DOA BERBUKA PUASA

Posted: Agustus 14, 2013 in STOP MENUDUH BID'AH !!
Tag:

para-jamaah-berdoa-bersama-sebelum-berbuka-puasa

Doa berbuka puasa menurut imam nawawi Rohimahulloh.

قال المصنف وسائر الأصحاب يستحب ان يدعوا عند افطاره اللهم لك صمت وعلى رزقك افطرت وفى سنن أبي داود والنساءي عن ابن عمر كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا افطر قال ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر ان شاء الله تعالى

Telah berkata Al mushonnif (Abu ishaq As-syirozi) dan semua ulama syafiiyah: di sunnahkan agar mereka berdoa saat berbuka puasa “Allohumma laka sumtu wa ala rizqika aftortu”. Dan di sebutkan dalam sunan abu dawud dan nasa’i dari ibnu umar: apabila nabi SAW, berbuka puasa, beliau membaca “Dzahabat dzoma’u wabtallatil uruqu wa tsabatal ajru insya Allohu ta’ala”. [Majmu’ syarh muhaddzab imam nawawi: 6/363]

Ada sebagian orang yang mengotak atik doa berbuka puasa tersebut dengan mengatakan hadits hadits tentang doa berbuka puasa itu dhoif. Entah apa tujuannya? Sebab dalam masalah fadhilah fadhilah itu di perbolehkan mengamalkan hadits dhoif. Apalagi para ulama ahlussunnah wal jamaah bukan tidak tahu menahu tentang kedudukan hadits itu. Para ulama tahu dan faham. Seperti di terangkan dalam kitab asnal matholib:

وينبغي له ان يقول بعد وفى نسخة عند الإفطار اللهم لك ضمت وعلى رزقك افطرت للاتباع رواه أبو داود باسناد حسن لكنه مرسل وروي أيضا انه صلى الله عليه وسلم كان يقول حينئذ اللهم ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر ان شاء الله تعالى

Dan seyogyanya bagi orang yang berpuasa untuk membaca setelah berbuka puasa “Allohumma laka sumtu wa ala rizqika aftortu” karna ittiba’. Abu dawud Telah meriwayatkan hadits itu dengan sanad yang bagus akan tetapi hadits itu berkedudukan mursal. Dan telah di riwayatkan bahwa nabi SAW saat berbuka puasa membaca “Dzahabat dzoma’u wabtallatil uruqu wa tsabatal ajru insya Allohu ta’ala”

[Asnal matholib Al imam zakaria al anshori: 5/337]

apa orang itu tidak membaca fatwa Al utsaimin yaitu salah satu ulama rujukan orang tersebut? Al utsaimin berkata:

والدعاء المأثور اللهم لك ضمت وعلى رزقك افطرت ومنه أيضا قول النبي صلى الله عليه وسلم ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر ان شاء الله. وهذان الحديثان وان كان فيهما ضعف لكن بعض أهل العلم حسنهما. وعلى كل حال فإذا دعوت بذلك أو بغيره عند الإفطار فإنه موطن إجابة

Dan doa yang ma’tsur adalah doa “Allohumma laka sumtu wa ala rizqika aftortu” juga doa nabi SAW: “Dzahabat dzoma’u wabtallatil uruqu wa tsabatal ajru insya Alloh”. Dan kedua hadits ini, walaupun di dalam keduanya terdapat kelemahan (dhoif), akan tetapi sebagian ulama menganggap kedua hadits ini bagus. Wal hasil.! Apabila kamu berdoa dengan doa itu atau lainnya di saat berbuka maka tempat itu memang termasuk tempat istijabah [kutub wa rosail lil utsaimin 10/134]

Entahlah.! Al faqir tidak mengerti dengan tujuan orang yang ngotak atik itu. Yang penting semoga kita bisa mengamalkan anjuran nabi dan para ulama. Para ulama lebih faham dan mengerti daripada orang awam kaya’ kita kita..

HADITS DOA SEBELUM BERBUKA PUASA yang berbunyi:

اللهم لك صمت، وعلى رزقك أفطرت

INI TERDETEKSI DHOIF

Namun jika kita buat doa sebelum berbuka puasa, maka tidak mengapa… tidak haram juga tidak bid’ah…

Status ini dilindungi oleh berikut

وقال سماحة الامام ابن باز رحمه الله تعالى في شرحه لكتاب الصيام من بلوغ المرام عندما سئل عن
حديث: (اللهم لك صمت، وعلى رزقك أفطرت) ، قال :
الحديث ضعيف ، لكن معناه صحيح ولابأس أن يقال عند الإفطار من باب الدعاء

Syaikh Binbaz rohimahullahu ta’ala berkata dalam syarah bab asshiyam dalam kitab Bulughul Marom disaat beliau ditanya mengenai hadits

اللهم لك صمت، وعلى رزقك أفطرت

Beliau menjawab:”Hadits ini memang DHOIF, akan tetapi maknanya BENAR dan TIDAK MENGAPA jika kalimat ini diucapkan tatkala hendak berbuka puasa, karena ini bisa dikategorikan BAB DOA.

Imam Ibn Khuzaimah (311H) dalam kitab beliau Mukhtasarul Mukhtasar, dalam bab al-Manasik, telah menerangkan kecacatan (‘illah) satu hadith yang mengandungi doa. Namun , sejurus selepas itu beliau berkata hadith doa ini sekalipun tidak ‘thabit’ dari segi naqal namun ia mubah (boleh) diamalkan. Isyarat yang sama dinyatakan oleh Imam al-Baihaqi, Imam `Abdulrahman ibn Mahdi dan lain-lain.

Demikian disebutkan Sulaiman Bujairimi dalamHasyiyah Iqna’

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَبِكَ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شاءَ اللهُ. يا وَاسِعَ الفَضْلِ اِغْفِرْ لِي الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ. Tuhanku, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Sebab dan kepada-Mu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah. Dan insya Allah pahala sudah tetap.

Wahai Dzat Yang Luas Karunia, ampuni aku. Segala puji bagi Tuhan yang memberi petunjuk padaku, lalu aku berpuasa. Dan segala puji Tuhan yang memberiku rezeki, lalu aku membatalkannya.

Doa ini ditutup dengan permohonan ampun. Penutup doa ini menjadi menarik karena kemungkinan banyak pelanggaran yang semestinya tidak dilakukan orang berpuasa. Pelanggaran-pelanggaran itu memang tidak membatalkan tetapi bisa saja merusak pahala puasa.

Source: Abiel mikdad ngali khaidar & Ust. Baba Naheel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s