TA’RIF KITAB & PENCATUTAN ULAMA ASWAJA DALAM KITAB AL-ANFAAS AL-RAHMANIYYAH AL-YAMANIYYAH

Posted: Agustus 21, 2014 in TAHRIF KITAB & KHIANAT ILMIAH, WAHABI - SALAFY HALALKAN SEGALA CARA
Tag:

al-anfaas al-rahmaniyyah al-yamaniyyah

Pagi ini mengawali hari dengan “sarapan” kitab “al-anfaas al-rahmaniyyah al-yamaniyyah” karya Imam al-Shon’any rahimahullah, ulama hadits pensyarah kitab Bulughul Maram dan seorang mujtahid dari keturunan ahlul bait. Saya beli kitab ini karena guru saya Kyai Ahmad Marwazie pernah sebut-sebut nama kitab ini. Yang ingin saya cari dari kitab ini awalnya dokumentasi laporan pembantaian umat Islam di Makkah pada masa revolusi Arab.

Setelah melihat daftar isi ternyata informasi yang saya cari tidak ditemukan. Saya malah menemukan bahasan tentang Imam Asy’ari dan mazhab Asy’ariyyah. Bagi saya bahasan ini sangat menarik karena selama saya membaca buku-buku terbitan Saudi tidak ada satu pun komentar positif tentang mazhab Asy’ariyyah. Begitu saya baca isinya sudah seperti saya duga sebelumnya. Tidak ada satu pun komen positif tentang Asy’ariyyah, Naqsyabandiyyah dan mazhab-mazhab ilmu kalam maupun tasawwuf. Saya pun tidak langsung percaya begitu saja. Apa benar Imam Al-Shon’any berpendapat begitu. Tiga kali saya baca bahasan tentang mazhab di dalam buku ini, saya selalu menemukan kalimat; qoola al-shon’any (al-shon’any berpendapat). Saya berpikir bahwa pasti ini adalah buku saduran. Begitu saya lihat catatan kaki ternyata benar dugaan saya. Pentahqiq buku ini telah mengintervensi isi kitab ini agar sejalan dengan pendapatnya.

Pendapat-pendapat Imam al-Shon’any telah diarahkan agar sejalan dengan mazhab yang berlaku di Saudi. Kesimpulan saya semakin kuat begitu saya buka halaman belakang tertulis kata “taushiyyat” (rekomendasi-rekomendasi). Tulisan itu tidak mungkin ditulis oleh Imam al-shon’any karena bukan seperti itu gaya penulisan ulama masa lalu. Rupanya kitab ini adalah karya ilmiah seorang mahasiswa Makkah bernama Ali bin Abdouh bin Ali al-alma’iy. Orang ini memakai nama Imam al-Shon’any rupanya untuk menarik perhatian para calon pembaca. Cara-cara seperti ini agaknya sering dilakukan terhadap karya-karya ulama masa lalu. Tidaklah salah kiranya jika Kyai Thobary Syadzily menduga adanya tahrif (manipulasi) terhadap karya-karya ulama. Selama ini saya tetap pada pendirian tentang pentingnya bersanad di dalam membaca kitab-kitab para ulama. Praktek-praktek seperti inilah yang mendorong pentingnya bersanad di dalam membaca kitab-kitab.

Wallahu a’lam bis showaab.

al-anfaas al-rahmaniyyah al-yamaniyyah-01 al-anfaas al-rahmaniyyah al-yamaniyyah-02 al-anfaas al-rahmaniyyah al-yamaniyyah-03

Source & Foto : Ust. Abdi Kurnia. J

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s