SYEKH SUDAIS MENJADI IMAM DI INDONESIA (MENJAHRKAN BISMILLAH & QUNUT SHUBUH)

Posted: November 6, 2014 in KONTROVERSI BID'AH WAHABI - SALAFY, MADZHAB & KHILAFIYAH, STOP MENUDUH BID'AH !!, SUNNAH - ADAB & NASIHAT, TAFSIR & QOUL ULAMA

Syekh Sudais menjadi Imam di Indonesia

Ada hal yang menarik dalam beberapa lawatan Syekh Sudais ke Indonesia. Saya yakin Syekh Sudais (Imam Masjidil Haram – Mekkah) mengerti dan paham betul, bahwa penduduk Islam di Indonesia mayoritas bermadzhab fiqh Syafi’i, karenanya dalam setiap kunjungannya seperti tahun 2000-an dan juga kali ini (30Oktober 2014) Beliau menjadi Imam di sholat-sholat yang dijahrkan suaranya, seperti Maghrib, ‘Isya & Shubuh, beliau selalu membaca surat alfatihah dengan menjahrkan (mengeraskan) membaca Alfatihah. (Baca tentang Menjahrkan Bismillah di dalam sholat)

Lawatan pertamanya tahun 2000-an (Sekitar bulan Desember 2004) lalu Syekh Sudais mengimami sholat Maghrib di Al-Azhar, tahun ini Syekh Sudais mengimami jamaah sholat Jum’at di masjid Istiqlal – Jakarta dengan menjahrkan bismillah pada surat alfatihah, Guru kami sempat pula bercerita di tahun 2000-an beliau sholat berjamaah dan Syekh Sudais sebagai imamnya di sholat shubuh dan Syekh Sudais berqunut pula di rakaat kedua, seperti yang biasa penganut fiqh Madzhab Syafi’i lakukan.

Dan posisi tangan (bersedekap) ketika sholat di atas perut di bawah dada.

Agak berbeda dengan pandangan bid’ah (pelakunya melakukan amalan sesat dan masuk neraka) para sebagian golongan Salafy di Indonesia, yang sangat anti melakukan apa yang di lakukan Syekh Sudais ini, padahal mereka hidup di Indonesia yang mayoritas bermadzhab Syafi’i. Memang terkadang kita sependapat atau tidak sependapat dengan seseorang yang kita kagumi, akan tetapi janganlah menjadikan kita tidak saling menghormati, atau pun jika memang tak ingin menjahrkan bismillah, berqunut & isbal, dll janganlah dengan mudahnya mencela dan menuduh bid’ah pelakunya.

Kiranya Syekh Sudais mengetahui dan memahami akan kalam Syekh Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dalam kitabnya Zaad al-Ma’ad, : 1/ 266, perihal ini (qunut shubuh khususnya) :

فأهل الحديث متوسطون بين هؤلاء وبين من استحبه عند النوازل وغيرها، وهم أسعد بالحديث من الطائفتين، فإنهم يقنتون حيث قنت رسول الله صلى الله عليه وسلم، ويتركونه حيث تركه، فيقتدون به في فعله وتركه.

AHLI HADITS adalah kaum pertengahan antara mereka (pent: yang mengatakan Qunut itu bid’ah) dan mereka yang menganggap sunnah Qunut ketika ada nawazil dan lainnya (pent: termasuk Qunut Shubuh). Mereka lebih beruntung terhadap hadits Nabi, mereka qunut ketika Rasulullah Qunut dan meninggalkannya ketika Rasul juga meninggalkannya. Mereka mengikuti Nabi dalam menjalankan ataupun meninggalkannya. “

 Kemudian Ibnul Qayyim melanjutkan ucapannya :

 ويقولون: فعله سنة وتركه سنة، ومع هذا فلا ينكرون على من داوم عليه، ولا يكرهون فعله، ولا يرونه بدعة، ولا فاعله مخالفا للسنة، كما لا ينكرون على من أنكره عند النوازل، ولا يرون تركه بدعة، ولا تاركه مخالفا للسنة، بل من قنت فقد أحسن، ومن تركه فقد أحسن.

“ Mereka (AHLI HADITS) mengatakan bahwa melakukannya adalah perbuatan SUNNAH dan meninggalkannya juga perbuatan SUNNAH. Maka, mereka tidak mengingkari orang yang membiasakan qunut, tidak benci untuk melakukannya ,  tidak menganggapnya bid’ah, dan juga tidak  menganggap orang yang melakukannya termasuk menyelisihi sunnah begitu juga sebaliknya. Bahkan orang yang qunut itu BAGUS, yang meninggalkannya juga BAGUS.”

 لا ينكر المختلف فيه, وإنما ينكر المجمع عليه

“ Tidak boleh mengingkari perkara yang masih diikhtilafkan, sesungguhnya pengingkaran hanya boleh dalam perkara yang sudah ijma’ “ (selanjutnya baca disini)

Lihat Video Syekh Sudais ketika Shalat Jum’at disini

Baca Pula :

– TOLERANSI AS SUDAIS & BUYA HAMKA DALAM HAL KHILAFIYAH

(Komentar yang tidak sopan & memprovokasi tidak akan di approve)

Komentar
  1. Tomi Yapto mengatakan:

    masya ALLAH kepada anti jahr dan qunut

  2. abuima mengatakan:

    bohong, mana qunutnya/… pret tipu tipu

    • generasisalaf mengatakan:

      Berbohong adalah dosa yang sangat besar, untuk apa berbohong dalam dakwah?, ini adalah kesaksian oleh guru-guru kami, dan insya Allah dapat di pertanggung jawabkan di akhirat nanti…

      Sedikit sy kupas tentang masalah khilafiyah, khususnya qunut menurut pandangan Ibnu Taimiyah

      وَكَذَلِكَ الْقُنُوتُ فِي الْفَجْرِ إنَّمَا النِّزَاعُ بَيْنَهُمْ فِي اسْتِحْبَابِهِ أَوْ كَرَاهِيَتِهِ وَسُجُودِ السَّهْوِ لِتَرْكِهِ أَوْ فِعْلِهِ وَإِلَّا فَعَامَّتُهُمْ مُتَّفِقُونَ عَلَى صِحَّةِ صَلَاةِ مَنْ تَرَكَ الْقُنُوتَ وَأَنَّهُ لَيْسَ بِوَاجِبِ وَكَذَلِكَ مَنْ فَعَلَهُ

      “Demikian juga qunut subuh, sesungguhnya perselisihan di antara mereka hanyalah pada istihbab-nya (disukai) atau makruh (dibenci). Begitu pula sujud sahwi karena meninggalkannya atau melakukannya, jika pun tidak, maka kebanyakan mereka sepakat atas sahnya shalat yang meninggalkan qunut, karena itu bukanlah wajib. Demikian juga orang yang melakukannya (qunut, maka tetap sah shalatnya –pen).” (Imam Ibnu Taimiyah, Majmu’ al Fatawa, Juz. 5, hal. 185.

    • andri mengatakan:

      Abu gosok inimah jangan sok islam namanya,klo masih dengki sombong, Gausah ngerasa menang atau kalah kali masalah khilafiyah..
      Dunia mah cari bekal bukan pengadilan menang kalah..

    • asrp mengatakan:

      emng g lihat tulisan d videi nya itu kan sholat jumat bukan sholat shubuh…cepat mengomentari trrgesa gesa jdi salah sendiri loh mas.

    • koko mengatakan:

      … ya jelas ga pake kunutlah itukan shalat jumaat mas bro, baca teliti dong sobat bro!

  3. Eni Suhraeni mengatakan:

    الحمدلله. Good. Walau selama ini sy sholat tidak kunut, dan mengikuti manhaj salaf yg tidak mengeraskan pada bacaan basmalahnya, tapi sy insya Allah tidak menyalahkan pada orang2 Islam yg membaca kunut pada sholat subuh dan mengeraskan bacaan basmalah. Karena logikanya kalau bacaan BISMILLAH itu merupakan ayat pertama pada surah Al Fatihah, maka lebih pas setiap membaca Al Fatihah itu bacaan BISMILLAH dikeraskan suaranya sebagaimana pada ayat-ayat selanjutnya. Namun jg tidak salah bila disamarkan bacaannya karena jg ada dalilnya.

  4. Abu Khoir Shodiran mengatakan:

    pelajaran yang sangat berharga dari beliau, toleransi dalam ikhtilaf, mana yang anda suka silakan ! nggak usah geger, bukan hanya jahr dan sir tapi juga masalah qiroatnya, misalnya fariasi bacaan – maliki ( ma pendek ) dan – maaliki ( maa -panjang ) dan lain-lain. jangan saling sok dan bahkan geger karenanya.

  5. sony sonjaya mengatakan:

    Subhanalloh. Kenapa meributkan pwrbedaan jahir Basmallah dan qunut ? Sampai kapan akan sepakat ? Bukankah lebih baik kita pelajari ilmunya kemudian kita amalkan tanpa meributkan perbedaan ?

    Bukankah yg lebih wajib adalah silaturahmi ? Bukankah dengan berdebat terus akan berujung putusnya silaturahmi ?

  6. saif mengatakan:

    Saling menghargai dan menghormati adalah ciri akhlaq yang dicontohkan Rasulullah saw.

  7. abuhamzah mengatakan:

    بارك الله فيه
    kematangan usia dan kemapanan ilmu syar’i fadhilatusy syaikh sudais hafizhahullah menjadikan beliau bijaksana sekalipun beliau menjabat sebagai imam masjidil haram.

  8. Didin Fathudin mengatakan:

    Sungguh amat sangat lucu kpd sang penulis
    1. Dikeraskan ataupun tidak didalam membaca basmalah kedua memiliki dalil, adapun nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lbh banyak tdk bersuara didalam membaca basmalah. Jadi gak perlu diperselisihkan
    2. Penulis bilang bahwa “jangan main mudah membid’ahkan”. Coba perhatikan baik2, bid’ah itu adalah amalan yg tdk ada contohnya dari nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sedangkan menjahr ataupun tidak keduanya ada contohnya. Lalu siapa yg membid’ahkan????

    Inti dari si penulis bahwa pembahasannya seharusnya khusus yaitu ttg bolehnya menjahr basmalah tp dibuat umum yaitu amalan yg lain yg notabene nya tdk ada contoh dr nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yg disebut BID’AH.
    Jadi ora mudeng sebenarnya mau membahas apa??? bid’ah atau menjahrkan basmalah dalam sholat (yg memang ada dalilnya alias bkn bid’ah)

    # aku berlindung kepada dari para pembela bid’ah

  9. akbar mengatakan:

    Jd inget tmbngny gus dur….
    “Seneng ngafirke marang liyane…kafire dewe ga d gatek’ke…..”

  10. Al Fakir Fi Ilmi mengatakan:

    Bacaan yg dilantunkan oleh syeikh Assudais jika dicermati bukan hanya masalah ma panjang dan ma pendek. Kekeliruan sebagian besar umat islam yang belum belajar mengkaji cara membaca yang Al Qur’an yang benar tidak hanya itu saja. Tetapi juga harus dimengerti sifat dari masing2 huruf hijaiyah dan cara melafadz kanya. Kapan sibaca a,i,u,e,o lurus dan miring. Pembacaan tawalut sering terjadi karena penempatan lidah sewaktu membaca lafadz Al Qur’an. Sebab dalam Al Qur’an sendiri ada bacaan yg dibaca miring walaupun harokatnya i.

    Wallahua’lam bishowaf

  11. asep pupung mengatakan:

    bohong dmn ny itu kn sholat jumat

  12. Ibnu Sulur mengatakan:

    itu sholat 2 roka’at ya? koq nggak pake qunut?

  13. yasir nasution mengatakan:

    wahai saudara-saudara kita tidak perlu saling menyalahkan baca basmalah sir tau jahr , atau pakai qunut atau tidak, kita harus menghormati kenyakinan masing-masing mau pakai mazhab apa. dua -duanya ada hadisnya koq , kita amalkan kan sesuai yang kita ketahui dan kita yakini saja. toh apapun amalan kita sendiri yang mempertanggung jawabkan diakhirat kelak. permasalah perbedaan tak ada habisnya.hargai perbedaan . perbedaan itu damai dan indah. toh kita sesama islam

  14. abu umar mengatakan:

    Saya seorang salafi akh, saya juga menjahrkan bismillah dan berqunut jika sholat subuh apabila diminta mengimami di masjid di desa saya.

  15. ryadhi mengatakan:

    Wahai saudaraku yang sangat aku sayangi, sesungguhnya salafy tidak pernah berkata bahwa qunut subuh itu bid’ah sesat dan yang melakukannya sesat masuk neraka. tidak pernah

    dari beberapa dakwah salaf yang saya dengarkan, ada 3 khilafiyah tentang qunut subuh
    diantaranya:
    – Qunut subuh itu sunnah
    (pendapatnya: Imam Asy Syafi’i, Imam Malik, Ibnu Abdil Barr, Ibnu Abi Ya’la)

    – hukumnya sunnah ketika ada musibah & bid’ah bila mengkhususkannya pada shalat shubuh
    (pendapatnya: Sufyan Ats Tsauri, Imam Abu Hanifah, Al Laits, pendapat terakhir Imam Ahmad, Ibnu Syabramah, Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah)

    – Boleh ditinggalkan, boleh dilakukan
    (Imam Sufyan Ats Tsauri, Ath Thabari, dan Ibnu Hazm)

    Inilah namanya khilafiyah ulama terdahulu. walaupun ada yang berkata bid’ah, sunnah ataupun tidak bid’ah tidak pula sunnah, mereka tidak bertengkar

    Imam Syafii tidak merasa tersinggung walaupun ada yang bilang itu bid’ah
    Imam Ahmad juga gak tersinggung, walaupun Imam Syafii qunut subuh

    Jadi ya saudaraku tersayang. jikalau ada dakwah salafy yang berbeda dengan pemahaman Anda, ya tolong jangan semuanya dianggap menyesatkan. mungkin saja memang ada khilafiyah

    ——————

    Untuk bacaan “Basmalah” ketika shalat juga ada khilafiyah wahai saudaraku tercinta.

    pendapatnya berikut:

    – Pendapat pertama disunnahkan jahr
    (oleh ulama syafiiah)

    – pendapat kedua disunnahkan sirr
    (oleh Imam Al Bukhari, Imam Muslim, Az Zaila’i, Ibnul Qayyim, Hanafiyyah, Hanabilah, dll)

    – pendapat ketiga makruh membacanya secara jahr
    (Oleh Ulama Malikiyyah)

    Lihat saudaraku tercinta, para ulama berbeda pendapat
    Tapi? Apakah Ulama malikiyyah adalah WAHABI? karena sudah berkata makruh?

    sesungguhnya, walaupun Ulama Malikiyyah berkata makruh, Mereka tetap menghormati pendapatnya ulama Syafiiyah dan sebaliknya

    ——————-

    Jadi wahai saudaraku tercinta, ada khilafiyah yang dibolehkan dan ada yang tidak. jika sudah benar-benar menyimpang dari aqidah, tentunya itu khilafiyah yang tidak bisa ditolerir

    Oleh sebab itu, janganlah kita saling menghina walaupun berbeda pendapat.
    Kan Allah sudah berkata, bahwa jika berbeda pendapat, maka kembalikan kepada al Qur’an dan Sunnah, bukan pada ustad, ulama, presiden atau kiyai dan lain2

    ———–

    Wallahu alam

    • mulyadi mengatakan:

      makasih pencerahannya akh. namun yang saya sering temui mereka (salafi) suka membid’ahkan qunut subuh. apakah mereka tida mengerti tentang khilaf atau mereka salafi-salafian yang baru berlajar namun langsung menyalahkan bahkan membidahkan orang lain?
      semoga Allah memberi hidayah pada mereka untuk lebih memahami agama yang mulia ini aamiin.

  16. lefisuyanto mengatakan:

    entah ni pada ribut yang mengesahkan di terima atau tidak nya sholat tu hanya Allah bukan kalian semua jangan pada sok paling bener yang penting iklas sholat nya sesama muslim kok gontok-gontokan kayak gitu percuma dong punya pngetahuan tinggi.

  17. bion mengatakan:

    Sebenarnya salafy tidak anti terhadap jahr bismillah pada Shalat jama’ah, ashalatu khairuminannaum pada adzan shubuh, dan qunut pada shalat shubuh… toh banyak ikhwah salafy yang tetap bermakmum kepada orang yang melakukan qunut shubuh… tidak pantas disebut kalau salafy itu anti yang seperti ini…

    • generasisalaf mengatakan:

      Anda mungkin baru kenal Salafy belakangan ini saja, saya sudah sering membaca buku2 karangan dai Salafy yang menyerang kami sampai pada tahap furu’

      Pendapat Albani yang juga banyak di kutip di media2 Salafy yaitu :

      كيف يستوي الفعل وهو غير مشروع مع الترك وهو المشروع

      “ Bagaimana bisa dikatakan melakukan qunut dan meninggalkannya sama-sama boleh ? sedangkan meninggalkan qunut itulah yang disyare’atkan bukan melakukannya “

      Ambil cepatnya saja coba mas Bion cek pendapat dari kalangan anda berikut ini http://aini79.blogspot.com/2011/12/qunut-subuh-ternyata-tidak-di.html atau disini http://al-atsariyyah.com/hukum-qunut-subuh.html

      Disitu di jelaskan bahwa qunut shubuh tidak ada dalil yg shahih (dalam tulisan lain bahwa Albani berpendapat menggunakan hadits dhaif dapat membuat syari’at baru aka bid’ah), dan lihat pula pada komentar di katakan “apa yang imam lakukan (yaitu qunut shubuh) tidak sesuai sunnah…..

      Apakah mungkin sekelas Syekh Sudais , benar2 meyakini (berkeyakinan seperti kebanyakan Salafy) jika qunut Shubuh adalah “bid’ah” (tidak di syari’atkan) akan tetapi Beliau masih mau melakukannya ???

  18. fandi mengatakan:

    Ayo wong islam do akur ojo do tawur…..

  19. potet mengatakan:

    intinya harus dengan ikhlas menjalankannya…bukan karena siapa-siapa…

  20. Irwan mengatakan:

    Pernah ana saksikan bahwa yg bermadzhab ikut qunut subuh, ketika mereka lupa qunut di rakaat kedua, mereka sujud sahwi (artinya qunut dianggap wajib sholat, ketika tidak qunut sholat subuhnya batal), ini yang perlu diluruskan.

    • generasisalaf mengatakan:

      Didalam Mazhab Syafi’i qunut itu sunnah muakkad, dan yang terlupa hendaknya sujud syahwi. (meskipun tetap sah bila tak dikerjakan)

      Mas Iwan coba klarifikasi ke yang mengatakan wajib, apakah benar sperti itu

      Trmksh

  21. Aladzkar An Nawawi mengatakan:

    org non muslim sdh sampai di bulan … ini org islam masih ribut masalah qunut……🙂

  22. Aji Suraji mengatakan:

    Lho? Apanya yg aneh? Bismillah itu dijaharkan atau Sir, dua-duanya sah, boleh saja. Di Arab mana ada Qunut Shubuh? Lihat video itu, rokaat kedua basmalahnya tidak terdengar.
    Justru ada kyai yg mengatakan “Sholat kok langsung baca Alhamdulillahirabbil’alamin, tidak membaca bismillah tidak sah”
    Nah, ini kan model kiyai dungu? Yg terdengar hanya Alhamdulillah…. itu basmalahnya dibaca Sir, bukan tidak membaca. Bismillah itu Sah dibaca sir, bahkan penganut Bismillah secara Sir ini lebih dulu baca ta’awudz, tidak cuma bismillah doang. Kalau yg Bismillah jahar ada kemungkinan malah tidak baca ta’awudz. hehheee….. peace…

  23. mursalinspdl mengatakan:

    Sebaiknya judulnya diedit saja spy nggak jadi perselisihan

  24. arsenio mengatakan:

    semua insyaAlloh baik, sebab itu hanya khilafiah saja. Jangan satu diri/golongan merasa lebih baik dan lebih tawaddu’ dari org lain/ golongan lain. Kalau di Masjidil Haram pun masih sesekali ada qunut, tergantung imam/ jamaahnya, sama spt jumlah rakaat dalam sholat tarawih.

  25. kanghari mengatakan:

    Itu Sholat Jumat?

  26. Jum mengatakan:

    Banyak komen basi, ribut semua hanya berfikir pendapatnya paling benar…, saling debat gak ada manfaatnya
    Mau sholat subuh pake qunut atau td make qunut itu gak penting…semua ada dalilnya. Jangan saling menyalahkan
    Yg penting jalani sholat dan dengan ikhlas
    Diterima itu urusan Alloh

  27. supri mengatakan:

    Islam itu satu, jangan dibeda-bedakan. Jika ada perkara kita lakukan tak sama, bukan berarti kita beda, selama memiliki dalil shahih.

    Contohnya Qunut. Qunut subuh dan bila tidak melakukannya harus sujud sahwi adalah pendapat mazhab Syafi’i.

    Subuh tidak perlu berqunut adalah pendapat mazhab Hanafi, pendapat tersebut juga didukung dengan banyak hujjah.

    Imam mengeraskan bacaan Basmalah saat Shalat, ataupun tidak mengeraskan bacaan Basmalah juga sama2 didukung hujjah yg kuat.

    Adzan 2 kali saat shalat jumat ataupun adzan 1 kali juga sama-sama didukung hujjah yg kuat.

    Dan masih banyak masalah fiqh lainnya banyak terjadi perbedaan yg masing-masing memiliki hujjah yg kuat.

    Untuk itu tidak perlu kita berselisih faham hanya gara-gara masalah furu’ sedemikian. Ukhuwwah Islamiyyah haruslah menjadi fokus utama.

    KH Abdullah Syafi’i pernah mengimami shalat subuh tanpa qunut saat dibelakang beliau bermakmum Buya Hamka yg biasa tak berqunut.

    Buya Hamka pernah mengimami shalat subuh dengan qunut saat dibelakang beliau bermakmum KH Abdullah Syafi’i yg biasa berqunut.

    Tak pernah KH Abdullah Syafi’i menyebut Buya Hamka sebagai Wahabi. Tak pernah Buya Hamka menyebut KH Abdullah Syafi’i ahlul bid’ah.

    KH Rahmat Abdullah murid KH Abdullah Syafi’i, pernah mengajarkan Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dalam halaqah-halaqah.

    KH Rahmat Abdullah juga mengajarkan Kitab Al-Hikam karya Imam Ibnu Athoillah As-Sakandary yang biasa jadi rujukan para sufi.

    Di tanah Betawi yang tak seberapa luas Buya Hamka dan KH Abdullah Syafi’i sama-sama mengembangkan dakwahnya dengan baik tanpa bergesekan.

    Mengapa? Karena mereka sama-sama mencari jalan menuju syurga yg luasnya tak berhingga.

    Itulah suluk para ulama, mereka betul-betul menghormati ulama lainnya dengan penuh kecintaan walau mungkin diantara mereka ada beberapa perbedaan.

    Dan demikian pula seharusnya kita menghormati para ulama dan kelompok-kelompok Islam manapun yg berjuang menegakkan Islam.

  28. Hendy Gunawan mengatakan:

    tidak perlu dipertentangkan dalam salat subuh menggunakan qunut atau tidak, kedua-duanya baik karena bukanlah perkara yg wajib yang salah adalah tidak salat subuh. Saya yg termasuk tidak menggunakan qunut (karena tidak hapal). tapi bila menjadi ma’mum saya ber qunut pula mengikuti imam yg ber qunut. kami lihat situasi dan kondisi lingkungan saya berada dimana persatuan lebih kami jaga

  29. Ahmad Zarqa mengatakan:

    Saya juga pernah ikut shalat jumat diimami almukarram Sudais dg basmalah jahr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s