ALHAMDULILLAH, SHALAT ISTISQA DI BATAM DI KABUL, HUJAN DERAS GUYUR BATAM

Posted: Maret 18, 2014 in KONTRIBUSI ULAMA ASWAJA

hujan

Shalat Istisqa di Batam sukses dilaksanakan pada hari Jum’at 14 Maret 2014 sementara Buya Yahya dari Cirebon menjadi imam dan khotibnya. Ribuan masyarakat kota Batam, Jumat (14/3) melaksanakan shalat Istisqa setelah selesai menunaikan ibadah shalat jumat di halaman Masjid Agung Batam.

Shalat Istisqa dilaksanakan untuk meminta hujan kepada Allah swt agar segera diturunkan hujan. Hal ini dilakukan karena kota Batam mengalami kekeringan akibat kemarau panjang. Warga NU Bersama Masyarakat Batam mengikuti shalat istisqa dengan antusias penuh harapan akan turunnya hujan, dan setelah shalat istisqa akhirnya hujan deras pun mengguyur Kota Batam dan Kepulauan Riau.

shalat istisqa
Buya Yahya, selaku imam pada shalat Istisqa ini mengajak para jamaah yang hadir untuk meminta ampun kepada Allah SAW atas dosa yang telah diperbuat selama hidup. Menurutnya, kemarau yang sedang berlangsung ini merupakan ujian/cobaan dari Allah kepada manusia.

“Sudah sepantasnyalah kita memohon ampunan kepada-Nya, Allah maha pengampun maka mengadulah kepada-Nya,” ungkapnya dihadapan ratusan jamaah dipekarangan Masjid Agung Batam.

Lebih lanjut menurutnya, mungkin ujian dan cobaan ini semua adalah akibat dosa dan kesalahan manusia sehingga Allah murka. Ratusan Jamaah yang ikut dalam pelaksanaan shalat Istisqa tersebut berharap semoga apa yang dilakukan tidak sia-sia dan Allah SWT segera nenurunkan hujan agar tidak ada lagi kebakaran hutan dan kekeringan.

“Teruslah introfeksi diri dan perbanyak ibadah serta mintalah ampunan Kepada-Nya. Semoga kita semakin sadar akan peringatan ini,” pungkasnya.

Shalat Istisqa’ dipimpin Wakil Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Batam KH Ridho Amir di halaman Masjid Raya Kota Batam, Jumat (14/3/2014).

Buya Yahya, pimpinan Lembaga Dakwah Al Bahjah Cirebon, yang mengisi khotbah dalam shalat Istisqa tersebut mengingatkan kepada jamaah untuk bertaubat dan banyak shadaqah.

Seperti diberitakan sejumlah media, kebakaran hutan lindung di Batam sejak dua pecan terakhir terus membesar. Kepulan asap yang dihasilkan selain mengganggu saluran pernafasan, juga melumpuhkan sejumlah jalur transportasi.

Berbagai upaya pemadaman telah dilakukan masyarakat sendiri dan pemerintah, baik menggunakan cara manual maupun melalui teknologi cangih seperti pesawat.

Dan alhamdulillah, pada pagi tadi (15/3/2014) Kepulauan Riau sudah diguyur hujan khususnya di kota Batam. Wilayah Bintan dan sebagian kota Batam “Barelang” tadi pagi sudah turun hujan. Kota Nongsa sampai Batam Kota telah disiram berkahNya. Demikian tulis Kang Imam Mahdi salah satu santri dan Tim Dakwah Al Bahjah Cirebon dalam akun facebooknya.

Turunnya hujan juga menyelimuti daerah-daerah di luar Kepulauan Riau seperti Aceh dan Medan bahkan sampai Malaysia. Daerah Aceh selama ini mengalami kekeringan dan kemarau panjang karena lama tidak turun hujan, sehingga sawah-sawah dan saluran irigasi mengering begitu juga dengan tanaman padi yang sangat membutuhkan air. Para petani begitu berharap akan datangnya hujan di sana agar mereka bisa bercocok tanam kembali. Dan Alhamdulillah sejak Sabtu kemarin (15/3/2014) Aceh telah diguyur hujan setelah sekian lama tiada hujan.

“Sabtu pagi hujan sebentar, Sorenya juga hujan sebentar, tadi malam sampai sekarang masih hujan deras, begitu derasnya. Sudah lama petani mengharapkan hujan karena padi sudah mulai menguning, irigasi mulai mengering. Sejuknya menyambut pagi dalam rinai hujan yang sangat sejuk, keberkahan dari Allah, keberkahan untuk kita semua”, demikian tulis Nana Cuma di Kota Lhokseumawe yang berasal dari Banda Aceh.

Lain halnya dengan Saudari kita Ika Wira di Medan yang menyatakan hujan pun melanda kotanya. “Hampir seluruh wilayah Kepri (Pulau Anambas, Natun, dll) sudah disirami hujan secara merata .. Bahkan sampai ke Medan juga”, tulis Ika. Sementara itu, saudara kita Md Nurisa Md Yasin dari Kuala Lumpur Malaysia pun mengomentari hal yang sama, “Alhamdulilah Malaysia pun baru turun hujan”.

Sebelumnya, pada Jum’at malam (14/3/2014) Habib Novel bin Muhammad Alaydrus, pengasuh Majelis Ar-Raudhah Surakata dalam rutinan kajian Jum’at malam Sabtu pun secara khusus mendo’akan saudara-saudara kita di Kepulauan Riau agar musibah kebakaran hutan yang melanda mereka segera reda. Do’a Habib Novel Alaydrus ini kemudian diaminkan oleh seluruh jama’ah muslimin wal muslimat Ar-Raudhah dengan bacaan Al Fatihah.

Semoga dengan turunnya hujan rahmat ini Allah SWT mengangkat musibah khususnya daerah Kepulauan Riau dan bisa mengurangi dampak buruk kebarakaran hutan yang sudah menyelebungi Kepulauan Riau yang telah menimbulkan efek yang luas bagi masyarakat setempat.

Seperti halnya di Malaysia Hujan, lebat sejurus selesai solat sunat hajat, bacaan surah Yasin dan doa oleh 200 tahfiz daripada enam buah Madrasah dari Melaka dan Shah Alam yang diketuai Ustaz Amali Dhiya Uddin Ab Rahim dari Ribat Tahfiz Syeikh Ismail Aljailani, Serkam bagi memohon hujan. Majlis anjuran Badan Amal Tarbiah Sejagat (BATAS) Negeri Melaka itu turut memohon keselamatan 239 penumpang termasuk kru penerbangan pesawat MH370. FOTO Muhammad Hatim Ab Manan

Berdoa di tengah hujan

Source: islam-institute.com & mymetro.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s