KISAH KEMATIAN PENGHINA SAHABAT NABI

Posted: Januari 25, 2014 in SYI'AH

Mayyit

Kisah nyata tentang orang mati yang bisa berkata kata karna menghina sayyidina Abu bakr dan umar Rodiyallohu anhuma.

عن عبد الملك بن عمير قال كان بالكوفة رجل يعطى الأكفان فمات رجل فقيل له فأخذ كفنا وانطلق حتى دخل على الميت وهو مسجى فتنفس والقى الثوب عن وجهه وقال غروني أهلكونى بالنار أهلكونى بالنار فقلنا له قل لااله إلا الله قال لا أستطيع ان أقولها وقيل ولم؟ قال بستمى أبابكر وعمر.

Di riwayatkan dari abdul malik bin umair beliau berkata: Dulu di kufah ada seorang lelaki pemberi kain kafan. Kemudian ada seseorang yang meninggal dunia, lalu di kabarkan kepadanya, kemudian lelaki itu mengambil kain kafan dan berangkat lalu masuk ke si mayyit yang sudah di tutupi. Lalu mayyit itu bernafas sehingga meberbangkan kain penutupnya dari wajahnya, seraya berkata” Tolonglah aku, mereka hendak membakarku dengan api, mereka hendak membakarku dengan api” kemudian kami berkata kepada si mayyit” Ucapkanlah: Lailaha illalloh” Si mayyit berkata” Aku tidak bisa mengucapkannya” kemudian di tanyakan kepadanya “kenapa tidak bisa?” Si mayyit berkata” karna aku menghina Abu bakr dan umar”.

[Ibu abi dunnya: Man aasya ba’dal maut.hal.22]

Source: Ust. Abil Mikdad NK

Komentar
  1. Sukma mengatakan:

    Yg menghina nabi gak pernah ada yg diriwayatkan gitu gitu amat.,.. Hebatan Abubakar Dan umar dong ??!!!

  2. Fatih mengatakan:

    @Sukma: tinggal perumpamain aja.. yg ngehina sahabat aja dah gitu, apalagi ngehina Nabi saw…🙂

  3. abu nawas mengatakan:

    @sukma…yang menghina nabi ya banyak..seperti abu jahal..abu lahab…ubai bin khalaf..ente cari sendiri saja mereka matinya gimana………

  4. iskandar mengatakan:

    riwayat ini gak jelas dari kitab siapa diambilnya, andaikan haditsnya….abdul malik bin umair itu siapa?
    Al Munawi rahimahullah berkata: (ttg hadits derajat lemah)

    : “Di dalam sanadnya terdapat Abdul Malik bin ‘Umair disebutkan oleh Adz Dzahabi di dalam kitab Adh Dhu’afa (kitab yang menyebutkan para perawi lemah),

    dan Ahmad (bin Hambal) berkata: “Ia seorang yang guncang haditsnya”, Ibnu Ma’in berkata: “Seorang perawi yang tercampur hapalannya”,

    Abu Hatim berkata: “Bukan seorang yang hafizh (menjaga hadits).” Lihat kitab Faidh Al Qadhir, 6/378 (Syamela).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s