FATWA ANEH : MAKAN AYAM HARAM ! & MAKAN ANAK TIKUS HALAL !

Posted: Oktober 20, 2014 in FATWA ANEH WAHABI
Iklan produk ayam cepat saji di Arab Saudi

Iklan produk ayam cepat saji di Arab Saudi

Pak. Mahrus Ali lagi-lagi dengan mudahnya mengeluarkan fatwa-fatwa haram, bid’ah dll tanpa pengkajian yang matang terlebih dahulu, ketahuilah ulama-ulama salaf sangat enggan mengeluarkan fatwa akan keharaman dan kehalalan sesuatu meskipun mereka layak mengeluarkan fatwa-fatwa tsb, mereka akan berhati-hati mengkaji berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk satu hal saja, bahkan ulama-ulama tsb akan bersama-sama membahasnya.

Pak. Mahrus Ali sering menjadi rujukan para Salafy yang ada di Indonesia tentang fatwa dan kajiannya tsb, tetapi alangkah terlalu mudah dan gampangnya menelurkan pernyataan halal-haram akan sesuatu hal, Silahkan anda periksa kajiannya tentang Haramnya Ayam, sbb :

***Awal Kutipan***

Sampai sekarang I Muharram 1428 H saya tidak menjumpai hadis tentang Nabi saw makan Ayam kecuali dari satu perawi yaitu Zahdam dari abu Musa al asy`ari sebagaimana hadis sbb :

عَنْ زَهْدَمٍ الْجَرْمِيِّ عَنْ أَبِي مُوسَى يَعْنِي الْأَشْعَرِيَّ رَضِي اللَّه عَنْه قَالَ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْكُلُ دَجَاجًا *

…………..Dari Zahdam al Jarmi dari Abu Musa al asy` ari ra berkata : “ Aku melihat Nabi saw, makan Ayam “.[1]

Aku berkata:“ Abu Qilabah yang  terpercaya tapi suka memursalkan hadis.

Muslim juga meriwayatkan hadis tsb melalui Abu Qilabah pada nomer 1649. Nasai di nomer 4346.Ahmad pada nomer 19060. Nasai juga meriwayatkannya di nomer 4346.tapi Lemah karena ada  Abu Qilabah yang sering keliru. Namun ada yang sahih di nomer 4347 setelahnya.  Dan ada juga dari jalur sahih dari Imam Ahmad di musnadnya nomer 19094.

Selanjutnya anda bisa membacanya disini

Ayam Haram menurut Salafy

****

Jika memang acuan pendapat ulama kalian adalah ulama Saudi, lalu mengapa mereka membiarkan restoran KFC dan MCd ada di lingkungan Mekkah (diluar Masjidil Haram), apakah mungkin ulama-ulama di Saudi tak “sepintar” pak Mahrus Ali?, mungkinkah mereka menutup mata akan hal ini?

KFC_di-luar-lingkungan-Masjidil-Haram-1 KFC_di-luar-lingkungan-Masjidil-Haram KFC_di-luar-lingkungan-Masjidil-Haram-2 KFC_di-luar-lingkungan-Masjidil-4Haram-1 KFC_di-luar-lingkungan-Masjidil-5Haram-1 KFC_di-luar-lingkungan-Masjidil-6Haram-1

Jika ayam saja haram, bagaimana dengan telurnya??.

***

Lain halnya dengan Ahmad Sukina pimpinan MTA (Majelis Tafsir Qur’an), seperti berikut ini

Ketua Umum Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) Ahmad Sukino diketahui kembali mengeluarkan fatwa kontroversialnya ketika menyatakan bahwa cindil atau anak tikus itu hukumnya halal kalau dimakan. Pernyataan tersebut bisa dilihat di video yang banyak beredar di media sosial seperti Youtube dan Facebook. Tidak diketahui pasti kapan tayangan video tersebut direkam. Namun dalam video tersebut terlihat dan terdengar jelas bagaimana Ustadz Sukino menyatakan kehalalan memakan cindil atau anak tikus.

Dalam video tersebut tampak salah seorang jama’ah MTA menanyakan beberapa pertanyaan kepada Ustadz Sukino.

Pertanyaan:

Jika orang menelan hidup-hidup binatang seperti cindil atau anak tikus itu bagaimana ustadz? Karena dalam hewan tersebut ada darah yang mengalir.

Jawab Ustadz Sukino:

Cindil tikus kamu makan ya agak susah lah, tapi coba celupkan sama kecap lalu buka mulut maka masuk sendiri. Itu pengobatan awur-awuran (ngawur). Kok punya pendapat begitu itu ilmu darimana? Apa pernah diselidiki kalau cindil tikus dimakan hidup-hidup itu kita jadi sehat? Malah nanti besar di ususmu bisa dimakan itu ususmu. Jadi jangan ditiru!

Tapi kalau perkara halal-haramnya ya HALAL saja karena tikus itu tidak perlu disembelih. Tikus kan tidak punya Nahr (leher), kalau masalah dimakan harus disembelih kan tikus apalagi cindil masih kecil bagaimana mau menyembelihnya.

Videonya bisa dilihat disini

Padahal tikus merupakan hewan yang haram dimakan. Dari ‘Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَمْسٌ فَوَاسِقُ يُقْتَلْنَ فِى الْحَرَمِ الْفَأْرَةُ ، وَالْعَقْرَبُ ، وَالْحُدَيَّا ، وَالْغُرَابُ ، وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ

“Ada lima jenis hewan fasiq (berbahaya) yang boleh dibunuh ketika sedang ihram, yaitu tikus, kalajengking, burung rajawali, burung gagak dan kalb aqur (anjing galak).” (HR. Bukhari no. 3314 dan Muslim no. 1198)

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Makna fasik dalam bahasa Arab adalah al khuruj (keluar). Seseorang disebut fasik apabila ia keluar dari perintah dan ketaatan pada Allah Ta’ala. Lantas hewan-hewan ini disebut fasik karena keluarnya mereka hanya untuk mengganggu dan membuat kerusakan di jalan yang biasa dilalui hewan-hewan tunggangan. Ada pula ulama yang menerangkan bahwa hewan-hewan ini disebut fasik karena mereka keluar dari hewan-hewan yang diharamkan untuk dibunuh di tanah haram dan ketika ihram.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 101)

Imam Nawawi berkata, “Diharamkan hewan yang dianjurkan untuk dibunuh seperti ular, kalajengking, burung gagak, hida-ah dan tikus.” (Minhajut Tholibin, 3: 340). (suara-muslim)

Hati-hati berfatwa

Wallahu a’lam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s