DZIKIR JAHR (KERAS) SESUDAH SHOLAT MENURUT ULAMA SALAFY – WAHABI

Posted: Januari 9, 2014 in KONTROVERSI BID'AH WAHABI - SALAFY, MADZHAB & KHILAFIYAH, STOP MENUDUH BID'AH !!, SUNNAH - ADAB & NASIHAT

ZIKIR & DOA JAMAAH

DZIKIR KERAS SETELAH SHOLAT ALA WAHABI

A. Memang Apa Salahnya dengan Suara Keras?

Ada dua pendapat di kalangan ulama dalam masalah ini:

1. Ada yang menyunnahkannya. Ini adalah pendapat Imam Ath-Thabari -dalam sebuah nukilan darinya-, Ibnu Hazm, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan yang difatwakan oleh Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin dan Al-Lajnah Ad-Daimah yang diketuai oleh Asy-Syaikh Ibnu Baz.

Dalil pendapat pertama adalah hadits Ibnu Abbas radhiallahu anhuma dimana beliau berkata:

أن رفع الصوت بالذكر حين ينصرف الناس من المكتوبة كان على عهد النبي صلى الله عليه وسلم وقال ابن عباس كنت أعلم إذا انصرفوا بذلك إذا سمعته

“Mengangkat suara dengan zikir ketika orang-orang selesai shalat wajib adalah hal yang dulunya ada di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Ibnu Abbas berkata, “Saya mengetahui selesainya mereka shalat jika saya mendengarnya.” (HR. Al-Bukhari no. 805 dan Muslim no. 583)

Dalam sebuah riwayat, Ibnu Abbas rodhiyallu ‘anhuma berkata:

كُنْتُ أَعْرِفُ انْقِضَاءَ صَلَاةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالتَّكْبِيرِ

“Aku dahulu mengetahui selesainya shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari suara takbir.” (HR. Al-Bukhari no. 806 dan Muslim no. 583)

Ibnu Hazm berkata dalam Al-Muhalla (4/260), “Meninggikan suara ketika berzikir di akhir setiap shalat adalah amalan yang baik.” (http://al-atsariyyah.com/zikir-setelah-shalat-hukum-menjahrkannya.html)

Bahkan Syaikh ‘Utsaimin berkata: “Adapun orang yang berkata bahwa menjaharkan bacaan dzikir sesudah shalat adalah bid’ah, sungguh dia telah salah. Bagaimana sesuatu yang biasa dilaksanakan pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam disebut bid’ah?! (http://www.voa-islam.com/islamia/ibadah/2011/01/12/12739/)

Catatan:

Beberapa ‘ulama yang berpendapat sunnahnya mengeraskan dzikir setelah sholat, mereka tidak memutlakkannya.

Syaikh Bin Baz berkata: “… Hadits shahih ini dan hadits-hadits semakna lainnya yang berasal dari hadits Ibnu Zubair, dan Al-Mughirah bin Syu’bahradhiyallahu ‘anhuma dan lainnya, semuanya menunjukkan disyariatkannya mengeraskan dzikir ketika orang-orang selesai shalat wajib, yang kira-kira sampai terdengar oleh orang-orang yang berada di pintu-pintu dan di sekitar masjid, sehingga mereka tahu selesainya shalat (jama’ah) dengan (kerasnya suara dzikir) itu. (Tapi) bagi orang yang didekatnya ada orang lain yang sedang menyelesaikan shalatnya, maka sebaiknya ia memelankan sedikit suaranya, agar tidak mengganggu mereka, karena adanya dalil-dalil lain yang menerangkan hal itu.”…

Syaikh Shalih al-Fauzan berkata: ”…

“Doa yang dicontohkan dari Nabishallallahu ‘alaihi wasallam dan yang disyari’atkan, seseorang diberi pilihan antara menjaharkannya atau melirihkannya. Allah Ta’ala berfirman,

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” (QS. Al-a’raf: 55)

Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengetahui yang lirih dan tersembunyi. Engkau boleh berdoa dengan keras dan lirih, kecuali apabila menjaharkannya bisa mengganggu orang di sekitarmu; yang tidur, shalat, atau yang sedang membaca Al-Qur’an al-Karim, maka engkau harus melirihkan suaramu. Atau apabila kamu takut tumbuh riya’ dan sum’ah dalam dirimu, maka engkau lirihkan suaramu dalam berdoa, karena hal ini lebih bisa menjadikan ikhlas…” (http://www.voa-islam.com/islamia/ibadah/2011/01/12/12739/)

Selain di situs tersebut, fatwa Syaikh Bin Baz, Syaikh ‘Utsaimin, dan Lajnah Daimah dapat dibaca di: http://addariny.wordpress.com/2009/12/13/mengeraskan-dzikir-stlh-jamaah-sholat-wajib/

Link : http://abumuhammadblog.wordpress.com/2013/06/26/koreksi-kesalahan-seputar-dzikir-setelah-sholat/

Source: Ust. Dody El Hasyimi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s