17 Orang Tewas Dibom Saat Rayakan Maulid Nabi

Posted: Januari 16, 2014 in STOP MENUDUH BID'AH !!, WAHABI - SALAFY HALALKAN SEGALA CARA
Kelompok bersenjata Boko Haram Nigeria yang berhaluan Salafy - Wahabi

Kelompok bersenjata Boko Haram Nigeria yang berhaluan Salafy – Wahabi

REPUBLIKA.CO.ID, NIGERIA — Sebuah mobil yang penuh dengan bahan peledak meledak di sebuah pasar di Maiduguri, kota dengan penduduk mayoritas Muslim di Nigeria bagian utara, Senin (14/1). Peristiwa tersebut menewaskan 17 orang dan lima lainnya terluka.

Juru bicara militer Muhammad Dole mengatakan, mobil tersebut meledak di dekat kantor pos di kota timur laut, di saat banyak warga sedang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurut dia, ledakan juga menghancurkan 10 kendaraan dan lima becak bermotor.

“Kelompok Boko Haram diduga menjadi dalang di balik peristiwa ini,” ujar dia seperti dilansir Yahoo News.

Dole mengatakan, serangan bom itu terjadi setelah kondisi Maiduguri aman dalam jangka waktu yang relatif lama. Ledakan bom terakhir, kata dia, terjadi di jantung Maiduguri pada Maret tahun lalu. Namun, militan melancarkan serangan berani terhadap instalasi militer di dekat bandara pada Desember.

Source: Republika.co.id

Sisi lain di Indonesia pun pernah terjadi acara pembubaran Maulid Nabi saw di Jogja oleh segelintir Salafy, bagaimanakah kiranya jika jumlah mereka mayoritas di negri ini??

Dalam video ini Salafy tsb menuduh & memfitnah kaum Muslim yang mengadakan Maulid Nabi Saw sebagai “sarana kesyirikan”

Hadith RasuluLLah yang terdapat dalam Sahih Bukhari no 5752 :
“Barangsiapa mengatakan kepada saudaranya dengan Wahai Kafir, maka kekafiran itu kembali kepada salah satunya “

Begitulah juga siapa yang menuduh seorang Muslim dengan tuduhan syirik maka orang yang menuduh itu sendiri akan jatuh ke dalam kesyirikan tersebut sebagaimana yang telah diterangkan dalam hadith dari Huzaifah bin Yaman di mana RasuluLlah sallaLLahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Sesungguhnya perkara yang aku khuatirkan ke atas kamu semua adalah seseorang yang telah membaca al Quran sehingga apabila telah nampak kepandaiannya dalam al Quran dan dia telah menjadi pendokong Islam, tiba-tiba sahaja dia merubahnya kepada sesuatu yang dikehendaki oleh ALlah, maka iapun terlepas dari al Quran dan melemparkannya ke belakang serta mengancam tetangganya dengan pedang sambil melemparinya dengan tuduhan syirik. Aku bertanya : Wahai Nabi ALlah mana di antara keduanya yang lebih patut di anggap melakukan kesyirikan? Orang yang dituduh ataukah yang melemparkan tuduhan? Nabi menjawab : Yang melemparkan tuduhan.

(Hadith dikeluarkan oleh Ibnu Hibban pada hadith no 81 dan Ibnu Kathir dalam tafsirnya jilid II/266, dia berkata : Isnad Hadith ini bagus. Begitu juga ditakhrij oleh Al Bazzar dalam Musnadnya dengan pernyataan yang sama, At Thabroni dalam Al Kabir dan As Saghir dengan pernyataan yang sama dan Ibnu Abi Ashim dalam kitab As Sunnah).

“Barangsiapa yang melaknat seorang Mukmin maka itu seperti membunuhnya dan barangsiapa yang menuduh seorang Mukmin dengan kekafiran maka itu seperti membunuhnya.”

“Barangsiapa berkata kepada saudaranya ‘Wahai Kafir’, maka sungguh perkataan itu kembali kepada salahsatunya” (HR al-Bukhari No 5638 dari Ibnu Umar)

Hadis ini diperkuat dengan hadis lain: “Laa yarmii rajulun rajulan bil fusuqi wa laa yarmiihi bil kufri illa irtaddat ‘alaihi in lam yakun shaahibuhu kadzalika”. Artinya: “Tidaklah seseorang menuduh kepada orang lain dengan kefasikan (dosa besar) atau dengan kekufuran, kecuali tuduhan itu kembali kepada penuduh, jika yang dituduh tidak sesuai dengan tuduhannya” (HR al-Bukhari No 5585 dari Abu Dzarr)
Bagaimana bisa tuduhan itu kembali kepada pelaku atau penuduh? Syaikh al-Qasthalani menjawab: “Sebab, jika yang menuduh itu benar, maka orang yang dituduh adalah kafir. Namun jika penuduh tersebut dusta (karena yang dituduh tidak kafir), maka penuduh tersebut telah menjadikan iman sebagai kekufuran. Dan barangsiapa yang menjadikan iman sebagai kekufuran, maka ia telah Kafir. Hal ini sebagaimana penafsiran al-Bukhari” (Irsyaad as-Saari ‘ala Syarh al-Bukhaarii 9/65)

Rasul saw murka kepada Usamah bin Zeyd ra yang membunuh seorang pimpinan Laskar Kafir yang telah terjatuh pedangnya, lalu dengan wajah tak serius ia mengucap syahadat, lalu Usamah membunuhnya, ah? betapa murkanya Rasul saw saat mendengar kabar itu.., seraya bersabda : APAKAH KAU MEMBUNUHNYA PADAHAL IA MENGATAKAN LAA ILAAHA ILLALLAH..?!!, lalu Usamah ra berkata: Kafir itu hanya bermaksud ingin menyelamatkan diri Wahai Rasulullah.., maka beliau saw bangkit dari duduknya dengan wajah merah padam dan membentak : APAKAH KAU BELAH SANUBARINYA HINGGA KAU TAHU ISI HATINYA??!!!, lalu Rasul saw maju mendekati Usamah dan mengulangi ucapannya : APAKAH KAU BELAH SANUBARINYA HINGGA KAU TAHU ISI HATINYA??!!!, Usamah ra mundur dan Rasul saw terus mengulanginya : APAKAH KAU BELAH SANUBARINYA HINGGA KAU TAHU ISI HATINYA??!!!, hingga Usamah ra berkata : Demi Allah dengan peristiwa ini aku merasa alangkah indahnya bila aku baru masuk islam hari ini..(maksudnya tak pernah berbuat kesalahan seperti ini dalam keislamanku). (Shahih Muslim Bab 41 no. 158 dan hadits yang sama no.159)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran”. (HR Muslim).

Ref: Ust. Agus Nizami

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s