SALAH SATU SEBAB MENGAPA RASULULLAH SAW DI TURUNKAN DI NEGARA ARAB ??

Posted: Januari 9, 2014 in ARABIA UNDER SALAFY - WAHABI'S REGIME, NEWS & INFO

Warga Arab menikmati Shisha

Abu Dhabi. Tak dinyana, sebuah negara Arab ternyata terpilih menjadi negera terbesar dalam mengkonsumsi minuman keras (miras). Surat kabar Arabian Bussines menyebutkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) adalah negara yang paling banyak mengkonsumsi minuman keras wiski. Setiap tahunnya bisa menghabiskan 10 juta liter.

Dengan angka inilah, UEA menempati posisi pertama di antara negara-negara yang banyak mengkonsumsi wiski skotlandia, disusul oleh Perancis pada posisi kedua.

Tak lama setelah memuat berita ini, Arabian Bussines yang berkantor di Abu Dhabi ini, langsung menghapusnya. Hal itu karena UEA sangat mengawasi materi-materi yang dimuat media massa. Apalagi berita di atas jelas memperburuk citra pemerintah, dan menunjukkan bahwa UEA sudah jauh melenceng dari ajaran Islam, agama resmi negara ini.

Saat ini ulama memang sedang banyak mengkritik kebijakan pemerintah  beberapa negara Teluk, terutama Kuwait, Emirat, dan Suadi, terkait dukungan kuat mereka terhadap kudeta militer di Mesir. Banyak yang menyebutkan bahwa kudeta atas Presiden Mursi adalah kudeta atas sebuah proyek Islam di Timur Tengah. (sumber)

Musim Kawin Kontrak Telah Tiba

turis arab di puncak/ antara.com

turis arab di puncak/ antara.com

Tiap kali saya menyebut berasal dari Indonesia, hampir semua orang Arab Saudi menyebut nama kota Jakarta, Puncak, Bandung, Sukabumi, Cisarua atau Bali Daerah-daerah itu yang mereka kenal. Dari lima terapis di tempat kerja, cuma saya yang berasal dari Indonesia, lainnya semua dari Filipina. Kadang senang dan sedih bercampur menjadi satu jika di tanya asal negaranya. Senang karena orang-orang Saudi ini suka dengan keindahan negeri kita, dan sejuknya udara dibeberapa tempat negeri ini. Sedih karena di kota Dammam sini sudah begitu dikenal beberapa daerah dinegeri kita, terdapat wanita-wanita cantik yang bisa dikawin kontrak. Benar-benar menjengkelkan.

Hampir setahun kerja di kota Dammam ini, sudah puluhan konsumen yang saya tanya mengenai kesan mereka tentang Indonesia, termasuk masalah wanitanya. Biasanya dengan tanpa sadar mereka cerita apa adanya, tanpa harus saya korek lebih dalam. Tentu wawancara tak resmi ini saya lakukan sambil memijat badan atau refleksi kaki. Ada beberapa cerita seru yang saya peroleh dengan interview ala tukang pijat ini.

Sebut saja Nawa, sudah tiga kali terapi pijat denganku, ia bisa berbahasa Indonesia, walau sedikit. Sambil pijat, wajahnya agak muram, ternyata dia sedang kecewa, karena wanita Indonesia yang jadi istri kontraknya berselingkuh dengan pria lain. Ada laporan dari “mata-matanya” yang berada di Indonesia. Dalam hati sih aku berkata,”Emang gue pikirin”

Ada satu lagi, saya lupa namanya. Orangnya tinggi, putih dan gagah dan tentu saja kaya. Datang ketempat kerjaku dengan mobil Porsche Cayenne, bisa bahasa Indonesia juga. Mengaku punya enam villa di kawasan puncak. Semuanya untuk disewakan pada teman atau relasinya di Dammam sini yang mau berlibur. Dia menunjukkan foto dirinya bersama penjaga villa, yang nampak berpakaian sederhana dan memakai peci hitam.

Bulan Juni hingga Agustus mendatang merupakan musim liburan bagi warga Saudi. Kawasan Puncak menjadi salah satu tujuan favorit para wisatawan Timur Tengah,
khususnya Arab Saudi. Selain indah pemandangannya, udaranya juga sejuk. Tempat yang cocok untuk ngadem, nggak seperti Saudi saat ini yang sedang panas. Banyak yang pergi bersama keluarga, benar-benar memanfaatkan untuk refreshing. Banyak pula yang berniat mencari wanita untuk di kawin kontrak. Menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah yang wilayahnya banyak dijadikan untuk praktek kawin kontrak ini. Sungguh memalukan, jika suatu daerah terkenal karena hal-hal seperti ini.

Dan akhirnya saya jadi tahu, orang-orang Arab yang melakukan kawin kontrak, ternyata mayoritas memang kaum yang membolehkan nikah mut’ah. Semoga kita semua dapat mengatasi masalah ini.
Wallahu’alam…

Dammam, 4 Juli 2012 (Sumber)

BOGOR (Pos Kota) – Maraknya kawin kontrak di kawasan Puncak Bogor, antara wanita lokal dengan wisatawan Timur Tengah (Arab), membuat pihak Kecamatan Cisarua gerah. Langkah pencegahan, pihak kecamatan dibantu kepolisian Sektor Cisarua, Danramil dan tokoh masyarakat dan agama melakukan operasi Rabu (8/6) malam.

Operasi yang melibat ratusan personil gabungan ini, berhasil menjaring tujuh wanita yang diduga menjadi istri sementara pria Timur Tengah. Mereka terjaring saat berada di Vila Tjok di kawasan Tugu Utara Puncak Bogor.

Dari tujuh pelaku kawin kontrak ini, satu diantaranya sedang hamil tiga bulan. Suci 24, warga Cigombong ini mengaku, walau tengah hamil, dirinya terpaksa menjalani dan melayani tamu Arab, karena terbentur masalah ekonomi.

“Ini bukan janin Arab pak Camat. Ini hasil hubungan dengan pacar saya. Saya dikontrak lelaki Arab selama satu minggu dngan bayaran Rp 7 juta. Dari jumlah ini, saya hanya dapat setengahnya, karena dipotong mami,” kata Suci yang mengontrak di Ciburial untuk menghindari kecurigaan keluarganya.

Sementara Imas 32, warga Halim Perdana Kusuma Jakarta menggelak jika dirinya melakukan kawin kontrak dengan pria Timur Tengah. Menurut janda beranak satu ini, dirinya berada di Villa Tjokro Puncak karena memang tugasnya sebagai agency.

“Saya ini agency yang selalu mengantar tamu asal Timur Tengah ke puncak. Mereka kalau mau datang ke Indonesia, selalu telepon saya. Jadi tugas saya sebatas menyediakan tempat penginapan. Tentang ada wanita lalu dilakukan kawin kontrak, saya tidak tahu,” kata Imas membela diri.

Sementara Deviani 22, warga Cibeureum mengatakan, dirinya tidak melakukan kawin kontrak. Diakui, dirinya hanya melayani tamu Arab yang dibayar Rp 700ribu sekali kencan atau Rp 2,5 juta untuk satu hari.

“Biasanya saya nemanin turis Arab sampai satu minggu. Ada juga yag mau bayar hanya kencan sehari. Tergantung gimana pembicaraan awal. Uang hasil transaksi, selalu diambil 40 persen mami,” kata Deviani yang mengaku, ingin berubah dan memiliki suami resmi dengan kembali hidup secara layak.

Camat Cisarua, Drs Teddy Pembang menuturkan, semua yang terjaring didata lalu diberi bimbingan rohani. Mereka juga diminta untuk membuat surat pernyataan, untuk tidak kembali lagi menghuni kawasan puncak guna menjajakn diri.

“Kalau marah, saya sangat marah. Kenapa?, karena kalian telah membuat aib bagi wilayah yang saya pimpin. Kalian semua ini bukan warga saya tapi berasal dari luar Puncak. Jika mengulangi dan tertangkap, akan saya kirim ke panti sosial Pasar Rebo Jakarta Timur,” kata Teddy. (Sumber)

Komentar
  1. Nayla mengatakan:

    Terus masalah nya gmana? Kebenaran ada di al-quran dan assunnah. Bukan dari orang arab nya. Abu jahal, abu lahab juga dari arab. Jadi standard kebenaran bukan pada orang arab nya. Sama juga di indonesia banyak cewek yg gabener nya, apa bisa dikatakan semua cewek di indonesia gabener semua? Kan ngga begitu. Masih banyak wanita muslimah nya. Bedakan kesalahan sifat perorangan dengan kesalahan ajaran agama. Orang nya yang bersalah, bukan ajaran agama nya yang salah. Terimakasih.

  2. generasisalaf mengatakan:

    Tak pernah di singgung ajaran agama yang bersalah, tolong anda pahami tulisan ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s