KISAH KEMULIAAN AHLAK HABIB MUNZIR DENGAN WANITA NON MUSLIM

Posted: September 30, 2014 in SUNNAH - ADAB & NASIHAT

Habib Munzir AL Musawwa

Ketika saya berada di Kokoda saat dalam perjalanan dari Sorong menuju Teminabuan, dalam perjalanan itu kita menggunakan mobil 4×4 yang dua baris dan dibelakangnya bak terbuka, Di tengah perjalanan kami diberhentikan oleh salah seorang biarawati (zoster), wanita pimpinan agama non muslim yang berusia diatas 50– an maka sopir meminta izin kepada saya :


”Habib, boleh dinaikkan ibu biarawati itu?”

saya menjawab :”boleh mau ditempatkan dimana disini sudah tidak ada tempat”
sopir itu menjawab : ”di bak belakang bersama barang”, 

Saya merasa tidak tega jika ibu itu duduk di belakang bersama barang,
sopir berkata lagi :
”ia sudah terbiasa Habib seperti itu”,

maka saya semakin tercekik mendengar ”sudah terbiasa”,

Seorang biarawati penyeru kepada agama keyakinannya ia sudah terbiasa berjalan dan duduk di bak bagian belakang dari kampung ke kampung untuk menyebarkan keyakinannya maka tidak salah kalau seandainya agama non muslim yang maju karena para dai muslim hanya bersembunyi di kota-kota besar tidak mau keluar seperti mereka

Maka jangan salahkan mereka jika muslimin semakin mundur, karena para dai nya juga semakin mundur

Dan ketika sopir mengatakan ia sudah terbiasa maka semakin sakit hati saya bukan semakin tenang tapi semakin sakit saya mendengarnya

Tidak lama kemudian hujan gerimis dan hujan semakin besar maka saya merasa sangat tidak tega berkata :
”pak sopir tolong berhenti saya mau menggantikan tempat biarawati itu supaya dia yang pindah kedepan dan saya duduk di bak belakang”
tetapi sopir itu menolak karena kami yang menyewa dan membayar untuk mobil itu
Maka saya berkata : ”dia seorang wanita yang lebih tua dari saya meskipun ia beda agama
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghormati yang lebih tua”,

Ketika saya katakan kepada biarawati itu untuk naik kedepan di tempat saya dan saya yang pindah ke belakang ia menolak dan tidak mau turun

Maka saya katakan:
”jika ibu tidak mau turun dan pindah ke belakang maka saya tidak mau naik ke mobil”, akhirnya ia turun dan pindah ke depan dan saya duduk di belakang

Di saat itu hujan mulai semakin deras maka saya buka sorban dan kacamata ini hanya pakai peci saja saya sambil terus menangis,

Betapa kuat dan tabahnya biarawati itu betapa malunya saya karena saya dimanjakan di Jakarta sekedar turun dari mobil dan naik ke mimbar mereka para dai non muslim di wilayah pedalaman terus berdakwah maka siapa yang akan terjun kesana jika kita para dai muslim hanya duduk di kota –kota besar.

al.afwu.minkum.

Perjalanan Dakwah Habib Munzir di Papua bisa anda lihat disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s