MENGHIDUPKAN MALAM NISHFU SYA’BAN MENURUT IBNU TAIMIYAH & ALBANI

Posted: Juni 5, 2014 in STOP MENUDUH BID'AH !!
Menghidupkan malam Nisfu Sya'ban Menurut Ibnu Taimiyah

Menghidupkan malam Nisfu Sya’ban Menurut Ibnu Taimiyah

Ibnu Taimiyyah : Sholat di malam Nishfu Sya’ban secara munfarid atau berjama’ah itu baik, telah dilakukan oleh ulama salaf, maka tidak boleh diingkari.

Dalam Majmu Fatawanya, Ibnu Taimiyyah mengatakan :

.إذا صلى الإنسان ليلة النصف وحده أو في جماعة خاصّة كما كان يفعل طوائف من السلف فهو حسن

“ Jika seseorang sholat di malam Nisfu Sya’ban secara sendiri atau berjama’ah khusus sebegaimana dilakukan sekelompok dari ulama salaf, maka itu adalah BAIK “ (Majmu Fatawa : 23/131)

Di halaman selanjutnya Ibnu Taimiyyah juga berfatwa :

وأمَّا ليلة النصف فقد روي في فضلها أحاديث وآثار ونقل عن طائفة من السلف أنّهم كانوا يصلون فيها ، فصلاة الرجل فيها وحده قد تقدمه فيه سلف وله فيه حجّة ، فلا ينكر مثل هذا

“ Adapun malam nisfu Sya’ban, maka sungguh telah diriwayatkan tentang keutamaanya hadits-hadits dan atsar juga dinukil dari skelompok ulama salaf bahwasanya mereka melakukan sholat di malam tersebut. Maka sholatnya sesorang di malam itu secara sendiri, telah dilakukan terlebih dahulu oleh ulama salaf, dan itu adalah hujjah baginya maka tidak boleh diingkari hal semacam ini “. (Majmu’ Fatawa : 23/132)

” يَطَّلِعُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ ” . أخرجه ابن حبان برقم 5665 ، والطبراني في الكبير برقم 215، وأبو نعيم في الحلية، 5/191، والبيهقي في شعب الإيمان برقم 6628
“Allah melihat makhluknya dengan penuh rahmat di malam Nishfu Sya’ban. Maka Allah akan mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik ada orang yang bermusuhan” (HR Ibnu Hibban No 5665, ath-Thabrani dalam al-Kabir No 215, Abu Nuaim dalam al-Hilyah 5/191 dan al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman No 6628)

Albani berkata:

قَالَ الْأَلْبَانِي فِي ” السِّلْسِلَةِ الصَّحِيْحَةِ ” 3 / 135 : حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ ، رُوِيَ عَنْ جَمَاعَةٍ مِنَ الصَّحَابَةِ مِنْ طُرُقٍ مُخْتَلِفَةٍ يَشُدُّ بَعْضُهَا بَعْضًا وَهُمْ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ وَأَبُوْ ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِي وَعَبْدُ اللهِ بْنُ عَمْرٍو وَأَبُوْ مُوْسَى الْأَشْعَرِي وَأَبُوْ هُرَيْرَةَ وَأَبُوْ بَكْرِ الصِّدِّيْقُ وَعَوْفُ بْنُ مَالِكٍ وَعَائِشَةُ .
“Ini adalah HADIS SAHIH. Diriwayatkan dari banyak sahabat dengan jalur riwayat yang berbeda-beda, yang saling menguatkan. Mereka adalah Muadz bin Jabal, Abu Tsa’labah al-Khusyani, Abdullah bin Amr, Abu Musa al-Asy’ari, Abu Hurairah, Abu Bakar ash-Shiddiq, Auf bin Malik dan Aisyah” (as-Silsilah ash-Shahihah 3/135).

Source: Ustzh. Shofiyyah An-Nuuriyyah & Ust. Ma’ruf Khozin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s