BERZIARAH KUBUR KERABATNYA SETIAP JUM’AT MENURUT IBNU QOYYIM

Posted: Maret 28, 2014 in STOP MENUDUH BID'AH !!
Tag:,
The Arabs people at the prophet Mohammad

The Arabs people at the prophet Mohammad

Masalah-masalah furu’iyyah yang di besar-besarkan dan mengklaim hanya golongannya yang selalu benar telah membuat ummat berpecah dan saling musuh memusuhi, padahal sejak dahulu perbedaan cabang (furu’) ini memang sudah ada dan para generasi Salaf dan ulama-ulama terdahulu tetap mengedepankan persaudaraan, dan tak pernah membesar-besarkan. Hal ini terbukti pada ahlak-ahlak mereka yang selalu terjaga, semisal Imam Syafi’i tak melakukan qunut ketika berada di kawasan/ daerah yang ditempati Imam Ahmad, begitu juga sebaliknya.

Ada sebagian kalangan mengatakan bid’ahnya ziarah hari Jum’at atau hari yang biasa mereka bisa lakukan (meskipun mungkin alasannya karena kesibukan, dll). Seperti pendapat Ust. Salafy Indonesia berikut ini :

***Awal Kutipan****

HUKUM ZIARAH KUBUR SEBELUM RAMADHAN ATAU MENJELANG SYAWWAL

Ziarah kubur adalah amalan yang disyariatkan. Tujuannya untuk mengingat kematian, sebagai peringatan akan akhirat, serta mengajak zuhud terhadap dunia. (Subulussalaam – Al-Imam As-Shan’aani)

Ziarah kubur juga bertujuan untuk mendoakan penghuni kubur dari kalangan Muslimin. (HR. Ahmad 6/252 – Ahkaamul Janaa’iz Syaikh Al-Albaani hal. 239)

Namun tidak diperkenankan mengkhususkan hari-hari tertentu, seperti sebelum Ramadhan, menjelang Syawwal, sewaktu lebaran, hari jum’at atau hari-hari lain yang dikhususkan untuk berziarah.

Syaikh ‘Abdul Muhsin Al-‘Abbaad -hafidzhahullah- menyampaikan:

أما زيارة القبور في يوم العيد أو في يوم الجمعة أو تخصيص يوم معين فلا يجوز ذلك

“Adapun ziarah kubur di hari ‘Ied, atau hari Jum’at, atau mengkhususkan hari-hari tertentu, hal itu tidak diperbolehkan…” (Ditranskrip dan diterjemah dari audio fatwa beliau)

Ziarah kubur adalah amalan yang disyariatkan setelah sebelumnya dilarang. Maka tidak boleh mengkhususkan hari-hari tertentu bila tidak ada dalil pengkhususannya. Berziarahlah dengan tujuan yang benar dan dengan cara yang tidak menyelisihi syariat. Wa billaahit tawfiq.

✒Fikri Abul Hasan

***Akhir Kutipan***

Juga pendapat Bin Baz: yang isinya tidak dibolehkan mengkhususkan hari Jum’at untuk ziarah kubur. (islam.qa)

Mari Kita simak Para Ulama yang membolehkan/ Menganjurkan berziarah di hari Jum’at, berikut ini :

Terdapat Hadits yang menganjurkan berziarah di hari Jum’at. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ زَارَ قَبْرَ أَبَوَيْهِ أَوْ أَحَدِهِمَا فِي كُلِّ جُمُعَةٍ غُفِرَ لَهُ وَكُتِبَ بَرًّا

“Barangsiapa menziarahi makam kedua orang tuanya atau salah satu dari mereka pada setiap hari Jum’at, maka dia diampuni dan dicatat sebagai seorang anak yang berbakti (kepada orang tuanya).“ (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman, Al-Thabrani dalam Al-Ausath no. 6293 dan al-Shaghir no. 952, Al-Hakim, dan lainnya)

*Hadits ini hukumi dhoif oleh Ibnu Hajar & juga ulama lainnya.

Disebutkan dalam kitab I’anat ath-Thalibin juz 2 halaman 142:

فَقَدْ رَوَى اْلحَاكِمُ عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ مَنْ زَارَ قَبْرَ اَبَوَيْهِ اوَ ْاَحَدَهُمَا فِيْ كُلِّ جُمْعَةٍ مَرَّةً غَفَّرَ اللهُ لَهُ وَكَانَ بَارًّا بِوَالِدَيْهِ.

Hadits riwayat Hakim dari Abu Hurairah Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Barangsiapa ziarah ke makam orang tuanya setiap hari Jum’at, Allah pasti akan mengampuni dosa-dosanya dan mencatatnya sebagai bukti baktinya kepada orang tua.”

Ianatuthalibin Juz II.

وورد أيضا أن ارواح المؤمنين تأتى فى كل ليلة الى سماء الدنيا وتقف بحذاء بيوتها وينادى كل واحد منها بصوت خزين يااهل واقاربى وولدى يامن سكنوابيوتنا ولبسوا ثيابنا واقتسموا اموالنا هل منكم من أحد يذكرنا ويتفكرنا فى غربتنا ونحن فى سجن طويل وحصن شديد فارحمونا يرحمكم الله. ولاتبخلوا علينا قبل أن تصيروا مثلنا ياعباد الله ان الفضل الذى فى ايديكم كان فى ايدينا وكنا لاتنفق منه فى سبيل الله وحسابه ووباله علينا والمنفعة لغيرنا فان لم تنصرف اى الارواح بشيئ فتنصرف بالحسرة والحرمان وورد أيضا عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال مالميت فى قبره إلاكالغريق المغوث ينتظر دعوة تلحقه من ابنه او اخيه اوصديق له فاذا لحقته كانت أحب اليه من الدنيا ومافيها.

Keterangan dari hadits bahwa arwah orang-orang mukmin datang pada tiap malam ke langit dunia, dan berhenti di jurusan rumah-rumahnya dan berseru-seru dengan suara yang mengharukan seribu kali “wahai keluargaku, sanak-saudara, dan anak-anakku, wahai kau yang mendiami rumah-rumahku, memakai pakaianku dan membagi-bagi hartaku. Apakah ada diantara kalian yang mengingat dan memikirkanku dalam pengasinganku ini dan aku berada dalam tahanan yang cukup lama dalam benteng yang kuat. Kasihanilah kami, maka Allah akan mengasihanimu. Janganlah kamu semua bakhil kepadaku sebelum kamu (berposisi) sepertiku.Wahai hamba-hamba Allah sesungguhnya apa yang kau miliki sekarang dulu juga (pernah) ku miliki, hanya saja dulu aku tidak membelanjakannya di jalan Allah, dimana pemeriksaannya dan bahayanya menimpaku sedang kegunaannya bermanfaat kepada orang lain”. Jika kamu (sanak, saudara dll) tidak memperhatikannya (arwah), maka mereka (arwah-arwah itu) tidak mendapatkan oleh-oleh sesuatupun dan mereka hanya akan mendapatkan penyesalan dan kerugian. Ada pula hadits Rasulullah saw.beliau bersabda ”mayit itu di dalam kuburnya seperti orang hanyut yang meminta-minta tolong, mereka menungu-nunggu do’a dari anaknya, saudaranya atau teman-temannya. Makajika doa itu sampai kepadanya nilainya jauh kebih baik dibandingkan dunia seisinya.

Hadis Rasulullah Saw. Dalam kitab: Hadiyatul Ahya’ lil Amwat hlm: 184-185, karya Abul Hasan Ali bin Ahmad bin Yusuf bin Ja’far Al-Hakkari (w=486 H) disebutkan:

«إن أرواح المؤمنين يأتون كل جمعة إلى سماء الدنيا فيقفون بحذاء دورهم وبيوتهم فينادي كل واحد منهم بصوت حزين: يا أهلي وولدي وأهل بيتي وقراباتي، اعطفوا علينا بشيء، رحمكم الله، واذكرونا ولا تنسونا، وارحموا غربتنا، وقلة حيلتنا، وما نحن فيه، فإنا قد بقينا في سحيق وثيق، وغم طويل، ووهن شديد، فارحمونا رحمكم الله، ولا تبخلوا علينا بدعاء أو صدقة أو تسبيح، لعل الله يرحنا قبل أن تكونوا أمثالنا، فيا حسرتاه وانداماه يا عباد الله، اسمعوا كلامنا، ولا تنسونا، فأنتم تعلمون أن هذه الفضول التي في أيديكم كانت في أيدينا، وكنا لم ننفق في طاعة الله، ومنعناها عن الحق فصار وبالاً علينا ومنفعته لغيرنا، «فينادي كل واحد منهم ألف مرةٍ من الرجال والنساء، اعطفوا علينا بدرهم أو رغيف أو كسرة» قال: فبكى رسول الله صلى الله عليه وسلم وبكينا معه، فلم نستطع أن نتكلم ثم قال: «أولئك إخوانكم كانوا في نعيم الدنيا، فصاروا رميماً بعد النعيم والسرور» ، قال: «ثم يبكون وينادون بالويل والثبور والنفير على أنفسهم يقولون: يا وليتنا لو أنفقنا ما كان في أيدينا ما احتجنا فيرجعون بحسرة وندامة

Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya ruh-ruh orang mukmin datang setiap malam jumat pada langit dunia. Lalu mereka berdiri di depan pintu-pintu rumah mereka. Masing-masing mereka memanggil-manggil dengan suara yang memelas: “Wahai isteriku (suamiku), anakku, keluargaku, dan kerabatku! Sayangilah kami dengan sesuatu, maka Allah akan merahmati kalian. Ingatlah kami, jangan kalian lupakan! Sayangilah kami dalam keterasingan kami, minimnya kemapuan kami dan segala apa yang kami berada di dalamnya. Sesungguhnya kami berada dalam tempat yang terpencil, kesusahan yang yang panjang dan duka yang dalam. Sayangilah kami, maka Allah akan menyayangi kalian. Jangan kalian kikir kepada kami dengan memberikan doa, shadaqah dan tasbih. Semoga Allah memberikan rasa nyaman kepada kami, sebelum kalian sama seperti kami. Sungguh rugi!, Sungguh menyesal! Wahai hamba Allah! Dengarkanlah ucapan kami, dan jangan lupakan kami. Kalian tahu bahwa keutamaan yang berada di tangan kalian sekarang adalah keutamaan yang sebelumnya milik kami. Sementara kami tidak menafkahkannya untuk taat kepada Allah. Kami tidak mau terhadap kebenaran, hingga ia menjadi musibah bagi kami. Manfaatnya diberikan kepada orang lain, sementara pertanggungjawaban dan siksanya diberikan kepada kami.”Masing-masing mereka memanggil-manggil sebanyak 1000 kali: “Kasihanilah kami dengan satu dirham atau sepotong roti!” Lalu Rasulullah menangis, dan kamipun (para sahabat) menangis. Dan kami tidak mampu bicara. Rasulullah bersabda: Mereka adalah saudara-saudara kalian yang sebelumnya berada dalam kenikmatan dunia. Dan kini mereka menjadi debu setelah sebelumnya berada dalam kenikmatan dan kegembiraan. Rasulullah SAW bersabda: Lalu mereka menangis dan mengucapkan kutukan kepada mereka sendiri dan berkata: “Celakalah kita! Jika kami menafkahkan apa yang kita miliki, maka kita tidak akan membutuhkan ini.” Lalu mereka pulang dengan penyesalan

Dalam kitab Hasyiah al-Bujairami alal Khatib juz II hal 302 disebutkan bahwa ruh seorang mukmin mempunyai keterkaitan dengan kuburannya dan tidak akan terpisah selamanya. Namun keterkaitan itu menjadi sangat dimulai dari asar hari kamis sampai terbenam matahari hari Sabtu. Oleh sebab itu masyarakat melakukan ziarah kubur pada hari Jumat, yaitu pada Asar hari kamis. Ziarah yang dilakukan Rasulullah Saw ke makam Syuhada Uhud dilakukan hari Sabtu, karena pada hari Jumat beliau jadikan sebagai waktu untuk memperbanyak amal

Ada waktu-waktu khusus untuk ziarah kubur agar lebih dekat dengan penghuninya. Demikian disebutkan Sulaiman bin Umar bin Muhammad Al-Bujairimi dalam At-Tajrid li Naf‘il ‘Abid ala Syarhil Manhaj.

فائدة: روح الميت لها ارتباط بقبره ولا تفارقه أبدا لكنها أشد ارتباطا به من عصر الخميس إلى شمس السبت، ولذلك اعتاد الناس الزيارة يوم الجمعة وفي عصر الخميس، وأما زيارته صلى الله عليه وسلم لشهداء أحد يوم السبت فلضيق يوم الجمعة عما يطلب فيه من الأعمال مع بعدهم عن المدينة ق ل وبرماوي و ع ش على م ر

“Informasi, roh mayit itu memiliki tambatan pada kuburnya. Ia takkan pernah berpisah selamanya. Tetapi, roh itu lebih erat bertambat pada kubur sejak turun waktu Ashar di hari Kamis hingga fajar menyingsing di hari Sabtu. Karenanya, banyak orang melazimkan ziarah kubur pada hari Jum‘at dan waktu Ashar di hari Kamis. Sedangkan ziarah Nabi Muhammad SAW kepada para syuhada di perang Uhud pada hari Sabtu lebih karena sempitnya hari Jum‘at oleh pelbagai amaliyah fadhilah Jum‘at sementara mereka jauh dari kota Madinah. Demikian keterangan Qaliyubi, Barmawi, dan Ali Syibromalisi atas M Romli.”

“Kesunahan ziarah menjadi muakad dihari kamis sore dan hari jumat dan makruh dihari sabtu” (al-Irsyaadaat as-Sunniyah hal. 111)

زيارة القبور مندوبة للاتعاظ وتذكر الآخرة وتتأكد يوم الجمعة ويوما قبلها ويوما بعدها عند الحنفية والمالكية وخالف الحنابلة والشافعية فانظر مذهبيهما تحت الخط ( الحنابلة قالوا : لا تتأكد الزيارة في يوم دون يوم
الشافعية قالوا : تتأكد من عصر يوم الخميس إلى طلوع شمس يوم السبت . وهذا قول راجح عند المالكية

Ziarah kubur disunahkan agar dapat mengambil pertimbangan, peringatan serta teringat kehidupan akhirat, kesunahannya menjadi mauakad dihari hari jumat dan hari sebelumnya (kamis) serta hari setelahnya menurut kalangan Hanafiyah dan Malikiyyah berbeda menurut kalangan Hanabilah yang menyatakan “ziarah tidak muakad, tidak dihari tertentu juga hari lainnya” dan kalangan Syafi’iyyah yang menyatakan “Menjadi sunah yang muakkad mulai asharnya hari kamis hingga terbitnya matahari di hari sabtu” dan pernyataan ini sesuai pendapat yang unggul dikalangan Malikiyyah. (Al-Fiqh ala Madzaahib al-Arbaah I/855.)

Pada hari kamis dan jum’at, orang-orang yang telah meninggal dunia dapat mengetahui para peziarah yang mengunjungi makamnya karena kemuliaan hari jum’at (Imam Ghozali, vol : 4, hal : 491).

Pendapat ulama Salafy tentang ziarah kubur hari Jum’at

Kalau seorang muslim tidak memungkinkan ziarah kubur kecuali hari Jum’at, misalnya karena keterikatan dengan pekerjaan dalam sepekan selain hari Jum’at. Yang Nampak hal itu tidak mengapat, karena hal itu dilakukan tanpa pengkhususan bahwa ada keutamaan pada hari Jum’at dibandingkan hari-hari lainnya. Karena prilakunya itu bukan termasuk mengkhsuskan hari Jum’at, tapi karena hari libur.

Syekh Ibnu Jibrin rahimahullah ditanya, “Hari Jum’at bagi kami termasuk hari libur. Kalau kita khususkan hari ini ada sebagian waktu untuk ziarah kubur, apakah hal itu termasuk bid’ah?”

Maka beliau menjawab, “Tidak termasuk (bid’ah). Karena terdapat sebagian dalil ziarah kubur pada hari Jum’at. Selagi anda tidak mengkhususkan hari ini (Jum’at). Dan ini adalah waktu kosong anda, maka insyaallah anda tidak berdosa. Terdapat dalil pengkhususan dan keutamaannya (ziarah hari Jum’at), akan tetapi tidak tetap (shahih).” (Fatawa Ibnu Jibrin)

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah juga berkata, “Yang tampak dari dalil adalah umum, bahwa dimakruhkan pengkhususannya dengan puasa (maksudnya hari Jum’at). Baik itu wajib maupun sunnah. Kecuali jika seseorang pekerja yang tidak ada waktu kosong dari pekerjaannya dan tidak memungkinkan untuk mengqhada puasanya melainkan pada hari Jum’at. Maka dalam kesempatan itu, tidak dimakruhkan melakukan puasa (di hari Jum’at) karena dia membutuhkan hal itu.” (Majmu Al-Fatawa, 20/55)

Begitu pula permasalahan tentang anjuran menziarahi makam kerabat/ orang-orang sholeh setiap/ menjelang hari Jum’at, seperti terkutip oleh Ulama murid Syekh Ibnu Taimiyah, yaitu Ibnu Qoyyim yang terkutip dalam kitabnya Ar Ruh, sebagai berikut :

Di dalam kitab Ar Ruh, Ibnul Qoyyim Al Jauzy murid Ibnu Taimiyyah juga meriwayatkan tentang bacaan Surat Yasin yang dibacakan oleh seorang anak di setiap hari Jum’at di sisi kuburan orang tuanya. Ini redaksinya :

الروح – (ج 1 / ص 11)
أخبرني الحسن بن الهيثم قال سمعت أبا بكر بن الأطروش ابن بنت أبي نصر بن التمار يقول كان رجل يجيء إلى قبر أمه يوم الجمعة فيقرأ سورة يس فجاء في بعض أيامه فقرأ سورة يس ثم قال اللهم إن كنت قسمت لهذه السورة ثوابا فاجعله في أهل هذه المقابر فلما كان يوم الجمعة التي تليها جاءت امرأة فقالت أنت فلان ابن فلانة قال نعم قالت إن بنتا لي ماتت فرأيتها في النوم جالسة على شفير قبرها فقلت ما أجلسك ها هنا فقالت إن فلان ابن فلانة جاء إلى قبر أمه فقرأ سورة يس وجعل ثوابها لأهل المقابر فأصابنا من روح ذلك أو غفر لنا أو نحو ذلك

Link : http://islamport.com/w/qym/Web/3173/7.htm

Ada seorang anak mendatangi kuburan ibunya pada hari Jum’at, lalu dibacakannya surat Yasin. Kemudian dia datang lagi di sebagian hari2nya kemudian membacakan surat Yasin, dia berkata : Ya Allah apabila Engkau membagi pahala pada surat ini, maka jadikanlah pahalanya untuk ahli kuburan2 ini. Ketika hari Jum’at berikutnya datang seorang wanita seraya berkata : Kamu fulan bin fulanah ??? Dia menjawab : Ya. Wanita tersebut berkata : Sesungguhnya anak perempuanku telah meninggal, kemudian aku melihatnya dalam mimpi sedang duduk ditepi kuburannya, lalu Aku bertanya kepadanya : Apa yg membuat kamu di dudukkan di sini ??? Dia menjawab : Sesungguhnya fulan bin fulanah datang ke kuburan ibunya, lalu dia membaca Surat Yasin dan menjadikan pahalanya untuk ahli kuburan2, maka rahmatnya mengenai kita atau diampunilah kita atau hal semacamnya.

Kiranya golongan yang selalu menuduh saudara-saudara muslimnya tentang bid’ah memperhatikan kalam, dan anjuran para ‘ulama di atas, dan sebagai peringatan berikut kami kutipkan perkatataan Syekh Ibnu Qoyyim Jauziyah:

والقائل: إنَّ أحداً من السلف لم يفعل ذلك، قائل ما لا علم له به،فإنَّ هذه شهادة على نفي ما لم يعلمه، وما يدريه أن السلف كانوايفعلون ذلك ولايشهدون من حضرهم عليه

“ Orang yang mengatakan bahwa sesungguhnya seorang dari salaf pun tidak ada yang melakukannya, maka dia adalah orang yang berucap tanpa dasar ilmu, karena hal itu adalah kesaksian atas penafian apa yang ia tidak ketahui, dan dia tidak mengetahui mungkin saja ada salaf yang melakukan hal itu akan tetapi tidak ada yang menyaksikan dari orang yang hadir.

Wallahu a’lam

Baca Juga:

ZIARAH KUBUR SETIAP JUM’AT DI MAKKAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s