NASEHAT SYEKH SHOLIH FAUZAN & SYEKH SHOLIH AL USHOIMI KEPADA SALAFY INDONESIA AGAR MENGAJARKAN, MENGAMALKAN, MENGHAFAL & MENGUASAI FIQH SYAFI’I

Posted: Mei 6, 2015 in SUNNAH - ADAB & NASIHAT
Tag:

Kitab-kitab ahlus sunnah wal jama'ah

Para Ulama yang datang menyebarkan agama Islam ke bumi Indonesia, di teruskan oleh para ulama-ulama Indonesia yang saat itu belajar ke Mekkah dan kembali ke Indonesia dalam hal ini mereka membawa & mengajarkan Fiqh Syafi’i ke Indonesia yang memang cocok dengan keadaan negri ini. Alhamdulillah tradisi mempelajari, mengajarkan & menghafal kitab-kitab Syafi’i baik yang di karang oleh Imam Syafi’i dan ulama-ulama Syafi’iyyah telah dilakukan hingga saat ini melalui pesantren-pesantren di Indonesia & majelis ta’lim yang di asuh oleh para ulama–ulama, Kyai, habaib & guru mengaji disini.

Karenanya adalah menjadi hal yang penting kepada ummat Islam Indonesia menguasai, mempelajari & mengamalkan madzhab yang berlaku di masyarakatnya, seperti kutipan & nasehat dari Ulama Saudi berikut ini yang di berikan kepada khususnya ikhwan salafy dan ulama Salafy Indonesia yang kami ambil dari rumaysho.com :

***Awal Kutipan***

Ketika ada yang menanyakan pada Syaikh Sholih Al Fauzan mengenai kitab fikih apa yang pantas diajarkan di negerinya, sedangkan masyarakatnya bermadzhab Maliki. Syaikh hafizhohullah menjawab, ajarkan fikih Maliki, sesuai fikih yang berlaku di tengah-tengah mereka. Demikian disampaikan secara makna dari Kajian Syaikhuna, Syaikh Sholih Al Fauzan, ketika membahas kitab Umdatul Fiqh 23/03/1434 H di Jami Mat’ab Malaz Riyadh KSA.

Kami pun mendapatkan nasehat yang sama dari Syaikh Sholih Al ‘Ushoimi, ulama yang terkenal dengan banyaknya sanad sampai dikatakan ia punya 1000 guru, beliau nasehatkan untuk menghafalkan berbagai kitab matan di dalamnya terdapat matan akidah, tauhid, ushul fikih, ushul hadits dan ushul tafsir. Beliau punya list (daftar) kitab-kitab yang sebaiknya dihafal. Padahal beliau adalah ulama Hambali, namun beliau katakan di catatan kaki, untuk kitab fikih disesuaikan dengan madzhab di negeri masing-masing. [Dauroh Muhimmatul ‘Ilmi di Masjid Nabawi selama 8 hari, 5-12 Rabi’ul Awwal 1434 H]

Ini berarti di negeri kita yang sudah ma’ruf dengan madzhab Syafi’i, maka sebaiknya yang dihafalkan dan diajarkan adalah fikih Syafi’i. Tidak usah pelajari yang tebal-tebal dahulu (seperti Al Umm dan Al Muhaddzab karya Asy Syairozi atau Syarh Al Muhaddzab karya Imam Nawawi yang dilanjutkan As Subkiy dan Syaikh Muhammad Al Bakhit), kuasai terlebih dahulu yang ringkas-ringkas (matan) mulai dari matan Abi Syuja’ dan matan Syafinatun Najah. Namun dengan catatan dibaca di depan guru yang lebih memahaminya. Setelah dua kitab tadi, baca kitab lanjutan seperti Fathul Qorib, Al Iqna’ dan Kifayatul Akhyar yang merupakan penjelasan dari kitab Matan Abi Syuja’. Dengan mengambil cara seperti ini, maka kita akan mudah memahami fikih masyarakat sekitar kita.

***Akhir Kutipan***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s