IDEALNYA PELAJARILAH OLEHMU AHLAK & ADAB SEBELUM BELAJAR ILMU LAIN

Posted: Februari 28, 2014 in SUNNAH - ADAB & NASIHAT

mencium tangan ulama

Ibrahim bin Habib Asy-Syahid berkata : Ayahku berkata padaku : Wahai anakku, Datangilah para Ulama dan Fuqaha, Ambillah ilmu dari mereka, dan ambil juga adab, akhlak serta hikmah mereka. Sungguh itu lebih aku sukai padamu ketimbang kamu belajar banyak hadits.

Lihat bagaimana salafus saleh lebih mengutamakan adab dan akhlak ketimbang Ilmu hadits, padahal ilmu hadits adalah ilmu paling mulia di Dunia sebagaimana perkataan Abu Ashim yang diriwayatkan oleh Muhammad bin Isa Az-Zujaj : Siapa yang mempelajari ilmu hadits berarti ia telah mempelajari ilmu yang paling mulia di dunia ini, dan ia akan menjadi manusia-manusia yang terbaik.

Imam malik bin anas berkata : Suatu ketika ibuku sedang merapikan sorbanku sebelum aku pergi ke majelis Ilmu dan waktu itu aku masih kecil. Ia berkata padaku : Wahai Malik, ambillah Adab dari Gurumu sebelum kamu mempelajari ilmu.

Redaksi yang lain, Imam Malik rahimahullahu mengisahkan,

قال مالك: قلت لأمي: ” أذهب، فأكتب العلم؟ “، فقالت: ” تعال، فالبس ثياب العلم “، فألبستني مسمرة، ووضعت الطويلة على رأسي، وعممتني فوقها، ثم قالت: ” اذهب، فاكتب الآن “، وكانت تقول: ” اذهب إلى ربيعة، فتعلًّمْ من أدبه قبل علمه

Aku berkata kepada ibuku, “Aku akan pergi untuk belajar”. Ibuku berkata, “Kemarilah!, Pakailah pakaian ilmu!”. Lalu ibuku memakaikan aku mismarah (suatu jenis pakaian) dan meletakkan peci di kepalaku, kemudian memakaikan sorban di atas peci itu. Setelah itu dia berpesan, “Sekarang, pergilah untuk belajar” Dia juga pernah mengatakan, “Pergilah kepada Imam Rabi’ah (guru Imam Malik,), Pelajarilah adabnya sebelum engkau pelajari ilmunya”.

(‘Audatul Hijaab 2/207, Muhammad Ahmad Al-Muqaddam, Dar Ibul Jauzi, Koiro)

Diterangkan juga dengan redaksi yang berbeda dalam (Mausu’ah Taj al-Dzakirin, Ibn Maqshad al-‘Abdali, hal. 108).

Abu bakar bin Al-muthawwi’i rahimahullahu berkata,

اختلفت إلى أبي عبد الله ثنتي عشرة سنة، وهو يقرأ (المسند) على أولاده،

فما كتبت عنه حديثا واحدا، إنما كنت أنظر إلى هديه وأخلاقه

“Aku berkali-kali mendatangi Abu Abdillah –yaitu imam Ahmad bin Hambal rahimahullahu- selama 12 tahun, beliau sedang membacakan kitab Al-musnad kepada anak-anaknya. Saya tidaklah menulis satu hadits pun darinya tetapi hanya ingin melihat kepada metode dan akhlaknya.” [Siyaru A’lamin Nubala’ 21/373, Mu’assasah Risalah, Asy-syamilah]

Berkata Ibnul jauzi rahimahullahu tentang gurunya syaikh Al-Anmaathi rahimahullahu,

كنت أقرأ عليه وهو يبكي، فاستفدت ببكائه أكثر من استفادتي بروايته،

وانتفعت به ما لم أنتفع بغيره

“saya biasa membacakan kitab kepada beliau dan beliau dalam keadaan menangis [karena takut Allah], maka saya mengambil faidah dari tangisannya lebih banyak daripada mengambil faidah dari riwayatnya dan saya mendapatkan manfaat dengannya yang saya tidak dapatkan dari selainnya. “[Siyaru A’lamin Nubala’ 39/128, Mu’assasah Risalah, Asy-syamilah]

Pelajari dahulu adab dan akhlaknya baru ilmunya

Ibu Imam Malik rahimahullahu, sangat paham hal ini dalam mendidik anaknya, beliau memerhatikan keadaan putranya saat hendak pergi belajar. Imam Malik rahimahullahu mengisahkan,

قال مالك: قلت لأمي: ” أذهب، فأكتب العلم؟ “، فقالت: ” تعال، فالبس ثياب العلم “، فألبستني مسمرة، ووضعت الطويلة على رأسي، وعممتني فوقها، ثم قالت: ” اذهب، فاكتب الآن “، وكانت تقول: ” اذهب إلى ربيعة، فتعلًّمْ من أدبه قبل علمه

“Aku berkata kepada ibuku, ‘Aku akan pergi untuk belajar.’ Ibuku berkata,‘Kemarilah!, Pakailah pakaian ilmu!’ Lalu ibuku memakaikan aku mismarah (suatu jenis pakaian) dan meletakkan peci di kepalaku, kemudian memakaikan sorban di atas peci itu. Setelah itu dia berpesan, ‘Sekarang, pergilah untuk belajar!’ Dia juga pernah mengatakan, ‘Pergilah kepada Rabi’ah (guru Imam Malik, pen)! Pelajarilah adabnya sebelum engkau pelajari ilmunya!’.” (‘Audatul Hijaab 2/207, Muhammad Ahmad Al-Muqaddam, Dar Ibul Jauzi, Koiro, cet. Ke-1, 1426 H, Asy-Syamilah)

Berkata Adz-Dzahabi rahimahullahu,

كان يجتمع في مجلس أحمد زهاء خمسة آلاف – أو يزيدون نحو خمس مائة –

يكتبون، والباقون يتعلمون منه حسن الأدب والسمت

“Yang menghadiri majelis Imam Ahmad ada sekitar 5000 orang atau lebih. 500 orang menulis [pelajaran] sedangkan sisanya hanya mengambil contoh keluhuran adab dan kepribadiannya.” [Siyaru A’lamin Nubala’ 21/373, Mu’assasah Risalah, Asy-syamilah]

Source: Ust. Qultu Man Ana, Ust. Huda Al Junaidy & Ust. Raehanul Bahraen

Komentar
  1. abu nawas mengatakan:

    betul..jangan sampai kita keras dan kasar terhadap sesama umat islam…dan lunak dengan orang kafir…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s