DAI SALAFY ANJURKAN NYOBLOS DIBERI GELAR TUKANG RAMAL HINGGA BERMENTAL TEMPE

Posted: Mei 30, 2014 in KONTROVERSI BID'AH WAHABI - SALAFY, SESAMA SALAFY SALING MENCACI & MEMUSUHI

Dai Salafy yang anjurkan Nyoblos mental tempe & tukang ramal

Mudahnya keluar kata – kata dan tuduhan dan cacian dari golongan Salafy kepada sesama Salafy (apalagi diluar Salafy) tampaknya bukan menjadi suatu hal yang rahasia, hal ini kembali di alami oleh para Dai dan Ulama – ulama dari golongan Salafy yang masing-masing berpendapat pihaknya ada di jalan yang benar (manhaj Salafus Sholeh). Kata-kata yang keluar dan di tujukan kepada sesama mereka, serta meremehkan pendapat – pendapat yang ada tidaklah mencontohkan adab dan ahlak Islam yang sesungguhnya.

Sebagai contoh artikel tentang kebolehan/ tidak boleh mengikuti pemilu berikut ini yang saya kutip dari website Salafy sendiri, berikut kutipannya.

Anjuran mengikuti Pemilu menurut Salafy

Anjuran mengikuti Pemilu menurut Salafy

Dari blog Abuljauza.wordpress.com, yang mengutip fatwa Utsaimin, dan beberapa ulama lain, sbb :

أنا أرى أن الانتخابات واجبة, يجب أن نعين من نرى أن فيه خيراً, لأنه إذا تقاعس أهل الخير من يحل محلهم؟ أهل الشر, أو الناس السلبيون الذين ليس عندهم لا خير ولا شر, أتباع كل ناعق, فلابد أن نختار من نراه صالحاً

“Aku berpendapat bahwasannya Pemilu itu wajib. Kita wajib memilih orang yang kita pandang padanya terdapat kebaikan. Hal itu karena apabila orang-orang mundur, siapakah yang akan menempati tempat mereka ?. Orang-orang jelek/jahat dan orang-orang tak punya pendirian yang tidak memiliki kebaikan ataupun kejelekan, yang mengikuti setiap seruan. Maka sudah seharusnya kita memilih orang yang kita pandang shaalih…..dst. [dari pertemuan terbuka, kaset no. 2011, dst bisa anda baca langsung disini

Syarat ikut pemilu menurut Salafy

Dari blog rumaysho. wordpress.com

Pertanyaan ketiga: Bagaimana hukumnya kaum perempuan mengikuti pemilu?

Jawab: Boleh saja, tapi harus memenuhi kewajiban-kewajibannya, yaitu memakai jilbab secara syar’i, tidak bercampur baur dengan kaum lelaki, itu yang pertama.
Kedua, memilih calon yang paling mendekati manhaj ilmu yang benar, menurut prinsip menghindarkan kerusakan yang lebih besar dengan memilih kerusakan yang lebih ringan, seperti yang telah diuraikan di atas.
[Disalin dari Madarikun Nazhar Fis Siyasah, Syaikh Abdul Malik Ramadlan Al-Jazziri, edisi Indonesia “Bolehkah Berpolitik?”, hal 45-46], selanjutnya bisa anda baca disini

KONTRA DAI SALAFY KEPADA MEREKA (SALAFY) PENGANJUR PEMILU & YANG IKUT PEMILU

Dai Salafy : Mental Tempe & ahli Ramal kepada Salafy yang ikut & menganjurkan Pemilu

Dai Salafy : Mental Tempe & ahli Ramal kepada Salafy yang ikut & menganjurkan Pemilu

Ilham Tabrani, seorang da’i Salafi yang kontra nyoblos menyampaikan ‘pencerahan-pencerahannya’ lewat akun Facebook pribadinya. Pria asal Bekasi itu menulis dengan gaya bahasa pelan tapi menusuk. Dia samakan Ikhwan Salafi yang turut serta dalam Pemilu saat ini dengan Tukang Ramal Kagetan.

“Serba serbi haramnya demokrasi memang unik, setelah munculnya jurkam kagetan. Kini giliran muncul Tukang Ramal Kagetan,” kata Ilham dalam status Facebooknya, Kamis (22/5/2014).

Ilham menganggap kekhawatiran tokoh Syi’ah menduduki jabatan Menteri Agama adalah sebuah ramalan. “Salah satu ramalan yang sering diramalkan adalah Jalaluddin Rahmat akan jadi Menteri Agama,” ujarnya.

Menurutnya, melawan Syiah memang wajib, tapi jangan membuat jadi tukang ramal. Hal itu dianggap sebagai penghancur aqidah. “Pemilu menghancurkan sendi sendi aqidah,” terangnya.

Selain menjuluki tukang ramal, Ilham mengaitkan Pemilu dengan ilmu pelet. “Pelet adalah bagian dari sihir yang mempengaruhi pikiran korbannya. Kejahatan pelet biasanya terjadi dalam dunia asmara. Kadang yang dipelet wanita, kadang yang dipelet laki laki,” paparnya.

Tanpa ragu-ragu, pria yang aktif mengisi kajian Islam di Jabodetabek itu menuduh ikhwan pro nyoblos dengan sebutan polos. “Karena umumnya masyarakat yang jadi target korbannya masih terlalu polos,” tegasnya.

Ilham menggambarkan alasan dianjurkannya menggunakan hak pilih adalah sebuah mantra demokrasi. “Kalau tidak nyoblos nanti yang mimpin orang kafir, kalau golput nanti kaum sekular yang berkuasa, kalo diam saja nanti Jalaluddin Rahmat jadi menteri agama, kalo ndak ikut, akan menimbulkan mudharat yg besar, kalo masih pasif, nanti syiah akan berkuasa, dan indonesia akan jadi seperti di suriah,” ungkapnya.

Pria yang lama duduk di majlis hadits pekanan masjid Al Mubarok Krukut ini mengibaratkan ikhwan pro nyoblos seperti Kabayan yang jadi korban pelet. “Akhirnya Kabayan menjadi korban pelet demokrasi,” ujarnya.

Selain memberi julukan tukang ramal dadakan dan Kabayan kena Pelet, dia juga menyindir Mental Tempe bagi asatidz dan ikhwan yang menganjurkan menggunakan hak pilih dalam Pemilu.

Akibat dari sindiran-sindiran ini, terjadi diskusi panjang antar aktifis Salafi dunia maya, yang pro maupun kontra, keduanya tetap teguh pada pendiriannya.

Seorang Blogger dan aktifis Salafi dunia maya, Dony Arif Wibowo, terpancing berkomentar atas ramainya diskusi terebut. Meski menggunakan kalimat yang tidak terlalu jelas, tapi arahnya terlihat bahwa apa yang dia tulis adalah untuk menjawab tuduhan-tuduhan seperti tukang ramal, Kabayan kena pelet dan mental tempe.

“Mengkhawatirkan timbulnya mafsadat yang mungkin datang dari satu keputusan, bukan dinamakan bermental tempe. Ngamuk asal sruduk seperti kerbau yang kupingnya kemasukan jangkrik bukan juga disebut pemberani,” tulis Dony dalam status Facebooknya, Ahad (25/5/2014).

Dony memaparkan, betapa dulu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sering berdiskusi dengan para shahabat tentang taktik berperang agar menang dan tidak kalah.

“Tahukah Anda, dulu pasukan Khaalid bin Walid saat pertempuran Mu’tah pun mundur untuk menghindari kebinasaan dan jatuhnya korban lebih banyak?. Ini adalah keputusan cerdas dari Khalid bin Walid. Saat banyak orang yang mencibir keputusan Khalid dengan mengatakannya sebagai pengecut, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda ‘Mereka bukanlah pengecut. Akan tetapi mereka akan kembali lagi (untuk bertempur) insya Allah,” kata Dony. (SOURCE)

Dai Salafy : Salafy penganjur & pengikut Pemilu adalah tukang ramal Kagetan

Dai Salafy : Salafy penganjur & pengikut Pemilu adalah tukang ramal Kagetan

Jika perbedaan pendapat menjadi bahan ejekan apalagi cacian apakah ini yang dinamakan golongan pemurni Islam?, sampai kapankah perseteruan antar sesama Salafy selesai??

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s