ULAMA SALAFY WAHABI : MENCIUM MUSHAF AL-QUR’AN BID’AH, MENCIUM FARJI BOLEH

Posted: Februari 3, 2014 in FATWA ANEH WAHABI

KERAJAAN SAUDI MENCIUM QUR'AN

MENCIUM MUSHAF AL-QUR’AN BID’AH, MENCIUM FARJI BOLEH

Masyhur dikalangan Salafi bahwa mencium Mushhaf itu perbuatan bid’ah, bahkan mencium tangan ulama atau nisan kuburan Ulama itu bisa mendekatkan kepada kemusyrikan, atau alasan klasiknya tidak ada dalil yang menganjurkan itu semua.

Tetapi tidak untuk kasus mencium farji. Dikatakan oleh Syaikh Musa Khasan Mayyan; bahwa tidak ada dalil yang melarang seseorang mencium farji


Jadi menurut Syaikh Musa Khasan Mayyan, mencium Farji itu tidak apa apa, lihat fatwanya dalam Tanya jawab berikut yang termuat dalam “Qodloya Al Zawaj wal Alaqoti Al Usriyyah:
ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ : ﻣﺎ ﺣﻜﻢ ﺗﻘﺒﻴﻞ ﺍﻟﻔﺮﺝ ﻟﻜﻞ ﻣﻦ ﺍﻟﺰﻭﺟﻴﻦ
ﺑﻌﻀﻬﻤﺎ ﻟﺒﻌﺾ؟

Penanya: Bagaimana hukum mencium farji untuk kedua pasangan suami istri ?

ﺍﻹﺟﺎﺑﺔ : ﻻ ﺣﺮﺝ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﻓﻠﻠﺮﺟﻞ ﺃﻥ ﻳﺴﺘﻤﺘﻊ ﺑﺰﻭﺟﺘﻪ ﺑﻜﻞ ﺷﻲﺀ ﻣﻨﻬﺎ ﻣﻦ ﺟﺴﺪﻫﺎ ﻣﺎﻋﺪﺍ ﻣﺎ ﺍﺳﺘﺜﻨﺎﻩ ﺍﻟﺸﺮﻉ ﻓﻼ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻪ ﺟﻤﺎﻋﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﺑﺮ ﻭﻻ ﺟﻤﺎﻋﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻴﺾ ﻭﺍﻟﻨﻔﺎﺱ ﺃﻣﺎ ﺗﻘﺒﻴﻞ ﺍﻟﻔﺮﺝ ﻓﻼ ﺣﺮﺝ ﻓﻴﻪ ﻭﻫﻮ ﻣﻦ ﺿﻤﻦ ﺍﻟﺤﻼﻝ ﺍﻟﺬﻱ ﻟﻢ ﻳﺮﺩ ﻓﻴﻪ ﺗﺤﺮﻳﻢ ﻭﺳﻜﺖ ﺍﻟﺸﺮﻉ ﻋﻨﻪ ﻓﺪﻝ ﺫﻟﻚ ﺃﻧﻪ ﺑﺎﻕ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺒﺮﺍﺀﺓ ﺍﻷﺻﻠﻴﺔ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﺠﻮﺍﺯ ﻟﺬﻟﻚ ﻭﺍﻟﻤﺤﺮﻡ ﻟﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﺑﺎﻟﺪﻟﻴﻞ ﻭﻻ ﺩﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻨﻊ ﻓﻠﺬﻟﻚ ﻗﻠﺖ ﺑﺠﻮﺍﺯﻩ

Jawab: tidak berdosa melakukan itu, maka diperbolehkan bagi seorang laki laki mencumbu dengan seluruh anggota badan istrinya selain apa yang dikecualikan oleh syara’. maka tidak boleh bagi laki2 menjima’ istrinya di dubur, dan tidak boleh menjima’nya dalam keadaan haid dan nifas. adapun mencium farji itu tidak masalah, dan ini masuk kedalam hukum halal, yang tiadanya datang dalil yang mengharamkan, dan diamnya syari’at terhadap permasalahan mencium farji,
sesungguhnya telah tetap sebagai hal bebas yang asal, yaitu bolehnya mencium faji. sedangkan mengharamkan bagi laki2 mencium farji itu harus dengan dalil dan tidak ada dalil atas pelarangan (mencium farji) maka karenanya aku mengatakan boleh.

Lalu pertanyaannya kemudian adalah, kenapa alasan ini tidak dimasukkan juga pada kasus mencium Mushaf atau tangan ulama?

***

ULAMA SALAFY MEMPERBOLEHKAN MENCIUM QUR’AN

SOAL: “Apa hukum mencium Mushaf al-Qur’an?”

JAWAB: “Setahu saya, tidak ada satu pun riwayat bahwa salaf kita melakukannya. Di antara ulama, ada yang mengharamkannya secara mutlak, ada pula yang membolehkannya secara mutlak. Namun pendapat yang menengah adalah apabila pendorong mencium Mushaf memang rasa lembut dari qalbu, maka perkara ini luas pembolehannya insya Allah. Seperti merasa bahwa al-Qur’an (di zaman ini) telah diremehkan, atau semacamnya.

Tetapi perlu diperhatikan, apabila mencium Mushaf sampai pada bab Mudawamah (terus menerus) dan Ilzam (pengharusan), yakni: sampai merasa harus menciumnya setiap mau atau setelah membaca al-Qur’an, maka saya takutkan ini menjadi muhdatsah (hal baru dalam agama).”

 

Komentar
  1. jangan pakai bajakan mengatakan:

    Sok pintar tapi bodoh? Mencium mushaf dilarang karena sebagian orang menganggapnya ibadah yang agung, padahal mushaf belum ada ketika nabi wafat. Quran masih berada di hapalan kepala para sahabat nabi SAW. Sedangkan mencium farji cuma kesenangan antara suami-istri (urusan dunia), kenapa dilarang, sedangkan tidak ada larangan yang jelas tentang itu dari Alloh.

  2. isa mengatakan:

    Alqur’an juga bid’ah, tp knp masih dibaca sama wahabi. Itu kan kerjaannya sahabat bukan kerjaannya Nabi. Surat yg pertama kali turun surat al’alaq tp knp pada ngikutin sahabat? Klo baca alquran pasti yg dibaca justru surat alfatiha terus dilanjut lg ke surat albaqarah. Padahal itukan susunan yg disusun sama sahabat Nabi. Sedangkan wahyu yg pertama kali turun surat al’alaq. Seharusnya surat al’alaq dulu dnk yg dibaca. Wahabi emang plin plan..

  3. جهاد عبد القادر mengatakan:

    Saya melihat dan merasakan bahwa tahlil2 di “maaf” masyarakat awam sudah sampai pada sesuatu yg di hawatirkan (menjadi wajib) Mohon kepada Ormas yg mendukung Tahlilan agar mengadakan control atau lajnah yg membenahi masalah yang Na’uxzubillah menjadi Bid’ah dolalah nantinya.

    • سلفي بهلول mengatakan:

      Tahlilan perlu di lestarikan di Indonesia… Mohon ormas2 senantiasa mengkampanyekan agar orang2 melakukan tahlilan di rumah2 mereka…
      Soal wahabi yang membid’ahkan sebagai dholalah maka… Katakan pada mereka agar tidak lagi membagi tauhid menjadi 3, krn ini ada kabar tauhid 3 sudah di wajib an di kalangan mereka, padahal ini tauhid bid’ah dholalah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s