SUNNAH MEMBASUH TANGAN & MUKA SETELAH MAKAN

Posted: Maret 30, 2015 in AMAL GENERASI SALAF, SUNNAH - ADAB & NASIHAT

anak wudhu

Anak pertama saya , suka sekali dengan air . Setiap kali dia ke kamar mandi atau setiap kali tangannya basah oleh air , dia selalu mengusapkannya kewajah dan ke kepalanya .
Kelakuannya itu selalu saja membuat ibunya jengkel , karena itu membuat badan serta bagihan mukanya selalu basah dengan air .

“ Gampang kena masuk angin , kau ! “ Kata dia .

Namun saya biarkan saja anak saya menyenangi hoby berbasah-basahannya itu , karena sesunggguhnya dia melakukan sesuatu yang tidak sering dikerjakan oleh banyak orang , termasuk bapaknya sendiri .
Diantara yang sering kita lakukan sesudah mencuci tangan adalah mengeringkannya dan mengelapnya dengan kain atau sapu tangan . Setiap kali ada perjamuan makan , maka akan disediakan tisu atupun sapu tangan untuk mengelap tangan sesudah makan . Setiap kamar mandi sering kali dijumpai di depan pintunya , handuk-handuk untuk mengeringkan badan sekaligus kedua tangan .

Entah , yang seperti itu adalah kebiasaan siapa yang memulainya , tetapi jika dikembalikan dengan sunnah Nabawiyyah , maka itu adalahh kebiasaan yang salah kaprah . Karena menurut sunnah Nabiy , dianjurkan untuk mengelapkan tangan yang basah sesudah wudhu ataupun yang basahnya itu dicuci habis makan-makan , dianjurkan untuk diusapkan ke wajah ! Bukannya dilap atau dikeringkan .

Sayyidina Abi Hurairah ra meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda : “ Jika kalian selesai berwudhu maka basahilah mata-mata kalian dengan air , jangan kalian kibas-kibaskan air dari tangan –tangan kalian ..”

Mata yang disebut Rasulullah SAW itu yang dimaksud adalah keseluruhan wajah . Dalam ilmu Ballaghah ini disebut sebagai Majaz [ metafor ] Tauriyyah . Min ith laqil Juz , wairo_datil qul . Yang di tuturkan adalah mata , tetapi yang dimaksudkan adalah keseluruhan wajah .

Sayyidina Abi Hurairah ditanya : “ Apakah hal itu dalam wudhu dan untuk yang lainnya juga ?” Beliau menjawab : “ Benar . Unttuk wudhu dan untuk yang lainnya juga “

Ketika masuk ke kota Makkah , Sayyidinal Imam Muhammad bin Thahir al Haddad mendapati kebiasaan penduduknya mengelap kedua tangan sesudah mencucinya selesai makan . Tetapi beliau menolak untuk mengikuti kebiasaan-kebiasaan tersebut .

“ Karena sunnah Nabi menganjurkan untuk mengusap wajah dengan sisa-sisa basah yang ada di kedua tangan tersebut . “ kata beliau . Bahkan dengan nada bercanda beliau berkata kepada mereka :

“ Bagaimana menurut kalian , apakah aku mesti mengikuti kebiasaan kalian dengan mengelap tangan meskipun itu menyalahi sunnah , ataukah aku akan mengusap wajahku saja sebagaimana anjuran sunnah itu dan aku menerima saja olok-olok kalian bahwa SAPU TANGAN NYA ORANG HADHROMUT ADALAH WAJAHNYA ? “

Al Imam As Sya’raniy dalam kitabnya Kasyful Ghummah berkata bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW jika mencuci kedua tangannya maka beliau akan mengusapkan sisa – sisa basah di kedua tangannya itu ke wajah beliau .

Dalam kitab ‘Awa_rif , al Imam As Syahruwardiy berkata : “ Disunnahkan bagi seseorang untuk membasahi kedua matanya dengan sisa-sisa basah yang ada di kedua tangannya , yakni sesudah dia mencucinya selesai makan.

Dalam hal ini , anak saya lebih sunnah dari pada saya.

Source: pissktb

Komentar
  1. Bifta mengatakan:

    sangat setuju mbak, yuk menjaga sunnah..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s