DIYAT SAUDI TERHADAP INDONESIA SANGAT KECIL DIBANDING DIYAT INDONESIA KEPADA SAUDI

Posted: Mei 23, 2014 in NEWS & INFO

pancung

Miris sekali ternyata pembayaran diyat negara Saudi hanya di hargai 600 juta dibandingkan dengan kasus Satinah dimana negara Indonesia harus membayar diyat 25 Milyar kepada Saudi, selengkapnya seperti berikut ini.

Keluarga WNI Maafkan Warga Saudi Atas Kasus Pembunuhan, Terima Diyat Rp 600 Juta

Jakarta – Keluarga seorang WNI yang tewas dibunuh warga Saudi memaafkan pelaku pembunuhan. Pihak keluarga menerima uang diyat senilai Rp 600 juta. Pelaku pembunuhan yakni Al Asili sudah menjalani proses pidana selama 4 tahun.

Seperti dikutip Arabnews, Jumat (23/5/2014), pria bernama Mustafa Al Asili (50) ini kini bisa bebas, setelah mendapat maaf. Sayang tak disebutkan WNI perempuan itu tewas dalam kasus apa dan berasal dari daerah mana.

Pembebasan Al Asili ini disebutkan atas bantuan Tarahum sebuah komite yang menaungi para tahanan, eks tahanan, dan keluarga para tahanan. Tarahum banyak mengambil peran dalam proses pemaafan ini dengan banyak melobi keluarga korban.

Tarahum melakukan lobi ke keluarga perempuan Indonesia yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga yang dibunuh Al Asili.

Disebutkan pihak Tarahum bahwa selama di penjara Al Asili banyak belajar dan memperbaiki diri. Dia aktif belajar Al Quran dan ikut dalam kegiatan sosial di penjara. (Source detik)

***

Diyat Satinah Kurang 3 Juta Riyal

Bisnis.com, JAKARTA — Uang ganti rugi atau diyat untuk Satinah binti Jumadi Ahmad, tenaga kerja Indonesia (TKI) terpidana mati hukuman pancung di Arab Saudi sudah terkumpul 4 juta riyal dari tuntutan keluarga korban sebesar 7 juta riyal.

Direktur Direktur Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Kemenakertrans Guntur Witjaksono mengatakan diyat untuk Satinah masih kurang 3 juta riyal. “Namun pada 5 april 2014, Satinah boleh membayar 5 juta riyal. Sisanya, sebanyak 2 juta riyal bisa dicicil,” katanya kepada Bisnis, Rabu (26/3).

Guntur memaparkan, saat ini pengumpulan diyat yang setara dengan Rp25,9 miliar, jika 1 riyal setara dengan Rp3.700, masih diupayakan pemerintah dengan mengumpulkan dana suka rela dari seluruh warga negara Indonesia (WNI). “Selain itu, pemerintah juga mengadakan negosiasi dengan keluarga korban untuk menurunkan diyat.” (Source Industri.bisnis.com)

Masih Ada 303 WNI Terancam Hukuman Mati di Luar Negeri

Jakarta – Sepanjang periode 2009-2011 sebanyak 303 WNI terancam hukuman mati. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyatakan kasus Ruyati hanya satu dari sekian kasus yang dihadapi WNI. “Ruyati hanya satu dari sekian banyak kasus yang dihadapi warga negara kita yang berada di luar negeri,” ujar Marty saat rapat dengan Komisi I DPR, Senin 20 Juni 2011.

Berdasarkan data yang dimiliki Kementerian Luar Negeri, dari 303 kasus ini hanya 3 orang TKI yang telah dieksekusi. “Termasuk Ruyati,” ucap  Marty. Sejumlah 216 orang lainnya masih menjalani proses pengadilan. Sedangkan 55 orang meski telah dinyatakan bebas dari hukuman, sampai saat ini masih dalam proses menjalani hukuman. “Dan 29 orang telah bebas dan bisa dipulangkan,” tuturnya.

Menurut Marty, jumlah terbesar WNI yang terancam hukuman mati terdapat di Malaysia. Sebanyak 233 Warga Negara Indonesia juga terancam hukuman mati di Malaysia sejak 2009 lalu. Dari jumlah ini, 177 WNI masih menjalani persidangan. Sedangkan 32 orang terbebas dari hukuman mati dan 24 orang bisa dipulangkan.

Di Arab Saudi, 2 WNI telah menjalani eksekusi hukuman mati. Sedangkan 17 orang masih menjalani proses persidangan. Selain itu 6 orang terbebas dari hukuman mati dan tiga orang berhasil dipulangkan.

Satu kasus eksekusi mati WNI lainnya terjadi di Mesir. Sedangkan di Republik Rakyat Cina 20 WNI masih menjalani proses hukum dan 9 lainnya bebas dari ancaman meregang nyawa di negeri orang. Terakhir, 10 WNI menerima ancaman hukuman mati. Tujuh di antaranya terbebas dari maut sedangkan 2 orang masih menjalani proses pengadilan dan satu orang dipulangkan.

Marty mengatakan, dari 303 kasus ini, tak seluruhnya merupakan tenaga kerja Indonesia. Ia mencontohkan, 180 orang yang terlibat kasus di Malaysia terkait dengan perdagangan narkoba. “Jadi, tidak seluruhnya TKI,” ujarnya. (Source Tempo.co)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s