INTERAKSI NABI MUHAMMAD DENGAN KAUM DILUAR ISLAM (YAHUDI, NASRANI, DLL)

Posted: April 28, 2014 in MUTIARA HIKMAH, MUTIARA KALAM ULAMA AHLUS SUNNAH, SILATURAHMI & PERSAUDARAAN ASWAJA, SUNNAH - ADAB & NASIHAT, TASAWUF

love islam

Spencer menyatakan dalam bukunya, bahwa ada hubungan yang sangat kuatantara ajaran Muhammad dan kekerasan Islam dengan sejumlah pernyataan dan perlakuan yang diulang-ulang oleh Osama bin Ladin, Ayman al-Zawāhirī, AbūMuṣʻab al-Zarqawī, Abū Ḥamzah, Abu Bakar Baʻasyir, dan jihadits-jihadits lain-nya.

Padahal, menurut data sejarah, sebagai seorang manusia yang diutus untuk se-luruh umat manusia, bahkan alam semesta, Nabi Muhammad sangat menghormatimanusia dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, bahkan meskipun manusiasudah meninggal.Terdapat sejumlah riwayat hadis yang menceritakan penghormatan Nabi ke- pada jenazah Yahudi. Salah satu di antaranya sebagaimana yang diriwayatkan olehIbn al-Jaʻd (230 H), Ibn Abī Shaybah (235 H), Aḥmad ibn Ḥanbal (241 H), al-Bukhārī (256 H), Muslim (261 H), al-Nasā’ī (303 H), Abū Yaʻlā al-Mūṣilī (307 H),Ibn al-Mundhir (318 H), al-Ṭabarānī (360 H), dan al-Bayhaqī (458 H) dari Ibn Abī Laylā (83 H) bahwa Qays ibn Saʻd (59 H) dan Sahl ibn Ḥunayf (38 H) keduanya berdiri ketika ada jenazah non Muslim lewat di hadapan mereka. Keduanya kemu-dian ditegur atas sikap mereka, kemudian keduanya menjawab dengan mencerita-kan bahwa Rasulullah
ṣallā Allāh ʻalayh wa sallam pernah berdiri ketika jenazahlewat didepannya, kemudian Rasulullah diinformasikan bahwa jenazah tersebutadalah Yahudi. Nabi menjawab; “ a laysat nafsan?
” (bukankah ia juga manusia?).

Teladan yang dilakukan Nabi Muhammad ini dicontoh oleh kedua sahabat tersebut(Qays ibn Saʻd dan Sahl ibn Ḥunayf). Bahkan jenazah yang lewat di hadapan kedu-anya adalah jenazah seorang penganut agama Majusi, agama yang disebut bukanagama samawi atau tidak termasuk ahl al-kitāb .Hadis ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad sangat menghormati manu-sia, bahkan setelah manusia itu mati, tetap ia hormati. Bukankah Allah memulia-kan manusia, sebagaimana disebutkan di dalam surat al-Isrā’ ayat 70 ( wa laqad karramnā banī Ādam ).

Ayat ini berlaku umum yang mencakup penghormatan ke- pada seluruh manusia sebagai anak cucu Adam, tidak memandang agama, suku,warna kulit dan lain sebagainya.Berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjungnya, inilah kiranya ke-tika Nabi Muhammad mengutus Muʻādh ibn Jabal ke Yaman, sebuah daerah yang pada saat itu masyarakatnya banyak yang memeluk agama Yahudi dan Nasrani, Nabi Muhammad memberikan pesan penting kepada Muʻādh untuk tidak berbuatzalim kepada siapapun yang secara implisit terkandung dalam peringatan Nabi un-tuk menjauhi doa orang yang dizalimi (larangan untuk berbuat zalim kepada oranglain), karena tidak ada pengahalang di antaranya dan Allah.

Pesan ini tidak hanya diperuntukkan untuk Muʻādh ibn Jabal seorang, akantetapi untuk seluruh umat Islam. Pesan ini juga berlaku bagi setiap orang yang di-

zalimi tanpa memandang status sosial atau agamanya. Riwayat Aḥmad ibn Ḥanbaldari Abū Hurayrah bahkan menegaskan larangan untuk berbuat zalim meskipunkepada seorang pendosa. Hadis lain dari Anas ibn Mālik menyebutkan: meskipunterhadap orang kafir sekalipun, “ wa in kāna kāfiran

Pelajaran penting dari pesan Nabi kepada Muʻādh ibn Jabal salah satunya mungkin adalah tidak menggunakankekuasaan untuk berbuat zalim, semena-mena, menginjak-injak harkat dan marta- bat orang lain.

Superioritas Muslim di Masa Nabi Muhammad
Selain larangan untuk tidak menzalimi orang lain, Nabi Muhammad pun men-unjukkan perilaku yang memberikan pelajaran bagi mayoritas untuk tidak menindasminoritas. Salah satu informasi yang mendukung pernyataan tersebut adalah hadisriwayat Aḥmad ibn Ḥanbal, al-Bukhārī, Muslim, dan al-Bazzār (292 H) dari ʻAbdal-Raḥmān (53 H) putra Abū Bakr al-Ṣiddīq (13 H) yang menceritakan bahwa ke-tika Nabi bersama 130 orang sahabat, termasuk dirinya sedang dalam keadaan lapar dan sangat membutuhkan makanan. Beberapa saat kemudian ada orang musyrik lewat di hadapan mereka membawa seekor kambing. Nabi menghampirinya danmengadakan dialog lalu bertransaksi jual beli dengan harga yang diinginkan olehorang musyrik tersebut. Nabi pun menyetujuinya dan membeli kambingnya.

Padahal seandainya Nabi mau, ia bisa membayarnya dengan harga di bawahyang diinginkan, atau memintanya, atau bahkan merampasnya karena pada saat itu Nabi sedang bersama 130 sahabatnya. Tapi itu semua tidak dilakukan oleh NabiMuhammad. Hal ini setodaknya menunjukkan teladan yang diberikan oleh NabiMuhammad bahwa pihak mayoritas tidak boleh bertindak semaunya, apalagi sam- pai berbuat zalim kepada orang lain.Riwayat hadis yang lain menegaskan pelajaran tersebut bahwa jangan karenamayoritas kemudian menjadi dasar untuk berbuat sesuka hati meskipun dalam posi-si benar, di antaranya adalah hadis riwayat Ibn Ḥibbān (354 H), al-Ḥākim (405 H),dan al-Bayhaqī dari ʻAbd Allāh ibn Salām (43 H) yang menceritakan tentang masuk Islamnya Zayd ibn Saʻnah yang sebelumnya beragama Yahudi. Suatu ketika Zaydibn Saʻnah ingin menguji kenabian Nabi Muhammad, karena menurutnya ia telahmengetahui tanda-tanda kenabian dalam diri Nabi Muhammad saat pertama kalimelihat beliau. Hanya ada dua tanda yang belum ia saksikan dari diri Nabi Muham-mad, yaitu sikap bijak yang harus dimiliki oleh seorang nabi. Zayd ibn Saʻnah punmelakukan investigasi ke dalam dengan mengikuti kegiatan Nabi Muhammad.

Suatu saat ada seorang laki-laki Badui menemui Nabi Muhammad yang barusaja keluar dari kamarnya bersama ʻAlī ibn Abī Ṭālib (40 H). Orang itu melaporkantentang masuk Islamnya seluruh penduduk sebuah kampung karena iming-imingyang ia tawarkan, yaitu jika penduduk kampung itu memeluk agama Islam, makaakan mendapatkan rejeki yang berlimpah. Sayangnya, saat ini penduduk kampungtersebut sedang ditimpa musibah kelaparan. Jika Nabi tidak menolongnya, makakemungkinan mereka akan keluar dari Islam karena harapan yang mendorongmereka tidak mereka dapatkan.

Mendengar laporan tersebut, Nabi Muhammad menengok kepada ‘Umar ibnal-Khaṭṭāb (23 H) yang saat itu berada di sebelah Nabi, namun ʻUmar menyampai-kan: “Kita tidak punya apa-apa ya Rasulullah.” Melihat situasi itu, Zayd ibn Saʻnah 44 Refeksi , Vol. XIII, No. 3, April 2012
menawarkan bantuan pinjaman kepada Nabi yang harus dibayar pada waktu yangditentukan, dan Nabi pun menyetujuinya. Dua atau tiga hari menjelang waktu yangditentukan, Zayd ibn Saʻnah datang menemui Nabi untuk menagih, padahal belum jatuh tempo. Saat itu Nabi baru saja selesai melaksanakan salat jenazah bersamasahabat-sahabat besar di antaranya ada Abū Bakr al-Ṣiddīq, ʻUmar ibn al-Khaṭṭāb,ʻUthmān ibn ʻAffān (35 H), dan ‘Alī ibn Abī Ṭālib. Zayd ibn Saʻnah dengan wa- jah kasar langsung menghampiri dan mencengkeram pakaian Nabi seraya berkata:“Hei Muhammad! Lunasi hutangmu! Tak kusangka, keturunan Muṭṭalib adalahorang yang suka menunda membayar hutang!.”

Melihat perkataan dan perbuatan Zayd ibn Saʻnah yang kasar kepada Nabi,ʻUmar pun naik pitam, namun Nabi Muhammad mencegahnya dengan halus dan penuh kasih sayang, bahkan meminta ʻUmar untuk melunasi hutang kepada Zaydibn Saʻnah. Tidak hanya itu, Nabi bahkan memerintahkan ʻUmar untuk memberitambahan. Setelah ‘Umar membayarnya, Zayd ibn Saʻnah pun masuk Islam karenatelah melihat seluruh tanda-tanda kenabian teruatama sikap bijak seorang nabi yang baru saja ia buktikan ada pada diri Nabi Muhammad. Zayd ibn Saʻnah bahkan saatitu juga menyedekahkan setengah dari harta yang ia miliki untuk kepentingan umatIslam.

Informasi ini membuktikan bahwa Nabi Muhammad bahkan tidak melakukan perbuatan yang semestinya bisa dan boleh saja dilakukan oleh seseorang yang bera-da di pihak mayoritas, apalagi dalam posisi benar. Nabi Muhammad lebih memilihtindakan persuasif dan menyentuh sisi kemanusiaan, padahal saat itu setidaknya Nabi menerima lima bentuk perbuatan tidak menyenangkan dari Zayd ibn Saʻnah;didatangi dengan wajah dan suara yang keras, dipanggil dengan namanya saja ( yā Muḥammad ), tanpa kunyah atau laqab, ditagih sebelum waktu jatuh tempo, diceng-keram bajunya, dihina keluarganya. Itu semua diterima Nabi di hadapan para sa-habatnya.

Source: Rifqi Muhammad Fathi download versi pdf lengkap disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s