PWNU DI DATANGI ULAMA ASAL AFGANISTAN PENDIRI ORGANISASI NAHDLATUL ULAMA AFGANISTAN

Posted: Maret 27, 2015 in KONTRIBUSI ULAMA ASWAJA, NEWS & INFO, SILATURAHMI & PERSAUDARAAN ASWAJA
Syaikh Fadhlul Ghani - Pendiri Organisasi Nahdhatul ulama Afganistan

Syaikh Fadhlul Ghani – Pendiri Organisasi Nahdhatul ulama Afganistan

Alhamdulillah NU semakin diterima di Internaional.

Hari rabu kemarin saat acara seminar ttg “Islam Dalam Benturan Beradaban Proyeksi Pecahnya NKRI” di UIN Walisongo Semarang. Dalam acara tsb rawuh sebagai pembicara KH. As’ad said Ali, orang NU yg pernah menjadi Wakil Ketua BIN dan KH. Fadholan Musyafa, Ketua Intelektual Muda TIMTENG yang juga sebagai Dosen di UIN Walisongo Semarang.

Dalam acara tsb kedatangan tamu istemewa, yaitu syaikh Fadhlul Ghani, seorang ulama afganistan yang menjadi salah satu pendiri Nahdhatul Ulama Afganistan. Beliau menceritakan riwayat dan latarbelakang ketertarikannya kepada Nilai nilai yg diperjuangkan NU dan kemudian tertarik mendirikan NU Afghanistan. Sejak berdirinya secara resmi (terdaftar di kementerian hukum afghanistan) pada bln Juni 2014 lalu, ia sdh berhasil mendirikan pengurus wilayah (setingkat provinsi /pwnu) di 15 provinsi di afghan. Alhamdulillah. Beliau juga menyempatkan diri berkunjung ke PWNU JATENG.(Source).

nu-afghanistan

Pendiri Nahdlatul Ulama Afghanistan, Syaikh Dadhlul Ghoni dan Syaikh Dama Ahmad Dhiya`, mengunjungi kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah di Jalan Dr Cipto 180 Semarang, Rabu sore (25/3/2015). Organisasi sosial keagamaan yang meniru NU di Indonesia ini didirikan oleh ulama dan cendekiawan Afghanistan pada tahun 2014. Hal ini bermula dari ketertarikannya terhadap sikap NU yang selalu mengedepankan prinsip tasamuh (toleran), tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), dan ta’adul (adil).
Menurut Sekretaris PWNU Jawa Tengah Dr KH Mohamad Arja Imroni, NU Afghanistan berbeda dengan pengurus cabang Istimewa Nahdlatul Ulama di luar negeri. NU Afghanistan didirikan oleh ulama dan cendekiawan dari lima provinsi di Afghanistan. “Yakni, Provinsi Maidan Wardak, Provinsi Jalalabad, Provinsi Parwan, Provinsi Kabul dan Provinsi Pansjir,” ungkapnya.
Selain itu, kata Kyai Arja, hubungan organisasi NU Afghanistan juga tidak bersifat struktural dan organisatoris dengan PBNU. NU Afghanistan akan mengembangkan Islam yang ramah berciri khas kultural Indonesia. “Mereka tetap independen. Mereka juga akan mengajarkan Islam yang ramah, toleran dan moderat,” tegasnya.
Meskipun demikian, Kyai Arja mengaku bangga atas peran NU yang senantiasa terlibat dalam perdamaian dunia. Oleh sebab itu, Kyai Arja berharap bahwa konflik di Afghanistan yang telah menghancurkan hubungan antarwarga yang tadinya hangat harus segera diakhiri. “Caranya, mereka harus bisa berdamai dari bawah. Mereka sepatutnya saling memaafkan dalam sebuah rekonsiliasi ala kultur mereka sendiri,” bebernya.
Lebih jauh, Kyai Arja menjelaskan bahwa potensi konflik memang selalu ada dari dalu sampai sekarang. Meski tidak mudah dan berisiko, penerapan hukum harus terus dijalankan. “Makanya, tiap kelompok dan siapa pun yang mengatasnamakan agama atau apa pun melakukan kekerasan dan menista martabat manusia tidak dapat dibiarkan. Jadi, penegakan hukum yang adil dan benar adalah kuncinya,” pungkasnya.
Sementara itu, Syaikh Dadhlul Ghoni dalam kesempatan kunjungannya ke PWNU Jateng kali ini menyampaikan pesan bahwa dulu kajian-kajian keislaman di Afghanistan tersebar di banyak tempat, terutama di masjid-masjidnya. Di tempat-tempat ibadah itu masyarakat belajar al-Quran, tafsirnya, hadis, ilmu logika (manthiq), filsafat, dan yang lainnya. Namun, setelah terjadi peperangan, kegiatan belajar mengajar menjadi tidak kondusif. Perang telah merugikan banyak hal, dalam bidang keilmuan hingga perekonomian. Gara-gara perang, banyak warga Afghanistan yang miskin.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 2 jam itu, Syaikh Dadhlul bersama temannya, Syaikh Dama Ahmad Dhiya`, selain bercerita tentang kondisi negaranya, juga menyampaikan kekagumannya terhadap sikap keagamaan NU.
Sebab terinspirasi oleh NU, ia bersama sejumlah tokoh muslim Afghanistan lainnya membuat organisasi keislaman yang mengusung nilai-nilai keagamaan yang menjunjung tinggi persaudaraan, kasih sayang, toleransi, dan moderasi. Bahkan organisasinya itu, ia beri nama Nahdlatul Ulama (NU). “Dengan sejumlah teman di sana, saya mendirikan organisasi Nahdlatul Ulama yang menebarkan perdamaian, dan al-hamdulillah ulama-ulama lainnya tertarik dan mengikuti. Organisasi ini (NU, red) akan terus kami sebarluaskan,” paparnya.
Pihaknya juga, menyampaikan bahwa kedatangannya selain untuk silaturrahim, juga belajar kepada para ulama NU dalam membina bangsa dan Negara melalui organisasi kemasyarakatan dan pendidikan di pondok pesantren.
Hadir dalam pertemuan itu, Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh, Wakil Ketua Umum PBNU Dr KH As’ad Said Ali, Sekretaris Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Dr KH Mohamad Arja Imroni, Katib Syuriah PWNU Jawa Tengah Dr KH Fadlolan Musyaffa’, Pengurus Pusat GP Ansor KH Ahmad Nadhif Abdul Mujib, dan pengurus Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Jawa Tengah.
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh, dalam sambutannya menyampaikan bahwa NU adalah organisasi keislaman yang bermadzhab Syafi’i atau salah satu dari empat imam madzhab dalam bidang fikih, al-Ghazali dan al-Junaid dalam tasawuf, al-Asy’ari dan al-Maturidi dalam ilmu kalam. “Kesemuannya itu pada prinsipnya NU mengedepankan sikap tawassuth, tawazun, ta’adul, tasamuh, dan istiqomah,” tuturnya.
Logo NU Afganistan

Logo NU Afganistan

Usai pertemuan di Kantor NU Jawa Tengah, dua ulama Afghanistan yang ditemani 8 mahasiswa Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang asal Afghanistan, menuju ke Pondok Pesantren Al-Itqon Bugen Semarang untuk melihat pendidikan yang diterapkan di pondok pesantren yang menjadi kekhasan NU. (NU Jateng)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s