FATWA DAR AL-IFTA BOLEHNYA KENDURI KEMATIAN

Posted: Agustus 18, 2014 in STOP MENUDUH BID'AH !!

din-syamsudin-tahlilan

Dalam kitab Haasyiyah ‘alaa Maraaqiy Al-Falaah Syarh Nuur Al-Iidhaah berkata, “Dinyatakan dalam al-Bazaaziyah, “Hukumnya makruh membuat hidangan makanan untuk orang-orang pada hari pertama dan ketiga dan setelah satu minggu..

Pernyataan tersebut dikomentari oleh Al-Burhaan Al-Halabiy berkata, “Pernyataan di atas perlu diberi catatan, karena tidak ada dalil kemakruhan selain hadist Jariir yang telah disebutkan. Hadist ini diriwayatkan oleh Al-Imaam Ahmad dan Ibnu Maajah dengan sanad shahih dari Jariir bin Abdullah, dia berkata, “Kami menganggap acara berkumpul di keluarga mayit dan membuatkan makanan termasuk dari tindakan niyaahah (menangisi orang yang meninggal).” Maksud hadist ini adalah bahwa perbuatan seperti itu termasuk perbuatan jahiliyah.

Maksud kemakruhan yang ditunjukkan hadist ini adalah bila hal itu dilakukan pada hari kematian. Hadist ini juga bertentangan dengan apa yang diriwayatkan oleh Al-Imaam Ahmad juga dan Abu Dawuud dari ‘Aashim bin Kulaib dari ayahnya dari seorang lelaki dari kalangan Anshar, ia berkata, “Pada suatu ketika, kami mengantar jenazah bersama Rasulullah saw.. Ketika kami pulang kami diundang oleh seorang suruhan istri orang yang meninggal. Beliau pun mendatanginya. Lalu dihidangkan makanan. Beliau pun meletakkan tangannya di makanan itu dan orang-orang pun ikut melakukannya. Mereka kemudian makan bersama. beliau mengunyah makanan di mulutnya.” Hadist ini menunjukkan kebolehan keluarga mayit membuat makanan dan mengundang orang lain untuk menikmatinya.

Bahkan, dalam kitab Al-Bazaaziyyah sendiri dalam Bab al-Istihsaan dinyatakan, “Jika membuat makanan untuk orang-orang miskin maka itu adalah hal yang baik.” Sedangkan dalam Bab Al-Istihsaan dari kitab Al-Khaaniyyah: “Jika keluarga mayit membuat makanan untuk orang-orang miskin maka bagus, kecuali jika salah satu ahli warisnya adalah anak kecil maka tidak boleh membuat makanan itu dari harta warisan.” Dan Anda telah mengetahui pernyataan pengarang kitab Asy-Syir’ah.” Demikian penjelasan pengarang Haasyiyah Maraaqii Al-Falaah.

Pernyataan terakhir beliau ini mengisyaratkan apa yang dikatakan oleh pengarang kitab Syir’atul Islaam was Sunnah yang mengomentari pernyataan berikut: “Disunnahkan bagi keluarga mayit untuk bersedekah sebelum berlalunya malam pertama dengan sesuatu yang tidak memberatkannya. Jika ia tidak mendapatkan sesuatu apapun maka hendaknya ia melaksanakan shalat dua rakaat kemudian menghadiahkan pahalanya pada mayit.” Ia berkomentar, “Dianjurkan bersedekah untuk mayit setelah pemakamannya hingga tujuh hari setiap hari dengan sesuatu yang tidak memberatkannya.”

Hal itu dibolehkan dengan syarat tidak membuat keluarga yang ditinggal kembali bersedih, biayayanya tidak berasal dari harta keluarga mayit yang tidak mampu dan tidak diambil dari harta warisan ahli waris yang masih kecil.

Ini kurang lebih fatwa Prof. Dr. ‘Aliy Jumu’ah dalam situs Dar Al-Iftaa | دار الإفتاء المصرية berkaitan dengan kematian, meskipun dalam fatwanya bukan secara khusus menjawab hukum Tahliil-an.

Apakah ini mengisyaratkan bolehnya tradisi Tahliil-an di Indonesia?

Allahu A’lam

Source

Komentar
  1. abu fatih mengatakan:

    [islam itu damai, indah & mudah.
    akan tetapi,, menafsirkan “ibadah” itu sangatlah luas, bukan hanya berdasar 1 sudut pandang saja seperti sebagian orang yang selalu membid’ahkan orang lain. butuh referensi dari Alqur’an itu sendiri, hadist2, 4 madzhab, ulama2, ]

    inilah website generasi salaf yg sesungguhnya.
    tidak menyerang, menyenggol, menyakiti kanan & kiri.
    menyatakan yg haq adalah haq, batil adalah batil &selalu punya jawaban atas tuduhan2 orang2 yang menganggap dirinya paling benar dengan cara santun & memuaskan.
    sudut pandang dalam memberikan ilmu : luas sekali.
    semoga Allah merahmati antum, admin2 di web ini.

    semoga antum & sekeluarga menjadi orang2 yang sholeh sholehah.amiiiiin
    Allah sedang melihat kesungguhan Antum tuh!🙂
    tetep istiqomah yaa..

    salam ukhwah islamiyah dari semarang !! abu fatih🙂

  2. Dewaruci Wenang mengatakan:

    Alhamdulillah,…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s