PROF. QURAISH SHIHAB PUN DI TUDUH SYIAH & DI CAP ORANG KAFIR

Posted: Juli 16, 2014 in WAHABI - SALAFY AHLI TAKFIR & TABDI

Prof. QS di tuduh sesat

Maraknya pemberitaan tentang tuduhan dan fitnah terhadap Prof. Quraish Shihab akan permasalahan suatu kajian yang “di potong” oleh pihak-pihak yang sengaja memperkeruh suasana di bulan Ramadhan ini, Beliau di tuduh Syiah, di tuduh ahli neraka, La’natullah, dan tuduhan-tuduhan yang menyakitkan lainnya. Permasalahannya yaitu dimana beliau di beritakan bahwa “Rasulullah saw tidak di jamin masuk surga”, yang apabila kita melihat sebenarnya point dari perkataan Beliau masih ada runtutannya tentang penjelasan Hadits Nabi Muhammad saw. Berikut ini penjelasan dan klarifikasi daripada pakar ilmu yang bisa di sampaikan :

Tidak Ada Jaminan Nabi Muhammad SAW Masuk Surga ?

Dalam al-Quran ada beberapa ayat yang menunjukkan seseorang masuk surga dengan amalnya, seperti:

ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ [النحل/32]

“…masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (an-Nahl: 32).

وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ [الزخرف/72]

“Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.” (az-Zukhruf: 72).

Kemudian Rasulullah Saw menjelaskan bahwa masuk surga bukan faktor amal semata, tapi karena rahmat dan anugerah Allah:

لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ. قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لاَ ، وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِى اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ (رواه البخارى ومسلم)

“Seseorang tidak akan masuk ke surga dengan amalnya”. Sahabat bertanya: “Apakah anda juga tidak, wahai Rasulullah?” Nabi menjawab: “Tidak, saya juga tidak, hanya saja Allah menyelimutiku dengan anugerah dan rahmat” (HR al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

Apakah Nabi tidak dijamin masuk surga? Justru Nabi yang pertama masuk ke surga:

وَأَنَا أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا فَخْرَ (رواه احمد . تعليق شعيب الأرنؤوط : إسناده جيد بهذه السياقة من أجل عمرو بن أبي عمرو مولى المطلب فقد روى له الشيخان وفيه كلام ينزله عن رتبة الصحيح لكنه قد توبع في معظم ألفاظ هذا الحديث)

“Aku adalah orang yang pertama kali masuk ke surga di hari kiamat, tidak ada kesombongan” (HR Ahmad. Ulama Wahabi Syuaib al-Arnauth memberi catatan: Sanadnya bagus dengan jalur ini dikarenakan Amr bin Abi Amr, budak merdeka al-Mutallib, yang Bukhari dan Muslim meriwayatkan darinya. Ia mendapat komentar yang menurunkannya dari derajat sahih, tetapi diperkuat dengan banyaknya redaksi hadis ini).

Dan sudah pasti Nabi Muhammad masuk surga atas rahmat Allah. Dan saya yakin para ulama ahli Tafsir mengetahui hal ini.
Selengkapnya silahkan baca Fathul Bari (18/284), karya al-Hafidz Ibnu Hajar.

Jadi antara ayat dan haditsnya, bukan bertolak belakang, tapi ayat di atas ditakhsis oleh hadis tersebut…. Seperti dijelaskan oleh al hafidz ibnu hajar. Memang penjelasan Prof. Quraisy Shihab ada yang dipotong, makanya terkesan janggal. Wallaahu ‘alam.

[ Ust. Ma’ruf Khozin ~ LBM NU Jatim ]

***

10 Poin Menjawab Tuduhan Kesesatan terhadap Quraish Shihab

“Tentang kemuliaan di sisi Allah pak Quraisy, itu kan Nabi Muhammad sudah dijamin sebagai manusia yang paling mulia yang masuk surga gitu? Nah untuk kita-kita manusia yang hidup pada zaman sekarang atau masa depan atau masa yang akan datang, apakah ada kemungkinan mengejar status itu, paling tidak hampir seberapanyalah gitu?” tanya Hedi Yunus.

“Tidak benar. Saya ulangi lagi tidak benar bahwa Nabi Muhammad mendapat jaminan Surga. Nahh.. surga itu hak prerogratif Allah. Ya tho? memang kita yakin bahwa beliau mulia. kenapa saya katakan begitu? Karena ada seorang sahabat nabi dikenal orang… terus para Sahabat di sekitarnya berkata, bahagialah engkau akan mendapat surga. Kemudian Nabi dengar, siapa yang bilang begitu, Nabi berkata, tidak seorang pun orang masuk surga karena amalnya. Sahabat bertanya, Hingga Anda wahai Rasulullah. Nabi menjawab iya bahkan saya pun…” jawab Prof. Dr. Quraish Shihab.

***

Kurang lebih seperti itulah percakapan antara pembawa acara, Hedi Yunus, dan narasumber, Prof. Dr. Quraish Shihab. Dalam pertanyaan Hedi, terlihat bahwa pertanyaan dia sangat umum dan untuk menjawabnya bisa saja dari segala sisi yang berhubungan dengan surga. Prof. Dr. Quraish Shihab menjawab dari sisi amal perbuatan, bahwa amal perbuatan tidak menjamin seseorang masuk surga karena surga adalah hak prerogratif Allah. Allah berhak memasukkan seseorang yang gemar melakukan dosa ke surga dan Allah berhak pula menjerumuskan ahli ibadah ke neraka karena kita sebagai manusia biasa tidak tahu hakikat kematian dan nasib setiap orang.

“…. Sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. Dan sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga.” [HR. Bukhari-Muslim/Hadis ke 4 dari Hadis Arbain Nawawi]

“Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai.” (QS. Al-Anbiya’: 23)

Akan tetapi bagi mereka yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan tulus beribadah karena Allah, beramal baik, berakhlak karimah, maka Allah akan memberinya rahmat, kasih sayang. Dan dengan rahmat itulah Allah memasukkannya ke dalam surga seperti bunyi hadis yang disampaikan Prof. Dr. Quraish Shihab. Ada beberapa hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari, Muslim, dan Ahmad bin Hambal yang bermakna serupa dengan yang disampaikan Prof. Dr. Quraish Shihab, dan setidaknya ada 3 sahabat yang meriwayatkan hadis-hadis dengan tema yang sama, Sayidah Aisyah, Abu Said Al-Khudri, dan Salman Al-Farisi.

“Salah seorang di antara kalian tidak akan masuk surga dengan amalnya. Para sahabat bertanya: Ya Rasulullah apakah anda juga demikian? Beliau bersabda: Ya, hingga Allah meliputiku dengan rahmat-Nya.”

Makna hadis tersebut bahwa hingga Rasulullah pun tidak ada jaminan masuk surga karena amal ibadahnya, padahal kita tahu ibadah Rasulullah sangatlah luar biasa. Kalau Rasulullah saja tidak dijamin oleh Allah masuk surga lantaran amal ibadahnya, apalagi kita umatnya yang jarang beribadah.

Rasulullah mendirikan salat malam dan berzikir hingga bengkak kedua kakinya. Beliau pun ditanya: “Mengapa Anda membebani diri dengan hal yang demikian? Bukankah Allah swt. telah mengampuni Anda dari segala dosa Anda, baik yang terdahulu maupun yang akan datang?” Rasulullah saw. Bersabda : “Tidak patutkah saya menjadi hamba Allah yang bersyukur?” [HR. Bukhari-Muslim]

Lantas, dengan demikian apakah amal ibadah tidak penting dan tidak perlu dilakukan? Tentu ini logika yang tidak benar. Karena dengan beramal saleh saja, kita belum tentu bisa masuk surga, apalagi tidak beramal baik sama sekali.
Sesuai hadis yang serupa dengan yang disampaikan Prof. Dr. Quraish Shihab tadi, ada pengecualian, yaitu seseorang bisa masuk surga bila ia diliputi oleh Allah dengan rahmat dan kasih sayang-Nya. Bagaimana kita akan mendapat kasih sayang Allah, kalau kita tidak pernah berbuat baik dan menyembah-Nya? Secara nalar tentu tidak bisa dibenarkan.

Guru kami, Syekh Yusri Rusydi, pengajar kitab Sahih Bukhari di Masjid Al-Azhar, Kairo-Mesir, pernah menjelaskan bahwa rahmat yang diberikan Allah kepada kita itu adalah Rasulullah. Karena Allah berfirman mengenai Nabi Muhammad:

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat/kasih sayang bagi semesta alam).” (QS Al Anbiya’ : 107).

Juga hadis Nabi yang berbunyi:
“Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah rahmat yang dihadiahkan (untuk semesta).”[Mustadrak Al-Hakim]

Lalu, apakah benar Nabi Muhammad tidak dijamin masuk surga?

1. Nabi Muhammad tidak dijamin masuk surga DENGAN AMAL IBADAH beliau, seperti yang disampaikan Prof. Dr. Quraish Shihab dan sesuai hadis dan keterangan di atas. Namun hadis tersebut menjelaskan bahwa Allah tidak akan memasukkan seseorang ke surga karena amalnya kecuali Allah telah memberinya rahmat. Dan tentu Allah telah memberi rahmat kepada Nabi Muhammad, bagaimana Allah tidak memberi rahmat kepada Nabi, lha wong Nabi sendiri itu dijadikan rahmat oleh Allah untuk semesta alam. Jadi, Nabi Muhammad sudah barang tentu masuk surga karena beliau sudah diberi bahkan dijadikan Allah sebagai rahmat yang merupakan syarat mutlak seorang hamba masuk surga Allah.

2. Prof. Dr. Quraish Shihab menjawab pertanyaan pembawa acara dengan mengambil tema bahwa amal ibadah tidak menjamin seseorang hingga Nabi pun masuk surga. Saya menganggap jawaban beliau sangat pas untuk kondisi masyarakat Indonesia sekarang, melihat banyak orang yang merasa jumawa dan suci lantaran telah beribadah ini dan itu, telah haji dan umroh berkali-kali, menyumbang sekian puluh juta untuk yayasan A dan B.

3. Prof. Dr. Quraish Shihab sendiri sudah menjawab kerancuan atau pemahaman yang ambigu tentang hadis yang beliau sampaikan dengan mengutip intisari dari tafsir surat Ad-Dhuha ayat 5 bahwasannya Rasulullah diberi oleh Allah sesuatu yang membuat Rasulullah senang atau rido, dan itu kita tafsirkan sebagai surga atau sesuatu yang lain, jelas beliau.

4. Prof. Dr. Quraish Shihab dalam video itu juga menekankan artikulasi atau pelafalan kata DENGAN AMAL IBADAH, ini sudah jelas bahwa yang ingin beliau maksudkan adalah Nabi tidak dijamin masuk surga karena amal ibadahnya. Adapun Nabi masuk surga, sudah jelas beliau dijamin masuk surga tapi tidak dengan mengandalkan amal ibadah beliau.

5. Kalau toh, Prof. Dr. Quraish Shihab benar-benar mempercayai dan mengatakan bahwa Nabi Muhammad tidak masuk surga, lantas mengapa Prof. Dr. Qurasih Shihab mengikuti agama Nabi Muhammad, bahkan beliau belajar berpuluh-puluh tahun mendalami ajaran Nabi Muhammad? Sangat (maaf) bodoh sekali seorang Profesor yang bertentangan dengan apa yang ia yakini dan pelajari.

6. Perlu kita telaah ulang dan kita kaji terlebih dahulu. Tidak serta merta dan sontak menuduh orang lain sesat. Apalagi yang kita tuduh orang yang pengetahuan agamanya jauh di atas kita. Jangan-jangan kita yang gampang tersulut dengan omongan orang lain dan dengan mudah kita dijadikan domba yang cepat bisa diadu.

7. Dulu, Rasulullah dan para Sahabat menjadikan agama untuk mempersatukan umat. Namun naasnya, sekarang ada oknum-oknum tertentu yang justru memakai agama untuk memperpecahbelah umat dengan tujuan agar umat mengikuti kelompoknya, alirannya, ajarannya, ajaran yang penuh kebencian.

8. Prof. Dr. Quraish Shihab adalah ulama moderat, toleran, dan ahlu sunnah wal jamaah, bukan Syiah atau yang lainnya. Kita perlu waspada, jangan-jangan ini sengaja menjadi angin segar bagi Wahabi untuk merusak citra nama ulama ahlu sunnah wal jamaah Nusantara dengan tuduhan syiah, sesat, dll.

9. Isu saling menyesatkan di Indonesia semakin kental semenjak munculnya aliran Wahabi dan Syiah di Indonesia. Hingga ulama Ahlu sunnah wal jamaah dijadikan korban dengan tuduhan syiah atau wahabi yang sejatinya itu disematkan oleh Syiah sendiri atau Wahabi.

10. Jangan serta merta menerima kabar, berita lalu menyebarkannya tanpa menanyakannya kepada orang yang memang ahli dalam bidangnya. Dan sebaiknya belajar ilmu agama memanglah dengan guru, bukan hanya membaca dari internet apalagi yang dibaca tidak tersaring terlebih dahulu mana yang cocok untuk dibaca dan mana yang tidak.

Wallahu A’lam.

Hormat kami,
Achmad Ainul Yaqin,
Mahasiswa Tingkat Akhir, Fakultas Ushuluddin-Hadis, Universitas Al-Azhar-Kairo

***

Dan Berikut ini Klarifikasi langsung Prof. Quraish Shihab

Tayangan Tafsir Al-Misbah yang dibawakan Quraish Shihab di Metro TV pada Sabtu (12/7) menuai kontroversi. Itu setelah pakar hadist terkemuka tersebut menyinggung bahwa Nabi Muhammad Saw. tidak mendapat jaminan tempat di surga.

Terkait masalah kontroversi tersebut, Quraish Shihab memberikan klarifikasi langsung melaui situs resminya pada Selasa (15/7) dalam judul ‘Tentang Tayangan Tafsir al-Mishbah 12 Juli 2014’.

”Uraian tersebut dalam konteks penjelasan bahwa amal bukanlah sebab masuk surga, walau saya sampaikan juga bahwa kita yakin bahwa Rasulullah akan begini (masuk surga),” kata Quraish Shihab dalam situs resminya quraishshihab.com.

Quraish Shihab mendasarkan penjelasannya pada hadist antara lain “Tidak seorang pun masuk surga karena amalnya. Sahabat bertanya “Engkau pun tidak?”, beliau menjawab “Saya pun tidak, kecuali berkat rahmat Allah kepadaku.”

Quraish Shihab mengatakan hal tersebut karena amal baik bukan sebab masuk surga tapi itu hak prerogatif Allah SWT. Uraian di atas, lanjutnya, bukan berarti tidak ada jaminan dari Allah bahwa Rasul tidak masuk surga.

”Saya jelaskan juga di episode yang sama bahwa Allah menjamin dengan sumpah-Nya bahwa Rasulullah SAW akan diberikan anugerah-Nya sampai beliau puas, yang kita pahami sebagai surga dan apapun yang beliau kehendaki. Wa la sawfa yu’thika rabbuka fa tharda,” katanya.

”Itu yang saya jelaskan tapi sebagian dipelintir, dikutip sepotong dan di luar konteksnya. Silakan menyimak ulang penjelasan saya di episode tersebut. Mudah-mudahan yang menyebarkan hanya karena tidak mengerti dan bukan bermaksud memfitnah,” kata Quraish Shihab.

***

QURAISY SYIEHAB MENJAWAB TUDINGAN SYIAH

Quraish Shihab Syi'ah kah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ulama besar Indonesia yang juga merupakan ahli tafsir, Prof Quraish Shihab, menanggapi tudingan beberapa kalangan yang menyebutnya sebagai syiah. Dalam wawancaranya dengan Harian Republika, Quraish merespons tudingan tersebut dengan santai.

“Nabi SAW saja difitnah, apalagi cuma Quraish Shihab,”ujarnya sambil tertawa ringan. Quraish pun menantang orang-orang yang menyebutnya berpaham syiah untuk membuktikan apakah prinsip-prinsip paham yang berkembang di Iran tersebut ada dalam karyanya.

Dia menjelaskan, prinsip syiah sangat jelas seperti percaya kepada imamah. Tak hanya itu, terdapat ritual khas yang kerap dijalankan penganut syiah seperti shalat di batu karbala dan menangguhkan puasa.

“Orang-orang yang menuding saya Syiah, apakah pernah melihat saya shalat di atas batu Karbala? Apakah, ketika Ramadhan, pernah melihat saya tangguhkan buka puasa 10 hingga 15 menit, sebagaimana kayakinan Syiah.”

Meski demikian, Quraish mengaku mempelajari beberapa pendapat dari ulama syiah, bahkan muktazilah. Menurutnya, semua itu dilakukan demi mempelajari keragaman yang merupakan kekayaan intelektual umat Islam.

“Jika pendapat ulama Syiah, ada yang saya ambil, bahkan Muktazilah, karena keragaman itu kita pelajari,”jelasnya. Quraish pun menegaskan penghormatannya kepada para sahabat Rasulullah SAW, termasuk Abu Hurairah.

“Tanya semua mahasiswa saya bagaimana sikap saya kepada sahabat, terhadap Abu Hurairah. Saya kira tuduhan mereka salah,”ujar Direktur Pakar Pusat Studi Quran tersebut.

Na'udzubillah, berikut Komentar - komentar buruk terhadap Prof. QS

Na’udzubillah, berikut Komentar – komentar buruk terhadap Prof. QS

“Rosul SAW bersabda : “Sesungguhnya sesuatu yg aku takutkan atas kalian adalah seorang laki-laki yg membaca Al-Qur’an , sehingga setelah ia kelihatan indah karena Al-Qur’an dan menjadi penolong agama islam, ia merubahnya pada apa yg telah menjadi kehendak Allah , ia melepaskan dirinya dari Al-Quran,Melemparnya kebelakang dan menyerang tetangganya dgn pedang dgn alasan Syirik.” , Aku bertanya : “Wahai Nabi Allah, siapakah diantara keduanya yg lebih berhak menyandang kesyirikan, yg dituduh syirik atau yg menuduh?” , Beliau menjawab : “Justru org yg menuduh syirik (yg lebih berhak menyandang kesyirikan) HR.Ibn Hibban dalam shahih-nya, (hadits no 81), Abu Nu’man dalam Ma’rifat al-shahabah, (hadits no 1747) dan Al-Thawawi dalam Musykil Al-Atsar,(hadits no 725), lihat Al-Albhani dalam silsilat Al-Ahadits al-Shahihah,(hadits no.3201).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bertanya kepada para sahabat : Tahukah kalian, siapakah orang yang bangkrut itu ?, Para sahabat menjawab; Menurut kami, orang yang bangkrut diantara kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta kekayaan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya umatku yang bangkrut adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia selalu:

1. Mencaci-maki,
2. Menuduh,
3. Dan makan harta orang lain
4. Serta membunuh
5. Dan menyakiti orang lain.

Setelah itu, pahalanya diambil untuk diberikan kepada setiap orang dari mereka hingga pahalanya habis, sementara tuntutan mereka banyak yang belum terpenuhi. Selanjutnya, sebagian dosa dari setiap orang dari mereka diambil untuk dibebankan kepada orang tersebut, hingga akhirnya ia dilemparkan ke neraka [HR Muslim]

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang Mukmin laki-laki dan perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (Al-Ahzab: 58)

“Barangsiapa yang berkata pada saudaranya ‘hai kafir’ kata-kata itu akan kembali pada salah satu diantara keduanya. Jika tidak (artinya yang dituduh tidak demikian) maka kata itu kembali pada yang mengucapkan (yang menuduh)”

“Siapa yang memanggil seorang dengan kalimat ‘Hai Kafir’, atau ‘musuh Allah’, padahal yang dikatakan itu tidak demikian, maka akan kembali pada dirinya sendiri”. (HR. Bukhori)

“….janganlah kamu merasa sudah bersih, Dia (Allah) lebih mengetahui siapa yang bertaqwa.” (An-Najm : 32)

Source: Ust. Ma’ruf Khozin, Ust. A. Ainul Yaqin via masyaqien.blogspot.com, Ust. M. Ichsan Ufiq & Republika.co.id

Komentar
  1. awidyanto mengatakan:

    “Orang-orang yang menuding saya Syiah, apakah pernah melihat saya shalat di atas batu Karbala? Apakah, ketika Ramadhan, pernah melihat saya tangguhkan buka puasa 10 hingga 15 menit, sebagaimana kayakinan Syiah.”

    Meski demikian, Quraish mengaku mempelajari beberapa pendapat dari ulama syiah, bahkan muktazilah. Menurutnya, semua itu dilakukan demi mempelajari keragaman yang merupakan kekayaan intelektual umat Islam.” … Syiah tulen itu pasti tidak akan mau pergi haji ke Baitullah jika tidak ada kepentingan apapun ..walaupun hanya sekedar melaknat 2 berhala quraisy versi syiah …apakah termasuk hal yang baik jika menimba ilmu dari khawarij dan mengatakan itu adalah kekayaan intelektual Islam ?

    • generasisalaf mengatakan:

      Bagaimana jika sy katakan bahwa perawi-perawi tsiqoh hadits pun banyak yg beraliran syiah, khawarij, dll??, masih kah kita ambil hadits tsb, meskipun hadits2 tsb di nyatakan shohih oleh para ahli/ imam hadits??

  2. andi mengatakan:

    orang yg menuduh orang beriman kafir,musrik dsb maka pada hakekatnya orang tsblah yang kafir dan musrik semua hanya Allah yg maha tahu.

  3. ancha mengatakan:

    terlalalu banyak diantara kita yg tlh mengambil peran Tuhan dgn mencap org lain kafir dan penghuni neraka. Nauzu Billah

  4. Marjono mengatakan:

    Menurut sy ini tdk perlu diperdebatkan… masalahx sdh jls sesuai topik org tdk msuk surga krn perbuatanx semata, akan tetapi org masuk surga itu karna rahmat dan ridho dr Allah…
    Muhammad dijamin masuk syurga krn Muhammad di Rahmati dan diridhoi ole Allah… kan bgitu kira2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s