MEMINTA BANTUAN KEPADA JIN MENURUT IBNU TAIMIYAH

Posted: Mei 25, 2015 in NEWS & INFO
Tag:

Penampakan

Bermuamalah dan Meminta Tolong Kepada Jin Menurut Ibnu Taimiyyah ( w . 728 H) Maka, dalam hal hukum bermuamalah dengan Jin, Ibnu Taimiyyah ( w . 728 H ) malah termasuk ulama yang tak langsung mengharamkannya secara mutlak .

Ibnu Taimiyyah ( w . 728 H) memberi batasan:

Pertama, memerintahkan Jin untuk taat dan beribadah kepada Allah .

Maka yang demikian sama halnya dengan para wali yang menjadi penerus dakwah Rasulullah shallaallahu alaihi wasallam . Ibnu Taimiyyah ( w . 728 H ) menuliskan :

ﺃﻥ ﺍﻟﺠﻦ ﻣﻊ ﺍﻹﻧﺲ ﻋﻠﻰ ﺃﺣﻮﺍﻝ : ﻓﻤﻦ ﻛﺎﻥ ﻣﻦ ﺍﻹﻧﺲ ﻳﺄﻣﺮ ﺍﻟﺠﻦ ﺑﻤﺎ ﺃﻣﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﻣﻦ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﺍﻟﻠﻪ
ﻭﺣﺪﻩ ﻭﻃﺎﻋﺔ ﻧﺒﻴﻪ ﻭﻳﺄﻣﺮ ﺍﻹﻧﺲ ﺑﺬﻟﻚ ﻓﻬﺬﺍ ﻣﻦ ﺃﻓﻀﻞ ﺃﻭﻟﻴﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﻫﻮ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﺧﻠﻔﺎﺀ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﻭﻧﻮﺍﺑﻪ

Jin dengan manusia itu ada beberapa keadaan . Pertama, jika manusia itu memeerintahkan jin untuk taat dan beribadah kepada Allah dan taat kepada Nabinya , maka itu termasuk wali Allah dan penerus Rasulullah ( Ibnu Taimiyah al- Hanbali w . 728 H, Majmu ’ al- Fatawa , h . 11 / 307 , al-Furqan Baina Auliya ar -Rahman wa Auliya as – Syaitan, h. 196 )

Kedua , menggunakan jin dalam hal yang boleh.

Maka hal itu sebagaimana menyuruh manusia dalam hal yang boleh.

ﻭﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻳﺴﺘﻌﻤﻞ ﺍﻟﺠﻦ ﻓﻲ ﺃﻣﻮﺭ ﻣﺒﺎﺣﺔ ﻟﻪ ﻓﻬﻮ ﻛﻤﻦ ﺍﺳﺘﻌﻤﻞ ﺍﻹﻧﺲ ﻓﻲ ﺃﻣﻮﺭ ﻣﺒﺎﺣﺔ

Jika ada seorang yang menyuruh jin dalam hal yang mubah , maka hal itu sebagaimana menyuruh manusia dalam hal yang mubah . ( Ibnu Taimiyah al- Hanbali w . 728 H, Majmu ’ al- Fatawa , h. 11/ 307, al-Furqan Baina Auliya ar – Rahman wa Auliya as – Syaitan, h. 196 )

Dalam kesempatan lain Ibnu Taimiyah ( w . 728 H) menuliskan :

ﻭﻣﻨﻬﻢ ﻣﻦ ﻳﺴﺘﺨﺪﻣﻬﻢ ﻓﻲ ﺃﻣﻮﺭ ﻣﺒﺎﺣﺔ ﺇﻣﺎ ﺇﺣﻀﺎﺭ ﻣﺎﻟﻪ ﺃﻭ ﺩﻻﻟﺔ ﻋﻠﻰ ﻣﻜﺎﻥ ﻓﻴﻪ ﻣﺎﻝ ﻟﻴﺲ ﻟﻪ ﻣﺎﻟﻚ ﻣﻌﺼﻮﻡ ﺃﻭ ﺩﻓﻊ ﻣﻦ ﻳﺆﺫﻳﻪ ﻭﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ ﻓﻬﺬﺍ ﻛﺎﺳﺘﻌﺎﻧﺔ ﺍﻹﻧﺲ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﺑﺒﻌﺾ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ

Diantara manusia ada yang memanfaatkan jin dalam perkara yang mubah , seperti menghadirkan harta seorang tersebut , atau menunjukkan dimana letak suatu harta yang tak bertuan, atau mencegah apa yang menyakitinya , dan lain sebagainya maka hal itu tak ubahnya seperti meminta tolong kepada sesama manusia. ( Ibnu Taimiyah al-Hanbali w . 728 H , Majmu ’ al- Fatawa , h. 13/ 87)

Ketiga, menggunakan jin dalam perkara yang dilarang syariat .

Maka hal ini sebagaimana meminta tolong manusia dalam perkara kemaksiatan.

ﻭﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻳﺴﺘﻌﻤﻞ ﺍﻟﺠﻦ ﻓﻴﻤﺎ ﻳﻨﻬﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﺇﻣﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺸﺮﻙ ﻭﺇﻣﺎ ﻓﻲ ﻗﺘﻞ ﻣﻌﺼﻮﻡ ﺍﻟﺪﻡ ﺃﻭ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺪﻭﺍﻥ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺑﻐﻴﺮ ﺍﻟﻘﺘﻞ ﻛﺘﻤﺮﻳﻀﻪ ﻭﺇﻧﺴﺎﺋﻪ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﺍﻟﻈﻠﻢ ﻭﺇﻣﺎ ﻓﻲ ﻓﺎﺣﺸﺔ ﻛﺠﻠﺐ ﻣﻦ ﻳﻄﻠﺐ ﻣﻨﻪ ﺍﻟﻔﺎﺣﺸﺔ ﻓﻬﺬﺍ ﻗﺪ ﺍﺳﺘﻌﺎﻥ ﺑﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻹﺛﻢ ﻭﺍﻟﻌﺪﻭﺍﻥ ﺛﻢ ﺇﻥ ﺍﺳﺘﻌﺎﻥ ﺑﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻜﻔﺮ ﻓﻬﻮ ﻛﺎﻓﺮ ﻭﺇﻥ ﺍﺳﺘﻌﺎﻥ ﺑﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻌﺎﺻﻲ ﻓﻬﻮ ﻋﺎﺹ

Siapa yang memanfaatkan jin dalam perkara yang dicegah Allah dan Rasul – nya, maka adakalanya hal itu dalam hal kesyirikan , membunuh orang yang tak halal darahnya, menyakiti orang lain, membuat orang lain lupa akan suatu ilmu atau menarik orang lain untuk berbuat tidak senonoh, maka hal ini termasuk tolong menolong dalam perkara munkar . Jika tolong-menolong dalam perkara kafir maka jadi kafir , jika dalam kemaksiatan maka termasuk orang yang bermaksiat ( Ibnu Taimiyah al- Hanbali w . 728 H, Majmu ’ al- Fatawa , h . 11 / 308 ,al-Furqan Baina Auliya ar -Rahman wa Auliya as – Syaitan, h. 197 ) .

Tentu hal ini adalah fatwa dari Ibnu Taimiyyah ( w . 728 H ) . Boleh setuju, boleh mengkritisi . Jika mengkritisi Ibnu Taimiyyah ( w . 728 H) harus dengan cara yang santun , maka mengkritisi selain Ibnu Taimiyyah harusnya juga dengan cara yang santun juga .

ﻭﻣﻨﻬﻢ ﻣﻦ ﻳﺴﺘﺨﺪﻣﻬﻢ ﻓﻲ ﺃﻣﻮﺭ ﻣﺒﺎﺣﺔ ﺇﻣﺎ ﺇﺣﻀﺎﺭ ﻣﺎﻟﻪ ﺃﻭ ﺩﻻﻟﺔ ﻋﻠﻰ ﻣﻜﺎﻥ ﻓﻴﻪ ﻣﺎﻝ ﻟﻴﺲ ﻟﻪ ﻣﺎﻟﻚ ﻣﻌﺼﻮﻡ ﺃﻭ ﺩﻓﻊ ﻣﻦ ﻳﺆﺫﻳﻪ ﻭﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ ﻓﻬﺬﺍ ﻛﺎﺳﺘﻌﺎﻧﺔ ﺍﻹﻧﺲ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﺑﺒﻌﺾ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ

Diantara manusia ada yang memanfaatkan jin dalam perkara yang mubah , seperti menghadirkan harta seorang tersebut , atau menunjukkan dimana letak suatu harta yang tak bertuan, atau mencegah apa yang menyakitinya , dan lain sebagainya maka hal itu tak ubahnya seperti meminta tolong kepada sesama manusia .
( Ibnu Taimiyah al-Hanbali w . 728 H , Majmu ’ al- Fatawa , h. 13/ 87).

Ketiga, menggunakan jin dalam perkara yang dilarang syariat .

Maka hal ini sebagaimana meminta tolong manusia dalam perkara kemaksiatan.

ﻭﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻳﺴﺘﻌﻤﻞ ﺍﻟﺠﻦ ﻓﻴﻤﺎ ﻳﻨﻬﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﺇﻣﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺸﺮﻙ ﻭﺇﻣﺎ ﻓﻲ ﻗﺘﻞ ﻣﻌﺼﻮﻡ ﺍﻟﺪﻡ ﺃﻭ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺪﻭﺍﻥ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺑﻐﻴﺮ ﺍﻟﻘﺘﻞ ﻛﺘﻤﺮﻳﻀﻪ ﻭﺇﻧﺴﺎﺋﻪ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﺍﻟﻈﻠﻢ ﻭﺇﻣﺎ ﻓﻲ ﻓﺎﺣﺸﺔ ﻛﺠﻠﺐ ﻣﻦ ﻳﻄﻠﺐ ﻣﻨﻪ ﺍﻟﻔﺎﺣﺸﺔ ﻓﻬﺬﺍ ﻗﺪ ﺍﺳﺘﻌﺎﻥ ﺑﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻹﺛﻢ ﻭﺍﻟﻌﺪﻭﺍﻥ ﺛﻢ ﺇﻥ ﺍﺳﺘﻌﺎﻥ ﺑﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻜﻔﺮ ﻓﻬﻮ ﻛﺎﻓﺮ ﻭﺇﻥ ﺍﺳﺘﻌﺎﻥ ﺑﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻌﺎﺻﻲ ﻓﻬﻮ ﻋﺎﺹ

Siapa yang memanfaatkan jin dalam perkara yang dicegah Allah dan Rasul – nya, maka adakalanya hal itu dalam hal kesyirikan , membunuh orang yang tak halal darahnya, menyakiti orang lain, membuat orang lain lupa akan suatu ilmu atau menarik orang lain untuk berbuat tidak senonoh, maka hal ini termasuk tolong menolong dalam perkara munkar . Jika tolong-menolong dalam perkara kafir maka jadi kafir , jika dalam kemaksiatan maka termasuk orang yang bermaksiat ( Ibnu Taimiyah al- Hanbali w . 728 H, Majmu ’ al- Fatawa , h . 11 / 308 , al-Furqan Baina Auliya ar -Rahman wa Auliyaas – Syaitan, h. 197 ) .

Tentu hal ini adalah fatwa dari Ibnu Taimiyyah ( w . 728 H ) . Boleh setuju, boleh mengkritisi . Jika mengkritisi Ibnu Taimiyyah ( w . 728 H) harus dengan cara yang santun , maka mengkritisi selain Ibnu Taimiyyah harusnya juga dengan cara yang santun juga .

Source: Ust. Hidayat Nur

KONTRADIKSI LARANGAN DARI ULAMA ARAB SAUDI

Apa hukum meminta pertolongan jin untuk mengetahui adanya hipnotis atau sihir, demikian juga untuk juga mempercayai omongan jin yang merasuk ke tubuh orang sakit dengan klaim bahwa ia terkena sihir atau hipnotis, menurut pengakuan jin itu?

Jawab:

Tidak boleh meminta bantuan jin untuk mengetahui penyakit yang hinggap atau cara mengobatinya. Karena meminta pertolongan dari jin itu syirik, berdasarkan firman Allah:

Dan bahwasannya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan..” (Q.S Al-Jin : 6)

Juga firman Allah:

Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya, (dan Allah berfirman):”Hai golongan jin (syaitan), sesungguhnya kamu telah banyak (menyesatkan) manusia”, lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia:”Ya Rabb kami, sesungguhnya sebahagian dari pada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami”. Allah berfirman:”Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal didalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)”. Sesungguhnya Rabbmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (Q.S Al-An’aam : 128)

Arti mengambil kesenangan sebagian mereka dari yang lain adalah bahwa manusia memuliakan jin dan jin itu membantu mereka dalam hal yang mereka inginkan, serta mendatangkan apa yang mereka minta. Di antaranya adalah memberitahukan kepada mereka kondisi penyakit dan sebab-sebabnya yang hanya diketahui oleh jin dan tidak diketahui oleh manusia. Terkadang mereka berdusta, karena mereka memang tidak bisa dipercaya dan tidak boleh mempercayai mereka. Wallahu A’lam.

Dikutip dari salafy.or.id offline Dinukil dari Fatawa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al Ilmiyah wal Ifta, Dewan Tetap Arab saudi untuk riset-riset ilmiyah dan fatwa, Meminta tolong jin untuk mengetahui penyakit?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s