NASEHAT ALBANI KEPADA SESEORANG YANG SELALU MENANYAKAN MANA DALILNYA ??

Posted: September 25, 2014 in SESAMA SALAFY SALING MENCACI & MEMUSUHI

mana dalilnya

Syaikh Nashiruddin al-Albani mengatakan pendapat tersebut saat di tanya tentang dalil dari fatwa beliau bahwa boleh bagi seorang istri menari di depan suami apalagi untuk mengundang birahi sang suami dan tidak dengan belajar tarian terlebih dahulu (fatawa Al Albani no fatwa:31).

Setelah di tanya dalilnya beliau menjawab:

وليس بإمكان ذلك العالم -أحيانا- اقامة الدليل . خاصة إذا كان الدليل مستنبطا ومقتبسا اقتباسا وليس منصوصا عليه فى الكتاب والسنة حتى تورد الدليل . ففي مثل هذه المسألة لاينبغى على السائل أن يتعمق ويقول مالدليل ؟ ويجب أن يعرف نفسه هل هو من أهل الدليل أم لا ؟ هل عنده مشاركة فى معرفة الخاص والعام . المطلق والمقيد والناسخ والمنسوخ وهو لا يفقه شيئا من هذا . فهل يفيده قوله ما هو الدليل ؟ وعلى ماذا ؟ أقول على حكم رقص المرأة أمام زوجها أو رقص المرأة أمام أختها المسلمة جوازا أو منعا ودبكة الرجال ! يريد الدليل على ذلك ! وفى الحقيقة انه لإيوجد لنا دليل نصي عن الرسول صلى الله عليه وسلم فى ذلك إنما هو النظر والاستنباط والتفقه . ولذلك نحن نقول فى بعض الأحيان ليس كل مسألة يفصل عليها الدليل تفصيلا يفهمه كل مسلم سواء أكان أميا أو كان طالب علم وليس هذا فى كل المسائل لذلك قال تعالى فساءلوا أهل ألذكر أن كنتم لا تعلمون

Arti fatwa itu: dan adakalanya tidak mungkin bagi seorang yang alim untuk menunjukkan dalil, khususnya dalam permasalahan yang dalilnya itu mengambil dari istinbath dan iqtibas (penggalian hukum lewat ijtihad) dan tidak di jelaskan secara nash di dalam Al qur’an maupun hadits sehingga orang alim itu mampu untuk mendatangkan dalil. Maka dalam masalah ini tidak sepantasnya bagi penanya itu mendalami dan menanyakan “mana dalilnyaaa?? Tetapi wajib bagi penanya itu untuk mengetahui posisi dirinya yaitu: apakah dia termasuk ahli dalil atau tidak?!! Apakah dia termasuk orang yang turut serta dalam mengetahui lafadz umum dan khusus, mutlaq, muqoyyad, nasikh, mansukh,?? Sedangkan kalau orang itu tidak memahami hal ini, apa gunanya dia berkata “mana dalilnyaa??? Dan mana pijakannya??!!

Maka aku (Syaikh Nashiruddin al-Albani) berkata: atas keputusan hukum boleh tidak bolehnya seorang istri menari di depan suaminya atau di depan saudari perempuannya yang muslimah juga jogetnya laki laki.. …Membutuhkan dalil akan hal itu??!..Pada kenyataannya: sesungguhnya tidak di temukan bagi saya dalil nash dari Rosul SAW dalam masalah itu, tetapi itu merupakan pandangan, penggalian hukum dan pemahaman belaka..

Karna itulah aku kadang aku berkata “tidak semua masalah yang di perinci dengan dalilnya itu di mengerti oleh tiap muslim, baik yang awam maupun pencari ilmu, dan ini tidak berlaku bagi semua masalah. Oleh karna itu Alloh berfirman “bertanyalah kalian kepada ahli dzikir (ahlul kitab/ilmu) jika kalian tidak mengetahui”..

(Fatawa muhammad nasiruddin Al albani no fatwa:31)

Disunting dari sebagian jawaban dari pertanyaan Tarian Seorang Wanita dan Laki-laki kepada Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam Majalah Al-Ashalah 8/15 Jumadil Akhir 1414H hal. 73. Edisi Indonesia 25 Fatwa Fadhilatus Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Penerjemah Muhaimin Abu Najiah, Semarang 1955 (Sumber)

Fatawi al-Muhimmah-01Fatawi al-Muhimmah-02

Kita al-Fatawi al-Muhimmah hal.736 terbitan Dar el-Ghod el-Jadid 2009, Scan foto dibawah oleh Ust. Abdi Kurnia. J

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s