TAK ADA LARANGAN BERZIARAH KUBUR & HENTIKAN MENUDUH PEZIARAH SEBAGAI PENYEMBAH KUBUR

Posted: Agustus 22, 2014 in AMAL GENERASI SALAF, STOP MENUDUH BID'AH !!, WAHABI - SALAFY AHLI TAKFIR & TABDI

Masyarakat Saudi Berziarah

Kaum puritan gemar mencari-cari kesalahan dan menuduh para peziarah sebagai penyembah kubur, apabila ada kekhilafan pada peziarah mereka tak segan-segan menuduh seperti itu dan menuduh mereka tidak melakukan sunnah nabi yang lain, dan berbagai aib-aib yang di cari-cari mereka. Padahal belum tentu apa yang mereka tuduhkan itu adalah benar, maka jika tuduhan itu benar mereka telah berbuat ghibah, sedangkan bila tidak benar mereka telah berbuat fitnah.

Ketahuilah bahwa Syekh/ Ulama dari kalangan Salafy yang ‘alim tak pernah mengatakan sedikit pun bahwa para peziarah kubur sebagai penyembah kubur, sebagaimana yang terkutip dalam fatwa Syekh Utsaimin berikut ini :

. ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ / ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺜﻴﻤﻴﻦ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﺍﻟﻤﻔﻴﺪ ﻋﻞ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﺘﻮﺣﻴﺪ : ﻭﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ، ﻗﺎﻝ: “ﻟﻌﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺯﺍﺋﺮﺍﺕ ﺍﻟﻘﺒﻮﺭ، ﻭﺍﻟﻤﺘﺨﺬﻳﻦ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺍﻟﻤﺴﺎﺟﺪ ﻭﺍﻟﺴﺮﺝ”. ﺭﻭﺍﻩ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﻦ (1 ). ﻗﻮﻟﻪ: “ﻟﻌﻦ”، ﺍﻟﻠﻌﻦ: ﻫﻮ ﺍﻟﻄﺮﺩ ﻭﺍﻹﺑﻌﺎﺩ ﻋﻦ ﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﻣﻌﻨﻰ “ﻟﻌﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻬﺼﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ”، ﺃﻱ: ﺩﻋﺎ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺑﺎﻟﻠﻌﻨﺔ. ﻗﻮﻟﻪ: “ﺯﺍﺋﺮﺕ ﺍﻟﻘﺒﻮﺭ”، ﺯﺍﺋﺮﺕ: ﺟﻤﻊ ﺯﺍﺋﺮﺓ، ﻭﺍﻟﺰﻳﺎﺭﺓ ﻫﻨﺎ ﻣﻌﻨﺎﻫﺎ: ﺍﻟﺨﺮﻭﺝ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﻘﺎﺑﺮ، ﻭﻫﻲ ﺃﻧﻮﺍﻉ: ﻣﻨﻬﺎ ﻣﺎ ﻫﻮ ﺳﻨﺔ، ﻭﻫﻲ ﺯﻳﺎﺭﺓ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ ﻟﻼﺗﻌﺎﻅ ﻭﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻟﻠﻤﻮﺗﻰ. ﻭﻣﻨﻬﺎ ﻣﺎ ﻫﻮ ﺑﺪﻋﺔ، ﻭﻫﻲ ﺯﻳﺎﺭﺗﻬﻢ ﻟﻠﺪﻋﺎﺀ ﻋﻨﺪﻫﻢ ﻭﻗﺮﺍﺀﺓ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ. ﻭﻣﻨﻬﺎ ﻣﺎ ﻫﻮ ﺷﺮﻙ، ﻭﻫﻲ ﺯﻳﺎﺭﺗﻬﻢ ﻟﺪﻋﺎﺀ ﺍﻷﻣﻮﺍﺕ ﻭﺍﻻﺳﺘﻨﺠﺎﺩ ﺑﻬﻢ ﻭﺍﻻﺳﺘﻐﺎﺛﺔ ﻭﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ. ﻭﺯﺍﺋﺮ: ﺍﺳﻢ ﻓﺎﻋﻞ ﻳﺼﺪﻕ ﺑﺎﻟﻤﺮﺓ ﺍﻟﻮﺍﺣﺪﺓ، ﻭﻓﻲ ﺣﺪﻳﺚ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ: “ﻟﻌﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺯﻭﺍﺭﺍﺕ ﺍﻟﻘﺒﻮﺭ “(2 )، ﺑﺘﺸﺪﻳﺪ ﺍﻟﻮﺍﻭ، ﻭﻫﻲ ﺻﻴﻐﺔ ﻣﺒﺎﻟﻐﺔ ﺗﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻜﺜﺮﺓ ﺃﻱ ﻛﺜﺮﺓ ﺍﻟﺰﻳﺎﺭﺓ

Family members of Saudi Crown Prince Sultan bin Abdulaziz perform final prayers at his grave at Al Oud cemetery in Riyadh

Komentar
  1. Nayla mengatakan:

    Ziarah kubur ngga dilarang, tawasul juga yang syar’i boleh.
    Sebenernya hampir sama yang disebut wahabi dengan aswaja.
    Yang ngga boleh adalah berdoa kepada selain allah ta’ala, dalam hal ini penghuni kubur.
    Adapun antara ustadz yang berselisih, mohon untuk bertabayun, membawakan hujjah2 nya.
    Lakukan secara tertutup. Dengan niat saling menasehati. Insyaallah akan mendekati kata sepakat.
    Yang satu menuding begini, yang satu lagi menanggapi begitu. Saya punya saran, Mudah2han ust.buya yahya bisa berdialog dengan ust.yahya badrussalam. Biar pas, dan ketemu ujungnya.

    • generasisalaf mengatakan:

      Dalam hadits Riwayat Imam Thabrani

      عن انس ابن مالك رضي الله عنه ،انّ النّبيّ صلي الله عليه وسلم
      قال : اغفرلفطمة بنت اسد ووسع عليها مدخلها بحقّ نبيّك والانبياء الّدين من قبلي فانّك ارحم الرّاحمين

      Dari Anas bin malik radiyallahu‘anhu , bahwa Nabi Muhammad Saw , berkata dalam doa beliau :
      Ya allah , ampunilah fatimah binti asad dan luaskan pintu masuk nya ( kedalam kubur nya), dengan hak nabi engkau dan nabi nabi sebelum nya, dan engkau yang maha penyayang dari yang penyayang
      ( Hadits Riwayat Imam Thabrani ).

  2. Abu Aziah mengatakan:

    BismiLlah,
    Memang betul tidak ada larangan untuk ziarah kubur, bahkan RosuluLloh menganjurkan utk ziarah kubur supaya ingat akan kematian. Tepat yg di sampaikan akh Nayla, ziarah gak dilarang, tp yg gak boleh menyembah atau meminta-minta kepada penghuni kubur. Fenomena yg ada sekarang adalah para peziarah pd berdoa dan minta2 di kuburan agar bisa terkabul hajatnya…. na’udzubiLlah, apa ini bukannya syiriq?
    Seperti hadist yg disampaikan (HR Imam Thabrani), jelas RosuluLLoh mendoakan mayit , ini contoh nyata bukannya malah minta ke mayit…. (sy gak tahu derajat hadist tsb)…

    • generasisalaf mengatakan:

      Saudaraku Abu Aziah yang ku muliakan, apakah kita mengetahui bahwa setiap penziarah itu bukan mendoakan mereka & malah meminta-minta kepada si mayyit apalagi sampai menuduh mereka menyembahnya?, silahkan anda bertabayyun kepada saudara-saudara kita yang berziarah dan tanyakanlah kepada mereka apakah mereka sedang menyembahnya??
      Harap anda bedakan bertawasul dengan meminta kepada mayyit, selain diriwayatkan Imam Thabrani, Imam Ibnu Hibban meriwayatkan pula & memasukkan hadits ini dalam kitab shohihnya Ibnu Hibban, dan turut pula di riwayatkan oleh Imam Al-Hakim dari shahabat Anas. Lalu, diriwayatkan pula Ibnu Abi Syaibah dari shahabat Jabir, dan diriwayatkan pula Ibnu Abdul Barr dari shahbat Ibnu Abbas.
      Lebih jauh anda bertanya langsung kepada para pakar atau ahli hadits.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s