KALAM HIKMAH ULAMA – ULAMA AL AZHAR

Posted: Maret 7, 2014 in SUNNAH - ADAB & NASIHAT
Syaikh Muhammad Sayyid Thanthawi

Syaikh Muhammad Sayyid Thanthawi

1. Syaikh Muhammad Sayyid Thanthawi (1928-2010 M)

“Ketahuilah bahwa di antara hikmah Allah adalah Ia telah menghendaki agar manusia berada dalam keadaan yang berbeda-beda, dan ketahuilah bahwa rahmat Allah yang luas akan meliputi mereka selama perbedaan itu bertujuan untuk mendapatkan kebenaran.”

2. Syaikh Usamah Sayyid al-Azhari

Syaikh Usamah Sayyid al-Azhari

Syaikh Usamah Sayyid al-Azhari

#Sesungguhnya ikatan dan hubungan erat antara kami para guru dengan kalian para murid adalah ikatan kecintaan yang sangat besar terhadap ilmu dan beban amanat agama yang sedang kita pikul bersama.

Kedua ikatan inilah yang telah membuat kalian meninggalkan Negara kalian, karenanya kalian masuk ke negeri ini, dan karenanya kita mengunjungi tempat yang diberkahi ini.

Itulah tujuan utama yang membuat kami para guru berkhutbah, kami mengajar dan kami menulis. Tujuan yang membuat kalian lelah, cape, kalian diuji, berusaha, kalian membaca, menghafal dan belajar.

Semua itu tidak ada apa-apanya, karena kita memiliki ikatan yang kuat dengan ilmu yang merupakan anugerah terbesar di alam semesta.”

* disarikan dari acara silaturahmi di masjid Fadhil, 6th October. Jum`at 20 September 2013.

#”Sesungguhnya warisan Nabi yang mulia (ilmu) tidak pantas didapatkan kecuali oleh orang yang mencintai warisan itu , orang yang hatinya terkait kepadanya, orang yang mau bersusah payang demi mendapatkannya, dan orang yang mau melangkah di jalannya, kemudian dia hidup dan berbaur dengannya.

Barang siapa yang tahu akan kemuliaan apa yang sedang dia cari, maka berusaha keras akan terasa ringan baginya.”

#”Ketahuilah bahwa setiap nafasmu adalah seperti langkah kakimu, jika tidak kamu langkahkah ke jalan Allah maka dirimu akan tertinggal dari rombongan orang-orang shaleh.”

#Dalam suatu masalah, ketika terdapat di sana beberapa dalil-dalil yang berkaitan dengannya, lalu seseorang hanya mengambil satu dalil (satu ayat) saja, tanpa memperhatikan dalil-dalil yang lain. Maka dalil (satu ayat) tersebut, bagaikan ikan yang dikeluarkan dari air. Mati.

3. Dr. Majdi Asyur

Dr. Majdi Asyur

Dr. Majdi Asyur

#”Jika air adalah pelipur dahaga bagi raga, maka rasa cinta adalah pelipur dahaga bagi jiwa. Bahkan cinta adalah rahasia dari segala yang ada di alam semesta, cinta juga adalah jalan terdekat untuk bertemu dengan Allah.”
(Dan orang beriman amat sangat cinta kepada Allah) al-Baqarah 165.

#Cinta Sejati

Begitulah cinta, dihiasi air mata ketika berpisah dan bertemu. Jika sebuah cinta bersih dari rasa iri dan dengki maka cinta itu bisa menghapuskan dosa, menghilangkan keras di hati dan juga bisa menghilangkan aib. Oleh sebab itu, cinta sejati akan kamu temui ketika kamu mencintai Rasulullah Saw.

4. Syaikh Ahmad Karimah

Syaikh Ahmad Karimah

Syaikh Ahmad Karimah

Seorang kakek di Inggris lulus S1 pada umur 95 tahun, kemudian meraih gelar Master pada umur 98 tahun. Pada umur 100 tahun dia baru menulis buku pertamanya.

Janganlah berputus asa, karena berputus asa adalah sikap penghianat

5. Syaikh Ied Abdul Hamid Isa

Syaikh Ied Abdul Hamid Isa

Syaikh Ied Abdul Hamid Isa

Manusia haruslah beramal dan bekerja. Jangan duduk saja. Jangan takut salah, karena kesalahan akan dihapus dengan istighfar.

Jangan menunda diri dari berbuat baik. Berbuatlah sebelum ajal menjemput. Manusia yang tidak beramal akan menyesal kelak di akhirat dan minta dikembalikan ke dunia fana.

Setiap kesusahan yang menimpa kita insya Allah melebur dosa-dosa kita. Bahkan, jika kita tertusuk duri di kaki, insya Allah dosa kita akan terkurangi.

Barangsiapa serius dalam beramal akhirat, maka Allah akan memudahkan urusan dunianya.

-Disarikan dari nasehat Syaikh Ied Abdul Hamid Isa, imam dan khatib masjid al-Azhar dalam ceramah lima menit setelah shalat jamaah.

7. Syeikh Yusuf al-Qaradhawi

Syeikh Yusuf al-Qaradhawi

Syeikh Yusuf al-Qaradhawi

#”Ilmu adalah harta karun, dan bertanya adalah kuncinya.”

#”Dakwah yang terbaik adalah dengan mengumpulkan berbagai macam metode dakwah yang ada;

– Menggunakan semangat spiritual kaum sufi.
– Berpegang teguh pada nash-nash seperti kaum Atsari.
– Mengeksplorasi akal sebagaimana kaum mutakalim.
– Menggunakan nalar ilmiah seorang ahli fikih.

Kemudian dari setiap metode tersebut diambil yang terbaik untuk kemudian dikombinasikan satu dengan yang lainnya.”

8. Syaikh Yusri Rusydi

Syaikh Yusri Rusydi & Syekh Ali Jumuah

#Zaman fitnah adalah sebuah zaman di mana kebenaran dan kebatilan tercampuraduk dan tidak bisa dibedakan; zaman ketika orang jujur tidak dipercaya dan pembohong justru dibenarkan. Jika seseorang bermaksud memadamkan api fitnah itu, yang terjadi justru fitnah itu semakin besar.

Langkah seorang muslim yang baik dalam menyikapi zaman fitnah adalah fokus dalam pekerjaannya dan tidak banyak komentar terhadap sesuatu yang bukan bidangnya.

#Tasawwuf itu melepaskan diri dari setiap akhlak tercela dan menghiasi diri dengan akhlak-akhlak terpuji. Maka setelah kamu berhias diri dengan akhlak tersebut, Allah Subhanahu wa ta’ala akan ‘tajalli’, menampakkan pada dirimu dengan segala kesempurnaan dan keutamaan-Nya; pada pendengaran, penghlingatan, tangan dan kakimu.

Dengan begitu kamu akan menjadi seorang hamba yang rabbani. Jika kamu memohon perlindungan pada Allah, Dia akan melindungimu, jika kamu meminta pada Allah, Dia akan memberimu, jika kamu bergerak di alam ini, alam akan bergerak untukmu, dan jika kamu memberi isyarat kepada alam, ia akan tunduk kepadamu.

#Hakikat tawakkal adalah melakukan perbuatan berdasarkan hubungan kausalitas (sabab-akibat) sebagai ‘taabbudan’ (beribadah) kepada Allah. Hal itu seperti seekor burung yang terbang pada pagi hari dengan perut kosong, dan pulang sore dengan perut kenyang. Burung-burung itu tidak tinggal diam saja di sarangnya, melainkan terbang untuk mencari rejeki.

#Sifat seorang muslim adalah bahwa orang lain bisa selamat dari lidahnya. Akhir hidup adalah hal yang paling penting, sehingga janganlah sampai suudzon dan menghibah orang yang berbuat maksiat. Karena bisa jadi orang yang dighibah itu bertobat di akhirnya, dan mendapatkan khusnul khatimah.

Sifat yang sekarang jarang dimiliki oleh seorang muslim adalah melupakan kesalahan orang lain. Contohlah Imam Syafii. Beliau sebelum wafat memaafkan semua orang yang berbuat salah kepadanya, supaya beliau tidak menghambat seorang mukmin di Hari Pembalasan, dan juga tidak menyakiti Nabi Muhammad pada umatnya.

#”Lelaki yang sempurna adalah yang dominan akalnya, sementara perempuan yang sempurna adalah yang dominan perasaannya.”

9. Syekh Mutawali al-Sya’rawi (1911-1998)

Syekh Mutawali al-Sya'rawi (1911-1998)

Syekh Mutawali al-Sya’rawi (1911-1998)

#Harta yang haram bukanlah kekayaan dan kenikmatan dunia, karena dia mencerabut kebahagiaan dan rasa aman dari jiwa.
Harta yang haram hanya akan menjadi hutang sampai kiamat untuk dikembalikan kepada pemilik yang sesungguhnya.

#Manusia harus tahu bahwa apa yang Allah ambil pasti ada hikmahnya, dan apa yang Allah sisakan pasti karena kasih-Nya….
Janganlah sekali-kali seorang mukmin menyia-nyiakan antara hikmah dan kasih sayang Rabbnya.

#Sesungguhnya agama itu merupakan hubungan antara ‘perkataan yang diucapkan’ dengan ‘perbuatan yang dikerjakan’.
Maka jika terpisah antara perkataanmu dengan perbuatanmu, rusaklah dakwah Islam.

10. Dr. Sa’duddin Hilali

Dr. Sa'duddin Hilali

Dr. Sa’duddin Hilali

#”Ilmu tanpa agama akan pincang, dan agama tanpa ilmu akan buta.”

#Ketika keinginan orang bodoh untuk masuk sorga menyala-nyala, dia akan melakukan kejahatan yang paling hina untuk mendapatkan itu, dan dia menganggap perbuatannya itu adalah sebuah kebaikan.

11. Syekh ِAkram Aqil Madzhar (1965-2013)

Syekh ِAkram Aqil Madzhar (1965-2013)

Syekh ِAkram Aqil Madzhar (1965-2013)

“Anakku, berhiaslah dirimu dengan akhlak para wali Allah supaya kamu mendapatkan kebahagiaan. Namun jika kamu hanya mengambil kertas ijazah saja, maka sungguh kamu tidak ada apa-apanya, dan kamu akan tenggelam dalam kesuksesanmu sendiri.”

12. Dr. Abdul Ghaffar Hilal.

Dr. Abdul Ghaffar Hilal.

Dr. Abdul Ghaffar Hilal.

Sabar terbagi menjadi tiga tingkatan:

Pertama, sabar untuk melakukan ketaatan kepada Allah. Ini adalah tingkatan sabar yang paling tinggi, karena setiap ibadah mengandung unsur berat melawan nafsu. Shalat tahajud berat dilakukan karena waktunya orang-orang sedang tidur. Begitu juga zakat berat dilakukan karena seolah memberikan harta secara cuma-cuma kepada para mustahiknya.

Kedua, sabar menjauhi maksiat. Ini tidak mudah dilakukan, karena tidak bermaksiat adalah tanda dzahir diterimanya sebuah amal ibadah. Shalat yang dilakukan haruslah mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Jika tidak menjauhinya, maka shalatnya belum bisa diterima oleh Allah.

Ketiga, sabar dalam menerima cobaan. Ini adalah tingakat sabar yang paling rendah dibanding dua tingkatan di atas.

Semoga kita termasuk orang-orang yang sabar dan bisa beribadah dengan benar. Amin.

Disarikan dari pengajian kitab al-Kasysyaf yang diasuh oleh Dr. Abdul Ghaffar Hilal di masjid al-Azhar, Rabu 6November 2013

13. Syekh Ramadhan al-Bouti (1929-2013)

Syekh Ramadhan al-Bouti (1929-2013)

Syekh Ramadhan al-Bouti (1929-2013)

#Ulama rabbani akan senantiasa berbicara tentang pentingnya ikhlas dalam setiap amal. Mereka akan menegaskan bahwasanya ikhlas adalah ruh yang harus berjalan dengan semua amal taqarrub kepada Allah. Jika ruh ini tidak ada, maka ibadah akan menjadi seperti hantu yang tak bernilai dan seperti puing-puing bangunan yang tak berharga.

#Jika datang kepadamu hari yang baru, ucapkanlah kepadanya “Selamat datang ‘tamu’ yang mulia.”
Kemudian muliakanlah tamu itu dengan ibadah fardu yang ditunaikan, kewajiban yang dikerjakan dan taubat yang selalu diawalkan.
Janganlah kau kotori tamumu itu dengan dosa-dosa, baik dosa besar maupun biasa. Karena jika seperti itu, dirimu akan merasakan sesal di hati, karena tamumu tak akan pernah kembali.

14. Syekh Amru Wardani

Syekh Amru Wardani

Syekh Amru Wardani

Di dalam al-Quran terdapat ayat “Inna al-hasanat yuzhibna al-sayyi’at”, Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik akan menghapuskan dosa dari perbuatan-perbuatan buruk.
Dan tidak ada ayat yang menyatakan kebalikan dari itu, (sesungguhnya perbuatan buruk akan menghapuskan pahala kebaikan).
Hal itu merupakan rahmat dari Allah agar manusia selalu melakukan kebaikan dan selalu mengharapkan pahala dan ampunan dari Allah.

– disarikan dari pengajian al-Asybah wa al-Nazair di Masjid Azhar, Senin 11 November 2013.

15. Dr. Muhammad Imarah

Dr. Muhammad Imarah

Dr. Muhammad Imarah

Kebebasan berekspresi harus diberikan kepada semua aliran pemikiran, bahkan pemikiran fanatik sekalipun. Dan saya tidak khawatir terhadap pemikiran fanatik, karena masyarakat pasti akan menolaknya. Yang saya takutkan adalah anarkisme yang menyertai pemikiran tersebut.

16. Dr. Jamal Faruq

Dr. Jamal Faruq

Adab dalam Perbedaan

Para ulama di awal Islam juga pernah berbeda pendapat dan beradu argumentasi dalam masalah-masalah agama tapi hati mereka tetap berada dalam satu kesatuan yang utuh. Perbedaan mereka tidak membuahkan perpecahan, saling mengkafirkan, tidak saling menghina tapi saling menjaga kepentingan perbedaan dengan mengedepankan akhlak satu sama lain dan menjaga ukhuwah Islamiyah yang menjadi dasar ikatan mereka.

Dalam perbedaan ini, mereka saling adu argumentasi tanpa menggunakan bahasa kotor, bahasa kemarahan dan bahasa penghinaan. Berbeda dengan sebagian orang pada zaman sekarang. Mereka menyerang ulama di awal Islam tanpa adab, mengedepankan akhlak tidak baik dan memakakan daging para ulama tersebut. Sehingga banyak dari mereka melaknat para ulama yang hidup di awal Islam ini.

17.  Syaikh Fathi al-Hijazi

Syaikh Fathi al-Hijazi

Syaikh Fathi al-Hijazi

#Pada sebuah ceramah Syaikh Fathi al-Hijazi menjelaskan macam-macam pujian; memuji diri sendiri dan keluarga disebut “al-fakhru”, memuji orang lain disebut “al-madhu”, dan memuji orang yang sudah meninggal dunia disebut “al-ritsa’u”

Kemudian seorang murid bertanya, “Syekh, apakah memuji Rasulullah disebut al-ritsa’u, karena bukankah beliau telah meninggalkan kita?”

Syekh Fathi dengan bijak menjawab, “Pujian untuk Rasulullah disebut al-madiih, dengan huruf ‘ya’, yang berarti pujian dengan pujian yang agung. Namun siapapun yang memuji Rasulullah sedalam apapun, pujiannya tidak akan sampai kepada derajat beliau yang sebenarnya, karena hakikat kedekatan beliau dengan Allah tak terkira agungnya.”

#Mencari ilmu membutuhkan umurnya Nabi Nuh, sabarnya Nabi Ayub, dan hartanya Qarun.
Intinya perlu waktu yang lama, sabar yang luar biasa, dan harta yang tidak sedikit.

18. Syekh Abdul Hakim Abdul Latif, guru Syekh Ali Jumah

Syekh Abdul Hakim Abdul Latif, guru Syekh Ali Jumah

Syekh Abdul Hakim Abdul Latif, guru Syekh Ali Jumah

Berdoalah seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Dalam berdoa beliau mengangkat tangan tinggi-tinggi dan menengadahkannya ke langit, sampai putih ketiak beliau dapat terlihat.

19. Dr. Ali Jum’ah

Dr. Ali Jum’ah

Dr. Ali Jum’ah

#Sesungguhnya ruh dari syariat itu adalah adab kepada Allah, kepada diri sendiri dan kepada orang lain. Saat ini, banyak orang Islam yang kehilangan ruh syariat ini. Akibatnya, dia menganggap ibadah adalah kebiasaan dan dia juga tidak berinteraksi dengan sesama manusia dengan akhlak yang mulia

#Kata Wallahu A’lam yang sering kita jumpai seperti yang banyak tertulis di dalam buku maknanya:

1. Ilmu tidak mengenal kata-kata terakhir
2. Tidak ada satu orang pun yang mengetahui semua ilmu secara sempurna karena ilmu itu sangat luas tanpa batas
3. Di atas orang yang berilmu masih ada yang lebih berilmu

#Jika engkau ingin kebaikan di dunia maka kepada Allah engkau berdoa.
Jika engkau ingin kebaikan di akhirat maka kepada Allah engkau berdoa.
Jika engkau ingin dijauhkan dari kesengsaraan di dunia dan di akhirat maka kepada Allah pula engkau berdoa.

Maka Allah bisa saja menjauhkanmu dari kesengsaraan, atau menolongmu dalam kesengsaraan, atau menghadapkanmu pada kesengsaraan lalu membalasmu dengan kebaikan atas sikapmu terhadapnya.

Maka sesungguhnya baik engkau berada dalam kebahagiaan atau dalam kesengsaraan engkau sedang bersama Allah.
Dan dalam setiap kelapangan dan kesempitan sesungguhnya engkau selalu berada di sisi Allah Swt.

#Rasulullah Sallallahu alaihi wa sallam adalah seperti harta karun. Barangsiapa ingin mendapatkan pintu ridha Allah, carilah Rasulullah. Barang siapa ingin mendapatkan kemuliaan dunia, ikutilah Rasulullah. Barang siapa ingin mendapatkan sorga, kunci-kuncinya bersama Rasulullah.
Karenanya, Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan shalawat Nabi sebagai salah satu dzikir kepada-Nya, dan menjadikan shalawat itu sebagai kunci banyak kebaikan dalam amal untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
[Diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab, beliau berkata, jika dua pertiga malam telah berlalu, Rasululah berdiri dan bersabda:
“Wahai manusia, berdzikirlah kepada Allah, berdzikirlah kepada Allah. Tiupan pertama datang dan diiringi oleh tiupan kedua, kematian datang dengan yang ada padanya, kematian datang dengan membawa segala kelanjutannya.”
Ubay berkata: “Wahai Rasulullah, aku sering bershalawat untukmu, lalu seberapa banyak aku akan bershalawat untukmu (yakni dalam majelis dzikir dan doaku)?”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Terserah.”
Aku bertanya: “Seperempat?”
Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Salam menjawab: “Terserah, jika kau tambahi itu lebih baik bagimu.”
Aku bertanya lagi: “Setengah?”
Beliau menjawab: “Terserah, jika kau tambahi itu lebih baik bagimu.”
Aku bertanya: “Dua pertiga?”
“Terserah, jika kau tambahi itu lebih baik bagimu.”
Aku berkata: “Aku akan menjadikan seluruh doaku untuk baginda.”
Beliau bersabda: “Kalau begitu, kau dicukupkan dari dukamu dan dosamu diampuni.] (HR. Tirmidzi)

#Airi hatimu dengan air takwa, agar nantinya kamu mampu memetik buahnya.
Sesungguhnya Allah bersama orang yang bertakwa

#Maslahat itu relatif. Kadang apa yang dianggap maslahat oleh satu kaum, ternyata merupakan sebuah mudarat bagi kaum lain. Kadang juga apa yang dianggap mudarat oleh satu kaum, ternyata merupakan sebuah maslahat bagi kaum lain.

Maslahat itu tidak ada yang murni 100%. Setiap maslahat pasti mengandung mudarat, walaupun itu kecil. Imam al-Qarafi berkata: ‘Bahkan ketika kamu ingin memasak daging, kamu akan mendapatkan sedikit mudarat, yaitu merasakan panasnya api‘.

Kalau begitu, lalu siapa yang berhak menentukan, kalau perbuatan ini akan mengantarkan kepada maslahat yang lebih besar daripada mudaratnya? Padahal maslahat itu relatif. Kalau masalah ini diserahkan kepada manusia, setiap orang akan memiliki pendapat yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, Allah Swt yang menentukan, mana yang merupakan maslahat, dan mana yang bukan. Karena sebagaimana yang telah kita ketahui, akal manusia terbatas, tidak mampu dijadikan sandaran yang absolut.

#Setiap waktu, kita memiliki kewajiban. Setiap waktu, memiliki cara atau jalannya tersendiri.
Karena zaman terus berganti, pemikiran manusia terus berubah, lingkungan sekitar terus berubah, dan hubungan antar kesemuanya terus berubah.
Alam tidak akan berhenti, dia akan terus bergerak seiring berjalannya waktu.

Oleh karena itu, dengan seiring berubahnya zaman, kita juga harus terus berubah, menyesuaikan perbuatan kita dengan zaman yang ada, demi mencapai tujuan utama yang selalu ingin dicapai oleh para umat Islam pendahulu kita.

#Cobaan itu akan menghapus dosa, menambah pahala dan mengangkat derajat di sisi Allah.
Seorang laki-laki dicoba oleh Allah selama 30 tahun. Dia bertanya, “Bagaimana saya menanggung semua ini?”
Jawabannya, perbanyaklah dzikir dan ucapan “Ya Latiif”, serta membaca shalawat Nabi.
Sibukkanlah dirimu dengan dzikir, maka Allah akan memberimu lebih banyak dari yang diberikan kepada para da’i.

20.  Syekh Hisyam Kamil

Syekh Hisyam Kamil

Syekh Hisyam Kamil

#Siapa yang mengabdi kepada Allah, maka Allah akan memerintahkan kehidupan dunia untuk mengabdi kepadanya. Tapi siapa yang mengabdi untuk kehidupan dunianya, maka Allah akan menjadikannya budak bagi kehidupan dunianya.

#Jika kamu tidak menyibukkan nafsumu dengan kebaikan maka ia akan menyibukkanmu dengan keburukan

#Lebih baik kalian membaca satu buku dan istiqomah menghabiskan serta mendalaminya, ketimbang kalian memiliki banyak buku namun tidak kalian baca.
Memiliki banyak buku adalah sebuah ujian, dan kalian tidak akan mungkin mampu membaca seluruhnya. Seperti ketika di meja makan terdapat banyak jenis makanan, kalian hanya akan mengambil secomot dari masing-masing makanan tadi, kalian akan bingung karna banyaknya pilihan.

Berbeda jika kalina makan satu jenis makanan, maka kalian akan menghabiskannya dan tidak dipusingkan dengan banyaknya pilihan.

21. Dr. Magdy Ashour

Dr. Magdy Ashour

#Kebenaran itu terkadang akan melukai jasad. Namun ia tidak akan melukai hati.

Jika kesenanganmu terhadap sesuatu itu sedikit, dan engkau mencintai makhluk-Nya bukan karena Allah, maka engkau adalah tawanan dari dirimu sendiri.
Namun jika kesenanganmu terhadap sesuatu itu banyak, dan engkau mencintai makhluk-Nya karena Allah, maka sesungguhnya hatimu ada di sisi Allah Swt.

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram” (Q.S. ar-Ra’d: 28)

#Orang miskin adalah orang yang mengira dirinya dekat dengan Allah. Padahal dia adalah orang yang paling jauh dari-Nya.

Orang yang mulia adalah orang yang tahu ukuran dari dirinya sendiri. Dan selalu menjauhi keburukan yang tidak ada manfaatnya.

“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.”
(Q.S. al-Furqan: 63)

#Asal muasal diri kita adalah sesuatu yang kotor, dan dari hal tersebut kita diciptakan.
Kalau saja Allah menghendaki bisa saja kita diciptakan dari cahaya.

Maka apa-apa saja yang terjadi pada diri kita jika itu sesuatu yang buruk (kotor), itu dari kita sendiri penyebabnya.
Dan apa-apa saja yang terjadi pada diri kita jika itu sesuatu yang baik, itu dari Allah Swt.

“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.”
(Q.S. an-Nisa: 79)

22. Dr. Ibrahim Negm

Dr. Ibrahim Negm

Dr. Ibrahim Negm

Suatu ketika Yahya bin Mu’adz ditanya: “Siapakah orang yang yang paling benar azamnya (tekadnya)?” Yahya bin Mu’adz menjawab: “Yaitu orang yang menjadi pemenang atas hawa nafsunya sendiri”

23. Syekh Amru Wardhani

Syekh Amru Wardhani

Syekh Amru Wardhani

Siapa yang hanya mementingkan penampilan secara zahir saja dan tidak menganggap penting perkara hati, berarti dia telah merendahkan bagaimana cara Allah memandang kepada dirinya meskipun secara zahir dia merupakan orang yang paling banyak ibadahnya kepada Allah.Kenapa?
Karena Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah melihat kepada hatimu, bukan kepada rupamu.”
Maka tatkala kamu meremehkan masalah hati, maka kamu telah meremehkan bagaimana cara Allah memandangmu.
-Disarikan dari pengajian bersama Syekh Amru Wardhani di Masjid Asyirah Muhammadiyah
24. Syeikh Ahmad Umar Hasyim
Syeikh Ahmad Umar Hasyim

Syeikh Ahmad Umar Hasyim

Orang yang memahami Islam dengan benar, tidak akan menutup dirinya dari pendapat-pendapat orang lain. Walaupun dia seorang faqih, walaupun dia seorang pemimpin.Ulama-ulama Islam berkata: “Pendapat saya benar, namun mungkin saja salah. Pendapat orang lain
salah, namun mungkin saja benar.”
25. Dr. Muhammad Muhanna
Dr. Muhammad Muhanna

Dr. Muhammad Muhanna

#Jika kamu melihat orang berilmu yang sombong, maka ketahuilah dia adalah orang yang bodoh karena kesombongannya.
Dan jika kamu melihat orang berilmu yang rendah hati, maka ketahuilah bahwa dia adalah orang yang benar-benar berilmu karena kerendahan hatinya.
#Anggota tubuh yang tumbuh dari makanan yang haram maka akan cepat bergerak menuju hal yang haram, begitu pula sebaliknya. Jika tubuh kita diberi makanan yang halal, maka kita akan cepat bergerak dan mendekat kepada perbuatan yang halal
#Kalau seorang hamba tau bagaimana ihsan Allah kepada dirinya, pasti dia akan mendahulukan ketaatan ketimbang maksiat kepada-Nya
26. Syekh Muhammad al-Ghazali (1917-1996)
Syekh Muhammad al-Ghazali (1917-1996)

Syekh Muhammad al-Ghazali (1917-1996)

Lama saya merenungi gagasan tentang hubungan antara laki-laki dan perempuan serta peran perempuan dalam masyarakat. Saya memerhatikan sebagian orang mengatakan bahwa seorang wanita hanya boleh berada di dalam rumah hingga menikah atau bahkan hingga ajal menjemputnya. Mereka tidak diperbolehkan mendapatkan haknya seperti belajar di sekolah.Apakah seperti ini gagasan alternatif yang ditawarkan Islam sebagai pengganti terhadap kondisi perempuan yang terjadi di Barat?
Tidak sama sekali. Islam bukan seperti ini. Masa-masa yang sarat dengan keterbelakangan telah kita lewati, terutama dalam memosisikan peran perempuan dalam kehidupan sosial.
Islam berlepas tangan dari tradisi yang salah tersebut serta berlepas tangan juga dari tradisi Barat.
27. -Syekh Muawwad Iwad Ibrahim
Syekh Muawwad Iwad Ibrahim

Syekh Muawwad Iwad Ibrahim

Dalam Islam, menuntut ilmu bukan hanya bagi orang yang sedang berada dalam jenjang pendidikan saja, karena seorang muslim itu akan menuntut ilmu sejak di buaian sampai liang lahat. Tidak seyogyanya faktor usia menjadikan berhenti dalam menuntut ilmu. Semakin tambah umur, seharusnya semakin semangat dalam menambah ilmu.Seperti halnya ilmu itu tanpa batas, umur juga tidak menjadikan berhenti mencari ilmu dan berdesakan dengan orang lain untuk mendatangi majelis dan sumber-sumbernya.Dari buku “Dzalika dinul qayyim”
28. Syekh Ahmad Taha Rayyan

Syekh Ahmad Taha Rayyan

Syekh Ahmad Taha Rayyan

Jangan mendoakan keburukan kepada muslim lain walaupun dia pemimpin yang dzalim ataupun muslim yang ahli maksiat. Tapi doakan dia supaya mendapatkan hidayah dari Allah, sehingga bisa kembali menjadi orang yang baik. Sebab, mendoakan kebaikan akan kembali kepada diri kita sendiri, begitu juga sebaliknya.

29. Syekh Ali Shaleh

Syekh Ali Shaleh

Syekh Ali Shaleh

angan mengira bahwa kita akan mendapatkan manfaat dari ilmu jika belum menghiasi diri dengan akhlak yang baik. Dan ilmu jika belum dihiasi dg tabiat yg baik, maka akan menjadikan kita sombong. Sedangkan jika ilmu dihiasi dg budi pekerti yg terpuji, maka kita akan dikelilingi banyak rizki.

30. Syekh Mukhtar Muhsin

Syekh Mukhtar Muhsin

Syekh Mukhtar Muhsin

#Tawadhu’ lah dalam berdoa dan jangan sombong kepada Allah.
Oleh sebab itu, ketika berdoa jangan kau katakan, “Ya Allah, saya sudah shalat maka terimalah!”
Tapi katakanlah, “Ya Allah, terimalah shalat saya.”

#Siapa yang yang mengatakan sesuatu itu hukumnya haram sementara ia tidak tahu manahu tentang permasalahan itu berarti ia telah berdusta kepada Allah.
Kenapa hal ini bisa terjadi?
Karena hukum yang paling mudah diucapkan oleh seseorang adalah haram

#Setan tidak pernah melupakan ataupun meninggalkan kita. Setiap detik dia akan selalu mengingat kita. Permaianannya sangat halus, baik kepada orang taat ataupun tidak taat.
Maka hendaklah setiap saat kita bertaubat kepada Allah meski mencapai lebih dari 100 kali dalam sehari.

31. Syekh Toha Hubaisy

Syekh Toha Hubaisy

Syekh Toha Hubaisy

Dunia itu ada dan akan sirna (fana’). Akhirat itu ada dan abadi untuk selamanya (baqa’).
Salah satu dari bahaya ilmu adalah ketika ia hanya digunakan untuk meraih dunia saja. Maka ajarkanlah ilmu itu, sehingga bisa mengantarkan kepada akhirat.

Source: FP Suara Al-Azhar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s