MAKSUD PERKATAAN IMAM SYAFI’I : KALIAN LEBIH MENGETAHUI HADITS SAHIH DARIPADA KAMI

Posted: September 26, 2014 in STOP MENUDUH BID'AH !!, SUNNAH - ADAB & NASIHAT, TAFSIR & QOUL ULAMA

Hadits Dhoif

Dalam kitabnya Imam Hafidz khatib al Baghdadi meriwayatkan ungkapan Imam syafi`i kepada muridnya Imam ahmad. beliau berkata, hafidz Abu nu`aim mengabarkan kepada kami, Hafidz Sulaiman bin Ahmad al lakhmi mengabarkarkan kami dan berkata, saya mendengar Abdullah bin Ahmad bin Hanbal ia berkata, saya mendengar bapak ku menuturkan bahwa :

Imam Syafi`i bekata:” kalian lebih mengetahui perihal hadis sahih daripada kami, maka jika terdapat khabar/hadis sahih beritahukanlah kepadaku agar aku mendatangiya, baik itu seorang kufah, bashra, atau syam”.

Kitab ini menjawab tuntas ketidaktahuan seseorang tentang kedudukan imam Syafi`i dalam ilmu hadits dan sokongan yang telah beliau diberikan.
Mafhum mukholafahnya bisa kita pahami bahwa, zaman dulu dan apalagi sekarang banyak sekali orang yang berbicara tanpa ilmu,dan tidak pula mau tahu sumber imu tersebut, yang ada hanyalah ketika sudah mendengar maklumat dari seorang guru, ustadz.. maka dia pun langsung meyakini bahwa itulah kebenaran tanpa dicari duu kebenaran, yang amat menyedihkan lagi dengan angkuhnya dia menyalahkan dan meremehkan saudara2nya.

Padahal kita tau, kalau ilmu yang kita dapat dari mendengar bisa kita jadikan dalil buat kita masing2, tapi kalau untuk membenarkan yang lain maka sebaiknya kita uji dulu ilmu yang kita dengar juga dengan mencari dalil orang yang mau kita salahkan/benarkan.

Sepintas lalu maka ucapan imam Syafi`i diatas bisa berarti sebuah pengakuan, penghargaan dan tawaadhu`.

Disebut sebuah pengakuan, memang benar karna kita tau bahwa imam Syafi`i berasal dari Hijaz, maka beliau meminta kepada penduduk ahli Baghdad Imam Ahmad bin Hanbal untk memberitahukan kepadanya jika ada rijal/periwayat hadits yang sohih di Kufah, Bashra dan Syam.makanya yang dipinta hanya daerah Kufah, Bashra dan Syam, bukan daerah, Makkah dan Madinah dn sekitarnya. Karena Imam Syafi`i lebih tau tentang periwayat hadits disana karena beliau sendiri mengenyam pendidikan disana.

Kita juga mengetahui bahwa pada awalnya ulama hadis di Hijaz tidak mau menerima hadis hadis yang berasal dari kawasan Baghdad bahkan Imam Malik menganggap Hadis yang berasal dari kawasan tersebut tidak lebih seperti perkataan ahlul kitab yang berarti tidak kita benarkan dan tidakpula kita salahkan, dan setelah Imam Syafi`i datang dan tinggal di Iraq beliau bertemu dan mendapatkan periwayat2 yang sahih tidak seperti yang tersiar di Hijaz, lalu beliau berkata kepada orang yang dia percaya keilmuannya di Iraq/Baghdad dialah Imam Ahmad bin Hanbal
radhiyallaahu `anhum ajma`iin

Penghargaan kepada Imam Ahmad karena pengetahuan nya yang sangat luas tentang ilmu hadist juga musthalahnya.

Itu adalah Tawadhu` sifat yang seharusnya selalu menghiasi seorang
ulama dan pewaris para Nabi, karena sifat ini akan menghindarkan dua penyakit kronis yaitu Takabur dan Ujub.

Wallaahu a`lam.

Ust. Bayhaqi Abu Nada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s