TOLERAN IMAM SYAFI’I TERHADAP MAZHAB YANG BERBEDA

Posted: Februari 6, 2014 in MADZHAB & KHILAFIYAH, SILATURAHMI & PERSAUDARAAN ASWAJA, SUNNAH - ADAB & NASIHAT

Masjid Imam Syafi'i

Dalam Manaqib Imam As Syafi’i yang ditulis Imam Al Baihaqi disebutkan bahwa sebelum wafat para murid Imam As Syafi’i pun berkumpul di sekeliling beliau di situ ada Imam Al Buwaiti juga Ibnu Abdil Hakam.

Ibnu Abdil Hakam sendiri menginginkan bahwa kelak beliau bisa menggantikan posisi Imam As Syafi’i dalam menyampaikan ilmu beliau akan tetapi Imam As Syafi’i memutuskan bahwa pengganti beliau adalah Imam Al Buwaiti.

Mengenai Ibnu Abdil Hakam Imam As Syafi’i menyampaikan kepada Ibnu Abdil Hakam, ”Adapun engkau wahai Muhammad engkau akan kembali kepada madzhab ayahnya.”

Ayah Ibnu Abdil Hakam yakni Abdul Hakam sendiri adalah ulama penganut madzhab Maliki. Dari kisah itu tercermin betapa para ulama terdahulu amat toleran hingga tidak memaksakan madzhabnya, Imam As Syafi’i tidak mencegah muridnya untuk berbalik mengikuti madzhab Maliki.

Demikian juga Ibnu Abdil Hakam, meski akhirnya menganut madzhab yang berbeda dengan Imam As Syafi’i, tetap menyediakan hujrahnya sebagai tempat dimakamkan guru beliau itu dan beliau sendiri akhirnya juga dimakamkan berhimpitan dengan makam sang guru.

Padahal, di awal Imam As Syafi’i masuk Mesir dengan mambawa madzhab beliau, para ulama madzhab Miliki yang terlebih dahulu menyebar madzhabnya marasa khawatir atas eksistensi madzhab mereka hingga ada yang berdoa agar Allah segera mewafatkan Imam As Syafi’i.

Namun ketika kita menyaksikan hubungan antara Imam As SyafiiI dengan Ibnu Abdil Hakam terlihat bahwa Imam As Syafi’i juga tidak memiliki niat untuk mempengaruhi penganut Maliki apalagi mengusik madzhab mereka.

Source: Hidayatullah.com

Komentar
  1. mardjoko mengatakan:

    Ilmu adalah (perkara) yang paling berhak untuk dicurahkan waktu padanya. Dengan ilmu, hati akan hidup dan amalan akan berkembang. Allah yang Maha Suci nama-nama-Nya telah menyanjung para ulama yang mengamalkan ilmunya dan mengangkat kedudukan mereka di dalam kitab-Nya yang memberi penjelasan. Allah Swt berfirman : “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”. (QS Az-Zumar : 9) dan Allah Swt berfirman, “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS Al-Mujadalah : 11).
    “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar! Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar”.(QS. Al-Ahzab : 70-71)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s