ORANG MATI MENDOAKAN YANG HIDUP & SALING BERKUNJUNG ?

Posted: November 20, 2014 in MADZHAB & KHILAFIYAH, STOP MENUDUH BID'AH !!, TAFSIR & QOUL ULAMA
Tag:

Warga saudi Berziarah Kubur

Dalam kitab MUSNAD IMAM AHMAD ada hadits shohih (juga menurut Syaikh Albani rh) yang bersumber dari Anas bin Malik rodhiyallahu anhu, sbb:

إن أعمالكم تعرض على أقاربكم وعشائركم من الأموات، فإن كان خيراً استبشروا به، وإن كان غير ذلك قالوا: اللهم لا تمتهم حتى تهديهم كما هديتنا

“Sesungguhnya amal perbuatan kalian (yang masih hidup didunia ini) di tampilkan kepada kerabat kerabat dan keluarga kalian yang telah mati. Jika amal perbuatan kalian itu BAGUS, maka mereka turut senang dan bahagia, dan jika BURUK, mereka berkata/berdoa:”Ya Allah ya Tuhanku, jangan Engkau cabut nyawa mereka sehingga Engkau memberikan Hidayah kepada mereka seperti halnya kepada kami”.

Di Alam Kubur Saling Berkunjung

Hadis sahih berikut menjelaskan: “Jika diantara kalian mengurus jenazah saudaranya, maka hendaklah memakaikannya dengan bagus. Sebab mereka akan dibangkitkan dengan kain kafan mereka dan akan saling berkunjung (di dalam kubur) dengan kafan mereka” (HR al Uqaili dan Khatib Baghdadi. Al Munawi menilainya sahih [Faidl al Qadir Syarah Jami’ al Shaghir])

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah pernah di tanya tentang yang hidup menziarahi yang mati (ziarah kubur) itu apakah yang mati (didalam kubur) mengetahuinya? Dan apakah yang mati mengetahui jika ada kerabatnya atau yang lain ada yang mati?

Beliau menjawab:

الحمد لله، نعم قد جاءت الآثار بتلاقيهم وتساؤلهم وعرض أعمال الأحياء على الأموات، كما روى ابن المبارك عن أبي أيوب الأنصاري قال: إذا قبضت نفس المؤمن تلقاها الرحمة من عباد الله، كما يتلقون البشير في الدنيا، فيقبلون عليه ويسألونه فيقول بعضهم لبعض: أنظروا أخاكم يستريح، فإنه كان في كرب شديد، قال: فيقبلون عليه ويسألونه: ما فعل فلان وما فعلت فلانة، هل تزوجت

Segala Puji bagi Allah, ya BENAR !!
Telah ada sebuah Atsar yang menjelaskan tentang PERJUMPAAN MEREKA dan OBROLAN MEREKA (yang baru mati dgn kerabatnya yang sudah lama mati) dan juga DITAMPILKANNYA AMAL PERBUATAN YANG HIDUP KEPADA YANG MATI seperti yang telah diriwayatkan oleh Imam Ibnu Mubarok dari Abu Ayub Al Al Anshori. Beliau menuturkan:

Jika seorang mukmin meninggal dunia, maka mereka hamba hamba Allah yang beriman mendapati RAHMAT ALLAH, yaitu mereka saling bertemu satu sama lain (di alam ruh)penj. seperti halnya manusia di dunia. Mereka saling menyambut dan bertanya satu sama lain.
Sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain:”Lihatlah saudara kalian itu… dia sekarang bisa beristirahat dari kesedihan yang sangat (dari kebisingan dunia)penj.
Mereka (yang lama mati) menyambutnya (yang baru mati) dan mereka bertanya (kepada yang baru mati):”Ngomong2 apa yang dikerjakan si A sekarang (didunia)? ngomong2 bagaimana kabar si cewek itu? apakah dia sudah menikah? dsb….

وَأَمَّا عِلْمُ الْمَيِّتِ بِالْحَيِّ إذَا زَارَهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ : فَفِي حَدِيثِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ أَحَدٍ يَمُرُّ بِقَبْرِ أَخِيهِ الْمُؤْمِنِ كَانَ يَعْرِفُهُ فِي الدُّنْيَا فَيُسَلِّمُ عَلَيْهِ إلا عَرَفَهُ وَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلامَ )) . قَالَ ابْنُ الْمُبَارَكِ : ثَبَتَ ذَلِكَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَصَحَّحَهُ عَبْدُ الْحَقِّ صَاحِبُ الأَحْكَامِ

Adapun mengetahuinya si mayyit kepada si hidup ketika dia menziarahinya, maka ini ada haditsnya dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda:”TAK ADA SEORANG-PUN yang melewati kuburan saudaranya yang beriman dan dia mengenalinya disaat didunia dan dia (yang lewat) mengucapkan salam kepadanya (yang didalam kubur) KECUALI DIA MENGETAHUINYA DAN MENJAWAB SALAMNYA.
Kata Ibnu Mubarok, hadits ini tsabit dari Rasulullah dan telah di shohihkan oleh Imam Abdul Haq si pengarang kitab Al Ahkam.
(مجموع الفتاوى 5/477)

~

Atsar Abu Ayub Al Anshori yang juga dituturkan oleh Syaikh Ibnu Taimiyah dilembaran lain seperti ini

فإذا سألوا عن الرجل قد مات قبله قال لهم: إنه قد هلك، فيقولون: إنا لله وإنا إليه راجعون، ذهب به إلى أمه الهاوية، فبئست الأم وبئست المربية، قال: فيعرض عليهم أعمالهم فإذا رأوا حسناً فرحوا واستبشروا، وقالوا: هذه نعمتك على عبدك فأتمها، وإن رأوا سوء قالوا: اللهم راجع بعبدك. انتهى.

Mereka (yang sudah lama mati) bertanya (kepada yang baru mati) tentang kabar seorang si A, lalu di jawab:”Dia sudah meninggal”. Kemudian mereka (yang sudah lama mati) menjawab:”Innalillahi wa inna ilaihi roji’uun”. dst… (terjemah sendiri ya terusannya :D)

Syekh Albani Menshohihkan Hadits Arwah mu min mendokan yang hidup

Mari perhatikan hadis yang dinilai sahih oleh Syaikh Albani dalam Silsilah al-Ahadits al-Shahihah:

ﺇﺫا ﻗﺒﻀﺖ ﻧﻔﺲ اﻟﻌﺒﺪ ﺗﻠﻘﺎﻩ ﺃﻫﻞ اﻟﺮﺣﻤﺔ ﻣﻦ ﻋﺒﺎﺩ اﻟﻠﻪ ﻛﻤﺎ ﻳﻠﻘﻮﻥ اﻟﺒﺸﻴﺮ ﻓﻲ اﻟﺪﻧﻴﺎ، ﻓﻴﻘﺒﻠﻮﻥ ﻋﻠﻴﻪ ﻟﻴﺴﺄﻟﻮﻩ، ﻓﻴﻘﻮﻝ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﻟﺒﻌﺾ: ﺃﻧﻈﺮﻭا ﺃﺧﺎﻛﻢ ﺣﺘﻰ ﻳﺴﺘﺮﻳﺢ، ﻓﺈﻧﻪ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﻛﺮﺏ، ﻓﻴﻘﺒﻠﻮﻥ ﻋﻠﻴﻪ، ﻓﻴﺴﺄﻟﻮﻧﻪ: ﻣﺎ ﻓﻌﻞ ﻓﻼﻥ؟ ﻣﺎ ﻓﻌﻠﺖ ﻓﻼﻧﺔ؟ ﻫﻞ ﺗﺰﻭﺟﺖ؟ ﻓﺈﺫا ﺳﺄﻟﻮا ﻋﻦ اﻟﺮﺟﻞ ﻗﺪ ﻣﺎﺕ ﻗﺒﻠﻪ ﻗﺎﻝ ﻟﻬﻢ: ﺇﻧﻪ ﻗﺪ ﻫﻠﻚ، ﻓﻴﻘﻮﻟﻮﻥ: ﺇﻧﺎ ﻟﻠﻪ ﻭﺇﻧﺎ ﺇﻟﻴﻪ ﺭاﺟﻌﻮﻥ، ﺫﻫﺐ ﺑﻪ ﺇﻟﻰ ﺃﻣﻪ اﻟﻬﺎﻭﻳﺔ، ﻓﺒﺌﺴﺖ اﻷﻡ ﻭﺑﺌﺴﺖ اﻟﻤﺮﺑﻴﺔ. ﻗﺎﻝ: ﻓﻴﻌﺮﺽ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺃﻋﻤﺎﻟﻬﻢ، ﻓﺈﺫا ﺭﺃﻭا ﺣﺴﻨﺎ ﻓﺮﺣﻮا ﻭاﺳﺘﺒﺸﺮﻭا ﻭﻗﺎﻟﻮا: ﻫﺬﻩ
ﻧﻌﻤﺘﻚ ﻋﻠﻰ ﻋﺒﺪﻙ ﻓﺄﺗﻤﻬﺎ، ﻭﺇﻥ ﺭﺃﻭا ﺳﻮءا ﻗﺎﻟﻮا: اﻟﻠﻬﻢ ﺭاﺟﻊ ﺑﻌﺒﺪﻙ “.

Jika seorang hamba wafat maka ruhnya berjumpa dengan hamba-hamba Allah yang penyayang, seperti mereka berjumpa dengan pemberi kabar gembira di dunia. Mereka menemuinya untuk bertanya. Sebagian mereka berkata: “Tunggu sebentar saudara kalian ini agar ia istirahat. Sebab ia mengalami kesulitan (karena baru meninggal)”. Mereka bertanya kepadanya: “Apa yang dilakukan fulan? Apa yang dilakukan fulanah, apakah ia menikah lagi?”. Jika mereka bertanya tentang seseorang yang telah mati sebelumnya, ia menjawab: “Orang tersebut telah binasa”. Mereka lalu membaca inna lillah wa inna ilaihi rajiun. Ia telah kembali bersama ibunya ke neraka Hawiyah. Betapa buruk ibu dan anak didiknya. Lalu ia berkata: “Lalu ditunjukkan kepada mereka amal anak-anaknya (yang masih hidup). Jika mereka melihat amal baik maka mereka senang dan bahagia serta berkata: “Ini adalah nikmat dari Mu kepada hamba Mu, maka sempurnakanlah nikmatnya”. Jika mereka melihat amal buruk maka mereka berkata: “Ya Allah, kembalikanlah hamba Mu”

Ulama Salafi-Wahabi Syaikh Albani berkata:

ﺃﺧﺮﺟﻪ اﺑﻦ اﻟﻤﺒﺎﺭﻙ ﻓﻲ ” اﻟﺰﻫﺪ ” (149 / 443)

Diriwayatkan oleh Ibnu al-Mubarak dalam al-Zuhd (149/443)

ﻗﻠﺖ: ﻭﺭﺟﺎﻟﻪ ﺛﻘﺎﺕ ﻟﻜﻨﻪ ﻣﻨﻘﻄﻊ ﺑﻴﻦ ﺛﻮﺭ ﺑﻦ ﻳﺰﻳﺪ ﻭﺃﺑﻲ ﺭﻫﻢ. ﻭﻗﺪ ﻭﺻﻠﻪ ﻭﺭﻓﻌﻪ ﺳﻼﻡ اﻟﻄﻮﻳﻞ ﻓﻘﺎﻝ: ﻋﻦ ﺛﻮﺭ ﻋﻦ ﺧﺎﻟﺪ ﺑﻦ ﻣﻌﺪاﻥ ﻳﻌﻨﻲ: ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺭﻫﻢ ﺭﻓﻌﻪ. ﺃﺧﺮﺟﻪ اﺑﻦ ﺻﺎﻋﺪ ﻓﻲ ﺯﻭاﺋﺪ ” اﻟﺰﻫﺪ ” (444)

Saya (al-Albani) berkata: Para perawinya terpercaya, tapi terputus antara Tsaur dan Abu Rahm. Dan sungguh disambungkan dan dimarfu’kan kepada Nabi oleh Salam al-Thawil, dari Tsaur, dari Khalid bin Ma’dan….

Redaksi doa dalam riwayat Thabrani adalah:

ﻓﻴﻘﻮﻟﻮﻥ: اﻟﻠﻬﻢ ﺃﻟﻬﻤﻪ ﻋﻤﻼ ﺻﺎﻟﺤﺎ ﺗﺮﺿﻰ ﺑﻪ ﻋﻨﻪ ﻭﺗﻘﺮﺑﻪ ﺇﻟﻴﻚ “.

Mereka (para Arwah) berkata: ” Ya Allah tunjukkan padanya amal saleh yang Engkau ridlai dan dekatkan dia kepada Mu”

Doa dari alam kubur dalam riwayat Ahmad dan al-Thayalisi:

ﻗﺎﻟﻮا: اﻟﻠﻬﻢ ﻻ ﺗﻤﺘﻬﻢ، ﺣﺘﻰ ﺗﻬﺪﻳﻬﻢ ﻛﻤﺎ ﻫﺪﻳﺘﻨﺎ ”

“Ya Allah, jangan matikan mereka hingga Engkau memberi hidayah kepada mereka, seperti Engkau memberi hidayah pada kami”

Allahu a’lam wa ahkam..

Source: Ust. Baba Naheel & Ust. Ma’ruf Khozin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s