NA’UDZUBILLAH SEMAKIN BANYAK PENGAKU ATHEIS DI ARAB SAUDI

Posted: Juni 19, 2014 in ARABIA UNDER SALAFY - WAHABI'S REGIME

Atheis di Arab Saudi berkembang

JEDDAH, SATUHARAPAN.COM – Arab Saudi adalah pusat Islam dunia. Namun, akhir-akhir ini bermunculan orang-orang yang mengaku diri ateis. Global Post memberitakan pada Kamis (12/6).

Islam muncul dan berkembang dari Arab Saudi. Simbol-simbol utama Islam seperti Ka’bah dan Tanah Suci terdapat di negara ini. Negara berbentuk Kerajaan tetapi berideologi dan berdasar Islam.
Hukum yang diterapkan adalah Hukum Islam. Segala aspek hidup berdasar dan bercorak Islam.Namun belakangan ini ada gejala baru, yaitu bermunculannya orang-orang yang secara pribadi mengakui bahwa mereka menjadi ateis, tidak percaya pada Tuhan dan juga tidak mau beragama. Trend ini adalah sebuah perubahan pola pikir dari sebagian kalangan dalam masyarakat Arab Saudi yang sangat islami ini.

Pengakuan sebagai ateis atau yang teryakini oleh ateisme disampaikan secara pribadi kepada teman-teman mereka atau disampaikan melalui media sosial seperti Twitter, Facebook dan blog dengan menggunakan nama samaran atau alias.Seorang konsultan marketing dan aktivis HAM Arab Saudi, Fahad AlFahad, 31 tahun, mengatakan bahwa sudah ada enam orang yang menyatakan kepadanya bahwa mereka menjadi ateis.
Seorang jurnalis di Riyadh telah mengamati tren ateisme ini di Arab Saudi mengatakan ”Ide untuk menjadi tidak beragama dan bahkan menjadi ateis menyebar karena adanya kontradiksi antara pengajaran para tokoh agama dengan tingkah laku mereka”. Jadi kekecewaan terhadap idealisme Islam yang diperhadapkan dengan realisme-nya dalam hidup sehari-hari.Sebuah survei yang dilakukan oleh WIN Gallup International memperlihatkan bahwa 5 % dari 500 orang warga Arab Saudi berpendirian ateis.

Ateisme di negara-negara Timur Tengah saat ini tidak lagi menjadi tabu untuk dibicarakan secara terbuka. Dua stasiun televisi pernah mendiskusikan topik ini dalam acara talk show-nya.Menanggapi trend ateisme ini, pada 7 Maret 2014, pemerintah Arab Saudi, melalui Menteri Dalam Negeri mengeluarkan peraturan yang melarang orang membicarakan ateisme dan melarang orang mempertanyakan dasar-dasar utama ajaran Islam yang merupakan dasar dan ideologi negara atau Kerajaan Arab Saudi.

Berita di satuharapan.com beberapa waktu lalu memperlihatkan bahwa pemerintah Arab Saudi menyebut kaum ateis sebagai teroris.
Ateisme yang meningkat di dalam masyarakat Arab Saudi merupakan bentuk penolakan terhadap otoritas agama dan negara. Dua lembaga ini dianggap bersatu dan saling memanfaatkan untuk kepentingannya masing-masing.
AlFahad mengatakan “Saya pikir masyarakat mulai tidak suka dengan kontrol mutlak agama terhadap kehidupan mereka, dan bahwa hanya ada satu interpretasi tentang Islam yang harus diikuti”.
Seorang mantan pekerja media negara mengatakan “Masjid penuh tapi masyarakat kehilangan nilai-nilai islami; ke masjid seperti praktik mekanis saja, seperti juga orang Kristen harus pergi ke gereja pada hari Minggu. Kami tidak lagi mengerti agama kami.
Bukan karena kami menginginkannya tetapi karena visi dan pemahaman kami tentang agama telah dikotori oleh Kerajaan karena ketetapan resmi tentang agama yang hanya menuruti kemauan dan kesenangan Kerajaan”.

Munculnya trend ateisme di Arab Saudi ini bersamaan dengan munculnya kelompok-kelompok radikal Islam dan makin ketatnya kontrol agama di dalam masyarakat tetapi kehidupan para tokoh agama dan penguasa tidak sesuai dengan harapan banyak orang. (wwrn.org/SRR

Sumber: http://ow.ly/yavud” via Ust. Baba Naheel

Komentar
  1. theeas mengatakan:

    ga heran juga gan. saya pernah baca juga kalo di Mesir di samping Arab saudi juga mulai bermunculan orang2 SaWah jadi atheist gara2 ga tahan dengan kerasnya pemahaman Wahabi. Pernah waktu itu di satu acara tv mesir wanita Wahabi bercadar diinterview tapi gak percaya surga neraka akhirat, katanya Tuhan sih ada tapi Ia tak peduli makhlukNya, kalo mati ya udah mati aja gada akherat. gila kan. dan di website syekh Nuh Keller ulama aswaja barat juga ada kisah nyata org Wahabi krn ga kuat ama ajarannya yg sempit akhirnya murtad jadi penganut Buddha.

    dipikir2 pahaman SaWah ini emg cobaan bwt umat muslim. coba gada mereka ga akan ada ceritanya terorisme ngatasnamain Islam. ga akan ada Aswaja muslim di Barat ikut menderita karena dituduh teroris. ga akan ada fitnah takfir, tabdi, darah muslim ditumpahkan, krn hal itu. dan sekarang muncul fitnah wahabi2 yg jadi atheis ini. Allahu musta’aan.

  2. Nayla mengatakan:

    Apakah kalo saya ngga sesuai dengan pemerintah, terus saya boleh jadi murtad? Naudzubillah mindzalik. Kesempurnaan hanya milik allah saja. Kerajaan saudi mungkin punya kekurangan, tapi lihat juga kelebihan nya. Bukankah ahlussunnah mempunyai tatacara dalam menasehati pemimpin. Coba bandingkan dengan negri kita tercinta, jangan kita menjelek2kan suatu kaum, takutnya mereka lebih baik kaum nya.

  3. generasisalaf mengatakan:

    Kesempurnaan hanya milik Allah, ketidak sempurnaan punya manusia, lalu siapakah yang selama ini merasa paling sempurna, paling suci dan bebas dari bid’ah & TBC?

  4. Brainjiwaku Merdeka mengatakan:

    SELEKSI ALAM MULAI MELAHIRKAN PARA MANUSIA JUJUR DINAMAKAN ATEIS DARI RAHIM MUSLIM ARAB SAUDI

    Generasi muslim cerdas yang lahir dari rahim Arab Saudi di jaman post modern sekarang ini, kalau tidak mau dikatakan telah terjadi evolusi kecerdasan otak, maka, perlahan tapi pasti mulai bermunculan generasi otak muslim yang mampu memeriksa bahwa apa yang tertulis di Quran wahyu Allah Muhammad ternyata semakin tidak sesuai dengan fakta realitas populasi keberagaman manusia dan efek pragmatismenya dalam interaksi kehidupan lokal, global, universal di bidang sosial, budaya, politik, ekonomi dan bidang lainnya, hingga sains dan teknologinya yang semakin terus dipercanggih dalam upaya memeriksa alam semesta seisinya dengan segala fenomena yang sudah, sedang dan akan terjadi di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s