TERLALU ALERGI SYIAH, KITAB IBNU KATSIRPUN DIRUBAH WAHABI – SALAFY

Posted: Juni 17, 2013 in TAHRIF KITAB & KHIANAT ILMIAH, WAHABI - SALAFY HALALKAN SEGALA CARA
Tag:

DISTORSI KITAB IBNU KATSIR OLEH ULAMA WAHABI

DISTORSI TERHADAP KITAB IBNU KATSIIR.
Oleh: Abdullah Al Faqir

Kali ini saya ungkap adanya distorsi atau pengrusakan terhadap kitab Ibnu Katsiir.
Yang dipelintir disini adalah penjelasan Imam Asy-Syafi’i yang dituliskan dalam tafsir Ibnu Katsiir dalam menjelaskan surat al-ahzaab ayat 6, yang diantaranya berisi bahwa istri-istri nabi itu adalah ibunya orang-orang mukmin. Kemudian ada pertanyaan apakah muawiyah dan orang-orang semisalnya (dalam hal kekerabatan) bisa dikatakan paman orang mukmin?

وَهَلْ يُقَال لِمُعَاوِيَة وَأَمْثَاله خَال الْمُؤْمِنِينَ ؟ فِيهِ قَوْلَانِ لِلْعُلَمَاءِ رَضِيَ اللَّه عَنْهُمْ وَنَصّ الشَّافِعِيّ رَضِيَ اللَّه عَنْهُ عَلَى أَنَّهُ لا يُقَال ذَلِكَ

Imam Syafi’i menjelaskan “Laa Yuqaalu dzaalika” Artinya : Tidak dikatakan demikian.
Maksudnya adalah bahwa Muawiyah tidak bisa dikatakan pamannya orang-orang mukmin (Ummat Islam)

Namun dalam kitab cetakan baru dibuang “Laa” nya hingga menjadi “Yuqaalu dzaalika” yang berarti Imam Syafi’i memang menjelaskan bahwa Muawiyah pamannya orang-orang mukmin.

Hanya dengan membuang kata “Laa” saja, otomatis pengertiannya akan berbalik 180 derajat.

Terhadap pribadi Muawiyah sendiri, jujur kita akui bahwa Muawiyah adalah personal yang tercitra negatif bahkan ikut andil atas pemberontakan terhadap khalifah yang berujung pada torehan berdarah dalam rentang sejarah peradaban Islam.

Kalau ada yang mau membela Muawiyah silakan, tapi dengan penilaian yang objektif dan proporsional saja. Nggak harus mengangkatnya menjadi pamannya orang mukminin.. Ojo koyo Ngono…

KETERANGAN GAMBAR :
1. Tulisan dalam lingkar hijau adalah potongan scan kitab Tafsir Ibnu Katsiir, Jilid 3, Halaman 468. Penerbit Darul-Ihya’-al-Kutub-al-‘Arabiyah. Masih terdapat kata “La” yang ditunjukkan oleh anak panah.

2. Tulisan dalam lingkar merah adalah potongan scan kitab Tafsir Ibnu Katsiir, Jilid 11, halaman 119. Cetakan 1. Tahun 2000, penerbit Mu-assasah Qurtubah. Kata “La” sudah menghilang dari peredaran.

Kepentingan apa yang menjadi alasan pemutarbalikan keterangan Imam Syafi’i ini?
Muawiyah adalah personal yang sangat dibenci oleh Syiah dan sebaliknya sangat dibela oleh wahabi.

Lalu kenapa Ummat Islam diarahkan atau diajak untuk mengakui Muawiyah sebagai “uncle mukminin” dengan cara-cara seperti ini?

Apakah untuk upaya legitimasi pilihan pemerintahan Monarki Klan Saud??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s