DIALOG SUNNI – SALAFY SEPUTAR ISBAL

Posted: November 1, 2013 in DIALOG SUNNI - SALAFY (WAHABI)
Tag:

isbal00

(Translate)

PENGALAMAN PEJUANG HAMMAS DI INDONESIA.

Ketika berkesempatan berkunjung keIndonesia dalam rangka menggalang dukungan,saya dan rekan rekan Alquds Univercity juga sempat berkunjung ke Laut,sebuah pantai di wilayah Pemungpeuk. Dan ketika selepas Sholat Maghrib di sebuah surau saya sempat Menyimak sebuah Argumentasi di Surau itu tepatnya Didesa Cigodeg,Pemeungpeuk,garut .Indonesia.22 Mei 1997 Antara Saudara Von Edison Alouisci,Rekan seperjalanan (Pemuda Perantau asal Sumatra.Indonesia dari Islam Sunni madzab Safi`I ) dengan salah seorang pengikut wahabi salafi (penduduk Asli)


Saya kenal saudara Von Edison Alouisci Di sebuah Kapal berbendera yardanie berlabuh di Gaza thn 1995.Saya kira dia orang dari daratan eropa yang simpati pada Negara kami.namun ternyata Dugaan saya salah. Dia ternyata dari Indonesia dan Alhamdulillah sama sama Islam Sunni dengan saya atau kebanyakan penduduk qaza ( di Indonesia dikatakan aswaja).dalam hal ini Sunni menurut kami adalah pengikut Asy asya`iroh dan maturidi,ulama salaf dimana pencetus awal sunni adalah Imam Hasan basri,penulis dan pengumpul lembaran Quran yang tercecer.masa sahabat.namun Nisbah Sunni lebih dikenalkan kepada dua Imam asyar`i dan maturidi penyebar Syiar Sunni imam hasan basri dan para sahabat.jadi bagi kami tidak ada Sunni sunni atau ahlussunnah waljama`ah yang lain. Yangt nisbahnya bukan kepada keduanya.

Kembali ke saudara Von Edison Alouisci,Dari 18 rekan rekannya..hanya 5 orang kembali dengan selamat akibat perang Israel dengan Negara kami. Saya bersahabat baik dengannya dan dia sering datang beberapa kali sebelum kemudian menghilang di tahun 1998.(maap demi keamanan saya tidak bermaksud membicarakan aktitasnya selama di Negara kami.)

Untuk saudara Von Edison Alouisci..mohon maap jika cerita ini Terpublikasi. Ini bagi saya adalah pelajaran dan semoga ada manpaatnya bagi yang lain.
BICARA SOAL ISBAL,Banyak dialog yang terjadi dalam banyak bahasan ringan (silaturahmi) ketika disurau itu namun disini kita ambil Kronoli Dialog Utama dan cukup penting yang terjadi sebagai renungan diri dan saudara saudara saya sbb :

isbal

WAHABI :

Sesungguhnya Isbal Itu Haram Hukumnya sebagaimana Ulama kami mengatakan Syaikh Ibnu Al ‘Utsaimin menyebutkan isbal dalam shalat adalah maksiat dan shalatnya tidak sah.
Katanya:
وأما المحرَّم لوصفه: فكالثوب الذي فيه إسبال، فهذا رَجُل عليه ثوب مباح من قُطْنٍ، ولكنَّه أنزله إلى أسفلَ من الكعبين، فنقول: إن هذا محرَّم لوَصْفه؛ فلا تصحُّ الصَّلاة فيه؛ لأنه غير مأذونٍ فيه، وهو عاصٍ بِلُبْسه، فيبطل حُكمه شرعاً، ومن عَمِلَ عملاً ليس عليه أمرُنا فهو رَدٌّ.
Ada pun hal yang diharamkan menurut sifatnya adalah seperti pakaian yang menjulur, dia adalah seorang yang memakai pakaian katun yang mubah, tetapi dia menurunkannya sampai melewati dua mata kaki. Maka kami katakan: ini adalah diharamkan menurut sifatnya, dan tidak sah shalatnya, karena itu tidak diizinkan, dan termasuk maksiat dengan pakaiannya itu, dan secara syar’i hukumnya adalah batal, dan barang siapa yang beramal yang bukan termasuk perintah kami maka itu tertolak. (Coba Lihat “Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin, Syarhul Mumti’, 2/154. Cet. 1, 1422-1428H

VON EDISON ALOUISCI

lho..kalimat diatas,Seolah Olah Syaikh Ibnu Al ‘Utsaimin Merasa Dirinya nabi sampai sampai berani mengatakan “Barang siapa yang beramal yang bukan termasuk perintah kami maka itu tertolak” Ini Jelas ketelaluan Akhi Karna tanpa sadar ia menyalahi Ijma Ulama bahkan Jadi merasa dia Lebih baik dari para ulama manapun.

WAHABI

Dalil Larangannya itu kan jelas,makanya beliau berkata demikian.

Coba perhatikan hadits ini :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَى مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Allah tidak melihat pada hari kiamat nanti kepada orang yang menjulurkan kainnya (hingga melewati mata kaki) dengan Sombong.” (HR. Bukhari No. 5788. Muslim No. 2087)
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الَّذِي يَجُرُّ ثِيَابَةُ مِنْ الْخُيَلَاءِ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang menjulurkan pakaiannya dengan Sombong, maka Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat nanti.” (HR. Muslim No. 2085. Ibnu Majah No.3569, 3570, An Nasa’i No. 5327, Ahmad No. 4489)

Nah.. bersumber dari hadits ini beliau sesungguhnya Menegaskan keharaman Isbal itu.Dan ini Bahkan sudah menjadi kesepakatan Ijma ulama..

VON EDISON ALOUISCI

Akhi jangan Mudah mengatakan “ ini sudah menjadi kesepakatan Ijma Ulama” Karna Bisa menimbulkan Fitnah pada para Ulama terdahulu.Apakah Akhi Sudah membuktikan bahwa Ijma Ulama sepakat ??

WAHABI

Saya Tidak memfitnah.Redaksi haditsnya Sudah sangat jelas dan tentu para ulama dahulu melarang Isbal karna Itu pula Syaikh Ibnu Al ‘Utsaimin berfatwa dengan tegas kan keharamannya bahkan tidak sah sholat jika masih Isbal.

. VON EDISON ALOUISCI

Akhi jangan berfikir dengan azaz praduga dan mudah mengambil kesimpulan demikian.Asal Akhi Tahu..Disini Kita Bicara Realita dan fakta. Dan Faktanya..Para Ulama Dahulu Justru berbeda dengan pendapat . Syaikh Ibnu Al ‘Utsaimin..maapkan saya.

WAHABI

Jika demikian Silahkan Antum Buktikan Jika memang berbeda.

VON EDISON ALOUISCI

Perhatikan baik baik, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Munajjid Rahimahullah:
وجمهور العلماء من المذاهب الأربعة على عدم التحريم
“Dan Jumhur (mayoritas) Ulama dari kalangan empat madzhab tidak mengharamkannya.”..
dan…

(kalimat terpotong karna disela)

WAHABI

(wahabi ini menyela.pen)
Itukan Kata dan azaz Praduga Syaikh Muhammad bin Shalih Al Munajjid Rahimahullah.Antum ini Justru berpendapat dengan Hujjah beliau Yang juga belum menunjukkan fakta Dan realita.hehehe…

VON EDISON ALOUISCI

Eeit.. Tunggu dulu..Uraianku belum Rampung.
Begini ya akhi.. dalil-dalil larangan isbal Itu adalah global (muthlaq), sedangkan dalil global harus dibatasi oleh dalil yang spesifik (muqayyad). Jadi, secara global isbal memang dilarang yaitu haram, tetapi ada sebab (‘illat) yang men-taqyid¬-nya yaitu karena Sombong (khuyala’). Kaidahnya adalah Hamlul muthlaq ilal muqayyad (dalil yang global mesti dibawa/dipahami kepada dalil yang mengikatnya/mengkhususkannya..Dan Ulama terdahulu Ada berpendapat demikian dan tetnu berbeda dengan Pendapat Syaikh Ibnu Al ‘Utsaimin..

WAHABI

Ya Sudah..Antum Buktikan saja Apa Kata mereka.

VON EDISON ALOUISCI

Dalam Al Adab Asy Syar’iyyah, Ibnu Muflih berkata Tentang pendapat Abu Hanifah Rahimahullah :
قَالَ صَاحِبُ الْمُحِيطِ مِنْ الْحَنَفِيَّةِ وَرُوِيَ أَنَّ أَبَا حَنِيفَةَ رَحِمَهُ اللَّهُ ارْتَدَى بِرِدَاءٍ ثَمِينٍ قِيمَتُهُ أَرْبَعُمِائَةِ دِينَارٍ وَكَانَ يَجُرُّهُ عَلَى الْأَرْضِ فَقِيلَ لَهُ أَوَلَسْنَا نُهِينَا عَنْ هَذَا ؟ فَقَالَ إنَّمَا ذَلِكَ لِذَوِي الْخُيَلَاءِ وَلَسْنَا مِنْهُمْ
“Berkata pengarang Al Muhith dari kalangan Hanafiyah, dan diriwayatkan bahwa Abu Hanifah Rahimahullah memakai mantel mahal seharga empat ratus dinar, yang menjulur hingga sampai tanah. Maka ada yang berkata kepadanya: “Bukankah kita dilarang melakukan itu?” Abu Hanifah menjawab: “Sesungguhnya larangan itu hanyalah untuk yang berlaku Sombong, sedangkan kita bukan golongan mereka.” ( Coba akhi simak “Imam Ibnu Muflih, Al Adab Asy Syar’iyyah, Juz. 4, Hal. 226. Mawqi’ Al Islam)

Pendapat Kedua Masih dalam Al Adab Asy Syar’iyyah:
وَقَالَ فِي رِوَايَةِ حَنْبَلٍ : جَرُّ الْإِزَارِ إذَا لَمْ يُرِدْ الْخُيَلَاءَ فَلَا بَأْسَ بِهِ وَهَذَا ظَاهِرُ كَلَامِ غَيْرِ وَاحِدٍ مِنْ الْأَصْحَابِ رَحِمَهُمُ اللَّهُ
Dalam satu riwayat Hambal berkata: “Menjulurnya kain sarung, jika tidak dimaksudkan untuk Sombong, maka tidak mengapa. Demikian ini merupakan zhahir perkataan lebih dari satu sahabat-sahabatnya (Imam Ahmad) rahimahumullah.”

Pendapat ketiga ,Masih dalam Al Adab Asy Syar’iyyah pendapat Imam Ibnu Taimiyah Rahimahullah Justru netral
وَاخْتَارَ الشَّيْخُ تَقِيُّ الدِّينِ رَحِمَهُ اللَّهُ عَدَمَ تَحْرِيمِهِ وَلَمْ يَتَعَرَّضْ لِكَرَاهَةٍ وَلَا عَدَمِهَا
“Syaikh Taqiyyuddin Rahimahullah (maksudnya Ibnu Taimiyah) memilih untuk tidak mengharamkannya, dan tidak melihatnya sebagai perbuatan makruh, dan tidak pula mengingkarinya.”

Dalam Uraian lain Beliau berkata dalam kitab Syarhul ‘Umdah:
فأما أن كان على غير وجه الخيلاء بل كان على علة أو حاجة أو لم يقصد الخيلاء والتزين بطول الثوب ولا غير ذلك فعنه أنه لا بأس به وهو اختيار القاض

VON EDISON ALOUISCI

Artinya ya gampang saja.. Yang kebanyakan Mayoritas itu masih Isbal Namun Punya Dasar Dan Alasan jelas pula..yakni mengikti petunjuk Ulama salaf dan para ulama madzab yang juga kelompok salaf,tabiin dan tabiun.Mereka ini jelas genarasi terbaik dan jika kita perhatikan Uraian mereka.. maka jelas pula..bahwa mereka Tidak semuanya kebanyakan cingkrang. Nah.. Apakah mereka semua dipastikan masuk neraka sedangkan mereka genersi pilihan ?? Apakah lantas . Syaikh Muhammad bin Shalih Al Munajjid Rahimahullah, Abu Hanifah Rahimahullah, Imam Ahmad Dan lain lain..Tidak lebih baik dari Syaikh Ibnu Al ‘Utsaimin ?? ini sama saja..Ulama salaf vs Ulama masa kini.

Bukankah Tolok Ukurnya itu adalah pendapat genarasi terbaik untk melihat sisi sejarah kebenaran masa lalu ?? jika bukan dengan mereka lantas dengan siapa kita memahami agama yang sebenarnya terjadi di masa lalu ?? Kita ini hanya Generasi penerus Tegaknya Islam Masa lalu dimuka Bumi.Dan tentunya yang menjadi pokok landasan Syiar Islam yang terbaik adalah apa apa yang dipahami dan dilaksanakan generasi awal.Untuk memahaminya..maka kita jangan menerka nerka sendiri namun perlu meneltinya dengan sungguh sungguh seperti apa dan bagaimana maksud Rasluullah sebenarnya yang di sampaikan pada sahabat sahabat beliau dan di teruskan kepada tabiin dan tabiun..(berantai secara sanad)

jaman sekarang Orang banyak membuat tafsiran sendiri akhi…Cukup buka kitab hadits, dan quran ,baca artinya..dan langsung memahaminya dengan akal sendiri.Padahal mungkin saja maksudnya tidak demikian.Kita ini bukan ahlinya ijtihad dan pendapat kita bukan di sepakati semua orang Islam dan itu artinya akal dan pengetahuan kita masih terbatas.Maka sepantasnya kita ini mengikuti Ahlinya dan jangan pula mengada adakan keterangan Palsu mengatas namakan kaum salaf padahal bisa saja kaum salaf tidak berkata demikian.
maka kunci kebenaran itu adalah mencari SUMBER ASLINYA. Maap, pernyataan akhi sebelumnya mendekati jurang fitnah..pada kaum salaf..dan jika akhi katakan pada orang lain yang tidak tahu apa apa maka akhi sama dengan penyebar berita bohong..karna mengatakan Ijma Ulama sudah sepakat sama dengan pandapat Syaikh Ibnu Al ‘Utsaimin padahal Tidak.

WAHABI

Astaghfirullah…Subhanallah.. namun jika ada yang cingkrang bukan pula larangan toh ??

VON EDISON ALOUISCI

la..Siapa Juga yang mau melarang..?? itu sah sah saja kok. Hanya saja aku tekankan..bahwa jangan mengangap orang yang Isbal itu Salah semua.karna bisa jadi ia tidak sombong..dan bisa pula walau cingkrang tapi sombongnya minta ampun. Kan itu masalahnya akhi ??

Intinya.. coba simak Imam As Suyuthi Rahimahullah dalam kitab Al Asybah wa An Nazhair:
الْقَاعِدَةُ الْخَامِسَةُ وَالثَّلَاثُونَ ” لَا يُنْكَرُ الْمُخْتَلَفُ فِيهِ ، وَإِنَّمَا يُنْكَرُ الْمُجْمَعُ عَلَيْهِ
“Tidak boleh ada pengingkaran terhadap masalah yang masih diperselisihkan. Seseungguhnya pengingkaran hanya berlaku pada pendapat yang bertentangan dengan ijma’ (kesepakatan) para ulama.”( Coba lihat Imam As Suyuthi, Al Asybah wa An Nazhair, 1/285 )

Begini saja ya akhi ..Ijtihad itu, jika dilakukan sesuai dengan dasar-dasar ijtihad dan manhaj istimbat (konsep penarikan kesimpulan hukum yang jelas) dalam kajian ushul fiqh (dasar-dasar fiqih), maka wajib menghilangkan sikap pengingkaran atas hal ini.
Tidak boleh seorang mujtahid mengingkari mujtahid lainnya, dan tidak boleh seorang muqallid (pengekor) mengingkari muqallid lainnya, jika tidak demikian maka akan terjadi fitnah.

jika ada pengingkaran dari Urusan Cingkrang Namun jika Ijma ulama kebanyakan yang mayoritas itu..memilih Soal intinya yakni “sombong” maka sesungguhnya hal ini Tak perlu salah menyalahkan. Artinya jika ada yang cingkrang..ya silahkan saja.. dan jika ada pula yang tidak karna kuncinya soal sombong dan tidak merasa sombong maka.. biarkan saja..tak Usah membenci atau dikit dikit berkara haram.bid`ah dan sesat.dengan alasan haditsnya sudah jelas padahal jelasnya itu baru ukuran nalar sendiri belum mengacu kata Ijma Ulam secara secara luas.

Ulama terdahulu walau beda pendapat tidak perlu Menghakimi Ulama lain dengan ungkapan tidak ada tempatnya.kecuali memang sudah sangat jelas kekeliruannya semisal soal Akidah Ibnu taimiyah dimana dalam sejarahnya beliau beberapa kali masuk penjara karna mengajarkan paham akidah yang salah.dan tidak disepakati ijam ulama secara luas.Tindakan yang dilakukan pada beliau bukan oleh satu orang ulama melainkan Banyak sekali Ulama yang mengkritsi beliau dimasa lalu.sehingga pada akhirnya beliau masuk penjara dan wafat di penjara.

Nah hal seperti ini Bukan di lakukan para ulama salaf secara sembarangan. Ada nash yang memang Harus tegas dan ada masalah lain semisal Ushul figh yang tak perlu dibesar besarkan pertentangannya.Dan adalah sebuah KECELAKAAN akhlak jika ada orang dengan mudah menghakimi amal ibadah orang lain dengan Hujatan,sikap merendahkan,caci maki sementara pengetahuan yang ia miliki masih terbatas dan hanya berdalil pada dalil yang dimaknai secara keliru. Padahal urusan Khilafiyah ini sebenarnya Sudah dianggap selesai oleh para Ulama pendahulu dengan sikap mereka yang TOLERAN.
kecuali persoalan Ilmu akidah dimana mereka tegas menentukan sikap.karna khusus Soal ini adalah TAUHID (peng Esa-an terhadap Allah.pent) yang menjadi Jantung utama SIAPA TUHAN YANG LAYAK DISEMBAH SEBENARNYA. Maka para ulama dahulu jelas mengatakan SESAT SECARA MUTLAK jika Akidahnya keliru.sebagaimana mereka mencap ibnu taimyah sesat akidah.

Dan sekali lagi sungguh suatu kecelakaan adab dan akhlak jika belakangan ini muncul sekelompok orang yang mengaku ahli sunnah namun jelek adabnya pada sesama dengan mencari cari dan meniupkan kembali PADAMNYA api khilafiyah.Padahal jika memang kita ikut salaf Contohlah Ahli Sunnah dari Ulama salaf dimana soal seperti ini mereka justru Bijaksana dan bukan karna merasa ahli lantas mereka seenaknya menyalahkan Ulama lainnya yang semasa.Perhatikanlah sejarah ulama salaf..bagaimana adab dan tingal laku mereka pada orang yang tidak sejalan ?? Mari kita sama sama bercermin diri akhi..

WAHABI

Subhanallah.. Antum..Sungguh Realistis dengan hal ini.Maapkan saya.. agaknya saya mesti banyak banyak lagi belajar,mempertimbangkan,menelti lagi apa apa yang pernah saya pahami..
Trimakasih atas segala tambahan pengetahuannnya..saya sadar ternyata masih banyak yang perlu saya perbaiki..

VON EDISON ALOUISCI

Tidak apa apa.. sayapun mesti banyak banyak lagi belajar untuk lebih meyakinkan diri saya jika Aswaja adalah sebuah kebenaran yang haq. Dan semoga kedepan kita bertamu lagi dengan suasana yang lebih familiar dalam Dialog dan tentunya denga topic yang berbeda.Saya pribadi tidak membenci pribadi perseorangan.termasuk akhi ,namun Hanya mengkritisi beberapa hal dari pendapat sekelompok orang yang keterangannya tidak sesuai dengan pandangan Ulama salaf sebenarnya dengan harapan agar lebih hati hati jika mau mencela amal perbuatan Orang lain.

WAHABI..

Alhamdulillah.. Antum ternyata tidak membenci pribadi saya yang telah banyak bertindak melebihi batas.Saya sama sekali tidak marah dengan uraian uraian antum bahkan ini adalah sebuah pencerahan bagi diri saya..
Iya.. somoga Allah mempertemukan kita kembali dengan suasana yang lebih baik..seiman dan seakidah.. jika kelak dari pendalamana saya.adalah benar aswaja adalah sebuah kebenaran yang haq. InsyaAllah.

VON EDISON ALOUISCI

Alhamdulillah.. dan Aamiin..

(keduanya berjabat tangan Dan si wahabi menawarkan kami menginap dirumahnya..namun karna ada keperluan pribadi kami menolaknya.dan menginap di sebuah penginapan.besoknya meluncur ke kota bandung)

INTAHA.

Oleh Muhammed Alie bin Abou Rachman
(Sunni Madzab Safi`I asal Palestine)

Muhammed Alie bin Abou Rachman

Source

Komentar
  1. Mulyadi mengatakan:

    ya biar orang tida isbal tapi sombong,,, ya tetap dosaaaa

  2. Daday Hidayat mengatakan:

    Saya mengira justru yg cingkrang yg masuk neràka karna kenyataannya mereka yg cingkrang yg sombong. Mereka secara demonstratif menunjukkannya sebagai orang yg paling bener padahal akhlaq para ulama salaf selalu menyembunyikan sifat ubadahnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s