ENGGAN MENGAKUI ADANYA BID’AH HASANAH USTADZ-USTADZ SALAFY BERKATA ODOJ ADALAH BID’AH

Posted: Januari 20, 2014 in KONTROVERSI BID'AH WAHABI - SALAFY, SESAMA SALAFY SALING MENCACI & MEMUSUHI, STOP MENUDUH BID'AH !!
1 Juz 1 Hari Odoj Bid'ah
KETOK PALU, “ODOJ” ADALAH BID’AH DAN SESAT
Kemarin saya mendapati sebuah tulisan bahwa ODOJ adalah ibadah yang terindikasi riya’. Namun Ust. MAT (Penulis artikel yang mengatakan ODOJ riya’ pada website Muslim.Or.Id) lupa bahwa gelar Msc yang disematkan pada akhir namanya dapat terindikasi besar Riya’, ujub, dan berbangga dengan gelar yang diperoleh.
Alhamdulillah- malam ini Allah SWT mengirimkan jawaban dan klarifikasi artikel saya yang jauh-jauh hari saya tulis dan sudah saya prediksi akan terjadi, yaitu suatu saat ODOJ akan ada yang membid’ahkan. Berikut link artikel saya: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=3689728537856&set=a.1260511648952.30340.1714527064&type=3&theater

ODOJ Bid'ah menurut Ustadz Salafy

ODOJ Bid’ah menurut Ustadz Salafy

Iya begitulah, ODOJ adalah program sesat dan bid’ah seperti yang difatwakan oleh salah satu punggawa Salafi indonesia Ust. AQJS seperti screenshoot pada gambar dibawah ini (jika memang benar sumber ini dari beliau). Sebagai bentuk ke-objektifitas penilaian, saya sampaikan bahwa Kelompok Salafi ada yang mengikuti program ODOJ ini sebelum muncul fatwa serampangan tersebut. Semoga Allah SWT meneguhkan langkah mereka dan tidak terpengaruh fatwa tergesa-gesa tersebut.

Yang ingin saya sikapi disini adalah Salafi yang extrim, yang mengeluarkan fatwa “ODOJ bid’ah dan sesat” ini tanpa mengembalikannya dulu ke “Maqoshidus Syari’ah” dan “Qawaid Wa Ushuuluddin”. Sekarang, mari kita lihat rentetan dampak negatif jika program ODOJ ini dibid’ahkan dan disesatkankan oleh doktrin Salafi extrim ini.

1. BID’AH KARENA LAPORANNYA

jikalau mereka menganggap bid’ah karena habis mengaji harus lapor, secara otomatis Madrasah, pesantren Al Qur’an, Ma’had tahfidz, atau seluruh tempat pendidikan agama seluruh dunia ini terkena imbas bid’ah dan sesat. Tanya kenapa?

Kita semua tau bahwa pada setiap Madrasah, pesantren Al Qur’an atau Markaz Tahfidz selalu ada buku penghubung/pegangan tasmi’ dan setor milik santri kepada pembinanya. Buku ini berfungsi agar Ust. pembina dapat mengetahui peningkatan seorang santri ketika menghafal atau mengulang pelajarannya. Kemudian buku ini akan diparaf oleh pembina yang menyimak.

Lalu apa bedanya lapor ke ustadz pembina dengan lapor ke kawan ODOJ? Toh, kedua-duanya nggak pernah dilakukan Nabi SAW dan para Sahabat Ra??? Atau karena lapor ke Ustadz kan jumlahnya satu jadi boleh, sedangkan lapor ke teman-teman ODOJ jumlahnya banyak, jadi gak boleh! Silahkan dinilai sendiri…

2. BID’AH KARENA PEMBATASAN JUZ

Jikalau mereka membid’ahkan karena didalam ODOJ ada peraturan membaca 1 Juz/Day atau 2 Juz/Day pada program HAFI2’D, maka seluruh Huffadz Al Qur’an di dunia ini akan terkena imbas bid’ah dan sesat cara seperti ini. Tanya kenapa?

Saudara-saudariku yang baik…

Sangat pasti sekali bahwa setiap hafidz Al Qur’an di dunia ini akan mempunyai jatah muroja’ah harian secara rutin. Ada yang mampunya sehari 2 juz, 3 juz, sampai 5 juz. Yang menjadi catatan, mereka melakukannya hanya sebagai rutinitas setiap harinya, bukan membuat syareat baru. Begitu juga, peng-kaplingan juz seperti ini juga dilakukan generasi salaf sebagimana dapat kita baca di kitab At tibyan Imam Nawawi. Lalu apakah para huffadz mulai generasi salaf sampai hari ini tetap bid’ah dan sesat???.

3. BID’AH KARENA LAPOR LEWAT HP/WHATSSAPP

Perlu diketahui, didalam ajaran dan doktrin Salafi mereka juga membagi bid’ah menjadi 2, Bid’ah agama dan bid’ah dunia. Namun, sayangnya mereka tidak mau mengakui Bid’ah dunia sebagai bid’ah karena Nabi SAW tidak mempermasalahkannya. Sebagai contoh mobil, pesawat, hp, speaker, microphone, kaca mata dll.

Kalau bid’ah dan sesatnya ODOJ gara-gara laporannya lewat Whatssapp melalui hp, lalu bukankah Whatssapp dan hp itu perkara dunia? Apa bedanya lapor ke orang langsung (sebagaimana pada point pertama) dengan lapor ke orang melalui Whatssapp dan hp?? jawabannya sama saja, gak ada beda.

4. BID’AH KARENA ATURAN-ATURAN YANG MENGIKAT

Kalau memang ODOJ bid’ah dan sesat gara-gara aturan yang mengikat, maka seluruh pesantren di dunia ini akan terkena bid’ah dan sesatnya aturan-aturan tersebut. Tanya kenapa?

Di setiap pesantren atau pondokan selalu ada tata tertib dan peraturan yang berlaku. Diantaranya;
– Gak boleh keluar malam
– Gak boleh main PS
– Gak boleh pulang tanpa izin
– Gerbang di tutup jam 10 malam
– Dll

Asal muasal hukum peraturan-peraturan diatas adalah boleh dan tidak dilarang agama. Aturan-aturan ini dibuat hanya untuk mentertibkan santri-santri agar disiplin dan tertata. Kalo toh aturan-aturan ini difahami “Mengharamkan apa yang di halalkan Syareat” maka santri-santri dan ustadz – ustadz di pesantren seluruh dunia ini musyrik semua. Darisini, jangan heran jika mendapati diantara kelompok mereka yang mengkafirkan UUD pemerintah. Silahkan dikiaskan sendiri dengan aturan-aturan ODOJ.

5. BID’AH KARENA GAK PERNAH DILAKUKAN NABI SAW DAN SAHABAT RA

Ini nih jurus andalan yang dipake untuk membid’ahkan dan menyesatkan ODOJ. Kalo memang ODOJ bid’ah dan sesat gara-gara tidak dilakukan Nabi SAW dan para sahabatnya Ra, ayo! para pembaca yang budiman tak ajak datang ke kampus Salafi Jamiyyah Islamiyyah Madinah, tempat Salafi berkibar. Emang ada apa disana Fiq??

Hampir semua Universitas atau kampus di dunia, baik ilmu agama ataupun ilmu umum, ketika seorang mahasiswa menyelesaikan program S1 maka ia bergelar Sarjana, ketika selesai S2 bergelar Master, ketika selesai S3 bergelar Doktor sampai Profesor. Pertanyaanya? Kenapa mengharuskan sebuah gelar keilmuan yang tidak ada dasarnya dari Nabi SAW dan para sahabatnya Ra?

Oh iya satu lagi, mereka selalu buruk sangka bahwa rutinan atau sebuah amalan istiqamah yang dilakukan secara terus menerus maka hukumnya bid’ah. Alasannya sama, karena Nabi SAW dan para sahabat Ra tidak pernah melakukannya. Nah, kenapa mahasiswa menuntut ilmu di Universitas ketika lulus selalu diberi gelar Lc, Ma, Dr dan Prof? Mana dalilnya? Kan menuntut ilmu agama demi ridho Allah SWT bukan mengharap gelat-gelar itu semua?

————- —————-

Saudara-saudaraku seagama…..

Ketika hati ini bersih dari buruk sangka, su’udzon, hasud, iri hati, dengki dengan orang lain, tidak lupa mengoreksi diri sediri dan menjauhi suka mengoreksi orang lain, niscaya diri kita tidak membututhkan dalil untuk memahami realita dan kesamaan point-point diatas. Cukup nalar sehat kita saja yang menilai. Karena betapa banyak dalil dan hujjah yang kita utarakan, namun karena tidak sefaham dengan doktrin Salafi Extrim, dengan serta-merta akan ditolak tanpa ampun.

Jangankan kita orang akhir zaman, bahkan para Sahabat, Tabi’in, Tabiut Tabi’in sampai ulama besar madzhab kita, jika ada pendapat yang tidak sesuai dengan doktrin Salafi tanpa ampun pendapatnya dibuang begitu saja, pendapat-pendapat yang sefaham saja yang mereka ambil. Mau ngebid’ahkan, lakok masih belum ada keberanian, akhirnya dikritisi aja lalu ditinggalkan.

Sebagai penutup, bagi teman-teman yang aktif mengaji di program di ODOJ, HAFI2D, atau program baru TEN, janganlah kalian ragu dan bimbang dengan penyesatan amalan yang sekarang kalian lakukan. Teruslah istiqamah dan rutinkan amaliyyah kalian. Insyallah, Allah SWT mengetahui ketulusan isi hati kalian yang sedang rindu dan ingin dekat denganNya SWT dan RasulNya SAW di tengah kesibukan dunia yang meng”gurita” ini..

Wallahu A’lam Bis Showab.
Semoga manfaat.

Mochamad Ihsan Ufiq
Doha, 19 Januari 2014

Komentar
  1. ronym mengatakan:

    ( nampaknya penulis artikel ini terjebak pada perkataannya sendiri…
    yaitu tidak adanya “tabayyun” )
    .
    perlu dicermati kata-kata Ust yazid bin Abdul Qadir Jawwas…
    .
    bidah… karena membaca tanpa bimbingan ustadz atau orang alim
    yang dapat memperbaiki bacaan yang salah
    .
    sebab dikhawatirkan kesalahan pembacaan dapat berakibat pada kesalahan arti
    tanpa seorang ustadz atau orang alim yang paham Bahasa Arab / Cara membaca Al Quran
    bagaimana seseorang bisa yakin kalau bacaannya sudah benar ?
    walaupun ia telah membaca 1 juz sekalipun

    • generasisalaf mengatakan:

      Bukan kah sudah dijelaskan pada screenshoot diatas,

      “Jawaban Beliau sama dengan syekh Abdurrazak, yaitu tidak ada contoh dari Nabi, alias bid’ah.”

      Sedangkan yang antum katakan adalah tambahan penjelasan saja, “sekalipun seandainya ada gurunya jg”

  2. entong mengatakan:

    I love aswaja

  3. suwadi ap mengatakan:

    Ya kalau begitu..dakwah melalui internet (facebook, wordpress, dll) juga sesat dan bid’ah karena tidak ada contoh di jaman Rosululloh SWT🙂

  4. suwadi ap mengatakan:

    Tolonglah buatkan kami program yang tidak sesat, dan tidak bidah..biar kami semuanya dapat mengikuti..pertumbuhan penduduk yang luar biasa perlu adanya program pendidikan yang dapat diikuti oleh banyak orang..
    Kalau hanya sebagai “polisi” yang mengatakan ini salah itu salah tanpa solusi..ya malah bikin polemik. Tutup saja akun di wordpress ini karena ini juga bid’ah

  5. Ambok mengatakan:

    Kita tidak boleh berpendapat tentang amalam suatu Ibadah tanpa dalil, ujung-ujung hawa nafsu yang berbicara. Mari kita perdalam ilmu agama kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s