MEMBAWA ILMU MANTIQ KE UNIVERSITAS ISLAM DI ARAB SAUDI

Posted: Mei 18, 2015 in SCIENCE IN ISLAM, STOP MENUDUH BID'AH !!, SUNNAH - ADAB & NASIHAT
Tag:

AL-AZHAR

“Ada beberapa ulama yang dikenal mengharamkan ilmu mantiq, seperti Ibnu al-Shalah (643 H) dan Muhyiddin al-Nawawi (676 H), tapi kalau melihat Muqaddimah Ibnu al-Shalah (ilmu hadis) dan al-Majmu`-nya Imam al-Nawawi (fikih), tulisan mereka sangat sesuai dengan kaidah dan teori2 ilmu mantiq! Justru yang mengatakan haram adalah mereka yang menerapkannya. Kesimpulannya adalah ilmu mantiq itu sendiri sebenarnya tidak haram, yang diharamkan adalah penggunaan ilmu mantiq yang jelek.


Dulu, di Universitas Imam Muhammad bin Su`ud al-Islamiyah, ada dua orang ulama al-Azhar yang diminta mengajar ushul fikih di sana, yaitu Prof. Dr. Thaha Jabir al-Alwani (pendiri IIIT, penahkik kitab al-Mahshul-nya Imam al-Razi) dan Prof. Dr. Abdul Ghani Abdul Khaliq (pakar usul fikih, penahkik kitab Adab al-Syafi`i wa Manaqibuhu karya Ibnu Abi Hatim). Untuk mengajarkan usul fikih dibutuhkan juga teori2 dasar ilmu mantiq, tetapi mereka berdua dilarang untuk mengajarkan teori2 ilmu mantiq karena pendapat yang dianut oleh ulama setempat, mengharamkan ilmu mantiq. Akhirnya mereka pun ok2 saja kalau teori2 mantiq yang mestinya dibutuhkan dalam usul fikih tidak diajarkan di perkuliahan resmi dan tidak diujikan. Tapi mereka menyampaikan hal-hal tersebut dalam kuliah umum itupun tidak mereka sebut ilmu mantiq!

Ternyata berhasil, angkatan pertama yang belajar dengan mereka seperti Syekh Abdurrahman al-Sudais (yang akhirnya menjadi imam besar Masjidil Haram) bisa mencerna dan menerima pengajaran tersebut dan memanfaatkannya untuk pengembangan keilmuan mereka. Meskipun sekarang di sana sudah tidak seperti itu, tapi mereka berdua tetap dikatakan berhasil dengan usaha mengajar tersebut.”
(Prof. Dr. Ahmad Ma`bad Abdul Karim, guru besar ulama hadis dan anggota badan ulama senior al-Azhar, pernah mengajar di KSA selama 17 tahun)
—————————————————————————————–
Memetik hikmah:
1. Ada bungkus ada isi. Terkadang sebagian orang anti dengan bungkus dan merasa anti juga dengan isi. Tapi pada hakekatnya, secara tidak sadar mereka setuju saja dengan isi kalau mau sabar belajar lebih dalam dan detail.
2. Karena sikap anti tersebut, kita terkadang ngotot memperjuangkan bungkus yang sebenarnya malah tidak maslahat di posisi semacam itu. Malah membuat orang anti dengan isi yang lebih penting.
3. Hidayah yang dinisbahkan kepada manusia artinya argumen, dalil, dsb. Hidayah yang dinisbahkan kepada Allah artinya taufiq. kesadaran dan kemampuan untuk taat, dsb.

–Musa Al Azhar

—————–
Kealiman dan kepakaran beliau dalam ilmu hadis, Dr. Ali Jum’ah pernah berkomentar: “Dalam ilmu hadis, di al-Azhar kita punya Dr. Ahmad Ma’bad dan Dr. Ahmad Umar Hasyim yang tidak ada bandingannya di zaman ini (la masila lah).

Source: suara al-Azhar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s