFAT AL ULUW HAL 115, CET:
DARUSSALAFIYAH-1406 H, DENGAN PENTAHQIQ BADAR ABDULLAH, IA IBNU QUDAMAH BERKATA: TELAH MENGKABARKAN PADA KAMI ABU BAKAR ABDULLAH BIN MUHAMAD, IA BERKATA: TELAH MENGKABARKAN PADA KAMI ABU BAKAR AHMAD BIN ALI, TELAH MENGKABARKAN PADA
KAMI HIBATULLAH BIN ALHASAN, TELAH MENGKABARKAN PADA KAMI
MUHAMAD BIN UBAEDILLAH BIN ALHAJAJ, TELAH MENGKABARKAN PADA KAMI AHMAD BIN ALHASAN, TELAH MENUTURKAN ABDULLAH BIN
AHMAD, TELAH MENUTURKAN BAPAK KU DARI SURAIJ BIN NU-MAN, IA BERKATA: TELAH MENCERITAKN PADA KAMI ABDULLAH BIN NAFI, IA BERKATA: TELAH BERKATA IMAM MALIK: ALLAH BERADA DILANGIT DAN ILMUNYA BERADA DISETIAP TEMPAT
TIDAK KOSONG DARINYA SESUATU PUN.

9. DISEBUTKAN OLEH DZAHABI
DALAM KITAB AL ULUW HAL 228 CET: MAKTABAH ADWAU SALAF RIYADL,CET PERTAMA 1995 M PENTAHQIQ ABU MUHAMAD ASYROF BIN ABDUL MAQSUD DARI JALUR AJURI: DARI IBNU MIHLAD, DARI ABU
DAWUD, DARI AHMAD BIN HAMBAL, DARI SURAIJ BIN AN NU’MAN DARI ABDULLAH BIN NAFI, BELIAU BERKATA: TELAH BERKATA IMAM MALIK: (SPRT REDAKSI SEBELUMNYA)
KET: RIWAYAT INI DISOHEHKAN ALBANI DALAM MUKHTASOR AL ULUW HAL 75) CET MAKTAB ISLAMI BAERUT, DENGAN PENTAHQIQ DAN PENTA’LIKNYA ALBANI.

NAH RIWAYAT DENGAN SANAD
TERHADAP PERKATAAN IMAM MALIK YG SUKA DIPAKE PEGANGAN WAHABI TELAH DISEBUTKAN SEMUANYA
KITA LIHAT PENILAIAN ULAMA TENTANG ROWI DALAM RIWAYAT TSBT :

NAH INI KECEROBOHAN ALBANI
DENGAN TIDAK MENCERMATI
PERKATAAN ULAMA MUHADIS, ATAU KARENA SEBAB MENGIKUTI HAWA NAFSU !

PADAHAL TELAH BERKATA SYAIKH SULAIMAN GOWAJI DALAM SYARAHNYA TERHADAP (KITAB IDOH
AD DALIL FIQOT’I HUJAJ AHLI TA’THIL KARYA BADRUDIN BIN JAMAAH) HAL 82, CET DARUS SALAM 1990, DENGAN PENTAHQIQ SYAIKH SULAEMAN GOWAJI DALAM FASAL DIBAWAHNYA TENTANG‘DAAWI KHOTIROTIN LAESA LAHU DALIL AS SYAR’I’ DENGAN NASHNYA: APA
YANG DIRIWAYATKAN OLEH SURAIJ BIN NU’MAN DARI ABDULLAH BIN NAFI DARI IMAM MALIK: ALLAH BERADA DILANGIT DAN ILMUNYA
DISETIAP TEMPAT’, ITU TIDAK SABIT !!
KITA CEK ROWINYA:

1-BERKATA IMAM AHMAD: ABDULLAH BIN NAFI AS SO’YIG BUKAN PENGHAFAL HADIS DAN IA DOIF DALAM RIWAYAT.

2-BERKATA IBNU ADI: ABDULLAH BIN NAFI MERIWAYATKAN GOROIB:
HAL2 YANG ASING DARI IMAM MALIK MAKA TIDAK SAH RIWAYAT TERSENDIRI DARINYA.

MAKA DENGAN SIFAT SANAD
SEPERTI INI TIDAK BISA
DISANDARKAN PADA IMAM MALIK TOH TELAH MUTAWATIR BAHWA IMAM
MALIK TIDAK MEMPERDALAM
PEMBAHASAN DALAM SIFAT ALLAH, YANG BUKAN AMALAN AHLU MADINAH SEPERTI DALAM SYARH AS- SUNAH KARYA AL LALAKA’I.

3-BERKATA AHMAD BIN ALHAKIM:
ABDULLAH BIN NAFI BUKANLAH PENGHAPAL HADIS MENURUT ULAMA HADIS.

4-BERKATA ABU HATIM DIA BUKAN PENGHAPAL, KARENA LEMAH HAPALANNYA,TETAPI TULISANYA YANG DIANGGAP LEBIH SOHEH,

5-BERKATA ALBUKHORI: DIKETAHUI HAPALANNYA DAN JUGA DI INKARI (MUNKAR)

6_BERKATA IBNU HIBAN DALAM KITAB ASYIQOT: DIA TULISANNYA LEBIH SOHEH DARIPADA HAPALANNYA KARENA TERKADANG IA LUPA.

7-BERKATA ALHAFID IBNU HAJAR DALAM KITAB TAHDZIB: ABDULLAH BIN NAFI ASSOYIG SEPERTI YANG DIKATAKAN ALBUKHORI LEMAH HAPALANNYA TETAPI RIWAYATNYA DARI ALMUWATHO LEBIH DI
HARAPKAN.
SEBAB BELIAU MERIWAYATKAN AL MUWATO DENGAN MELIHAT TULISAN
KITABNYA BUKAN DENGAN
HAFALANNYA.

8-DARI AL AJURI DARI ABI DAWUD AKU MENDENGAR IMAM AHMAD BERKATA: ABDULLAH BIN NAFI ORANG YANG PALING TAHU PENDAPAT DAN HADIS IMAM MALIK,KEMUDIAN TERKENA KERAGUAN DALAM HAFALANNYA OLEH SEBAB ITU IA DIDOIFKAN DARI SEGI HAPALAN RIWAYAT DAN TIDAK
SOHEH HADISNYA KETIKA
MERIWAYATKAN TANPA TULISAN/ KITAB.
-KETERANGAN :
PERKATAAN ULAMA2 MUHADIS
DIATAS BISA DI LIHAT DLM: AD
DLUAFA KARYA ALBUKHORI, –
ASSYIQOT KARYA IBNU HATIM, -AD DUAFA KARYA AD DAHABI, -AD DUAFA WAL MATRUKIN KARYA ANNASA’I JUGA DALAM ALMAJRUHIN KARYA IBNU HIBAN

KESIMPULAN :
1 BAGAIMANA BISA DIPEGANG
RIWAYAT ROWI DOIF YANG
MERIWAYATKAN DENGAN SENDRIAN TANPA ADA RIWAYAT DARI YG LAINYA ???

2 ULAMA MENCELA HAFALANNYA,BAGAIMANA BISA DISOHEHKAN DENGAN HANYA 1 JALUR RIWAYAT SAJA ???

3 KENAPA ABDULAH BIN NAFI
MENYENDIRI MERIWAYATKAN
UCAPAN IMAM MALIK DAN TIDAK ADA DARI SAHABAT IMAM MALIK YG LAINNYA?
-INILAH YG MENAMBAHKAN
KERAGUAN BAHWA PERKATAAN INI DISANDARKAN PADA IMAM MALIK RA!
*DAN WAHABI MEMOTONG
PERKATAAN IMAM AHMAD YAITU: IA SEORANG YANG LEBIH TAHU TENTANG PENDAPAT IMAM MALIK DAN HADISNYA’, (BERHENTI DISINI) ,
PADAHAL UNGKAPAN IMAM AHMAD YANG SEMPURNA:‘IA SEORANG YANG PALING TAHU PENDAPAT IMAM MALIK DAN HADISNYA’ KEMUDIAN TIMBUL KERAGUAN PADANYA, (SUMA
DAKHOLAHU BI AKHIRI SYAKKUN), (BEGITU LENGKAPNYA) JANGAN MAIN
POTONG PERKATAAN ULAMA YA !!! ,HE.HE…HE….
NAH KALAU PUN CUMA ALASAN INI SAJA, SUDAH
CUKUP UNTUK MENGGUGURKAN INFIROD DALAM RIWAYATNYA, APALAGI TELAH DI DOIFKAN ULAMA LAINNYA.

TELAH MUTAWATIR DARI IMAM
MALIK BAHWA IA TIDAK
MEMPERDALAM TENTANG SIFAT AYAT MUTASABIH SEPERTI DALAM KITAB AL ASMA WA SIFAT KARYA
ALBAIHAQI HAL 408) JUGA DALAM FATHUL BARI 13/4O6)
TELAH MERIWAYATKAN AL ALAMAH QODI QUDOT AL ISKANDARIYAH NASIRUDIN BIN
ALMUNIR ALMALIKI (ULAMA QURUN KE 7 H) DALAM KITABNYA (AL MUQTAFA FI SYAROFILMUSTOFA)
KETIKA MEMBAHAS TENTANG JIHAT DAN PENAFIANNYA, BELIAU BERKATA: DENGAN MAKNA INI, TELAH ISYARAH IMAM MALIK RA DENGAN
SABDA RASUL SAW: JANGANLAH KALIAN MENGUTAMAKAN AKU LEBIH
DARIPADA NABI YUNUS BIN MATA (HR BUKHORI), MAKA BERKATA IMAM MALIK, BAHWA DI HUSUSKANNYA MENYEBUT NABI YUNUS DALAM HADIS ADALAH MENGINGATKAN AKAN
SUCINYA ALLAH DARI ARAH, SEBAB RASUL SAW DIANGKAT KEATAS LANGIT,SEMENTARA NABI YUNUS AS DI TURUNKAN KE DASAR LAUTAN.
KALAU KEUTAMAAN DI UKUR DENGAN KEDEKATAN TEMPAT, MAKA RASUL YANG LEBIH DEKAT DENGAN NAIK KEATAS, DARIPADA YUNUS AS,TETAPI
JUSTRU RASUL MELARANG I-TIQAD TERSEBUT DENGAN SABDANYA DI ATAS.
KEMUDIAN IMAM NASIRUDIN BIN ALMUNIR BERKATA: KEDEKATAN BUKAN DENGAN TEMPAT (MAKAN) TAPI DENGAN KEDUDUKAN (MAKANAH).
NAH PERKATAAN INI JUGA TERDAPAT DALAM KITAB SAEFU AS SOQIL HAL 137. JUGA DALAM KITAB ITHAF
SADAT MUTAQIN KARYA ALHAFID AZ ZABIDI 2/105)

WALLOHU A’LAM BI HAQIQOTIL UMUUR.

Source: Anwar Badruzzaman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s