DIALOG UST. KAHEEL KETIKA UMROH

Posted: Agustus 4, 2014 in DIALOG SUNNI - SALAFY (WAHABI)

 

ust. Baba Naheel

Pada suatu hari saya bersama jama’ah saya melaksanakan umrah ke-2, yaitu ambil miqot dari Ji’ronah.

Ditengah tengah asyik tawaf sambil memandu jama’ah saya, agar tetap khusyuk dan tetap fokus, saya tiba tiba ditegur oleh orang arab berjubah dan berjenggot lebat dengan dahi ada bekas sujud itu yang juga kebetulan tawaf. dia memberi isyarah ke saya agar bahu kanan saya dibuka (الاضطباع), namun saya diemin, dalam hati saya, ntar kalau saya ladeni pasti akan terjadi debat yang nggak ada ujungnya (jidal), sehingga ibadah tawaf saya terganggu, namun orang itu tetap saja menarik narik kain ihram saya agar bagian bahu/ketiak kanan saya dibuka, tapi tetap tidak saya pedulikan, maklum saya sudah terbiasa debat dengan orang yang suka amal ma’ruf nahi munkar di masjidil haram seperti dia, namun mereka yang ilmunya saya anggap masih kurang ‘alim tentang perbedaan.

 

Adapun teguran yang ke-3, rupanya dia sudah tidak sabar, sehingga tidak lagi menggunakan isyarah, melainkan menggunakan mulut bahasa arab, dia bilang:

 

“Buka bagian bahu kananmu nak, karena itu sunnah !”

 

Akhirnya saya juga nggak betah dan merasa terganggu, saya jawab orang itu dengan jawaban yang menurutku membuat damai tak saling menyalahkan, aku bilang:

 

“Maaf, ini masalah khilaf.. jadi nggak usah dibesar besarkan sampai anda mengganggu ibadah tawaf saya, terima kasih”

 

Namun dasar memang hobby nya kali, dia tetap saja ngotot bilang bahwa itu sunnah…

 

Akhirnya, terpaksa aku keluarin dalil jurus andalan, saya bilang:

 

“Maaf, pak… الاضطباع ini sunnah bagi tawaf haji/umrah QUDUM (kedatangan), yaitu tawaf wajib yang dilakukan bagi orang yang baru masuk Makkah, bagi orang baru tiba diMakkah, jadi bukan bagi tawaf wajib ke-2-3-4 dst… saya ini lagi melaksanakan umrah yang-2 selama tinggal di Makkah ini pak… seperti yang telah dikatakan oleh Syaikh Binbaz rohimahullah…

 

SUMBER:http://www.binbaz.org.sa/mat/18942

 

Akhirnya dia diam juga, barangkali dia mikir tentang fatwa atau hukum yang tidak dia ketahui ini

 

Belum selesai sampai disini, saya tambahi lagi dia, yaitu setelah saya perhatikan, kebetulan jubah dan celana dia isbal sedang kain ihram bawahan saya setengah betis, maka juga saya tarik tarik jubah dia sambil saya katakan:

 

Ini Isbal.. Ini isbal…. neraka neraka! dan sepertiku ini yang sunnah…!

 

Heu heu… akhirnya dia menjauh dari group saya tanpa pamit meneruskan tawafnya dengan jauh jaraknya dari saya..

 

Alhamdulillah saya dan dia bisa khusyuk kembali Ibadah tawafnya

 

Enak tho?

Source: Ust. Baba Naheel

 

Semoga bermanfaat

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s